
"ezme ayo kita pulang", "kebetulan sekali dokter, bisakah saya meminta tolong pada anda untuk menjaga tuan saya sebentar, saya harus kembali", "bukankah ada penjaga yang ada didepan pintu", "tidak dokter, tuan ku sudah memulangkan mereka karena seperti nya dokter tidak suka", "tapi maaf tuan Henry saya ada janji denga ezme untuk pulang bersama dan berbelanja", "saya yang akan mengantar nona ezme sekalian pulang dokter", "baiklah karena seperti nya saya tidak memilik alasan, saya akan menggantikan mu menjaga tuan mu", "terima kasih dokter kalau begitu kami permisi"
******
"selamat pagi tuan Theo.. ah maafkan saya bolehkan saya memanggil nama depan anda saja seperti nya lebih mudah bagi saya mengucapkan nya"
"selamat pagi dokter cantik, tidak masalah anda bisa memanggil saya dengan sebutan apa saja, bahkan saya akan lebih suka bila anda memanggil saya honey"
"hahahahhaha... bercanda an anda tidak lucu tuan", "tapi anda tertawa dokter", "baiklah saya kalah berdebat"
"maafkan saya dokter jika mengganggu waktu anda", "tidak masalah tuan, ini bukan jam kerja saya", "oh.. sekali lagi saya minta maaf dokter seharusnya anda bisa pulang dan beristirahat bukan menjaga saya"
"tidak tuan Theo saya senang bisa membantu pasien dirumah sakit ini", "saya berfikir saya diperlakukan istimewa ternyata anda melakukan hal yang sama pada pasien pasien lain"
'tentu saja anda spesial tuan, saya tidak pernah menjaga pasien saya selama menjadi dokter, tunggu dulu sepertinya ada yang salah!! mengapa saya setuju dengan permohonan Henry untuk menjaga nya, astaga aku benar-benar terbawa suasana'
*********
Theo POV
"dokter bisakah anda membantu saya duduk",
"baiklah tuan" ia pun berjalan mendekati tempat tidur ku, dia berusaha membantu ku menopang punggung ku agar aku dapat duduk. dan jantungku seolah menari-nari merasakan lagi pelukan yang tidak disadari nya. oh... lihat lah pipinya memerah dia begitu malu, ingin sekali ku cium pipi itu, walau kini pipinya tidak secuby waktu dia remaja tapi cukup berisi dan enak untuk kuciumi, otak mesum.
"terima kasih dokter", "i..iya.. ap.. apakah posisi anda sudah nyaman", "bagaimana jika anda agak menegakkan tubuh saya"
"baiklah, sekarang bagaiman..", aku benar-benar sudah tidak tahan berada begitu dekat dengan nya, segera kuraih tengkuk nya dan menciumi bibir indah miliknya, walaupun sedikit terkejut namun seperti semalam dia tidak menolak bahkan kini ada balasan dari lidahnya saat aku mengekplorasi seluruh dinding di mulut nya.
kami terengah-engah saat berhenti kudekatkan dahulu ke dahinya, ada cairan bening menetes di pakaian pasien ku.
kupegang kedua pipinya untuk menghadap ke arah ku, kuhapus air matanya dan ku kecup kedua mata indah itu
"apakah saya menyakiti anda dokter", "maaf tuan, anda mengingat kan saya pada seseorang, tolong jangan perlakukan saya seperti ini lagi, saya bukan wanita yang mudah disentuh dan diciumi seperti ini"
"maafkan saya dokter saya tidak bermaksud melecehkan anda, saya terbawa perasaan seolah terhipnotis ingin memiliki anda, apalagi anda terlalu dekat dengan saya, reflek tubuh saya menginginkan anda dokter"
"maaf tuan tolong lupakan kejadian hari ini, anggap tidak terjadi apa-apa dengan kita, saya akan memberikan surat rujukan kepada anda untuk pindah dari rumah sakit ini"
"anda membenci saya dokter?", "bukan begitu maksud saya tuan", "tapi anda ingin menghindar dari saya, setidaknya bisakah kita berteman dokter"
__ADS_1
"berteman, saya rasa bukan hal yang buruk"
"baiklah kita berteman mulai sekarang dokter, bolehkan saya meminta no telefon anda dokter?"
"untuk apa tuan?"
"bukankah Anda setuju bila kita menjadi teman, jadi tidak salah bila saya meminta nomor telepon anda dokter"
"baiklah... kemarin kan ponsel anda biar saya yang menyimpan nomor nya di ponsel anda"
kuserahkan ponsel ku yang berada diatas nakas rumah sakit ini. kuperhatikan wajah cantik nya yang sibuk dengan ponselku.
"maaf ponsel anda terkunci tuan" ucapnya menyodorkan ponsel ku
"tanggal lahir mu" ucapku, ia pun menatapku "apa?", "tidak, kemarikan ponsel ku" aku pun segera membuka key lock yaitu tanggal lahir gadis cantik yang ada dihadapan ku. setelah terbuka kuserahkan kembali ponsel ku Padanya.
tidak beberapa lama Henry pun datang dengan menenteng beberapa paper bag berisi pakaian lengkap milikku, karena aku akan pulang hari ini juga, mungkin tanpa sepengetahuan dokter cantik yang menangani ku, ia pun menyerah kan kembali ponsel ku, ia melirik paper bag yang dibawa Henry dan kulihat ada kerutan di dahinya.
"baiklah tuan karena Henry sudah datang saat nya saya kembali kerumah"
"terima kasih dokter sudah menemani ku"
"hei tuan apa yang kalian berdua lakukan diruang ini" tanya Henry sambil memainkan alisnya.
"kau tidak perlu tau, sudah kan urus semua administrasi nya"
"tentu tuan kita bisa pergi sekarang, apa kah Pelu saya bawakan kursi roda"
"kau pikir kakiku lumpuh", "ahhh... tidak tuanku",
"segera kita kembali dan melapor pada Opa, akan kuhabisi mereka semua"
"kita akan kembali ke hotel karena helikopter sudah menunggu disana"
kami segera kembali ke LA dengan helikopter jemput an dari opa Manfredo, kami lepas landas dari landasan helipad dilantai paling atas hotel yang kami inap.
************
"ada kabar baik opa kami berhasil menemukan markas penghianat itu, kami melihat ia bertransaksi senjata yang ia curi dari kita dan menjualnya ke beberapa pelanggan milik opa, ia menjual nya dibawah harga standar"
__ADS_1
"dasar tidak tau diuntung, aku membesar kannya dari kecil, tapi apa balasannya, pengkhianatan", "bagaimana lukamu"
"tidak apa-apa opa, samuel akan datang mengecek nya tiap hari", "maaf nak kamu tidak akan aman berada di rumah sakit", "tidak masalah opa aku sudah tau konsekuensinya", "bagus, kembali lah ke kamar dan ber istirahat lah"
*********
drttt drttt. pagi harinya ponselku berdering, kulihat samar di ponsel Vava calling
aku pun langsung terduduk menyesuaikan mataku dengan cahaya
*selamat pagi dokter cantik*
*bagaimana anda bisa menyapa saya dengan nada santai seperti itu*
*ada apa dokter apakah anda merindukan saya*
*hentikan omong kosong anda tuan, mengapa anda cabut paksa kepulangan anda dan tidak menerima surat rujukan dari dokter*
*tidak perlu dokter saya sudah sembuh*
*anda fikir saya akan percaya dengan perkataan anda, pasien yang baru saja di operasi bisa sembuh dalam waktu dua hari, sakarang saya berasa didepan pintu apartemen anda"
"apartemen... oh... shit,.. segera pergi dari sana dokter , disana berbahaya"
"apanya yang berbahaya, dan mengapa anda mengumpat, anda tidak senang dan marah dengan....... aaaaaaaaaaa lepaskan"
"halo dokter halo, vava, Vava"
"dia bersama kami tuan muda Konstantino, tenang saja tubuh mulusnya akan kami perlakukan dengan lembut"
"ooo.. shittt baj****** lepaskan dia , dia hanya dokter yang datang untuk merawat ku, kami tidak saling mengenal dan tidak ada hubungan nya dengan masalah kita"
"owww... anda tidak mengenalnya, bagus kalau begitu kami bisa melakukan apa saja padanya"
"dia Warga sipil taatilah aturan main dunia kita jangan menyakiti nya ataupun menyentuh"
"seperti nya anda begitu perhatian tuan muda, sampai bertemu lagi"
"oh my good....", aku segera berlari mengganti pakaian ku bersiap dengan senjata lengkap.
__ADS_1
"Opa dia diculik opa, kita harus bergerak sekarang opa"