Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 7


__ADS_3

"ayo silahkan masuk" Vava mengamati pintu ruangan tertera tulisan 107, ia mengingat nomor kamar itu, ketika masuk ruang an tersebut Vava sedikit curiga karena sepi sekali.


"kamar mandi mana ya pak, aduh ibu hamil sering sekali bolak balik kamar mandi" ucap Vava, "mari saya antarkan, istri saya ada di kamar" , "saya ke kamar mandi dulu ya" Vava segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada diruang depan, ia segera mengirim pesan ke ponsel suami nya menulis kan no kamar 107. setelah itu ia keluar dan menjumpai wanita yang menunggu nya didepan pintu kamar mandi.


"astaga anda mengejutkan saya" , "hai... anda Valentina ya?? saya Amalia istri Tuan Rian" Vava mengerenyitkan dahi nya. 'istri tapi kok panggil tuan' batin vava, benar benar ada yang tidak beres ini, semoga Abang segera baca pesanku dan menyusul kemari.


"mari kita ke kamar saja, kita bisa mengobrol santai di dalam" , "dimana pak Rian" , "tentu saja dia kembali ke pesta" , "oh ayolah..." Vava mengikuti istri Rian masuk ke kamar


"duduklah" Amalia mempersilahkan Vava duduk disofa yang ada dikamar yang dapat melihat indahnya ibu kota dimalam hari.


ia membawa dua jus jeruk, dan menyerahkan salah satunya kepada Vava, "mau jus jeruk?" , "terima kasih" Vava menerima jus itu ia mencium aroma jus jeruk tidak ada perubahan, dan sedikit mencicipi nya rasa, warna dan aroma nya sama seperti jus jeruk biasa nya, kini ia meneguk hingga setengah gelas.

__ADS_1


bagaimana pun dia seorang dokter jadi ia bisa membedakan aroma jenis obat apapun yang dicampur ke minuman


hampir seperempat jam ia mengobrol dengan Amalia, mereka tertawa cekikikan bila membicarakan tentang suami masing-masing, "kok rasanya panas sekali ya" , "iya kah, aku akan naikkan suhu AC nya agar lebih dingin"


Vava Mulai merasa kegerahan, dan gatal bagian bawah nya. ia merasakan gairah dan sensasi di **** ***** miliknya. ia sudah mulai bergerak resah, Amalia segera keluar kamar, disana sudah ada Rian yang menunggu.


"seperti nya obat nya sudah bekerja pak" , "Terima kasih Amalia aku akan memberi kanmu bonus besar" Rian mengecup sekilas bibir Amalia, dia adalah sekertaris Rian dan juga partner *** Rian bila sedang ke luar kota.


Rian segera masuk ke dalam kamar, ia mendapati Vava yang sedang bergerak gerak resah, "pak Rian, kapan suamiku menyusul kemari" ucap Vava suara nya sudah tidak teratur. namun ia berusaha untuk tetap sadar. ia tau bila ia diberi obat perangsang, brarti ia meminum obat yang dicampur dalam jus tadi tapi mengapa tidak ada perubahan warna, rasa dan aroma di jus itu.


Rian memang menambahkan obat perangsang gairah wanita, yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa ke dalam minuman Vava. dia meminta pada Amalia sekertaris nya untuk berpura pura menjadi istri nya, mengajak vava ngobrol dan menyerahkan minum an itu.

__ADS_1


Rian tidak sadar akan akibat apa yang akan ia alami setelah ini, Bogeman tangan kiri Jaka yang akan mampir dulu kerumah sakit atau Bogeman tangan kanan Jaka langsung ke liang kubur.


Jaka yang masih mengobrol terkejut dengan strum di cincin pernikahan nya. ia segera meraih ponselnya nya dan membaca pesan dari Vava, Amarahnya langsung naik, ia mengamati sekitar sepertinya body guard bayangan ayah sudah mengikuti Vava.


Jaka segera menghubungi salah satu dari mereka, ternyata mereka sudah ada didepan kamar itu. Jaka memerintahkan agar mereka masuk secara baik baik.


Jaka berlari menuju tangga darurat hingga ke lantai tiga ia melihat keributan dipintu, ternyata bodyguard ayah dan anak buah rian sedang berkelahi, Jaka segera berlari, ia sudah memukul salah satu anak buah rian yang menghalanginya untuk masuk.


ia mendobrak masuk ke dalam ruangan, ia mendapati sekertaris Rian yang pernah di ajak ke perusahaan nya. "dimana istri ku" teriak Jaka, Amalia ketakutan ia hanya menunjuk pintu kamar.


Jaka langsung mendobrak, emosi nya makin

__ADS_1


memuncak dimana Rian berusaha memperkosa Vava, Jaka melihat baju Vava yang sudah robek disana sini, satu Bogeman dari Jaka meluncur diwajah mulus Rian hingga mengeluarkan darah.


Jaka yakin ada yang aneh dengan Vava, seharusnya Vava dengan mudah melumpuhkan Rian tapi sekarang yang ia lihat Vava seperti teler. Jaka segera melepaskan jas nya dan menutupi tubuh istrinya, "Abang tolong" ucap Vava lalu ia pun menutup matanya.


__ADS_2