
Vava berhenti memberontak, ia mendongak memandang mata sang Abang "Abang jahat" itulah kata pertama yang mampu ia keluarkan
"Abang jahat, kenapa Abang memberikan harapan palsu kepada ku, Abang menyatakan cinta tapi Abang bertunangan dengan orang lain, Abang bilang Abang cinta tapi kenapa Abang akan menikah dengan orang lain, aku hanya ingin pergi jauh dari Abang, aku ingin memupus rasa cinta ku, aku ingin membenci Abang, tapi aku tak bisa bang, semakin aku berusaha melupakan Abang, semakin besar rasa cinta ku, semakin aku ingin membenci Abang semakin besar pula rasa rinduku. apa Abang tau sakit rasanya bang, beri aku kebebasan, beri aku waktu untuk menyembuhkan luka dihatiku, beri aku waktu untuk melupakan mu melupakan cintaku padamu bang" ucap Vava dengan Isak tangisnya.
Barulah Jaka Sadar apa yang membuat adiknya menjauh darinya, rasa cinta yang mereka miliki sama, rasa sayang yang mereka miliki sama, bodohnya aku yang malah menghindar yang mengira bahwa vava membenciku karena aku telah merusak tali persaudaraan yang dibuat kedua orang tua kami. bodohnya aku yang pergi begitu saja sebelum dia membalas kata-kata cinta nya.
"maafkan kebodohan Abang dek, Abang tidak pernah berniat untuk mempermainkan mu, Abang tidak pernah berniat memberikan harapan palsu, Abang berfikir jika kamu membenci Abang, karena Abang telah merusak tali persaudaraan kita yang telah dibuat oleh ayah dan bunda"
"Abang bohong Abang bertunangan dengan orang lain, Abang bertunangan dengan kak Lyra, aku tau dari kak Willi jadi Abang gak perlu susah payah membongiku lagi" ucap Vava
"Abang tidak pernah bertunangan dek, Abang memang pernah mengiyakan saran ayah bertunangan dengan Lyra, tapi bagaimana mungkin Abang bertunangan dengan Lyra sementara Lyra mencintai William, dan William juga mencintai Lyra, mereka lah yang bertunangan. abanglah yang menyatukan ciy mereka. Abang menyadarkan William bahwa dia juga mencintai Lyra"
Vava pun terdiam mencerna setiap kata kata yang diucapkan sang Abang. Jaka menatap netra coklat milik gadis cantik dipangkuan nya. begitu pula Vava menatap kearah kedua bola hitam milik sang Abang.
"Abang gak bohong" tanya Vava "lihat Abang apa Abang terlihat berbohong kamu lebih mengenal Abang dibandingkan diri Abang sendiri, aku cinta kamu dek" Jaka mencium kening sang adik "aku juga cinta abang" ucap Vava. kini mereka melanjutkan ciuman hangat yang tertunda dimeja makan, menikmati indahnya rasa cinta. lama mereka memadu kasih mengobati rasa rindu yang lama terpendam. hingga akhirnya Vava tertidur pulas dipelukan sang Abang.
Jaka masih menatap wajah lelap sang adik
Flashback.
Vava berangkat sendiri ke Cambridge tanpa berpamitan kepada Jaka, dan juga kedua orang tuanya. dia hanya menulis sebuah memo di atas nakas kamar ayah dan bundanya, dia mengatakan ingin sendiri.
ayah marah dan benar-benar murka ayah tidak menyangka kalau Vava nekat berangkat sendiri dia berangkat satu Minggu sebelum jadwal yang ditentukan Jonathan, Jonathan mengijinkan Vava kuliah di Harvard bukan di Oxford seperti keinginan nya.
__ADS_1
namun tidak masalah bagi Vava, sebenarnya dia sayang dengan beasiswa yang sudah dia dapatkan di Oxford hangus begitu saja. namun ayah berkata ayah mampu membiayai 100 orang Vava kuliah di Harvard, tidak perlu beasiswa biarkan beasiswa digunakan untuk anak yang tidak mampu, ucap ayah kala itu.
Tapi kemarahan sang ayah hanya beberapa jam saja, karena singa yang ganas tersebut sudah bisa ditaklukkan oleh bundanya bunda Keyra. keyra tau bila Vava menghindari Jaka, Keyra juga tau bila Vava mencintai Jaka, hanya saja Jaka tidak mau mengakui bila dia mencintai Vava, berulang kali bunda bertanya tentang perasaan Jaka pada Vava, namun selalu saja dibantah oleh Jaka, ia mengatakan bahwa rasa cinta nya pada Vava hanya rasa cinta seorang kakak pada adiknya.
Hingga Jonathan menyadari bila Jaka mencintai Vava bukan sebagai kakak adik melainkan sebagai seorang laki-laki terhadap perempuan. Jaka yang sering uring-uringan ketika dikantor Jaka yang sering membuat kesalahan saat bekerja, Jaka yang tidak fokus dengan setiap tugas yang diberikan Jonathan.
Sehingga pada saat dimana setahun sesudah kepergian Vava yang tidak pernah berniat untuk kembali meski libur sekolah, Vava yabg tidak pernah memberi kabar pada Jaka, Vava yang tidak pernah mau menerima telepon dari Jaka, bahkan Vava memblokir nomor telepon sang Abang.
Jaka akhirnya menyerah, nyatanya dia memang tidak sanggup hidup tanpa gadis cantik yang menjadi adiknya tersebut. Jaka ingin Jujur pada ayah dan bunda tentang perasaan nya, tentang rasa cintanya pada Vava, dia bersedia menerima konsekuensinya, dia terima bila di coret dari daftar nama keluarga Atmaja apabila rasa cinta nya dianggap aib untuk keluarga, asalkan dia bisa memiliki gadis cantik adiknya tersebut.
Jaka menemui Jonathan di ruang kerja. Jaka memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut. ada perasaan takut menyelimuti hatinya, Perutnya terasa ada yang mengaduk aduk isinya ia merasa mual.
bagaimana pun Jonathan dan keyra adalah orang tua angkatnya yang membesar kannya selama 15 tahun ini, Jaka tumbuh menjadi anak yang tidak pernah kekurangan kasih sayang sedikit pun, tidak pernah Jaka merasa iri pada adik-adiknya, karena kasih sayang Jonathan dan Keyra sama rata, tidak pernah membedakan antara anak angkat dan anak kandung.
"masuklah bang ada apa" ucap Jonathan
"apa ayah sibuk, Abang ingin ngobrol sebentar dengan ayah"
Jonathan pun segera mematikan laptop dan melepas kacamata baca miliknya.
"bisa ayah tunda" Jonathan pun berjalan menuju sofa panjang yang ada diruang kerjanya. duduk berdampingan dengan putra sulung nya.
"ada apa nak" tanya Jonathan
__ADS_1
"ayah maaf kalau kinerja Abang akhir-akhir ini menurun drastis" ucap Jaka
"boleh ayah tau apa alasan nya" tanya Jonathan.
"ayah maafkan Abang, Abang mencintai Vava, Abang frustasi Vava tidak pernah memberi kabar bahkan nomor telepon Abang pun Vava blokir, Abang minta ijin ayah untuk mengejar Vava mengejar cinta abang" ucap Jaka dia menunduk tidak berani menatap wajah sang ayah.
Jonathan berdiri diapun menghampiri meja kerja nya mengambil sebuah amplop besar berisi undangan. Jonathan pun melempar undangan tersebut didepan meja tepat dimana Jaka duduk.
Jaka terkejut dengan undangan pertunangan Lyra dan William. Jonathan menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya.
"kenapa baru ngomong sekarang, kenapa tidak dari dulu-dulu, haruskah sampai mengorbankan adikmu, adik perempuan mu satu satunya. tau kah kamu bahwa vava menghindar darimu karena rasa sakit hati dan kecewa nya"
"maaf ayah maafkan Abang, untuk Lyra dan William Abang bisa jelaskan ayah"
"waktu itu Abang memang pernah meminta Lyra untuk bertunangan dengan Abang, Lyra setuju tapi dengan syarat tunangan itu hanya bohong an, Karena Lyra mereka lelah dengan sang ayah yang menginginkan Lyra segera menikah, Lyra juga meminta Abang untuk mendekatkan nya dengan William, karena Lyra mencintai William, begitu pula sebaliknya, namun William tidak mau mengakui karena merasa tidak pantas untuk Lyra yang baik, sedangkan dia lelaki brengsek yang seringkali berganti pasangan teman tidur"
"tapi lambat laun William menerima Lyra William melihat cinta tulus Lyra yang tidak jijik dengan masa lalu William, akhirnya William melamar Lyra dan disetujui kedua orang tua Lyra"
"sekarang ijinkan Abang mengejar cinta abang, Abang akan menerima konsekuensinya kalau memang Abang dicoret dari keluarga Atmaja karena Abang mencoreng nama baik keluarga"
"ayah akan mencoret nama kamu dari keluarga Atmaja, ayah akan mencoret kamu dari anak pertama ayah, kamu mencoreng nama baik ayah...... " ucap Jonathan.
Serasa tidak percaya dengan pendengaran nya Jaka langsung berdiri dan berlutut didepan Jonathan "ayah.. maafkan Abang ayah" ucap Jaka
__ADS_1