Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 14


__ADS_3

Dengan perlahan-lahan dokter Daniel mengusap usap perut Vava yang telah diberi jelly USG dengan menggunakan Doppler atau alat Ultrasonografi yang lebih di kenal dengan sebutan USG


"usia kehamilan nya sudah memasuki usia 20 Minggu ya, berat badan bayi nya juga sudah 350 gram ya, sudah termasuk normal, detak jantung nya bagus sekali, seluruh anggota tubuhnya tidak ada kekurangan apapun" dokter Daniel menghentikan gerakan Doppler di bagian jantung agar terdengar oleh kedua pasang suami istri tersebut.


Seketika perasaan menghangat dirasakan oleh Jaka, saat mendengar detak jantung anaknya.


Anaknya hidup menumpang di perut sang istri, ia pun mengecup punggung tangan istrinya. "terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup ku" ucap Jaka, tanpa sadar cairan bening mengalir di sudut matanya.


Buru-buru ia hapus sebelum ketahuan dokter Daniel


"mau tau jenis kelamin nya" tanya dokter Daniel.


"gak usah dokter biar jadi kejutan" ucap kedua pasang suami istri tersebut kompak.


Dokter Daniel pun tersenyum, lalu ia pun berucap, "seperti keinginan kedua orangtuanya, bayi nya menutupinya"


Setelah selesai dengan segala pengarahan nya, dokter Daniel tidak lupa memberikan resep vitamin dan juga menyerahkan selembar kertas hasil USG yang di terima Jaka dengan tersenyum senyum.


Seperti biasa hasil USG tersebut akan ia pajang di meja kerjanya mengganti kan hasil USG bulan lalu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kedua pasang suami istri tersebut sudah berjalan kompak, Jaka menggandeng tangan istrinya. sekali kali ia pun mengecup kepala wanita yang berjalan bersamanya.


Tidak ada lagi perdebatan dan pertengkaran setelah melihat hasil USG, memang benar anak adalah segala nya, obat dari segala macam penyakit hati.

__ADS_1


"mau makan apa?" tanya Jaka ketika mereka sudah duduk di dalam mobil.


"Vava pengen makan gudeg sambal goreng pake ayam bakar" ucapnya. selama kehamilan nya Vava lebih menyukai makanan olahan khas solo dan Jogja dimana tempat kampung halaman bunda Keyra, ia menyukai masakan yang manis.


Jaka pun selalu menuruti nya, karena Jaka termasuk kaum omnivora, ia memakan segalanya yang di siapkan untuk nya, suka tidak suka ia akan memakan nya tanpa banyak protes.


Baginya yang dulu pernah hidup di jalanan bisa maka sehari sekali saja sudah bersyukur, hingga akhirnya ia bisa masuk ke panti asuhan karena dibawa oleh ibu Maryam.


Jaka merasa rindu pada ibu Maryam, ibu dari semua anak di panti asuhan Kasih Bunda, panti asuhan yang sudah berganti nama sesuai dengan keinginan Jonathan dan juga Keyra yang sekarang sudah menjadi donatur tetap untuk panti asuhan tersebut agar anak anak tersebut tidak kekurangan sesuatu apapun.


Bahkan Jonathan memberikan sekolah gratis untuk mereka, di sekolah yayasan milik keluarga besar nya. yang dari SD hingga SMA. bagi anak yang pandai ia akan mendanai hingga ke perguruan tinggi.


Maka dari itu sebagian besar karyawan yang bekerja di perusahaan Jonathan adalah anak anak dari panti asuhan.


"Abang bungkusin buat bunda juga, bunda paling suka sama gudeg, apalagi si kembar suka banget tuh sama telur merah nya" Vava masih memakan gudeg sambal goreng yang ada di depan nya.


"iya.. Abang udah pesanin, pelan pelan dong, kalau kurang bisa nambah lagi sayang" jaka mengusap usap kepala Vava dengan penuh kasih.


"gak usah ngerayu ya, Vava tetap aja masih sebal sama Abang, jadi suami gak peka sama sekali" walaupun mengomel nyatanya ia tetap saja makan, dengan sesekali meminum jeruk hangat.


"iya maaf... ya udah kalau gitu Abang batalin aja kontrak kerjasama nya dengan ayah nya Sesilia, biar istri ku ini gak marah dan cemburu" ucap Jaka menimpali ucapan snag istri.


"ya udah batalin ya batalin gak bangkrut juga kan perusahaan ayah" ucap Vava yang masih kesal.


"iya sayangku, sekarang makan dulu gak usah kebanyakan ngomong nanti tersedak" setelah nya mereka pun makan dalam diam hingga habis dan kembali lagi ke perusahaan, karena Vava bersikeras tidak ingin pulang.

__ADS_1


sudah dua jam Vava duduk di sofa menunggu suaminya, ia memainkan ponselnya hingga bosan. sesekali melirik jam di dinding yang masih saja menunjukkan pukul tiga.


"permisi pak.. meeting kita lima menit lagi" ucap sasya ketika masuk ruangan Jaka.


"ya..." jawab Jaka datar.


setelah sasya keluar dari ruangan nya. Jaka pun menghampiri Vava yang terlihat bosan duduk di sofa.


"mau di belikan camilan" tanya Jaka, ia sudah duduk disebelah Vava dan menghujani beberapa ciuman di wajah ibu hamil tersebut, hingga membuat Vava tertawa kegelian.


"Abang geli ah..." ucap Vava, ia berusaha mendorong wajah suaminya dari wajahnya.


"geli tapi enak kan... bentar lagi Abang meeting setelah itu kita pulang. kamu istirahat di dalam kamar aja ya, ayo Abang antar" Jaka pun berdiri untuk mengantar kan Vava ke dalam bilik yang ada di belakang kursi nya.


Vava pun mengangguk dan berjalan ke dalam bilik kamar tersebut. setelah peninggalan Jaka ia pun tertidur pulas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hellowwww gaes...


jangan lupa rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Like 👍, coment 🙇 dan Vote 💰


Satu episode lagi nanti malam ya, tapi di usahakan sore dah bisa up 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2