Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
extra part 13


__ADS_3

"sayang... aku gak bakal kasih ijin kamu nyetir sendiri lagi kalau begini" ucap Jaka setelah berhasil mengatur nafasnya, dan juga menghilangkan rasa mual di perutnya.


"biasa aja kelesss..." jawab Vava, ia berjalan lebih dulu meninggalkan Jaka dan juga Sesilia yang wajah nya masih pucat pasi.


"maaf ya Sil, Lo gak apa apa kan? gue tinggal dulu ya, keburu ngambek istri gue" ucap Jaka.


"tunggu dulu dong mas, bisa gak sih cariin gue tempat duduk yang nyaman kepala gue pusing banget, perut juga masih mual" ucap Sesilia, ia memegang lengan Jaka.


Vava yang melihat dari kejauhan pun benar benar geram dengan suaminya, entah lah ia harus marah dengan siapa wanita tidak tau malu itu, atau suaminya yang hatinya serba sungkan tak enak, menyebalkan sekali.


"Abang niat nganter istri apa temen Abang sih" teriak Vava yang sudah tidak sabar, dia benar benar ingin memakan wanita tersebut yang dengan tak tau malunya memegang lengan suaminya.


"iya sayang.." teriak Jaka, "maaf Sil, Loe mending langsung jalan ke restoran itu aja, gue gak mau istri gue salah faham, tolong jangan pegang pegang gue lagi, apalagi sampai istri gue liat" ucap Jaka, ia pun menarik paksa lengan nya yang masih di pegang Sesilia.


'arrrggggg... bangsat... wanita jalang kurang ajar, berani sekali dia mempermain kan ku, lihat saja, akan Ki balas nanti, kau belum tau berhadapan dengan siapa' batin Sesilia, ia menghentakkan kakinya dan memaki maki vava.


Gak mungkin kan ia teriak teriak sendiri sementara Jaka dan Vava sudah menghilang dari pandangan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"sayang... pelan pelan dong, kok masih marah sih, Abang kan udah nemenin periksa dedek" ucapnya, Jaka berusaha menyeimbangkan langkah kakinya dengan ibu hamil yang ada di sampingnya.


sebenarnya ia merasa nyeri saat melihat betapa cepatnya langkah kaki istrinya. ia takut bila terjadi apa apa pada istri dan juga calon anaknya. bisa bisanya istrinya berjalan secepat itu dengan membawa beban perut yang besar itu.


"sayang... pelan pelan dong, inget Lo dedek nya di perut" ucap Jaka memberi peringatan.


Vava mulai memperlambat jalannya, ia mengelus elus perutnya dan menarik nafas dalam dalam serta membuang nya secara kasar.


"maaf kan mami ya sayang, mami jengkel karena papi kamu tuh gak peka, sampai sampai mami membahayakan mu" namun sungguh emosi Vava sedikit mereda setelah melampiaskan nya pada jalanan, ia tidak pernah merasa selega itu setelah menyetir mengganti kan Valentino Rossi. 🤭🤭🤭


"sayang... please jangan marah gitu dong, udahan ya ngambek nya, Abang janji deh Abang gak bakal lupa jadwal kontrol dedek, Abang bakal suruh sasya lingkarin tanggalan biar jadi agenda penting buat abang" jaka memegang tangan Vava, ia berusaha untuk memeluk pinggang wanita nya, namun Vava malah mempercepat langkahnya lagi.


Miris hatinya saat mendengar ucapan suaminya, bukan karena kelalaian suaminya yang lupa akan mengantarkan nya periksa kandungan, tapi lebih ke pada wanita yang dikenal kan sebagai teman masa kuliah lah yang membuat nya marah hari ini.


Ketika sampai di pintu ruang dokter kandungan tersebut, Vava pun menemui perawat yang ada di depan, ia pun menanyakan no pendaftaran nya.


"no sebelas apa sudah dipanggil sus?" tanya Vava ramah.


perawat tersebut pun segera mencari ke daftar bukudi depan nya. "no sebelas atas nama ibu Valentina Manfredo ya.. masih ada dua pasien lagi Bu, tapi kalau mereka belum datang ibu bisa masuk setelah ini" jawabannya ramah.

__ADS_1


"iya sus, terima kasih" jawab Vava, ia pun duduk di kursi tinggi, namun ia tidak jadi duduk saat melihat bagaimana penampilan suaminya yang acak Adul.


"astaga.. Abang habis ngapain sih kok berubah jadi gelandangan gitu" ucap Vava.


Karena melihat rambut Jaka yang semula tersisir rapi kini sudah naik semua mirip anak punk, dasi yang sebelumnya terpasang sempurna kini sudah longgar dan miring kesamping, belum lagi kemeja yang ia gunakan sudah lepas dua kancing nya.


Jangan tanyakan lagi bagaimana keadaan jas nya, karena sudah tidak ia gunakan lagi tapi malah ia panggul di pundaknya, layak nya beras.


'OMG... ini beneran suami gue ya!!' batin Vava, ia pun akhirnya tertawa terbahak-bahak. apalagi mengingat kejadian Sesilia dan suaminya mabuk setelah ia menyupir secara ugal ugalan.


Perutnya benar benar terasa kencang sekarang, ia benar benar puas sudah bisa tertawa lepas. Ia pun segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, setelah sadar ia sedang berada di rumah sakit, apalagi beberapa pasien yang juga menunggu dokter lainnya sedang menatapnya dengan tatapan peringatan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hola... hola...


mau di rajin rajinin deh buat up 2 part sehari nya.


Kasi semangat dong berbagi vote

__ADS_1


jangan lupa like and coment nya, coment nya jangan yang pedes pedes lah ya..


apalagi harga cabe lagi mahal lho...


__ADS_2