
"apa yang kalian lakukan" teriak Jonathan dari pintu, membuat kami berdua terlonjak terkejut
kulihat aura kemarahan Dimata Jonathan, perlahan kudekati dia
"sayang bisa aku jelasin, jangan salah paham dulu ya!!" ucapku mengusap lengannya
"saudara Julian anda sudah bebas, tuntutan anda sudah dicabut saudara Jonathan"
bapak langsung memeluk mas Julian
"maafkan bapak nak" ucap bapak mengelus bahu putra pertama nya yang baru saja ditemukan
"apa-apaan ini kenapa malah bapak yang minta maaf sama bajing** satu itu" ucap Jonathan masih dengan emosinya
seolah mendapat angin segar bapak malah sengaja ngerjain Jonathan
"ah calon menantu bapak memang ganteng, gak kalah sama bapaknya" ucap bapak kata-kata nya sih memuji mas Julian padahal kembali memuji diri sendiri, dasar bapak tua-tua narsis aja
"ayo pulang nak, tuntutan kamu sudah bapak cabut jadi kita bisa langsung pulang kerumah nenek nurselo" ucap bapak lagi
bahkan ibu Marlina ikut-ikutan mengerjai Jonathan
"calon mantu mami yang cantik ayo kita pulang juga"
"calon mantu apa" Jonathan segera meraih tubuhku memelukku erat, agar tidak dipegang ibu Marlina.
"ya ini calon mantu mami, sini sayang" akhirnya akupun mengikuti permainan mereka menggandeng tangan ibu, melepas kan pelukan Jonathan, kemudian berjalan mengikuti bapak yang telah mendahului kami berjalan dengan memeluk julian
Julian berlari mengikuti kami disusul raffa
"mas Jo sabar yah, kayaknya bapak jatuh cinta sama mas Julian, saingan mas berat Lo"
Jonathan semakin emosi dan frustasi menghadapi mertua nya, bahkan dihalaman kantor polisi Jonathan masih terlihat emosi
"bapak gak bisa gitu dong pak, Jo dan keyra sudah menikah bapak gak bisa nikahin keyra sama dia" ucap Jonathan
"kenapa gak bisa kalian kan baru nikah siri, kalian aja gak punya surat nikah, boleh dong bapak nikahin keyra sama laki-laki yang benar-benar serius dengan Keyra"
"Jo serius pak dengan key, Jo gak pernah main-main"
"serius gimana, sampai sekarang aja kamu masih lupa dengan Keyra, bapak aja ragu kamu beneran cinta gak sama anak perempuan saya satu satunya"
"Jo sudah ingat semuanya pak, Jo sudah ingat keyra, Jo cinta sama key pak, bapak gak bisa misahin kami apalagi didalam perut keyra ada anak kami" ucap Jonathan memelas
"kamu minggir jangan dekat-dekat bapak" ucap Jonathan menarik Julian agar menjauh dari bapak
membuat kami tertawa terbahak-bahak
"apa? kenapa kalian malah tertawa" ucap Jonathan dengan wajah bingung
__ADS_1
aku kemudian berjalan mendekat dan memeluknya erat
"sayang ayo bilang sama bapak kamu gak mau kan menikah dengan laki-laki brengsek itu" ucap Jonathan lagi
"tentu saja keyra patuh pada perkataan bapak" ucap bapak
"pak gak bisa gitu dong pak, key sudah jadi istri jo, Jo sudah nyiapin acara untuk pernikahan kami yang tertunda"
"sayang maafkan aku, aku sudah mengingat semua semenjak melihat mu, aku sudah mengingat semua nya"
"bantu aku ngomong sama bapak key"
aku sudah tidak sanggup menahan tawaku
aku tertawa terbahak-bahak di pelukannya
Julian datang mendekat
"sudah lah bro ikhlaskan saja" kemudian menarik ku dari pelukan Jonathan
sontak membuat Jonathan tambah murka, "lepasin tangan kotormu dari istriku"
"kamu aja yang lepasin pelukan mu dari adikku" ucap Julian
"adik?? adik apa??" tanya Julian melongo
"ya adikku, keyra dan Raffa adikku jadi kamu harus minta restu padaku sebelum menikah dengan Keyra" ucap Julian
"aaahhhhhhhh... minggir kalian berdua, kok malah kesel akunya!!" ucap keyra
_____________
"sayang jangan gitu dong, ini semua gara-gara Lo ya" ucap Jonathan
"enak aja, Lo kali" balas Julian
"kalian berdua mau pulang apa berantem" ucap bapak Atta
"pulang pak" ucap Jonathan dan julian bersamaan
"eh... udah mulai kompakan nih" celetuk Raffa
"siapa juga yang kompak an ma dia" ucap Jonathan Sewot
"hahahaha... iya-iya udah deh, gak lagi gue ngerjain Lo" ucap Julian kemudian memeluk leher Jonathan
"gila Lo mampus gue" teriak Jonathan saat Julian mulai menyeretnya apalagi Jonathan lebih tinggi dari pada Julian jadi Jonathan terpaksa membungkuk saat Julian menyeretnya
_________
__ADS_1
"mas Atta sebaiknya kita makan siang sekalian" ucap marlina, yang duduk dibelakang dan masih menempel pada bapak
"ya sudah tidak apa-apa kalau sudah pada lapar, mobilmu ngikutin kan?"
"ya pasti lah, ada Julian dan Raffa disana"
"Jo.. kita cari makan siang dulu" ucap bapak
"Tante, gimana kabar Nanda" tanya Keyra
"astaghfirullah.. mami lupa, cucu mami masih dirawat di rumah sakit" ucap Marlina dengan menepuk jidatnya
"hahahaha... sudah lah kita makan dulu, habis itu kita jenguk cucu kita, aku juga ingin lihat wajah cucuku" ucap bapak tersenyum dengan mengusap rambut Marlina dan mengecup kepala nya
"ihhhh... bapak so sweet banget deh, Rara jadi iri" ucap keyra
"kamu mau dielus juga sayang" tanya Jonathan yang sedang menyetir
"apaan sih" jawab keyra
"bapak sama Tante marlina baiknya nikah lagi aja deh"
"jadi nanti kalau keyra menikah dengan Jojo keyra didampingi bapak sama ibu"
"gimana sayang setuju gak" ucap keyra
"maaf sayang bukannya aku gak setuju, lebih baik kamu buat konferensi pers dulu, untuk membersihkan nama baik Julian, kasian dia" ucap Jonathan
"benar kata Jonathan nak, sebaiknya kita adakan konferensi pers, untuk membersihkan nama baik mas mu itu" ucap pak Atta
sampai di restoran seafood, kami segera memesan beberapa menu makanan
"mau makan apa sayang" tanya Jonathan
"aku mau kepiting asam manis aja, yang super pedas"
"no..no.. gak ada kata pedas sayang kasian baby"
"gak mau aku maunya yang super pedas, kalau gak gak makan aja"
"kok gitu sih"
"gak apa-apa Jo, pesanin aja yang dia mau, nanti kalau cucu Oma gak mau Nerima juga paling keluar lagi" ucap marlina
"ya deh... kamu menang sayang" ucap Jonathan gemas mengacak-acak rambut keyra
"apaan sih Jo, kusut rambut aku"
_____________
__ADS_1
maaf kalau update nya gak jelas, yang penting cerita tetap lanjut
🥰🥰🥰