Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
dua puluh dua


__ADS_3

Keyra Attala Haryanto


"jika mas bertindak lebih, maka aku akan membenci mas seumur hidup ku dan jangan harap mas dapat melihat ku seumur hidup mas Julian" teriakku frustasi


hanya wajah Jonathan yang kuingat dikepala ku, bagaimana perjuangan kami selama lima tahun ini agar dapat bersama


'maafkan aku Jo, aku mencintaimu jo' batinku berteriak


kurasakan tubuh Julian menegang mendengar teriakkan frustasi dan nada mengancam ku


sekuat tenaga ku lepas kan tangaku, segera ku tampar wajahnya, dan mendorong dengan sisa kekuatan yang kumiliki menjauhkan tubuhnya dari tubuhku


tubuhku lemas dan merosot dari kasur king size milik Julian


aku terduduk di karpet dekat tempat tidur nya


menangis sejadi jadinya


memeluk kedua lututku, untuk melindungi diriku


didekapnya aku dengan posisiku yang masih memeluk lutut ku, terbayang wajah Jonathan, ia pasti kecewa padaku jika sampai hal itu terjadi


"maaf-maafan kan aku key, aku khilaf, maaf kumohon jangan membenci ku"


berkali-kali kata maaf dilontarkan Julian padaku, rasa sesak didadaku


"key bicaralah, komohon jika kau ingin menampar ku lagi tamparlah sepuasmu, asal kau kau bicara, kumohon maafkan aku key, maaf"


aku terkejut mendengar suara isakan tangis, ku dongakkan kepala ku dan melihat air mata Julian, astaga..


"kumohon maafkan aku key" diletakkan nya dahinya di dahulu dengan memegang kedua pipiku


segera kutepis tangannya, lalu akupun berjalan keluar kamar nya, kemudian masuk kekamar Nanda, yang sudah tidur lelap efek obat tidur yang ada didalam obatnya


perlahan kudekati anak itu, tidak lupa ku kunci pintu kamarnya


kurebahkan badanku didekat nya


"ibu guru menyayangi mu nanda, tapi tidak untuk jadi mamamu, karena ada orang lain dihati ibu guru, dan tak pernah tergantikan walau sedetik pun" gumanku pada bocah yang tidur disebelah ku


"ibu guru menyayangi papamu, dengan segala perhatian dan kasih sayang yang papamu berikan kepada ibu guru, tapi sekali lagi maaf sayang, ibu guru tidak pernah bisa mencintai papamu, ibu hanya menyayangi papa layaknya seorang saudara bukan seorang kekasih"


perlahan kantukku mulai menyerang akhirnya aku tertidur disebelah Nanda


keesokan harinya aku terbangun namun kurasakan berat di pinggangku, saat kulihat ternyata Julian tertidur dengan memeluk tubuhku.


aku terkejut dengan cepat kulihat bajuku masih utuh, dan kulihat pintu kamar masih di kunci dengan slot, bagaimana cara Julian masuk


kutatap laki-laki yang ada disebelah ku, tampan sekali, badannya tidak seputih Jonathan dengan rambut yang agak panjang hampir menutupi matanya, bibirnya sedikit tebal dan menghitam mungkin karena rokok tidak seperti milik Jonathan ku yang merah seperti menggunakan lipstik, padahal waktu SMA dia juga merokok


hidungnya mancung walaupun tidak semancung hidung Jonathan ku yang masih keturunan wong Londo (xixixixii)

__ADS_1


mata ya mata yang terpejam itu bila terbuka seolah menjadi magnet bagi kaum hawa ingin mengcupnya, terkecuali aku ya, aku gak mau karena ciumanku hanya untuk Jonathan ku


aiihhh... padahal sudah beberapa kali aku berciuman dengan pria yang tidur didepan ku ini. astaga naga kenapa aku malah membandingkan kedua laki-laki yang tergila-gila pada ku (wahahahaha.... percaya diri tingkat dewa itu perlu)


tersadar aku dari lamunan laki-laki yang tidur dihadapan ku ini, segera kusingkirkan tangan nya dari pinggang ku.


yang notabene nya membuat ia pun terbangun


"hai.. selamat pagi" Sapanya tanpa dosa


"gimana kamu bisa masuk kamar ini" tanyaku galak


"pssstttt.. jangan keras-keras nanti Nanda bangun"


"jangan mengalihkan pertanyaan, dan singkirkan tanganmu segera" sahutku lagi namun dengan suara agak pelan


"tuh.." ku ikuti jari telunjuk nya menunjuk pintu disebelah lemari Nanda


"kamar ini terhubung dengan ruang kerjaku, jadi waktu kamu kunci pintu kamarnya aku lewat pintu sebelah" jawabnya lagi tanpa dosa


spontan membuat mataku terbelalak


"jangan melotot nanti matamu lepas" jawabnya lagi


yang kemudian mendapat hadiah cubitan di pinggang dariku


"auuww...auww... sakit sayang" ucapnya lagi


"stop bilang sayang" kataku


"jangan gila mas, minggir sahutku"


bukannya melepas kan ku malah kini ia membalikkan tubuhnya hingga berada diatasku dengan tangannya menopang tubuh nya agar tidak menindihku


dengan cepat diciumnya bibirku dengan lumatan-lumatan penuh gairah dipagi hari


laki-laki ini benar-benar gila, semalam dia menangis memohon maaf, belum juga aku maafkan sudah kembali berbuat salah, dan bilang kalau khilaf


fix... kukatakan dia psikopat maniak sex seperti skandal-skandal yang menempel di hidup nya


segera kugigit lidahnya saat berusaha mengexplore kedalam rongga mulut dan bermain dengan lidahku


segera setelah dia melepas ciumannya, karena terkejut mendapatkan serangan rabies dari anjing gila


ya biarlah aku menjadi anjing gila, asal aku tidak tersakiti


dengan sigap aku berdiri kemudian keluar kamar, kulihat beberapa pelayan membersihkan rumah ini, saat melihatku mereka tertunduk


seolah tak peduli aku berlalu kemudian masuk kekamar Julian dan menguncinya lalu mencari-cari pintu lain takut ada pintu lain seperti kamar Nanda


ternyata nihil karena itu adalah satu-satunya pintu keluar masuk kamar ini

__ADS_1


segera aku masuk kamar mandi, kulihat dikasur ada baju tertata rapi, kudekati dan ku buka ternyata dres wanita seukuran ku, lengkap dengan dalamannya


wajah ku memerah malu melihat ukurannya sesuai dengan ku


masa bodoh dengan baju tersebut, kuambil baju yang kemarin ku pakai kulipat dan kutaruh dalam tas ransel bersama netbook dan berkas-berkas pengajuan pindah ku.


segera aku kembali kekamar Nanda, terlihat ia sudah bangun, dengan senyum nya dia menyapaku


"pagi Bu guru cantik, Bu Guru belum pulang" tanyanya


"semalam kan bu guru tidur nemanin Nanda, sekarang Bu guru mau pulang, makan yang banyak ya jangan lupa minum obat, sampai jumpa lagi disekolah besok Senin, okkk"


kukecup keningnya nya lalu dia menyalami dan mencium tanganku


"Bu guru cantik hati-hati dijalan ya"


"iya sayang, makasih ya"


"biar ku antar kamu pulang key" akhirnya patung itu bicara juga, kukira sudah menjadi bisu karena hanya diam melihat ku berinteraksi dengan Nanda, pada hal dia masih tidur disebelah Nanda


dasar psikopat maniak sex batinku


"gak usah mas, aku pulang sendiri, mas jagain Nanda aja"


"gak ada penolakan, Nanda pasti senang kalau papanya mengantarkan gurunya sampai rumah dengan selamat" ucapnya lagi, memprovokasi Nanda


"iya bu guru cantik biar diantar papa aja, mandan ada bibi kok yang nemanin"


"ya udah kalau gitu, Bu guru pamit ya sayang"


hanya anggukan kepala yang aku lihat


seperti takut sesekali melirik Julian papanya. ada apa ini batinku


"kenapa gak pakai baju yang sudah aku siapkan" tanya Julian ketikan dimobil


"maaf mas aku alergi dengan bahan baju baru yang belum dicuci dalihku memberi alasan agar Julian tidak curiga


"oh.. maaf key tau gitu aku suruh laundry sekalian tadi, mau aku kirim bajunya"


"gak perlu itu terlalu mahal dan berlebihan menurut ku"


diam... hening... sampai didepan rumah aku mengucapkan terima kasih, kemudian keluar mobil disambut ma Usu yang sedang diluar menyapu halaman


"selamat pagi ma Usu ku yang cantik sapa ku"


"tak usah dirayu ye, cantek bawaan orok lah"


"hahahaha... narsis habissss"


"Rara kalau ada waktu ma Usu mau bicara sebentar ya"

__ADS_1


"bicara apa sih kok kayaknya serius banget" tanyaku


"ini tentang Julian pokoknya penting banget dan kamu harus tau" ucap ma Usu mantap


__ADS_2