
sesuai keinginan setia readers ku yang minta extra part.. aku buatin deh dengan senang hati 😍😍
***********
"selamat pagi sayang" ucap Jaka ia menopang kepalanya dengan satu tangan sedang kan tangannya yang lain membelai lembut pipi Vava, tampak gadis cantik yang kini sudah sah menjadi istri nya masih kelelahan akibat ulah dirinya.
Jaka mulai memberikan kecupan kecupan mesra dan lembut di dahi, kedua mata, kedua pipi, hidung dan terakhir di bibir istri nya.
"Pagi juga vitamin mata" ucap Vava sambil mengedipkan mata menyesuaikan cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar mereka.
"gak usah goda deh" , "hah.. siapa yang menggoda" , "lah itu kedip kedip mata, masih mau nambah" Jaka menaik turunkan kedua alisnya nya "jangan ke pede an deh, aku kedip kedip mata karena silau cahaya matahari ya" , "yang benar aja, ni Lo badan Abang jadi tameng dari tadi, pandai betul bikin alasan" , "ihhhh gemes dibilang in silau juga gak percaya, minggir ah mau mandi"
Vava mendorong tubuh suaminya "Abang pegel semua badanku, gendong" rengek Vava
g "masih bilang gak goda Abang, ngaca deh liat wajah manja kamu tuh bikin Abang males ngerjain tugas kantor pengen nya ngerjain kamu aja" ucap Jaka yang gemas dengan tingkah laku istrinya, ia pun beralih diatas tubuh Vava dengan menyangga kedua tangannya.
__ADS_1
"ayo abang bangun, gendong!! aku mau mandi badanku lengket semua"rengek Vava ia sudah mengalungkan tangannya dileher Jaka dan kedua kakinya ia kalungkan di pinggang Jaka "dek ini berdiri Lo, olahraga pagi dulu ya habis itu baru kita mandi" Jaka yang sudah berusaha menahan agar supaya tidak mengerjai lagi tubuh istrinya, akhirnya mengaku kalah, apalagi tubuh mereka yang masih polos tanpa sehelai benang pun, hanya selimut satu untuk berdua yang melindungi kulit mereka dari dinginnya AC.
"Abang lapar" , "mau sarapan apa" , "bubur ayam" , "boleh juga, sekalian aku berangkat ngantor ya, hari ini mau diantar kemana? kerumah bunda lagi" , "gak ah... ikut Abang ke kantor ya" , "jangan bikin ulah ya" , "maksud Abang apa? aku sering bikin ulah gitu, OOO... Abang gak suka aku ikut Abang ke kantor, ya udah aku gak jadi ikutan, sana berangkat"
Vava berjalan kembali masuk kamar meninggal kan Jaka yang masih duduk diruang makan 'duh.. mati aku, kenapa juga tadi malah ngomong kayak gitu, mana belum sarapan dia udah keburu ngambek aja' batin Jaka ia pun menepuk jidatnya sendiri, kemudian berjalan mengikuti istrinya.
"sayang buka pintu nya dong, bukan maksudku ngomong kayak gitu sayang, aku cuma mau bilang hari ini jadwal ku sibuk sekali pasti kamu akan bosan nemani aku"
"ayo dong sayang bukain pintu nya, tas kerja aku masih di dalam lho"
"aduh dek, monyong bibir Abang kena dorong pintu" ucapku sedikit berteriak. "dek Abang gak jadi berangkat Lo kalau kamu masih marah gini, ayo dong bukain pintu nya, jadi ikut ke kantor gak sayang"
ceklek.. lagi lagi pintu kamar terbuka, Vava keluar dengan membawa tas selempang kecil milik nya, sudah rapi dengan gaun putih pendek tanpa lengan dengan aksen brukat yang simple dan terlihat manis.
"eh.. udan rapi aja ibu hamil, kok cantik banget sih pengen dikantongin aja gak rela diliatin orang" ucap Jaka yang merasa lega melihat istrinya tidak jadi marah alias mengambek.
__ADS_1
"jadi ngantor gak, keburu laper belum sarapan" , "eh iya.. sebentar ya" Jaka pun kembali ke kamar ia mengambil sebuah cardigan rajut milik istri nya.
"sayang kamu dimana" teriak Jaka memanggil manggil Vava, ia clingak clinguk mencari keberadaan istrinya yang tak ditemukan disemua sudut. setelah keluar dari rumah barulah ia melihat Vava yang sudah masuk didalam mobil.
"Abang jadi berangkat gak sih" teriak Vava dari dalam mobil ia menurunkan kaca mobilnya "lah... udah masuk mobil aja kamu dek, Abang cariin dari tadi lo"
Jaka melajukan mobilnya ke arah penjual bubur ayam kesukaan istrinya dan sudah menjadi langganan mereka berdua bila malas' masak dipagi hari.
1
2
3
lanjut lagi gak ya... 🙈🙈🙈
__ADS_1