
"pak guru.. pak " ucapa Marlina turun dari dipan pelan-pelan karena kakinya yang masih terasa sakit.
"pak tidur diatas aja" ucap Marlina lagi segera ditariknya tangan gurunya hingga bangun dan menuntunnya ke atas dipan
seperti dihipnotis guru tersebut beranjak naik keatas dipan, dengan badan menggigil kedinginan.
dengan sabar Marlina mengeratkan kain yang melingkar ditubuh gurunya.
karena tak kunjung berhenti menggigil Marlina berusaha memeluk gurunya
mereka tidur berpelukan, bahkan dengan metode skin to skin Marlina melepaskan kain yang melingkar di badannya.
kemudian masuk menjadi satu didalam kain sarung milik gurunya
Marlina mengeratkan kan pelukan pada gurunya, setelah dirasa tidak terlalu menggigil lagi.
jantung nya berdetak kencang ada gelenyar gelenyar aneh yang dirasakan tubuhnya.
ditatapnya wajah gurunya dalam jarak yang amat dekat, entah keberanian dari mana sehingga Marlina berani mencium bibir guru nya, sang guru yang semula terpejam akhirnya membuka mata terkejut mendapatkan perlakuan dari murid nya tersebut.
ia hanya laki-laki normal yang tidak mungkin bisa menolak saat wanita dihadapan nya memberi apa yang dia butuhkan saat ini
kehangatan bagi tubuhnya
perlahan ditarik tengkuk Marlina hingga makin mendekat, membalas ciuman Marlina bermain diatara gigi dan lidah yang saling bertautan
bahkan tangan Marlina mulai mengusap dada bidang milik gurunya tersebut, bagai kucing yang diberi ikan, gurunya membalas mengusap punggung Marlina merambat ke arah depan menemukan dua bukit kembar yang sudah tegak menantang seakan meminta lebih
diremas dan dipilin nya ..... milik wanita dihadapan nya
Marlina mulai merasa panas, dadanya membusung mengharapkan lebih, sang guru yang paham kemudian melepas pangutan bibir mereka, kemudian ciuma itu mulai turun keleher mencium aroma karamel coklat khas parfum milik Marlina
kemudian turun kebawah lagi menuju dua bukit kembar milik Marlina
segera di.... dan disesapi satu per satu bergantian seperti seorang bayi yang sedang kehausan dengan permainan tangan nya
Marlina makin melenguh, mendesah tak karuan mendapatkan perlakuan yang pertama kali dalam hidupnya
bahkan tangan Marlina mulai nakal bermain dibalik celana boxer milik guru nya tersebut
naluri dua orang anak manusia berlawanan jenis, dengan suasana hujan dan gelap.
suara desahan desahan semakin menemani malam panjang mereka.
satu dua tiga ronde telah mereka mainkan, hingga mereka terlelap karena lelah dan mengantuk.
hingga pagi menjelang menampakkan matahari terbit
__ADS_1
sang guru yang terbiasa bangun shubuh, bangun terlebih dahulu, membuka matanya perlahan, merasa ada yang berat menimpa dadanya dan dirasakan ada sepasang tangan memeluknya
dilihatnya wajah wanita yang tidur tanpa sehelai benang pun menutupi nya, tidur dengan lelap disisinya sambil memeluk tubuh nya
ingatannya tentang kejadian malam tadi, membuat dia mengutuk kebejatan dirinya sebagai guru yang tidak bisa menjaga diri. malah menodai kesucian murid nya
dielus nya pipi wanita cantik disebelah nya, dia akui jika dia jatuh cinta pada murid nya saat ini
cantik, berkulit putih, hidung mancung, bibir seksi Dengan belahan di dagu nya
Marlina yang merasakan pipinya dielus pun terbangun
"pagi pak" sapanya, membuat siempu yang sedang menikmati wajah gadis tersebut terkejut
"pa..pa..pagi Marlina" ucapanya gugup
"maafkan saya Marlina atas kejadian semalam saya akan bertanggung jawab atas apapun yang saya lakukan" ucapanya lagi
"saya rela dan ikhlas pak melakukan nya, karena saya jatuh cinta dengan bapak waktu bapak datang pertama kali disekolah" ucap Marlina dengan senyum manisnya
"saya juga jatuh cinta sama kamu Marlina" ucap sang guru tersenyum
Marlina yang tidak pernah menyangka bila sang guru juga menyukai nya, langsung memeluk sang guru
tentu saja karena ini masih pagi, dan sang juniorpun akhirnya ikutan bangun juga mendapat sentuhan dari gadis didepannya.
"aku akan melamar mu ketika lulus sekolah nanti" ucap guru tersebut
"beneran pak" ucap Marlina yang masih tiduran diatas dada guru sekaligus kekasih nya mulai hari ini
"ya benar lah"
"janji bapak gak akan ninggalin Marlina"
"janji sayang"
"ayo kita bangun, segera pakai baju takut nanti para pekerja datang ke gubuk ini"
"tenang aja pak ini hari Minggu mereka libur paling nanti sore setelah Ashar ada satu dua orang anak buah papi datang mengecek" ucap Marlina
"kok kamu tahu" tanya guru sekaligus kekasihnya tersebut
"ya tau lah, ini kan perkebunan kelapa sawit milik keluarga saya pak" jawab Marlina gemas kemudian mencium bibir gurunya lagi
"jangan menggodaku sayang, kasian orang-orang di perkemahan pasti bingung"
"ahhh... iya lupa, ayo pak buruan bangu"
__ADS_1
"pelan-pelan sayang kakimu masih sakit kan"
Marlina mengangguk
setelah selesai berpakaian dan tak lupa untuk membersihkan tempat mereka bercinta lalu mereka pergi berjalan menuju ke perkemahan
"kamu hafal jalan disini sayang"
"tentu saja hafal, dari kecil saya seringkali bermain didaerah sini"
"sama siapa?"
"sama papi, anak buah papi, pengasuh ku yang pasti"
kecemasan diwajah gurunya yang tak bisa dilihat Marlina karena saat ini Marlina digendong belakang oleh guru sekaligus kekasih nya tersebut
Marlina adalah anak orang kaya, sedangkan aku hanya anak yatim-piatu yang dibesarkan di panti asuhan, apakah keluarga Marlina mau menerima ku' batin sang guru
"aauuuwww... sakit sayang, kenapa kamu gigit telinga ku"
"habisnya dari tadi Lina ajak ngobrol gak jawab-jawab, ngalamunin apa sih"
"MMM...."
belum sempat menjawab pertanyaan Marlina suara panggilan dari berbagai penjuru perkebunan memanggil nama mereka.
"kami disini" teriak sang guru
"ya ampun pak, Marlina" kalian gak apa-apa ucap salah satu guru wanita setengah baya,
"gak apa-apa Bu, hanya kaki Marlina yang masih terkilir"
"waktu semalam mau pulang juga tiba-tiba hujan, untung lah kami menemukan pondok jadi kami beristirahat dan berteduh.
"masih kuat pak guruku sayang" ucap Marlina dengan melihat-lihat sekitar, teman-temannya dan para guru sudah berjalan duluan didepan
"kuatlah, jangan kan menggendong mu, lanjut ronde ke empat tadi pagi aja masih kuat" ucap guru sekaligus kekasih nya itu
"iihhhh... mesum deh" ucap Marlina
"mesum... tapi kamunya ketagihan kan"
mereka berdua tertawa cekikikan sehingga membuat teman-temannya menoleh kebelakang
"kalian berdua ngapain,buruan jalannya pak, keburu siang kegiatan kita masih banyak" ucap salah satu guru perempuan lainnya
"ahh... iya Bu, namanya juga jalan dengan membawa beban, apalagi ini berat nya kayak bawa beras sekarung" yang kemudian mendapat cubitan dipinggang oleh marlina
__ADS_1
kegiatan Pramuka tersebut berjalan lancar hanya Marlina yang tidak bisa ikut karena kakinya masih sakit sekali.