
"cepat katakan siapa yang menghamilimu" teriak pak Iskandar bapak marlina
tubuhku gemetar an tak pernah aku melihat wajah ayah marah kepada ku
ibu hanya menangis terisak
"sudah pi, jangan dimarahi lagi Pi"
"inilah mi akibat kau terlalu memanjakan anakmu"
"pi... marah tidak akan menyelesaikan masalah"
"katakan nak siapa laki-laki itu, tidak harus bertanggung jawab nak" ucap mami
"dia bertanggung jawab mi, sebenarnya dia memaksaku, dia ingin bertemu papi mami, tapi aku tidak mengijinkan nya mi, aku takut papi mami akan marah dan menghajar nya"
"papi berhak menghajar nya bahkan membunuh nya, apa dia tidak punya otak, kamu masih sekolah sebentar lagi akan lulus sekolah, tak bisakah dia bersabar menunggu kamu lulus dan meminta kamu baik-baik"
"bilang sama papi apa dia memperkosa kamu?? hah??"
"engg... enggak Pi, kami khilaf Pi, kami tidak sadar melakukan nya Pi"
"apa?? khilaf kamu bilang?? khilaf bahkan sampai kamu hamil!! apa kamu kira papi percaya"
"papi Lina cinta dia Pi, Lina tidak diperkosa Pi" ucapku dengan tangis yang sudah tidak terbendung lagi
_____________
"Oma..Oma.." suara cucu kesayangan ku menyadarkan ku dari lamunanku
"Oma kenapa melamun" tanya Nanda cucuku
"ah.. Oma gak melamun kok"
"iiihhhh... Oma bohong ya! orang tadi Nanda panggil-panggil oma, Oma diam aja kok"
sudah tiga hari Nanda tidak mau makan sama sekali, suhu badannya benar-benar tinggi
tidur selalu mengigau memanggil papa dan ibu guru cantik
aku harus segera bertindak, tapi kemana aku harus mencari alamat orang tersebut
segera aku kekantor polisi menemui Julian putra kesayanganku
"mami.." ucapnya
badannya benar-benar kurus, lingkar matanya menghitam terlihat cekung
"nak apa kamu tau dimana alamat gadis itu"
"aku hanya tau alamat rumah neneknya mi, ada perlu apa mami mencari keyra? mami Jangan macam-macam dengan Keyra mi, dia gak salah, yang salah Julian"
__ADS_1
"mami tau kamu yang salah mami Hanya ingin meminta belas kasian dari mereka untuk mencabut tuntutan mereka, karena kamu masih punya anak kecil yang butuh perhatian dan kasih sayang mu nak"
"sudah lah mi tidak perlu toh sidangnya sebentar lagi"
"tidak nak, mami tidak ingin menyerah, mami tidak tega dengan cucu mami"
ucap mami dengan terisak
berbekal alamat dari kantor polisi aku segera terbang menuju ke Jakarta ke alamat pelapor dengan nama Jonathan Prawira Atmaja
sampai dirumah mewah dengan gerbang yang menjulang tinggi
segera aku turun dari mobil hotel yang aku sewa,
"permisi pak" sapaku pada satpam yang telah berdiri didepan pintu gerbang yang masih tertutup
"ya nyonya ada yang bisa saya bantu"
"maaf pak, apa benar ini rumah bapak Jonathan prawira Atmaja"
"iya nyonya benar sekali, ada perlu apa ya"
"maaf pak saya ingin bertemu ada yang yang sangat penting sekali yang ingin saya sampaikan"
"sebentar nyonya saya sampaikan, kebetulan tuan muda baru sampai rumah"
segera dia berlalu kemudian masuk kedalam pos satpam, seperti nya sedang melakukan panggilan lewat line telpon yang ada di pos satpam
segera dia membukan pintu gerbang dengan remote control didepan pos satpam
"terima kasih pak"
"sama-sama nyonya ini sudah tugas saya" ucapnya ramah
segera ku Naoki mobil dan menuju kepintu utama rumah tersebut
walaupun aku dari keluarga kaya raya, tapi aku benar-benar mengagumi rumah ini
seperti kastil Eropa, tinggi menjulang
taman-taman bunga tertata rapi, pohon buah beraneka ragam aku benar-benar terpesona
hingga sampai pada rumah utama aku disambut seorang pembantu
"nyonya Marlina kah"
"ah iya benar "
"mari silahkan nyonya sudah ditunggu didalam"
segera aku masuk kedalam rumah
__ADS_1
dan wooowww.. aku benar-benar takjub dengan rumah ini benar-benar mewah
segera kududuk disofa sambil melihat-lihat beberapa lukisan dinding serta foto keluarga
"dengan nyonya Marlina"
"iya benar maaf saya bicara dengan siapa"
"saya Jonathan dan ini istri saya keyra"
deg.. hatiku berdebar melihat sosok keyra, cantik sekali wajah nya benar-benar imut membuat orang gemas bila menatapnya
pantas saja anakku tergila gila, memang gadis ini pantas untuk diperjuangkan.
tapi tunggu dulu kenapa dia bilang istri!! apa mereka baru saja menikah??
"maaf nyonya ada perlu apa ya" ucap Jonathan menyadarkan ku
"ah.. maaf nak, perkenalan saya Marlina saya ibu kandung julian Attapasha" ucapku memperkenalkan diri
"nyonya ibunya Julian" tanya Keyra gadis cantik yang didepan ku
"iya nak, kedatangan ku kemari ingin meminta belas kasian kalian untuk memberikan keringanan hukum an pada anak saya, kasianilah anaknya, saat ini cucu saya sedang sakit badannya panas tinggi, selalu memanggil papa nya, serta memanggil ibu guru cantik"
"ya Allah kenapa dengan Nanda Bu??" tanya gadis di depanku
"sakit nak demam tinggi, dia sama sekali tidak mau makan"
"sekarang dia dimana Bu?"
"saya bawa dia kerumah sakit kota, saya tidak bisa berlama-lama disini, karena harus merawat cucu saya juga, jadi saya mohon maaf sebelumnya tolonglah saya, mungkin nak keyra berkenan memberikan keringanan dan kesempatan pada anak saya, atau paling tidak tolong jenguk cucu saya" ucapku terbata-bata menahan Isak tangis
"Jo bisakah kita menjenguk Nanda" ucap nya dengan menyentuh lengan laki-laki tersebut
"tidak bisa sayang, kandungan mu lemah, dokter tidak mengijinkan mu pergi jauh-jauh, aku gak mau kamu capek"
"tapi kasian Nanda Jo, bagaimana pun anak itu dekad dengan ku"
"key aku tidak ingin dibantah" ucapnya keras
membuat gadis tersebut diam membisu
"maaf sayang bukan maksud ku membentak mu, semua demi kamu Dan anak kita ok.. kuharap kamu mengerti"
"maaf Bu, semua akan dibicarakan dulu, soalnya yang marah besar atas kejadian ini adalah bapak mertua saya"
"baiklah saya memahami kemarahan seorang ayah melihat anak gadis nya diperlakukan seperti tahanan"
"kalau begitu saya permisi dulu, semoga mertua tuan muda mau berbesar hati meringankan hukum an anak saya"
setelah menemui Jonathan dan juga Keyra gadis cantik pujaan hati Julian aku segera kembali ke kota tempat cucuku dirawat.
__ADS_1
ya Allah begitu berat cobaan hidup ku, bagaimana kelak aku memper tanggung jawab kan didikan ku pada Julian bila ayahnya tau
dimana dia sekarang apa dia masih ingat padaku