
"pokoknya kalau ayah ngomongin soal tunangan atau pernikahan sama kamu, bilang aja kamu gak mau" ucap keyra
"ayah mau cariin jodoh buat Abang?" tanya Jaka lagi
"iya... Abang tau kan Lyra anak pak Iskandar, yang punya pabrik textile, dia minta sama ayah kamu buat ngejodohin kamu sama anaknya, kalau memang Abang gak suka Abang bilang gak suka ya, jangan takut, bunda dukung Abang, apapun keputusan Abang bunda dukung" ucap bunda yang kini beralih mendekati Jaka.
Kemudian keyra pun mengusap rambut anak laki-laki kesayangan nya. meskipun Jaka hanya anak angkat, tpi bagi keyra Jaka penyelamatan nyawa nya dan juga Vava putri nya, kasih sayang keyra pada Jaka melebihi kasih sayang seorang ibu kandung.
__________________________
VAVA POV
"val.. jalan yuks" ucap Cindy
"masa mau pulang juga, mumpung jam tambahan gurunya gak ada, ngemall lah" ucap Cindy lagi.
"walaupun gurunya gak ada terus jam tambahan diliburkan, nyokap gue juga tau kalik, semua guru disini tuh mata-mata bunda tau gak Lo, apalagi pak kepsek" jawabku
"kasian bener hidup Lo, jadi cucu yang punya yayasan" ucap Sofia
"iya cint, sekali-kali jalan ma kita-kita" ucap Gerald yang duduk disebelah nya, sambil tersenyum-senyum foto Selfi
"gue telfon bunda dulu ya" jawabku
"ya elah.. emang deh anak bunda" ucap Sofia, yang sudah bergantungan dilengan Sapta sang pacar, entah kapan Sapta masuk tau-tau sudah berdiri disamping Sofi
*assalamualaikum bunda*
*..........*
*bunda hari ini jam tambahan nya diliburkan, Vava boleh jalan-jalan sama teman-teman gak bund*
*........*
*ke Meghan mall bunda*
*.......*
*iya bunda, gak sore-sore, Vava janji*
*......*
*terima kasih bunda cantik, assalamualaikum*
*......*
"yukss... cabut" ucapku
"akhirnya anak mami keluar kandang" ucap Cindy
kami berlima pun segera berjalan keluar kelas menuju parkiran.
"gimana ni, mau bawa mobil sendiri-sendiri?" tanya gerald
"gue ma Val nebeng Lo ger, mobil gue tinggal sekolah, besok Lo jemput gue kalau mau berangkat" ucap Cindy
"ok.. cint, Lo berduaan aja" ucap Gerald menunjuk Sofia dan Sapta
"iya Sofi sama gue, biasa juga antar jemput, sekalian gue mau nungguin langit, Bayu sama candra " ucap Sapta lalu membuka pintu depan untuk Sofi
__ADS_1
"wow... mantan atlit basket kita berkumpul cint" ucap Gerald
"ya udah kita duluan ya, kalian nyusul dibelakang" ucap Cindy Kemudian menyusul Gerald duduk didepan, sedangkan Val sudah anteng duduk di kursi penumpang.
"memang ya tuan putri duduk juga langsung dikursi penumpang" ucap Cindy
"diam loe... buruan deh"ucapku
_____________________________
sesampainya dimall yang kami tuju ternyata langit, Bayu dan Candra sudah tiba terlebih dahulu.
kemudian berhenti disebelah kami mobil milik Sapta
"kok jadi ramai gini ya" ucap Cindy
"ya gak apa-apa beb, malah seru" ucap Sofi
sepanjang jalan banyak orang-orang yang memperlihatkan mereka, mungkin terlalu mencolok apalagi dengan tinggi-tinggi nya para mantan pemain basket sekolah, dan wajah mereka juga diatas rata-rata. apalagi langit sang mantan kapten. termasuk idola disekolah, selain tampan juga termasuk pandai.
"berasa artis lagi jalan deh cint, jadi perhatian" ucap Gerald yang berjalan dengan luwes
langit berusaha mensejajarkan kakinya untuk berjalan disamping Valen
"hai Val" ucap Langit mencoba menyapa vava yang terkenal sulit untuk didekati
"hai.. lo ikut jalan-jalan juga ya" tanya vava
"iya.. gue pengen jalan-jalan sama Lo" ucapnya
"oh... ok" jawab Vava cuek
"Lo mau nerusin kuliah dimana val" tanya langit
"UPI mungkin" jawab Vava singkat
"ambil jurusan keguruan" tanya langit lagi
"iya" jawab Vava
"kenapa? kalau gurunya cantik kayak gini gue mau dong jadi murid lagi" ucap langit
"emang Lo gak mau lulus sekolah, betah jadi murid" jawab Vava
"hah..." jawab Langit cengo'
maksud hati ingin bercanda dengan Vava ternyata malah senjata makan tuan, memang benar Vava sulit untuk ditaklukkan. bagaimana menaklukkan didekati aja susah, batin langit
________________________
drttt... drttt... suara getar ponsel keyra
*halo Abang ada apa* jawabku
*kamu dimana dek*
*Vava di famili karaoke*
*Abang kesana sekarang jangan kemana-mana lagi, bunda suruh jemput*
__ADS_1
*iya*
sengaja ku loud speaker suara ponsel ku karena ruangan ini terlalu berisik
"Abang Lo va" tanya langit yang duduk disamping Vava
"iya"
"kan bisa gue antar kenapa mesti dijemput sih" ucap langit
"bunda yang nyuruh" jawabku
"guys... gue duluan ya, Abang gue udah jemput" ucap Vava berpamitan pada teman-temannya
"loh kok duluan sih" tanya Cindy
"gak apa-apa, kalian habisin jam sewanya aja, udah gue bayar semua, kalau pada mau nambah jam bayar sendiri" ucapku
"makasih ya cint" ucap gerald
akupun berlalu keluar dari room tersebut, menuju parkiran tempat Abang Jaka menunggu. baru keluar ternyata bang Jaka sudah didepan pintu masuk
"nakal ya. pamitnya ngemall kenapa malah sampe tempat karaoke. haaa???" ucap Jaka dengan mencubit hidung Vava
"cuma dikaraoke famili Abang, kan tempat nya terjamin" jawabku
"ya udah ayo pulang, bunda udah nunggu" ucap Jaka, kemudian menggandeng tangan Vava menuju tempat parkir.
"loh... Abang naik motor?" tanyaku
"iya... soalnya Abang tadi lagi ditoko buku kebetulan bawa motor trus bunda telfon suruh jemput"
"tapi gak bawa helm?" tanyaku
"ya nanti kalau ke tilang kamunya ditinggal dek buat jaminan" ucap Jaka kemudian naik di atas motor nya, memakai helm dan atribut lengkap.
Vava hanya melihat sang Abang, dia pake rok, gak bawa jaket tanpa helm, ni Abang kok gak peka banget sih
"Vava gak mau, Vava naik taksi aja" ucapku
Jaka pun turun dari motor melepas jaketnya kemudian memasang jaket dipinggang sang adik, menalinya dibelakang pinggang.
bila Vava duduk jaket dapat menutupi pahanya.
"gak boleh, ayo buruan naik" ucap Jaka
mau tak mau akhirnya Vava pun menurut
"pegangan dek" ucap Jaka, ragu-ragu Vava memegang pinggir kaos sang Abang.
secara cepat Jaka menarik kedua tangan Vava kearah depan perut nya, kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
____________________________________________
Terima kasih karena sudah membaca
ibu guru cantik "i love you"
jangan lupa like dan coment
__ADS_1
serta vote yang banyak agar author lebih bersemangat dalam berkarya