
setelah sampai di mansion utama milik keluarga Jonathan
keyra mendapat pelukan hangat dari sang mami
Jonathan segera dibawa ke kamar menunggu dokter irfan datang
"apa kabarmu sayang" tanya mami Karin
"ba..baik Tante" jawab keyra gugup
"jangan takut sayang, kami menerima mu disini, bahkan papi Jo kebingungan waktu tau kamu menghilang, kami semua mencari-cari kamu nak" ucap mami Karin sambil mengusap rambut keyra
"ayo makan dulu, kalian pasti lapar dan lelah, Bayu Ipang kalian juga makan dulu"
"maaf Tante bukannya kami menolak tapi kami sudah sarapan sebelum berangkat kemari" jawab Ipang
"itu kan sarapan, sekarang waktu nya makan siang" ucap sang mami padahal baru jam 9.15 pagi
"ya ampun mi, ini masih pagi, jangan paksa mereka kasian" ucap papi Sebastian yang berjalan menuju ke arah ruang tamu
"kalian istirahat dulu aja" ucap papi
"kalian berdua dikamar tamu, kamu temani suami kamu key" ucap papi Sebastian lagi
"su..suami, tuan Sebastian sudah tau?" ucap keyra gelagapan
"papi sayang, panggil papi" ucap mami Karin
"tentu saja papi tau, kalian berdua benar-benar nakal menikah diam-diam" ucap papi Sebastian
"papi" teriak mami Karin
"hahahaha... kami tau dari besan papi tentunya" ucap papi Sebastian
"waktu papi berkunjung ke rumah mu untuk mencari informasi tentang hilangnya kamu, juga meminta maaf atas perlakuan papi ke kamu"
"bapak kamu memang ya, saking takut nya kenapa-kenapa sama anak perempuan nya, gak ambil pusing langsung kawinin aja"
"nikah papi, kok kawin sih" ucap mami Karin
"kawin lah mi, mana ada undang-undang pernikahan yang ada undang-undang perkawinan ya" ucap papi Sebastian tidak mau kalah
sontak membuat Bayu dan Ipang tertawa cekikikan melihat tingkah laku kedua orang tua paruh baya dihadapan mereka.
"ahhh.. mami lupa, nenek kamu ada telpon menanyakan kamu, coba kamu telpon key, kasian pasti kepikiran" ucapa mami Karin
"iya.. mi terima kasih, tapi maaf key gak punya handphone dan juga key gak ingat no ma Usu"
"ya ampun sayang kok malah bingung sih, sini ikut mami ke kamar kamu telpon pake handphone mami ya, mami ada kok simpan no telepon nenek nurselo"
"terimakasih mi" ucap keyra yang kemudian mengekori mami Karin
sampai dikamar mami karin memegang tangan keyra dan menduduk kan nya dipinggir kasur king size miliknya
"sayang maaf kalau mami menyinggung, nenek bilang kalau kamu hamil apa benar" ucap mami Karin
"iya mi benar, maaf keyra tidak bisa menjaga diri, tapi sumpah demi Allah ini anak Jojo, keyra tidak pernah berhubungan badan dengan orang lain selain Jo"
"dan juga dari mana nenek bisa tau Rara Hamil" ucapnya lagi
"mami percaya ini cucu mami" ucap mami Karin
__ADS_1
"nenek kamu tau dari temannya nyai sekaren, katanya dia yang memeriksa kondisi kamu ketika disekap"
"iya mi, nyai sekaren yang pertama tau kondisi keyra"
"kasian kamu sayang harusnya kalian sudah menikah resmi secara hukum juga mengadakan resepsi"
"padahal Jojo sudah hampir 100% menyiapkan acara pernikahan kalian"
"eee... malah sekarang dia lupa ingatan, bahkan mami juga dilupakan nya"
ucap mami karin lirih
kemudian mami menyodorkan handphone yang sudah ada panggilan keluar dengan notif name nenek nurselo
"assalamualaikum.. halo"
"waalaikumsalam.. nek, ini Rara"
"o..hai.. cu baik-baik cu"
"Alhamdulillah nek Rara baik, nenek apa kabar"
"Alhamdulillah.. kabar nenek baik, macam mana cicit nenek didalam, baik lah ya"
"iya nek, baik, cicit uyut pandai tak bikin susah Mak nya" ucapku
"hahahaha... jaga baik-baik ya cu"
"iya nek, udah lok nek, kapan-kapan lah Rara telpon nenek, sungkan sama mami Jojo, ni handphone dia bah"
"ya lah cu.. assalamualaikum"
ku akhiri sambungan telepon dengan nenek, kemudian berpaling mencari ke sekitar kamar ternyata mami Karin sudah tidak ada dikamar
aku pun segera keluar kamar
belum sempat menuruni tangga suara mami Karin memanggil ku
"key.. kemari nak" ucapanya didepan pintu kamar, entahlah kamar siapa
"iya mi" ucap ku kemudian berjalan mendek dan mengembalikan handphone yang masih ku pegang
"terima kasih mi" ucapku tulus
"sama-sama sayang, kok cuma sebentar!, oh ya masuklah, Jo mencari mu"
"Jo dikamar ini mi"
"iya sayang, ini kamar kalian nanti"
"terima kasih mi"
"jangan terimakasih melulu"
"heheheee... " aku pun hanya menjawab dengan cengiran
_________
kulihat didalam ada papi Sebastian, seorang dokter laki-laki dan juga seorang perawat.
"permisi" ucapku
__ADS_1
"halo nak, kemari lah" ucap papi Sebastian
kulihat wajah Jonathan masih terlihat pucat
"kenapa melihat ku seperti itu?" ucap Jonathan "apa ada yang aneh" ucapnya lagi
aku hanya menggeleng
"ah.. tidak ada Jo maaf"
"maaf??? for what?" ucap Jonathan lagi
"seperti nya kondisi tuan muda sudah baik-baik saja, jadi saya pamit kembali ke rumah sakit karena sebentar lagi ada jadwal operasi" ucap dokter irfan, yang kemudian berpamitan pada papi Sebastian diikuti oleh perawat dibelakang nya
"ya sudah key, kamu temani Jojo, papi antar dokter irfan dulu, kalau bisa kamu istirahat juga, jangan sampai kelelahan"
"iya Pi, terima kasih" ucap keyra
"sini tidur lah" ucap Jonathan sambil menepuk kasur disebelah nya
"kamu pasti lelah habis dari perjalanan tadi"
"kenapa malah berdiri disitu sih" ucap Jonathan lagi
"aku tidur disofa itu aja" ucap keyra menunjuk sofa yang membelakangi kaca balkon
"no..no.. Key, tidur disini, bukannya kita sudah menikah" ucap Jonathan
"kamu ingat kita sudah menikah" ucap keyra senang
"sebenarnya tidak sih, Bayu dan Ipang yang cerita"
"ohhh .." hanya itu jawaban keyra (kecewa? pastinya)
lagi-lagi perutnya terasa mual, bila merasakan kekecewaan dan takut terhadap Jonathan
bingung mencari kamar mandi, seolah mengerti Jonathan langsung menunjuk arah pintu kamar mandi
"mau ke toilet, ada disebelah sana" tunjuk Jonathan
segera keyra berlari ke arah kamar mandi
"jangan lari key, nanti terpeleset" teriak Jonathan
seketika tubuh keyra kaku mengingat ada nyawa lain didalam rahimnya, jangan sampai jatuh pikirnya
"hueekkk... hueekkk... " suara muntah an keyra sampai ditelinga Jonathan, Karena pintu kamar mandi tidak ditutup keyra
dengan susah payah Jonathan bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi
"kamu kenapa key" ucap Jonathan
melihat wajah pucat keyra dicermin depan wastafel
"tidak apa-apa Jo mungkin aku masih jetlag" ucap keyra
"hueekkk... hueekkk..." lagi-lagi Keyra muntah
'nak jangan rewel, kasian i mama, papamu belum tahu keberadaan mu sayang' batin keyra sambil mengusap perut nya
"perutmu sakit sayang" ucap Jonathan spontan memanggil sayang, seolah merasa Dejavu dengan kejadian ini
__ADS_1