
"Lihat lah tuan muda seperti kataku bukan kah dokter cantik ini baik baik saja??"
"halo... tuan yang melarikan diri dari rumah sakit, seperti nya memang benar bahwa anda baik baik saja, dan saya rasa seperti nya sia sia saja mengkhawatirkan anda"
'apa apaan anak satu ini, mengapa dia bisa sesantai itu berada didekat Lukas seolah tidak terjadi apapun' ucap Theo dalam hati
******
Author POV
"tuan Lucas kalian sudah bertemu jadi sekarang suruh sopir atau anak buah anda yang banyak itu mengantarkan saya kembali kerumah sakit, hari ini ada jadwal operasi pencangkokan jantung, saya tidak boleh terlambat"
"maaf dokter anda tidak bisa keluar dari mansion ini"
"apa alasan nya tidak bisa, saya punya kaki bisa jalan sendiri tidak perlu anda gendong, cukup berikan saya sopir dan mobil atau pesankan saya taksi"
"dokter bagaimana anda bisa dengan santai menghadapi situasi disini, kami semua membawa senjata dan siap untuk berperang"
"hei tuan Lukas bukannya anda tadi berjanji akan mengantar kan saya dengan utuh tanpa kekurangan apapun bila pasien saya ini keluar dari kandang nya, sekarang dia sudah di depan anda sebaiknya anda menepati janji anda tuan, saya tidak mau terlibat dengan perkelahian kalian berdua, maaf ya saya tidak mau mati konyol disini, saya belum menikah, okkk... saya belum menikah, sekarang tepati janji anda sebagai laki laki gentle"
'astaga perempuan apa yang kuculik ini harus nya aku marah, tapi kenapa malah membuat ku ingin tertawa mendengar ucapan nya, tidak taukah dia bahwa dia menghadapi dua gengster yang berbahaya di negara ini' (anggap saja lukas tepuk jidad)
disisi lain Theo langsung tertawa mendengar ucapan Vava
__ADS_1
"dengar sendiri tuan Lucas jadilah laki-laki gentle, tepati janji anda, bukankah saya sudah ada dihadapan anda, untuk apa anda masih menahan nya tuan Lukas yang gentleman"
"tuan muda Konstantino masalah janji saya dengan dokter cantik ini menjadi urusan saya bukan anda tuan muda"
"haluuuuuu.... stop berdebat antarkan saya ke rumah sakit sekarang" teriak Valen
"Nona saya harap anda bicara sopan" ucap Dominic salah satu anak buah yang menjadi kaki tangan kepercayaan Lukas, dia menarik kedua tangan Vava ke belakang, namun kalah cepat dengan tangan Vava yang terlebih dulu mencekal lengan Dominic dan merebut pistol dari tangan Dominic dan mengarah kan nya ke kepala Dominic
'what...!!!' batin Lukas seakan tidak percaya dengan penglihatan nya bukan hanya Lukas semua orang yang ada disitu melongo melihat betapa gesitnya dokter cantik tersebut melumpuhkan Dominic dalam satu gerakan, padahal bila dilihat badan dokter begitu kecil dan ringkih, dari mana datangnya kekuatan yang ia miliki dengan tubuh kecilnya.
lihatlah bagaimana merahnya wajah Valen menahan amarahnya, dia benar-benar ingin mematahkan lengan Dominic. "tau kah anda tuan ingin sekali saya mematahkan lengan Anda saat ini juga, apalagi bila aku sedang dalam ruang bedah operasi akan ku obrak Abrik isi perut mu ku tukarkan jantung dan hati mu dengan jantung dan hati kelinci, anda menyakiti saya dari kemarin saya hanya diam tapi tidak untuk sekarang" ucap Vava dengan suara pelan sehingga hanya orang yang dekat dengan Dominic lah yang mendengar, mereka semua bergidik ngeri bagaimana dokter secantik itu bisa menjadi dokter psikopat.
"tuan Lukas lepaskan saya sekarang" Valen berteriak kepada Lukas, "jalan ikuti saya" ucap Valen pada Dominic, karena dia tak akan mampu menyeret tubuh besar Dominic.
Dominic pun berjalan bersama dengan Valen, mereka berdua berjalan ke arah gerbang, sesampainya di gerbang barulah Valen melepaskan Dominic. "sudah sana kembali ke tuan mu, maaf bila tangan anda sakit, anda bisa datang ke rumah sakit saya akan gratis kan pengobatan anda" ucap Vava
Theo segera membentuk barisan untuk melindungi Vava, Lukas pun segera beraksi dia merasa dokter yang dia sukai memihak adik nya, tidak mampu dihindari lagi baku tembak terjadi di halaman yang tanpa penghalang, mereka berlari an kearah mobil mobil yang terparkir di halaman.
Theo segera menarik Valen mendekap nya erat kedada nya, valen sendiri tidak menyangka bila benar benar akan terjadi baku tembak, ia begitu ngeri melihat begitu banyak darah berceceran meskipun ia seorang dokter namun dia tidak pernah melihat begitu banyak nyawa dipertaruhkan disani di depan kedua belah matanya.
apa yang mereka perebutkan harta, tahta, kekuasaan, astaga otak mereka benar benar tercemar ingin sekali rasanya Valen mengganti otak Lukas dan Theo dengan otak tikus. hingga pada akhirnya Lukas tertembak didada kini dia dilindungi Dominic yang di kelilingi beberapa anak buah Lukas lainnya.
'astaga astaga..', "stop..stop..." teriakan Vava menggema membuat terhenti nya suara tembakan, "kalian semua bodoh, Lukas terluka di dada bila dibiarkan dia akan kehilangan banyak darah, valen melepas paksa pelukan Theo, dia berlari ke arah kerumunan orang yang melindungi Lukas.
__ADS_1
"Vava berhenti jangan kesana bahaya" teriak Theo, dan benar saja sebuah timah panas menghujam tepat diperut Valen, seketika ia ambruk sebelum ambruk tubuhnya sudah ditangkap oleh Theo membuat baku tembak menjadi semakin panas.
"Henry bawa Valen kerumah sakit, dia tidak akan mampu bertahan seperti kita" Theo pun menyerah kan Valen ke tangan Henry.
"tidak tuan saya tidak akan meninggalkan tuan", "Henry bila terjadi sesuatu pada Valen aku tidak akan membiarkan kamu hidup"
"baik tuan, tolong jaga diri anda, karena anda harus selamat dan datang menemui nya" Henry pun segera berjalan ke arah helikopter, denga sigap menaikkan tubuh Valen di dalam helikopter dia pun langsung mengemudikan helikopter tersebut menuju rumah sakit terbesar di kota ini.
"Dominic mengapa kau malah menembak dia, dia ingin menyelamatkan nyawa Lukas" teriak Theo, dia benar-benar marah melihat Valen bersimbah darah.
"apa anda kira saya bodoh tuan muda, saya tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya", "Dominic kau **** atau memang masih dendam karena dia mengalahkan mu"
"Lukas jika kau masih sadar hentikan semua ini, perintah kan anak buahmu untuk berhenti, bila diteruskan kalian hanya akan kalah dan kau kehilangan nyawa mu sendiri", "berhenti sekarang maka opa akan memaafkan mu, aku berjanji akan membantu mu mengembalikan kepercayaanmu kepada opa"
"mundur, semua mundur" lukas pun berkata dengan suara yang hampir habis dia benar-benar kehilangan banyak darah"
"Dominic segera bawa Lukas ke rumah sakit" teriak Theo yang melihat kesadaran saudara nya hampir hilang, "kami akan mundur sekarang"
Theo pun berbalik dengan dilindungi beberapa anak buah pilihan dan kepercayaan Opa Manfredo. mereka bergerak melingkar untuk melindungi tuan muda mereka, Theo segera menaiki Jeep Wrangler meninggalkan mansion kediaman lukas kemudian diikuti beberapa Jeep Wrangler lainnya.
______________
terima kasih sudah membaca
__ADS_1
'Ibu Guru Cantik "I Love you"
sudah mendekati akhir kisah cinta Vava dan Jaka