Ibu Guru Cantik "I Love You"

Ibu Guru Cantik "I Love You"
delapan puluh satu


__ADS_3

drttt... drttt...suara ponsel ku berbunyi


dengan malas aku mengangkat telepon ku.


*halo*, *halo dokter Valen, maaf mengganggu istirahat mu, saya Betram*


*ya dokter Betram ada apa*


*maaf dokter Valen cuti anda kami cabut dahulu, anda shift malam, anda saya beri keringanan datang terlambat , ini permintaan direktur bukan saya yang berwenang maafkan saya, selamat pagi*


aaahhhhhhhh.... rumah sakit gila, kali ini ada masalah apa lagi siapa lagi dokter yang mengambil cuti mendadak, ingin ku bunuh rasanya. aku hanya perlu tidur, ya Tuhan.


sudah pukul 12 siang aku beranjak bangun, kulihat ezme sedang memasak "apa yang kau masak ez", "aku hanya membuat panekuk, persediaan bahan makanan ternyata habis maaf Val aku kelupaan memberitahu mu, tidak ada sayur sama sekali", "tidak masalah ez.. kita bisa berangkat bersama ke rumah sakit dan setelah pulang kita bisa belanja bersama", " bukannya nya kamu cuti Val", "ijin cuti ku sementara ditangguhkan ez"


"pasti ulah Natalie, dasar *****, hari ini direktur akan ke Miami dia mendapat bonus liburan dari para pemegang saham, aku yakin Natalie mengikuti nya, dasar ******, menyebalkan sekali", "sudahlah ez.. biarkan saja, lagi pula aku perlu memastikan sesuatu.


_____________________


"bagaimana kondisi pasien kamar VIP yang selesai saya operasi kemarin dok" aku pun bertanya pada dokter Edgar, saat pergantian jadwal kami "sudah makin membaik dokter, catatan medis sudah kuserahkan kepada ezme, maaf kan aku dokter Valen aku tidak bisa membelamu untuk tetap cuti"


"tidak masalah dokter, aku mengerti situasinya", "memang Natalie wanita ****** yang tidak pernah memikirkan rekan kerjanya, hanya memuaskan nafsunya saja"


aku hanya tersenyum mendengar dokter Edgar yang mengumpat habis habisan mantannya itu, Kudengar mereka dulu berpacaran bahkan Natali juga sempat hamil namun ia menggugurkan nya, Natalie memilih menjadi simpanan direktur rumah sakit ini dokter Richard, karena istrinya yang tidak bisa lagi memberikan kepuasan seksual pada dokter Richard, kami mendengar gosip dokter Richard bertahan dengan istrinya karena istrinya anak dari pemilik rumah sakit ini, mungkin memiliki saham terbesar di rumah sakit ini. aku heran bagaimana mereka bisa menjadi dokter terlebih lagi Natalie dia seorang dokter bagaimana bisa dia membunuh anaknya sendiri demi kepuasan dunia.


"baiklah dokter Valen berhenti lah melamun, masih ada waktu satu jam sebelum aku pulang, maukah anda minum kopi bersama ku dikantin" tanyanya dan aku hanya memandang nya saja ia pun menjawab pertanyaan nya sendiri "ah sepertinya anda tidak mau, kalau begitu permisi, bila ada sesuatu yang penting saya masih diruangan saya"


***********

__ADS_1


"ezme... berikan padaku catatan medis pasien yang ku operasi semalam", "baik dokter tunggu lah diruangan anda, akan saya antar"


"permisi dokter, pesanan anda", "terima kasih ezme kamu boleh lanjut kan pekerjaan mu"


akupun mulai membuka catatan medis mencari informasi tentang nya, tertulis nama Theo Konstantino Manfredo, nama dan tanggal lahir nya saja berbeda tidak mungkin bila itu dirinya, lagi pula ayah sudah memastikan bahwa jasad itu milik Abang, tak terasa air mata ku mengalir dengan sendirinya tanpa ku minta, dadaku sesak mengingat wajahnya, ku buka laci meja ku, kuambil foto kecil dengan bingkai yang sedikit retak, dibagian atasnya, bukannya tidak ingin mengganti bingkai ini tapi hatiku sakit bila melihat foto ini.


foto dimana aku memeluk Abang Jaka dari belakang dan dia menatap dari samping penuh cinta. "Abang maafkan Vava belum bisa merelakan Abang"


tok..tok..tok..


segera ku hapus air mataku dan memasukkan kembali foto itu kedalam laci mejaku


"masuklah", "permisi dokter", "ya ada perlu apa" dia pria yang bersama pasien itu


"kami ingin memindahkan tuan kami kerumah sakit yang dekat dengan rumah"


"ezme.. ikut dengan ku, dan bawa ini" akupun menyerahkan catatan medis itu pada ezme, ia pun mengikuti ku dibelakang bersama dengan pria yang menemui ku tadi


"hei nona, apa dokter cantik itu punya pasangan" Kudengar suara pria tersebut berbicara dengan ezme, walaupun terlihat berbisik masih bisa kudengar


"diamlan jangan berani anda mengganggu dokter Valen", "oooo... namanya dokter Valen nama yang cantik seperti pemilik nya"


"selamat malam dokter" sapa empat pria dengan jas hitam yang berada didepan pintu kamar, 'astaga apa apaan ini bagaimana bisa banyak bodyguard disini'


"maaf tuan-tuan ini bukan waktunya jam jenguk pasien, hanya boleh dua orang yang menunggu pasien"


"maaf dokter kami sudah mendapat ijin dari direktur rumah sakit ini" jawab laki laki yang berjalan bersama ezme, aku pun menarik nafas panjang, pasti hal ini berhubungan dengan uang lagi baru aku ingat dengan libur 3 hari dokter Richard, aku yakin ada hubungannya dengan ini.

__ADS_1


deg... ketika masuk kamipun beradu pandang, kulihat matanya yang dingin menatapku, jantung ku berdebar ini tatapan mata milik Abang, walaupun tidak sehangat tatapan mata milik Abang, wajah mereka mengapa bisa benar benar mirip, andai saja Abang anak kandung dari ayah dan bunda akan memudahkan ku untuk mencari identitas nya dengan tes DNA tapi kalau begini bagaimana bisa aku mencari informasi tentang pria ini. apa aku harus menghubungi ayah.


"maaf tuan bisakah anda tidur, agar memudahkan saya memeriksa anda" ia pun berpindah posisi yang semula duduk bersandar kini beralih tidur dibantu pria tadi, mata elang nya masih memperhatikan wajah ku, aku tidak berani menatap wajah nya, mulai kuperiksa dia, kepala berdenyut seiring dengan jantung ku yang berdetak kencang, aku ingin memeluk pria ini, aku benar-benar merindukan pelukan Abang.


"apakah ada keluhan tuan", ia hanya menggeleng kan kepalanya masih dengan tatapan yang sama, perlahan aku menekan area bekas operasi tampak ia masih meringis, tentu saja karena baru semalam Operasi, karena aku sengaja ingin menahan pria ini dirumah sakit ini.


"maaf tuan anda belum bisa pindah rumah sakit dulu, kondisi anda tidak memungkinkan"


"bagaimana tidak bisa tuan kami sudah baikan dan akan lebih baik daripada dirawat dirumah sakit ini" ucap pria tersebut


"oh.. maaf tuan...", "Henry", "oh iya tuan Henry siapa yang menjadi dokter disini"


ia ingin membantah lagi namun kulihat ia menutup mulutnya kembali saat melihat pasien ini, aku lihat kearah nya dan ia pun beralih menatap ku


"baiklah tuan, saya permisi dan saya akan memanggil perawat untuk mengganti cairan infus anda", sebelum aku berlalu ia pun menjawab ucapan ku


tengah malam pintu ruangan ku kembali diketuk orang ketika kutanya siapa


ternyata Henry lagi, ia pun ku persilahkan masuk "ada yang bisa saya bantu tuan Henry"


"maaf dokter tuan ku memerlukan anda", "apa yang terjadi, segera kuraih jas dokter ku, dan mengambil stetoskop milik ku dan setengah berlari keruang pria tersebut, aku segera masuk kulihat dia duduk bersandar.


"apa yang terjadi tuan, apakah anda merasa ada yang salah dengan tubuh anda"


iapun terkejut dengan responku kemudian menatap Henry yang baru saja masuk. Henry tersenyum dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal laku ia pun mengusap tengkuknya sendiri.


aku tidak peduli dengan tatapan mata mereka berdua segera kuarahkan stetoskop ku ke dadanya untuk memeriksa, demi Tuhan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada pria ini.

__ADS_1


ia pun memegang pergelangan tangan ku dan berkata "terima kasih dokter sudah menyelamatkan nyawa saya"


__ADS_2