
"sayang kamu masih kedinginan nak" ucap mami Karin sambil membelai lembut rambut Keyra
"mami.. key gak papa kok"
"tangan kamu masih dingin banget, ngapain aja sih mandi bisa sampe kedinginan"
"itu apa mi?" tanyaku mengalihkan pertanyaan mami, masa iya aku mau jawab kalau dikamar mandi lagi prosesi acara jenguk menjenguk oleh anak laki-laki satu-satunya. malu bukkk... mau ditaruh mana muka aku
"minyak kayu putih sayang biar mami olesin ke kaki sama tangan kamu ya"
"ah.. maaf mi key alergi minyak kayu putih"
"iyakah?? maaf mami gak tau, kalau minyak telon gimana"
"gak apa-apa mi kalau minyak telon"
"Jo.. kamu ambil minyak telon dikotak P3K " teriak mami melihat Jo yang baru sampe depan pintu kamar
kulihat Jonathan keluar lagi untuk mengambil minyak telon
"ini mi minyak nya" dengan menyerahkan minyak tersebut
segera mami membuka selimut ku kemudian mengoleskan minyak ke tangan kaki serta telapak kakiku
"ah.. mami jangan, key bisa sendiri" ucap ku merasa tak nyaman karena mami dengan lembut mengoleskan minyak telon ke kaki ku
"gak apa-apa sayang ini demi cucu mami"
"biar Jo aja mi" ucap Jonathan
"ya sudah kamu aja Jo, kamu harus tanggung jawab perbuatan mu, Ingat ya jangan diulangi lagi, istri kamu sekarang lagi hamil, jangan lama-lama kalau mandi berdua kasian" ucap mami Karin membuat kamu berdua saling berpandangan
kemudian mami pamit kembali keruang keluarga menemani papi Sebastian
Jonathan tertawa cekikikan, dia melihat beberapa tanda kiss Mark didadaku yang terlihat begitu jelas karena baju tidur ku dibagian leher berbentuk V
"kok malah ketawa sih" ucapku
"mami lihat ini" ucapnya menunjukkan tanda kepemilikan nya
aku segera mengambil handphone untuk berkaca dengan kameranya
"ahhhh... Jo kenapa gak bilang sih, malu kan" ucapku, malah makin membuat nya tertawa terbahak-bahak
"jooooo... ih jahil banget deh" ucapku merajuk, menyusup kedalam selimut hingga menutupi semua badan dari kaki hingga kepala
"sayang, jangan ditutupi kayak gitu kamu gak bisa nafas lho"
"biarin" teriak ku
__ADS_1
hahahaha..
"sayang. mami gak apa-apa kok, mami juga pastinya memaklumi nya kan"
"ayo dilepas" Jonathan menarik selimut yang menutupi kepala ku kemudian mengecup kening ku
"istirahat lah, besok keretanya berangkat pagi"
"mau dielus perutnya??"
aku mengangguk kepala ku mulai terpejam dipeluknya
________
kami sampai di stasiun jam 5 pagi, setibanya di stasiun kami sudah ditunggu beberapa bodyguard papi yang telah tiba lebih dulu di solo
"tuan muda, nyonya mobilnya sudah siap, kami juga sudah memberi kabar kepada tuan Atta" ucap seorang bodyguard
"terima kasih mas" ucapku tulus
"sama-sama nyonya, ini sudah menjadi tanggung jawab kami" ucapnya lagi
"ayo sayang, bapak pasti nungguin kita" ucap Jonathan
setelah berjalan agak menjauh i bodyguard tersebut Jonathan berbisik
"lain kali kalau ngomong gak usah mesra-mesra" ucapnya, yang membuat ku melongo
"bukan itu, ngapain juga pake mas mas segala"
"astaga Jo. dia kan masih muda, trus aku juga gak tau namanya terus sekarang aku harus manggil apa?? paman, pakde, kakek??" ucapku sewot
"gak usah manggil cukup katakan terima kasih aja, mereka udah ngerti"
"Masya Allah.. ya sudah lain kali gak panggil apa-apa"
segera kami menuju kerumah bapak, tak lupa membeli bubur ayam kesukaan bapak, yang sebelumnya ngasi kabar gak usah masak untuk sarapan
aku juga membeli beberapa bungkus nasi liwet untuk bodyguard yang menemani kami
yang pastinya ada drama dulu dari Jonathan.
sebenarnya Jonathan melarang ku membelikan makanan untuk para bodyguard, dengan alasan mereka bisa beli makan sendiri
walahhh... emang bisa beli makan sendiri, coba aja liat nanti kalau bapak sampai tau ada bodyguard yang ngikutin pasti disuruh makan bareng dan pastinya bakal dimasakin ma bapak. hahahaha... jadi gak sabar liat mukanya Jo berani bantah bapak gak ya
"sayang mereka jangan sering dimanjakan, nantinya mereka gak bisa fokus dengan kerjaan mereka" ucap Jonathan ketika kami sedang dalam perjalanan pulang
"JOOO... udah ya gak usah dibahas lagi, lagian udan kebeli kok, kalau pun untuk menjaga mereka kan bisa berganti an nanti waktu makan"
__ADS_1
sampai dirumah kami sudah disambut bapak juga Raffa
"assalamualaikum bapak, Rara kangen bapak" teriakku langsung menghambur kepelukan bapak.
sedangkan Raffa sudah siap dengan sifat jahilnya, masang badan untuk menghalangiku memeluk bapak bahkan membelakangi ku
"Raffa minggir deh"
"lebay deh mbak, main tubruk aja"
"bodo ah.. minggir sana" teriakku menarik bajunya,
Jonathan tersenyum melihat tingkah laku istri serta adik iparnya, sedangkan bapak ngomel-ngomel pada Raffa karena tak berhenti menggoda ku
"sudah to le jangan ganggu mbak mu Yo" segera bapak menarik telinga Raffa yang sedari tadi menggoda ku
"ahhhh.. bapak telinga Raffa jadi sebesar gajah nanti, gak ganteng lagi Lo" ucapnya cengengesan
"sana bantuin mas mu bawa bubur sama nasi liwet" ucapku pada Raffa yang kemudian mengalihkan perhatian Raffa, yang kemudian berjalan menuju ke arah Jonathan
"hai mas Jonathan.. apa kabar"
"baik Raff"
"sini biar aku saja yang bawa"
segera Raffa mengambil alih kantong plastik yang dibawa Jonathan, sedangkan para bodyguard juga sudah membantu menurunkan beberapa barang bawaan yang mereka bawa terlebih dahulu
"tuan dimana kami meletakkan barang-barang ini"
"bawa saja masuk kedalam mas" teriakku ketika mendengar mereka bertanya, yang kupastikan kalau Jonathan juga bingung menjawab nya
"wah mbak.. udah kayak di film film aja pake bodyguard segala" oceh Raffa
"perasaan dulu waktu mas Jonathan main kerumah rame-rame gak ada bodyguard deh"
"siapa bilang dek gak ada bodyguard, Mereke udah kayak bayangan ya, mereka ngawasin dari jauh tau gak" ucapku
"enak gak diikuti trus diawasi"
"kalau mbak sih gak suka, tapi mas mu itu udah biasa"
"uwis gak usah ngobrol aja, ambilin sendok salam piring kita makan sama-sama, gelar tikar le didepan tv" ucap bapak
segera Raffa kebelakang mengambil tikar sedang kan aku juga membawa piring serta sendok makan
bapak langsung menyuruh beberapa bodyguard yang terlihat didepan, tentunya mereka menolak dengan halus, setelah bapaka ngomel-ngomel pada Jonathan barulah Jonathan memperoleh kan mereka masuk untuk makan bersama.
terasa aura kecanggungan disini, bapak yang menyadari pun tersenyum
__ADS_1
"tenang saja, dirumah bapak aman Ndak ada penjahat Yo, jadi kalian makan dengan santai saja, dan kamu le Jonatan makan yang banyak biar kuat ngadepin anak bapak yang manja ini" ucap bapak dengan mengacak-acak rambut ku
kulihat Jonathan mulai tidak nyaman mendengar ucapan ucapan dari bapak segera kuambil alih sendok dari tangan nya kemudian menyuapinya membuat matanya mendelik karena terkejut dengan kelakuan ku