
Jaka segera kembali ke kantor setelah mengantar Vava kembali ke rumah "pak.. anda dari tadi di hubungi pak Rian, beliau marah marah karena no ponsel anda tidak bisa dihubungi" , "oh.. pasti masalah Rebecca hubungi pak Rian, biar aku yang bicara dan sambungkan ke line telepon di mejaku" , "baik pak, segera" sasya pun segera menghubungi no ponsel pak Rian kemudian menyambung kannya kepada bos nya.
*ya pak Rian ada yang bisa saya bantu?* , *pak Theo apa yang terjadi? mengapa anda membatalkan kontrak iklan dengan artis Rebecca? kita bisa kena pinalti dendanya lumayan banyak pak!!* ,tanya pak Rian di seberang line telepon.
*pak saya tidak membatalkan kontrak dengan Rebecca, dia sendiri yang ingin membatalkan karena saya tidak bisa makan siang dengan nya dan saya memilih makan siang bersama dengan istri saya* , *tapi mengapa dia mengatakan bila anda yang membatalkan kontrak* , *tentu saja tidak, biarkan saja pak bila dia membatalkan kontrak kita bisa mencari artis pengganti.
*sebenarnya tidak masalah bila kita mencari pengganti, namun saya sudah merasa cocok dengan karakter Rebecca*
*tenang saja kalau dia membatalkan biarkan dia yang membayar denda nya, karena saya sudah mengubah isi dari perjanjian saya dengan anda*
*maksud anda bagaimana? saya kurang paham*
*silahkan baca draft kontrak no 12 ,b. disitu tertera, bahwa pihak a atau b bila membatalkan kontrak maka harus membayar denda baik itu artis yang membatalkan kontrak, jadi meskipun Rebecca membatalkan kontrak kerja dia lah yang harus membayar denda nya, bukan kami sebagai perwakilan pihak A*
__ADS_1
*oh.. begitu ya..ya.. saya paham, saya akan berbicara dengan Rebecca, kalau begitu terima kasih*
******
Rian Pov
Sementara itu dipihak Rian, ia benar benar marah dengan sikap bodoh Rebecca yang tergesa gesa mengambil keputusan, kini menjadi bumerang baginya.
Ia bermaksud ingin mengganti Rebecca dengan Valentina istri Theo sebagai bintang iklan, ia begitu tertarik dengan wanita milik clien nya itu, dalam keadaan hamil saja begitu menarik bagaimana kelak bila sudah melahirkan dan mulai merawat diri. Rian tersenyum membayangkan wajah cantik Valentina.
*Rian kamu tidak bisa begitu padaku* , *terserah padamu* , *rian aku akan membuka semua kedokmu dan skandal kita, agar kamu diceraikan istrimu, dan perusahaan itu diambil lagi oleh mertua mu* , *apa kamu gila, istri ku sedang hamil*
*aku dulu juga hamil tapi kamu memaksaku menggugurkan kandungan ku, pada hal dia anakmu darah daging mu* , *kamu kira aku percaya kalau kamu hamil anakku* , *Rian aku tidak pernah sekalipun tidur dengan laki-laki lain selain dirimu*
__ADS_1
*jangan macam macam kamu Re, dengan mudah aku akan membunuhmu dan membuang Mayat mu ke kandang buaya untuk menghilangkan jejak* , *ti.. tidak.. Rian maaf kan aku, aku akan menjadi bintang iklan produk mu lagi, aku janji akan minta maaf pada pak Theo* , *anak baik, harus menuru* ucap Rian mengakhiri panggilan telepon nya.
*******
"Abang aku lapar" ucap Vava manja kala mereka sedang asik duduk ditaman bunga anggrek kesayangan Bunda Keyra.
"cepat ajak istri mu itu keluar makan bang, bunda risih tiap saat mendengar dia kelaparan, bunda heran dengan istri mu itu, hamil tapi gk pernah mengalami ngidam yang ada cuma lapar melulu" ucap Bunda keyra yang sedang memotong beberapa dahan anggrek, biasanya sudah ada pesanan dari teman teman Bunda.
Jaka kadang heran melihat bunda nya, seperti kekurangan uang saja, masih sibuk dengan kebun anggrek nya dan menjual bunga bunga itu, yang lebih heran harga nya yang fantastis, tetap saja banyak yang memesan, terutama istri istri kolega ayah Jonathan. menurut ku sih hanya untuk mendekati Bunda untuk melancarkan kerjasama untuk suami mereka.
"sekarang mau makan apa lagi?? ayo sebelum aku pergi ke kantor lagi" , "libur saja gak usah ngantor ya!!" ucap Vava ia menatap ke arah suaminya dengan manja, "kamu mau suami mu dipecat ayah mertua" ucap Jaka ia mengecup hidung istrinya.
"aku akan bilang ke ayah, bagaimana??" , "Va jangan manja kamu, sembarangan nyuruh suami jadi pengangguran" teriak bunda yang sudah berada di ujung taman bunga anggrek.
__ADS_1
"bundaaaa.. Vava kan lagi hamil butuh suami siaga" , "jangan jadi alasan kandungan mu saja baru usia tiga bulan, kamu pikir suamimu suruh cuti hamil dan juga melahirkan", xixixixii... Vava tertawa cekikikan
"iya bunda Vava hanya bercanda, udah bunda Vava mau keluar cari makan, bunda mau nitip juga" , "boleh.. bawakan bunda cheese cake" , "siap Bunda"