
Hari ini Clara harus kembali ke rumah Bu Laura. Ia tidak mau membuat Bu Laura dan Sofia cemas. Karena semalam dia memang tidak pulang ke rumah.
Shane menatap Clara penuh selidik. Kemudian Shane sedikit memicingkan matanya. Mungkin dia penasaran, ingin tahu dimana Clara tidur semalam.
Saat Shane ingin menanyakan hal tersebut, tiba-tiba Felix datang membawa sebuah berita yang membuat Clara terkejut. Dengan senyum yang mengembang, dia begitu bangga sudah menghabisi empat begal itu.
Felix menyombongkan diri. Dia bercerita di depan Shane dan Clara, bahwa dirinya sudah berhasil membunuh begal bertubuh besar dengan pistol yang mengena tepat di kepalanya.
Sementara Niko, dia juga tidak mau kalah. Niko juga berhasil membunuh dua begal sekaligus. Sedang Canon, dia berhasil membunuh satu begal saja. Mereka nampak begitu bahagia.
"Kak Felix! Ini Indonesia, Kak! Kakak tidak bisa membunuh orang sembarangan!" berengut Clara kesal.
Aku bisa gila jika mereka terlalu lama disini!
Hahahaha ...
Mereka tertawa geli mendengar ucapan Clara yang menurut mereka sangat lucu. Mereka tidak perduli mau Indonesia, Eropa, Amerika dan negara lainnya. Yang namanya membunuh ya bunuh saja. Tidak perlu memikirkan di negara mana mereka membunuh.
"Sejak kapan kita harus memilih negara untuk membunuh orang?" ucap Felix.
"Apa yang dikatakan Felix benar, Clara!" timpal Canon.
"Awas saja kalau sampai membawa namaku!" gerutunya.
"Hey, Hello Kitty! Sebenarnya tujuan mu apa sih menjadi dosen di sini?" tanya Niko.
"Ish, Jangan panggil aku Hello Kitty ya! Aku ini Queen Mafia! Bukan Hello Kitty!" kesalnya.
Clara itu sudah dewasa. Ia tidak mau dipanggil Hello Kitty. Hello Kitty itu kan tokoh imut dan menggemaskan. Sedangkan dia itu Ratu Mafia, masa di panggil Hello Kitty. Apa kata orang nanti?
Hahahaha ...
"Oke, Oke! Tenang Baby!" goda Niko.
"Clara, sekarang Paman Ferdinand sudah meninggal. Ikutlah bersama kami ke Italia. Lagipula kau tidak aman sendirian disini! Bastian dan anak buahnya akan terus mencarimu!" ujar Felix.
"Karena itu, Kak! Aku tidak bisa. Papa memberikan amanah padaku untuk melindungi Bu Laura dan anaknya!"
"Bu Laura! Siapa dia?" tanya tiga bersaudara itu.
"Istri papa yang lain! Dan itu berarti, anak Bu Laura itu adalah adikku! Bukankah aku harus melindunginya!" jelas Clara.
"Kok aku baru tahu kalau Paman memiliki istri yang lain! Aku pikir cuma Bibi Elisa istri Paman!" ujar Canon.
"Karena itu, aku ingin menyelidikinya!"
Felix sedang berfikir.
"Ibu Laura sangat membenci Papa. Aku tidak tahu ada masalah apa diantara mereka! Tapi Aku yakin, ada cerita menarik dibalik ini semua!"
"Hhhhhh, Kau ini memang keras kepala!" ujar Felix, "Tapi, baiklah jika memang kau masih ingin tinggal disini! Jika kau butuh bantuan kami, kami siap untuk membantumu!"
Datang dua orang pria, bertubuh besar dan berpakaian serba hitam. Dia adalah anak buah Felix. Di pinggang mereka terselip satu buah pistol. Orang-orang ini adalah orang pilihan. Mereka memliki kewaspadaan tingkat tinggi.
Felix nampak berbicara serius dengan kedua orang itu. Entah apa yang mereka bicarakan. Clara tidak mau tahu karena bukanlah urusannya.
__ADS_1
Felix kembali ke kamar, dan dia mengatakan kepada Clara bahwa sore ini dia harus pergi ke Finlandia. Felix juga memberikan kabar yang tidak menggembirakan.
"Aku harus ke Finlandia. Mommy sakit!" ujar Felix.
"A-pa? Bibi Helena sakit?" Clara berfikir.
Ingin rasanya dia ikut dengan tiga bersaudara itu menjenguk Bibi dan Pamannya. Tapi, dia teringat dengan visi dan misinya untuk melindungi Ibu dan adik tirinya.
"Ehm, Kau tenang saja. Aku akan menyampaikan kerinduan mu pada mereka! Ada Shane. Sepertinya Shane bisa menjagamu dengan baik!" ucap Felix.
"Ah, Kak. Kau memang kakak sepupuku yang terbaik!"
"Kau hanya memuji Felix saja? Bagaimana denganku?" Niko tidak terima kalau hanya Felix yang dipuji. Bagaimanapun, dia juga turut andil membantu mengalahkan musuh.
"Kau juga Kak Niko! Kalian memang yang terbaik!" Clara mengacungkan jempol jarinya.
"Bagaimana denganku?" Canon juga berjasa. Berkat kemampuan hackernya, musuh tidak mampu meretas keberadaan Clara hingga sekarang.
"Iya, Kau juga!" ujar Clara. Mereka terkekeh geli.
"Baiklah. Kami harus bersiap-siap! Shane, Kau harus menjaga Clara dengan baik!" seru Felix, "Bukankah kalian memiliki pengawal bayangan?"
"Aku sudah memberikan pengawal bayangan untuknya!" cicit Shane.
"Ck, Aku bisa menjaga diriku sendiri! Lagipula pengawal bayangan mu, aku suruh mereka untuk menjaga Bu Laura dan Sofia! Kau tenang saja, Shane! Aku tidak akan kenapa-napa!"
Tapi tetap saja aku khawatir!
Nona, Nona! Aku sengaja mengirimkan pengawal bayangan untuk Anda! Kenapa justru kau suruh mereka untuk menjaga orang lain!
Shane menghela nafasnya panjang.
"Aku percaya!" Felix mengacak rambut Clara membuat gadis itu memberengut kesal.
"Pergilah kalian! Disini kalian hanya mengganggu rencanaku!"
"Hush ... Hush ... Hush!" usirnya.
"Baiklah kami pergi! Ingat Hello Kitty! Jika kau butuh kami, langsung hubungi kami! Oke!"
"Okay. You guys be careful on the road. I must have missed you all very much!"
"We love you!"
____
____
Selepas kepergian mereka, Clara juga hendak kembali ke rumah Bu Laura. Dia berpamitan pada Shane. Shane mengangguk pelan. Sejujurnya, Shane masih ingin berada di dekat perempuan cantik itu. Clara melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
°°°°°
Matahari mulai menghilang dari singgasananya. Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan. Akhirnya tiga bersaudara itu tiba di Finlandia.
Finlandia adalah negara maju dengan infrastruktur maksimal, sistem pendidikan, pelayanan kesehatan dan kebudayaan yang dinamis.
__ADS_1
Finlandia terkenal dengan julukan negara 1000 danau, karena banyak terdapat landscape danau alami yang menakjubkan di negara tersebut. Dan 70 persen dataran di Finlandia adalah hutan alami dan sumber air alami yang banyak dan terkenal sangat bersih.
Kedua orang tua tiga bersaudara itu tinggal di sebuah pusat Kota Helsinki, dan dekat dengan salah satu pasar outdoor paling terkenal di Eropa utara. Meskipun dekat pasar, tapi kota yang mereka tempati sangat aman dan tidak terlalu ramai seperti pasar di Indonesia.
Tempatnya sangat bersih, dan banyak kios yang menjual aneka sovenir di sana. Felix langsung memasuki rumah orangtuanya. Di ikuti oleh Niko dan Canon. Dia sangat khawatir dengan keadaan sang Mommy yang sedang sakit.
Sampai di rumah tua itu, Felix memang mendapati sang Mommy yang sedang sakit. Melihat ketiga anaknya datang, Helena sangat bahagia. Mereka memeluk Mommy dengan sayang.
"Bagaimana keadaan Mommy?" tanya Felix.
"Melihat kalian datang, Mommy langsung sehat! Sebenarnya kalian dari mana? Saat di telfon, kalian tidak ada di Italia?"
"Yes, Mom. Kami sedang di Indonesia!" jawab Felix.
"Indonesia. Bertemu dengan Clara. Jadi kalian juga ziarah ke makam Paman kalian!" ujar Jonathan.
"Iya, Dad. Kami memang ke sana!" ujar Felix.
"Bagaimana keadaan Clara? Dia baik kan?"
"Dia baik. Ya awalnya aku juga mengkhawatirkan keadaannya! Tapi aku rasa dia baik! Bahkan ilmu beladirinya juga cukup hebat!" ujar Felix.
"Baguslah kalau begitu! Sebenarnya siapa yang sudah membunuh Ferdinand?"
"Sebastian, Dad! Dari klan Black Shadow!" ujar Niko.
"Lagi-lagi pria itu! Pria itu tidak akan pernah berhenti membuat kekacauan!"
"Pria itu sedang mencari keberadaan Clara. Bastian akan membunuhnya!"
"A-pa?" Jonathan sedikit terkejut, "Tidak, dia tidak boleh melakukan itu! Bastian akan menyesal jika melakukan itu!"
"Kenapa, Dad?" tanya Canon.
"Itu karena ... !" Jonathan menghentikan ucapannya. Dia teringat dengan janjinya pada sang adik.
____
____
"Klan Black Shadow akan terus memburu Tiger Eye. Mereka akan menghabisi klan tersebut hingga akar-akarnya, karena Paman kalian lebih memilih menjadi mata-mata polisi. Membocorkan informasi penyeludupan barang ilegal milik mafia-mafia yang tersebar di Indonesia!" jelas Jonathan.
"Itu berarti sangat berbahaya buat Clara, Dad!"
"Tentu saja! Seseorang yang sudah terlibat dengan dunia bawah, mereka akan terus menjadi incaran musuh! Dan hidup mereka tidak akan pernah bisa tenang, karena diluar sana bahaya akan terus mengintai!"
"Canon, tutup semua akses mengenai Clara! Jangan biarkan musuh meretas dimana Clara!" suruh Jonathan.
"Okey, Dad!"
____
____
Elisa, Ferdinand! Sepertinya sudah waktunya Clara mengetahui kebenarannya! Tanpa aku beri tahu, Aku yakin, Clara sendiri akan menemukan jawabannya!
__ADS_1
Bersambung ....