
Kemudian Bastian memberikan kode pada anak buahnya yang lain untuk menghabisi Clara. Namun ...
BRAKK ...
"Bastian, hentikan!" seru seorang pria yang baru datang dengan membawa banyak pasukan.
Clara dan Bastian menoleh ke arah suara itu. Dan ternyata yang datang adalah Uncle Jo, Shane dan Felix. Clara bisa bernafas lega karena mereka datang untuk membantu.
Dengan gerakan gesit, Clara menendang pistol yang ditodongkan anak buah Bastian ke arahnya. Kini dia yang memegang kendali.
Dorr ...
Satu tembakan berhasil mengenai kepala anak buah Bastian. Dia berguling ke arah kanan, dan menembaki anak buah Bastian lagi. Mereka mati seketika dengan darah mengalir deras di kepalanya.
Bastian yang tidak terima Clara menghabisi nyawa anak buahnya, dia membalas tembakan Clara. Aksi tembak menembak pun tidak terelakkan lagi.
Ayah dan anak itu saling menembak satu sama lain.
Sementara Uncle Jo menyuruh Felix dan Shane menghentikan pertarungan sengit itu.
"Hentikan mereka! Mereka ayah dan anak! Mereka akan saling membunuh!" teriak Uncle Jo pada Felix dan Shane.
"Apa?" tentu Felix dan Shane terkejut. pasalnya mereka baru mengetahui kalau Bastian dan Clara adalah ayah dan anak.
SHITT! Kenapa Uncle Jo baru mengatakannya sekarang? batin mereka berdua.
"Oke, Oke! Kami pisahkan!" sahut mereka.
Mereka bergegas memisahkan keduanya. Tentunya mereka harus berhati-hati karena memasuki medan pertempuran yang sengit.
Sementara Fabyan menginstruksi anak buahnya untuk pergi dari sana. Dia menangkap sinyal kedatangan bantuan dari pihak wanitanya.
_____
_____
Di lain sisi, Clara dan Bastian masih saling menembak. Mereka tidak ada yang mau mengalah. Mereka bersikukuh menghabisi lawan sampai binasa.
Mereka kehabisan peluru, hingga terpaksa mereka melanjutkan pertarungan mereka dengan tangan kosong.
Baku hantam tidak terelakkan lagi, Clara menghajar Bastian habis-habisan. Namun Bastian masih bisa menangkis serangan demi serangan dari Clara.
"Wow, kau ternyata lawan yang tidak bisa diremehkan! Aku salut denganmu!" ujarnya.
"Hem, Kau baru tahu kalau aku ini kelinci kecil yang manis dan hebat!" ucap Clara dengan sombongnya.
Hahahaha ...
"Aku suka lawan sepertimu!" kekeh Bastian.
Meskipun usia Bastian dibilang tidak muda lagi, namun berkat olahraga yang dijalani selama ini, membuat tubuh Bastian terlihat segar dan bugar. Apalagi ditambah ilmu bela diri yang ditekuninya. Membuat gerakan Bastian tidak kalah lincah dengan anak-anak muda.
Clara kehabisan tenaga untuk menjatuhkan lawannya. Karena memang Bastian bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Kekuatan Clara tidak sebanding dengan kekuatan Bastian. Sekali tendang dan pukul, Clara jatuh tersungkur.
__ADS_1
Bastian mengulum senyum sinis. Lalu tangannya meraih benda tumpul seperti besi. Dia mendekat ke arah Clara, dan hendak mengayunkan benda itu ke arah Clara.
Dengan gerakan sigap, Shane dan Felix menyerang Bastian secara bersamaan. Membuat tubuh pria tua itu limbung ke belakang.
"Bastian, Berhenti!" seru Felix.
"Oh, kalian datang untuk membantu rupanya!" sinis Bastian.
"Berhenti! Clara adalah anakmu!" ujar Shane.
"Apa?"
"Bastian!" panggil Uncle Jo ngos-ngosan, dia kehabisan nafas karena memanjat tangga yang cukup tinggi, "Hentikan, Bastian! Wanita yang kau lawan itu adalah anakmu sendiri!" ucap Uncle Jo.
"Apa?" Bastian sangat terkejut, lebih-lebih Clara.
"Dia adalah anak Elisabeth denganmu!" imbuhnya lagi.
"Kau jangan bercanda, Jonathan!" Bastian tidak percaya.
"Tapi itu adalah kenyatannya! Dia adalah anakmu dengan Elisabeth. Kaulah yang sudah memperkosa Elisabeth!"
"Berhenti membual Jonathan! Jika memang dia anakku, lalu kenapa Elisa tidak meminta pertanggungjawaban dari ku? Padahal Elisa tahu aku yang memperkosanya!"
"Ck, Kau sangat naif, Bas!" remeh Jonathan, "Kau pikir Elisa mencintaimu! Kau harus ingat, Kau memperkosanya! Dan wanita sangat benci jika kehormatan dan harga dirinya dilecehkan! Termasuk apa yang Elisa lakukan padamu!" jelas Jonathan, "Dia terlalu membencimu! Itulah sebabnya dia tidak pernah mengatakan kalau dirinya hamil!"
"Apa? Itu tidak mungkin!" tubuh Bastian bergetar hebat, "Kau pasti mengarang! Aku tahu, kau hanya mengarang agar aku tidak membunuh keturunan Ferdinand! Iya kan?"
"Dasar bodoh! Justru kau harus berterimakasih kepada Ferdinand. Dia yang sudah membesarkan dan menjaga anakmu dengan baik. Sekarang lihat anakmu sudah sebesar itu. Dia tumbuh menjadi gadis pintar dan hebat!" puji Jonathan, "Sekarang terserah kau percaya atau tidak! Aku sudah memberitahukan rahasia besar ini padamu! Bahkan jika Elisa hidup, dia tidak akan membiarkanmu tahu rahasia ini!"
"Maafkan Uncle, Clara! Rahasia ini yang selama ini Uncle tutupi dari kamu! Tapi ini karena Mama kamu yang meminta!" ucap Jonathan pada keponakannya.
"Jadi Papa Ferdinand bukanlah Papa kandung Clara?"
"Iya, Nak! Dia bukan Papa kandung kamu! Tapi dia sangat menyayangi kamu!"
"Itu nggak mungkin! Uncle pasti bohong kan?" Clara tidak mampu membendung air matanya lagi.
"Ini kenyataan, Nak! Bastian adalah papa kandung kamu!"
"Nggak, Aku nggak mau! Itu nggak mungkin!" Clara melangkah mundur. Dia menoleh ke arah Bastian, Bastian juga merasa sangat terpukul. Saking terpukul dan bersalahnya dia menangis dan menyesali perbuatannya.
"Maaf kan aku!" lirihnya.
"Nggak, Aku nggak mau!" teriak Clara, "Dia bukanlah Papaku!" Clara menunjuk ke arah Bastian.
"Papaku adalah Papa Ferdinand! Hanya dia Papaku!" isaknya.
"Claraaaaa!" Bastian menghampiri putrinya, namun Clara mundur ke belakang.
"Stop! Kau bukanlah papaku! Papaku hanyalah Ferdinand!" teriak Clara ke arah Bastian.
"Maafkan aku! Semua adalah salahku! Andai saja aku tidak memperkosa Mamamu, mungkin dia tidak akan membenciku dan menyembunyikan kenyataan bahwa kau adalah putriku! Maafkan Papamu ini, Clara!"
"Nggak, Kau bukan Papaku! Hanya Ferdinand Papaku!" teriak Clara.
__ADS_1
Clara berlari meninggalkan gudang itu dengan kenyataan yang tidak bisa Ia terima. Dan itu benar-benar membuatnya sangat syok. Bahkan saat Shane dan Felix memanggilnya, Clara sama sekali tidak menghiraukan.
Clara melajukan kendaraannya dengan sangat kencang. Tidak perduli dengan apa yang akan terjadi padanya, dia hanya ingin menyendiri.
Sementara Jonathan, menginstruksi Shane untuk membebaskan Laura dan Sofia.
Bastian masih terpukul, namun dia masih bisa menguasai keadaan dirinya. Lalu bagaimana dengan putrinya?
Apakah Clara akan menerimanya sebagai seorang ayah?
Atau apakah dia akan membencinya?
Bastian berusaha keras menata hatinya. Hari ini dia ingin pulang dan menyendiri.
_____
_____
Felix mengantar Bu Laura dan Sofia ke sebuah hotel. Bagaimanapun mereka sudah tidak bisa kembali ke rumah. Karena rumah mereka sudah hancur lebur.
"Tante, Sofia! Untuk sementara kalian bisa tinggal dulu di hotel ini! Saya sudah menyewa kamar ini untuk satu bulan ke depan!" ucap Felix, "Nanti saya akan mencari tempat baru untuk kalian! Kalian tenang saja!" imbuhnya lagi.
"Maaf, bolehkah saya bertanya?" Sofia angkat bicara.
Felix tahu kalau Sofia bingung harus memanggilnya apa, "Felix. Panggil saya Felix!" ujarnya.
"Oh, Kak Felix. Dimana saya bisa menemui Bu Clara?" tanya gadis itu tergagap. Mungkin Sofia takut juga pada Felix. Saat Felix dan Shane membantu menyelamatkan Clara, Sofia melihat dengan jelas bagaimana Felix membantai banyak orang di sana.
Felix tersenyum, "Shane sedang mencarinya!"
"Oh," gadis itu membulatkan bibirnya.
Manis juga! batin Felix.
"Baiklah, Istirahatlah disini! Nanti aku akan suruh orang untuk mengantarkan baju dan makanan buat kalian!"
"Terimakasih banyak, Nak!" sahut Bu Laura.
"Terimakasih banyak, Kak!" ucap Sofia.
"Sama-sama," jawabnya sambil tersenyum, "Baiklah, aku harus pergi! Jika perlu sesuatu, telfon nomor ini!" Felix menyerahkan kartu nama pada Sofia.
"Baik, Kak. Sekali lagi terimakasih!" ucap Sofia lagi.
Felix hanya mengulas senyum, dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berpamitan pada dua perempuan itu. Felix juga ingin mencari keberadaan Clara.
To be continued ...
°°°°°°°°
Terimakasih atas dukungan para pembaca yang sudah ngasih like dan Favoritnya. Bunganya juga. Kalian memang terbaik....🥰🥰🥰
I Love you full ....😘😘😘😘
Thor kasih Visualnya Papa Bastian yang masih Gagah walaupun sudah tidak muda lagi ya....
__ADS_1