
Sampai di tempat parkiran. Fabyan berhenti mendadak. Membuat tubuh Clara menabrak punggung pria itu.
"Auw! Kenapa sih harus berhenti mendadak?" sungutnya.
"Sssssttttttt! Ada seseorang mencurigakan yang berdiri di depan mobilku!"
"Siapa mereka?"
"Sssstttttt, Kau disini saja!"
___
___
"Apa yang ingin kalian lakukan dengan mobilku?" seru Fabyan pada ke empat laki-laki bertubuh besar dan gondrong. Mereka terlihat gelagapan, karena takut tertangkap mereka mengeluarkan pisau dan senjata tajam lainnya.
Seorang bertubuh besar, denga tato di lengan kanannya, melayangkan tinju ke arah Fabyan. Fabyan menghindari tinju tersebut dengan gerakan yang sangat cepat. Dan membalas tinju itu ke arah lawan.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
Satu orang berhasil tumbang. Satu lagi mengarahkan benda seperti besi, kemudian mengarahkan ke arah Fabyan. Dengan gerakan yang sangat cepat Fabyan bisa menghindarinya. Memberikan kepalan bogem di wajah pria itu. Seorang lagi tidak terima dua temannya tumbang. Dia pun hendak mengarahkan pisau tajamnya ke arah punggung Fabyan.
Clara tidak bisa tinggal diam. Dia memegang kuat tangan pria itu. Meninju wajahnya, dan menendang bagian selangkangannya. Pria itu mengaduh kesakitan, dan itu adalah kesempatan mas buat Clara. Dengan sekali tinjunya, dia juga berhasil mengalahkan satu lawan.
Kini giliran pria terakhir. Fabyan juga berhasil membuatnya ketakutan. Memilih aman, pria itu berlari ketakutan. Disusul oleh pria dua, tiga dan empat. Mereka pun pergi entah kemana.
"Terimakasih!" Fabyan mengucapkan terimakasih kepada Clara. Clara tersenyum penuh tipis.
"Satu sama! Jadi saya tidak punya hutang pada Anda!" gelaknya.
Hem, pintar juga dia ngibulin saya!
"Oke, kita impas!"
_____
_____
Di dalam mobil, mereka saling terdiam. Clara sangat penasaran dengan sosok pria disampingnya. Pasalnya, cara berkelahi Fabyan bukanlah orang sembarangan. Tidak mungkin orang biasa dengan gesitnya menghindari serangan lawan.
Clara bisa melihat aura kuat pada Fabyan. Aura yang kuat menekan orang lain. Bahkan mampu menguasai keadaan lawan. Jika seseorang melihatnya lebih dalam, pasti akan tahu bahwa Fabyan bukanlah orang sembarangan. Bahkan sangat berbahaya.
"Siapa Anda sebenarnya?" tanya Clara.
Ciiiiieeeeeeettttt ...
Secara mendadak Fabyan menginjak pedal rem. Hingga kepala Clara menabrak dasboard mobil. Ia memekik kesakitan, dengan mengusap-usap kepalanya.
__ADS_1
"Pak Rektoooooor!" serunya.
"Maaf saya tidak sengaja!" Fabyan menarik kepala Clara dan meniup-niupnya seperti anak kecil.
"Anda begitu terkejut! Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Clara menaruh tangannya dileher Fabyan.
Hahahaha ..
"Kau itu bicara apa?"
"Ayolah, katakan siapa sebenarnya Pak Rektor ini?"
Clara mengalungkan kedua tangannya di leher Fabyan, pria itu menegang. Kemudian tersenyum lebar. Dia tidak percaya wanita ini benar-benar sangat menggemaskan.
Hahahaha ..
Fabyan justru tertawa keras.
Satu pukulan hendak mendarat ke arah wajah Fabyan. Clara ingin mengetes ilmu beladiri yang dimiliki pria itu. Clara benar-benar sangat penasaran dibuatnya.
Fabyan mampu menangkis semua gerakannya, padahal mereka berkelahi di dalam mobil. Berkelahi di tempat yang sempit, dan ruang gerak yang tidak leluasa, membutuhkan tenaga yang super ekstrak.
"Stop!" seru Fabyan, dan Clara juga menghentikan serangannya.
"Wah, ternyata ilmu beladiri Anda hebat juga ya!" kekehnya. Manik itu saling bertemu, dan menatap malu-malu.
Seketika Clara tersadar, dia harus segera pergi dari mobil itu. Kalau masih tetap disana, dia takut tidak bisa mengontrol diri.
"Hey, ini belum sampai di rumahmu!" namun Clara hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun. Dia memberhentikan taksi dan pergi begitu saja.
____
____
"Wanita yang aneh! Secepatnya aku akan tahu siapa kau sebenarnya!" gumam Fabyan sambil menjalankan mobilnya kembali.
°°°°°°°
Di dalam taksi, Clara berusaha menghubungi nomor Shane. Namun nomor yang dia hubungi tidak ada balasan. Ia jadi sangat kesal dengan pria satu itu.
"Kemana Shane? Saat dibutuhkan, dia tidak bisa aku hubungi!" gerutunya.
____
____
Shane berhasil menggagalkan transaksi narkoba klan Uzumaki dengan Klan Red Bear di sebuah dermaga lama. Dia sudah membocorkan informasi transaksi tersebut kepada polisi. Membuat polisi menyerbu tempat tersebut secara besar-besaran.
Sebagian anggota klan tersebut tertangkap, dan ada sebagian yang berhasil kabur. Aksi tembak-tembakan pun tidak terelakkan lagi.
"Bos, sebagian ada yang tertangkap, sebagian lagi ada yang berhasil kabur!" ucap salah satu anak buah Shane.
__ADS_1
"Aku akan membakarnya! Dengan begitu Klan Uzumaki dan Red Bear akan mengalami kerugian besar!" gelaknya.
Shane begitu puas setelah mengerjai dua klan tersebut. Klan yang berdiri menjadi pendukung klan Black Shadow. Dan menurutnya itu sangat menyebalkan. Dia tersenyum miring.
Setelah urusannya selesai, dia kembali ke mobil. Duduk di mobil, dan membuka ponselnya, banyak panggilan dan pesan yang masuk. Dia baru tahu kalau Clara beberapa kali menghubunginya.
"Clara!" gumamnya, "SHITT, Aku silent! Pantas saja aku tidak dengar ada panggilan dari Clara!"
Sambil berfikir. Jari-jarinya mengetuk pinggiran kursi mobil.
"Apa aku telepon saja? Tapi ini sudah larut malam!" monolognya, "Ah, besok saja! Aku langsung menemuinya!"
°°°°°
Sementara klan Black Shadow masih mencari keberadaan Clara yang sampai sekarang disembunyikan. Bastian sangat geram. Hampir satu bulan, anak buahnya tidak berhasil menemukan keberadaan Clara. Padahal dia sudah menggunakan jasa seorang hacker untuk melacak keberadaan mafia wanita itu.
Bastian hanya perlu bertemu dengan wanita itu. Kemudian membunuhnya. Setelah itu, semuanya aman terkendali. Setiap ada transaksi, tidak ada satupun orang dari Tiger Eye yang berani mencampuri urusannya.
Dua orang berpakaian hitam datang menemui Bastian. Bastian duduk di single Sofa dengan memangku dagunya. Dia memperhatikan penampilan dua orang tersebut yang sangat lusuh. Dua orang dari klan Uzumaki.
"Ada apa? Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Bastian masih menyangga dagunya.
"Informasi bocor! Kami diserbu polisi! Sebagian ada yang tertangkap, dan sebagian lagi berhasil lolos! Tapi barang-barang tidak berhasil kami selamatkan!" ujarnya.
Bastian sedikit terkejut. Dia meremas pinggiran sofa dengan amarah yang ditahannya. Kemudian tersenyum miring.
"Bagaimana bisa anak ingusan macam mereka mengalahkan kalian? BODOH!" teriak Bastian pada dua pria itu. Dua pria itu hanya tertunduk ketakutan.
"Bagaimana? Apakah kalian sudah cari informasi tentang Clara?" teriak Bastian pada hacker yang sudah dia bayar dengan sangat mahal.
"Saya belum menemukan keberadaan Clara! Sepertinya ada seseorang yang sengaja menutup semua aksesnya! Tapi saya mempunyai informasi yang sangat menarik untuk Anda, Tuanku!"
"Apa itu?"
"Ini tentang Ferdinand!"
"Ferdinand?"
"Iya, Tuanku!" jawab pria itu, "Ferdinand memiliki istri lain selain mendiang istrinya! Dia juga mempunyai anak lain selain Clara!"
"A-pa?" Bastian sangat terkejut dengan informasi yang dia dengar, "Brengsek! Ternyata selama ini dia juga menikahi wanita lain hingga memiliki keturunan!"
"Iya, Tuanku!"
"Siapa nama istri dan anaknya? Tinggal dimana mereka?"
"Nama istrinya Laura Kiehl, dan putri mereka bernama Sofia Zahira Kiehl! Sekarang ini mereka tinggal di sebuah kota kecil, Kota X!"
"Wow, ini menarik juga! Jadi Elisa sudah dikhianati?" Bastian tertawa lebar, "Aku tidak menyangka dia mengkhianati cinta Elisha dengan wanita lain hingga wanita itu memiliki anak! Kasihan sekali Elisha! Tenang saja Elisha, aku akan membalaskan rasa sakit hatimu pada Ferdinand! Akan aku habisi semua keluarganya termasuk istri dan anaknya yang lain!" gumam Bastian tersenyum licik.
to be continued ...
__ADS_1
Mana dukungannya?????