Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 55 : Perkenalan


__ADS_3

"Perkenalkan saya Fabyan Bramantyo. Seperti yang dikatakan oleh Clara, saya seorang rektor di sebuah Universitas. Dan kedatangan saya kesini, saya ingin meminta izin kepada Uncle Jo sebagai pamannya Clara, dan juga saudara sepupunya, saya Fabyan Bramantyo meminta izin menikahi Clara untuk menjadi istri saya!" ucap Fabyan to the points.


"APA?" semua sangat terkejut mendengar ucapan Fabyan.


Aduh! Kenapa semuanya jadi terkejut begitu sih?


"TIDAK BISA!" larang Felix, "Aku saja belum kawin! Kau mau melangkahi ku!" teriak Felix.


"Ck, Aku mau nikah. Bukan kawin. Ingat ya, bukan kawin, k-a-w-i-n!" ujar Clara.


"Ah, sama saja!" balas Felix, "Pokoknya tunggu Aku menikah dulu! Baru Kau boleh nikah!"


"Apa? Hahahaha ... !" Clara terbahak, "Siapa yang akan mau menikahi pria tua seperti mu!" Clara terbahak lagi.


"Apa Kau? Kau bilang aku Tua!"


"Kau memang Tua. Apa Kau tidak merasa kalau kau itu Tua?" kekeh Clara.


"Awas Kau ya!" Felix siap-siap melayangkan tinjunya ke arah Clara, dengan sigap Clara menghindarinya.


"Felix tua, Felix tua!" ejek Clara.


Mereka semua yang ada di sana, terkekeh geli melihat kekonyolan dua bersaudara itu.


"BERHENTI KALIAN! APA KALIAN TIDAK MALU!" seru Uncle Jo, "Duduk kalian berdua!" mereka pun terduduk.


Uncle Jo menoleh ke arah Fabyan. Dia menatap manik Fabyan dengan lekat. Fabyan hanya mengulas senyum.


"Kau serius dengan apa yang kau ucapkan?" tanya Uncle Jo kepada Fabyan.

__ADS_1


"Saya serius, Uncle!"


"Kau tahu keluarga Costa?'


Dengan tenang Fabyan menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan Uncle Jo, "Saya tahu siapa Clara. Clara juga tahu siapa saya. Kami merasa cocok. Karena itu saya memberanikan diri untuk mengajaknya menikah!" jawab Fabyan dengan pasti.


"Bagus. Saya suka dengan jawaban mu!"ucap Uncle Jo, "Saya sebagai pamannya sih setuju-setuju saja. Asal Kau bisa membahagiakan Clara, Aku tidak pernah keberatan. Tapi jika kau menikahinya hanya untuk tujuan tertentu, maka aku adalah orang yang pertama akan menghabisi mu!" tegas Uncle Jo.


"Terimakasih banyak, Tuanku!" Fabyan sedikit menundukkan kepalanya.


"Dad, Aku ini belum nikah! Masa dia harus melangkahi ku!"


"Ah, diam kau! Siapa suruh kau hanya bermain-main dengan perempuan! Kau akan jadi bujang lapuk untuk selamanya!"


"Ish, Daddy kejem banget nyumpahin aku kayak gitu!"


"Kalau begitu, cepat carilah calon istri! Kau mau pentunganmu tambah alot?" seru Uncle Jo.


"Ck," desis Felix. Dia menoleh ke arah Sofia. Pipi Sofia bersemu merah, dia nggak habis pikir, ternyata satu keluarga mafia sableng semua. Wkwkwkwkwk ....


"Oya, Clara! Bagaimanapun Bastian adalah ayahmu. Kau harus memberitahukan berita baik ini padanya, agar dia bisa menjadi walimu!"


"Hhhhhhhh," Clara menghela nafasnya panjang, "Akan aku pikirkan, Uncle!"


"Iya. Pikirkan lah!"


______


______

__ADS_1


______


Ternyata di balik pintu, Shane sedang mendengarkan percakapan mereka. Dadanya terasa sesak, dia terlambat untuk mengutarakan isi hatinya pada gadis yang selama ini membuat dunianya serasa berwarna. Tanpa disadari, Shane meninju vas bunga yang ada di atas meja hingga jatuh.


Prangg ...


"Apa itu?"


Sebelum mereka semua sadar dengan kedatangannya, Shane memilih pergi dari sana. Dia membutuhkan waktu untuk berpikir dan menenangkan diri.


Dengan kecepatan kencang, Shane melajukan mobilnya. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Tapi gara-gara satu orang gadis, dia menjadi seperti orang gila.


"SIAL!" berkali-kali Shane memukul-mukul stir mobilnya, "Aku terlambat! Harusnya sejak awal aku memberanikan diri mengatakan pada Clara! Ahhhhhh!" Shane menjambak rambutnya karena frustasi.


"Siapa, Kak?" tanya Clara ke Felix.


"Entahlah, Aku tidak tahu! Tiba-tiba saja vasnya terjatuh!" jawab Felix.


"Apa mungkin ada mata-mata?" timpal Sofia.


"Mata-mata? Nggak mungkinlah, jika mata-mata tidak akan seceroboh ini!" jelas Felix, Sovia hanya membulatkan bibirnya.


"Ada apa?" tanya Fabyan yang ikutan keluar.


"Nggak ada apa-apa. Ayo kita masuk lagi!" ajak Felix.


Apakah itu Shane? gumam Felix.


"Siapa?" tanya Clara.

__ADS_1


"Oh, bukan siapa-siapa! Ayo kita masuk!"


To be continued ...


__ADS_2