Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 76 : Promosi


__ADS_3

Izinkan Author promosi Karya Author yang lain. Bagi yang belum tahu, saya kasih tahu ya....


Judul: Suddenly King of the Mafia


Genre : Pria


Sedikit isi cerita Author sampaikan, jadi kalau bersedia mampir silahkan....


Bab 1 : Pengenalan Tokoh


Namaku Achilleo Graziano, dipanggil Leo. Tinggi, tampan, atletis dan kaya. Sekarang usiaku 28 tahun. Aku dibesarkan di panti asuhan, di kota kecil bernama Neive. Naive sendiri terletak di Piedmont, dianggap sebagai salah satu desa terindah di Italia.


Anna Brixton adalah teman wanitaku saat di Panti asuhan. Hanya dia satu-satunya makhluk di dunia yang mau berteman dengan laki-laki cupu macam aku. Dia lebih muda 4 tahun dariku. Berkulit putih, bermata biru, rambut pirang dan yang jelas cantik.


Keyli Amstrong, dia wanita tangguh yang merubah hidupku. Mengenalkan ku pada kejamnya dunia ini. Dan dia juga mengajarkan ku banyak hal. Hal yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya. Dan sekarang aku tahu, dunia itu lebih kejam daripada Ibu tiri.


Brandon Rios, dia juga temanku satu sekolah. Dia anak orang kaya di kota Neive. Ayahnya seorang pemilik toko kelontong terbesar di kota Neive. Di sekolah, dia menjadi seorang penguasa geng anak-anak nakal. Brandon ini yang setiap hari membullyku di sekolah.


Luke Alfairro adalah Kakekku. Seorang mafia yang ditakuti banyak orang di Negara Italia. Menikah dengan Belle Alfairro dan melahirkan tiga anak bernama Noehea Alfairro, Benyamin Alfairro, dan Dominique Alfairro.


Mereka tiga bersaudara, akan tetapi tidak pernah akur. Mereka haus akan kekuasaan. Apalagi setelah kursi kepemimpinan dunia bawah di serahkan kepada ayahku, Noehea Alfairro. Tentu itu menjadi sebuah perseteruan panjang di dalam keluarga Alfairro. Dan itulah yang menyebabkan aku di sembunyikan di sebuah panti asuhan di kota terkecil.


Penasaran kisahnya, mari kita simak ceritanya ....🥰🥰🥰


Inilah kisah ku ...


°°°°°°°°°°


BRAKK ... BRAKK


"Buka, Buka!" teriakku sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"Bukaaaaaaaa!" teriakku lagi.


Bukannya membuka, anak-anak itu justru tertawa cekikikan di luar pintu kamar mandi. Yang lebih parahnya lagi, mereka menyiramkan air bekas pel yang sudah lama tidak dibuang oleh petugas pembersih, mereka membuangnya lewat celah pintu kamar mandi.


Byurrrrr ...


Basah semua bajuku.


Aku hanya terduduk dilantai dengan kaki ditekuk, dan tanganku memeluk kedua lututku. Aku bukan takut karena aku dikerjai, tapi aku sangat takut pada kegelapan. Anak-anak nakal itu sengaja mematikan lampu kamar mandi.


"Hey, berhenti!" seru seorang wanita, "Jika kalian tidak berhenti mengerjai Leo, aku akan laporkan ke kepala sekolah!"


"Ih, takuuuuuuuttttt!" tawa mereka semakin kencang. Terutama Brandon, pimpinan geng anak-anak nakal itu.

__ADS_1


Hahahaha ...


"Kau pikir kami takut dengan gertakan sambel mu!" ujar Brandon, dia tertawa meremehkan, disusul tawa anak-anak lain, "Dasar anak panti asuhan! Orang-orang kere! Miskin!" olok mereka.


Bergegas wanita itu mengeluarkan aku dari toilet yang sangat bau, gelap dan pengap. Ya, dia adalah Anna. Teman satu panti denganku. Dia lebih berani dariku. Tidak seperti diriku. Lemah.


"Dasar cowok lemah! Bisanya bersembunyi di ketiak Anna!" mereka tertawa lagi. Hahahaha ...


Lagi-lagi mereka menertawai ku. Bukan hanya tertawa, mereka juga mengolok-olok diriku sebagai laki-laki lemah. Namun kenyataannya begitu.


Setiap anak-anak nakal itu mengerjai ku, Aku tidak bisa melakukan apapun. Hanya terduduk lemah dan menerima pembullyan itu. Berbeda dengan Anna. Dia perempuan, tapi dia bisa menjaga dirinya sendiri, termasuk menjaga ku.


"Pergi kau, Brandon! Jika tidak aku akan melaporkan mu ke kepala sekolah!" ancam Anna.


"Hey, Bagaimana ini?" ujar Ully, anak tinggi, berkulit hitam.


"Brandon, kita pergi saja! Jika kita teruskan, kita bisa kena masalah!" ucap Brush.


"Okey, kita pergi dari sini!"


Saat mereka hendak pergi, Brandon menatap tajam ke arahku. Dia menyeringai lebar, memperlihatkan gigi-gigi kuningnya yang sangat bau. Yah, karena diusianya yang sangat muda, dia sudah biasa merokok, membuat giginya menguning bagaikan deretan jagung yang sudah menguning milik Mr. Philips.


"Leo, Kau tidak apa-apa?" tanya Anna.


"Aku tidak apa-apa, Anna!"


"Lepaskan aku!" aku menarik tanganku. Apa kata orang jika seorang pria dipapah oleh seorang wanita. Aku bisa malu.


"Kenapa? Apa kau malu?" kekeh Anna.


Melihat Anna tersenyum, dia terlihat sangat cantik!


"Tidak. Kenapa aku harus malu?" berengutku.


Kami pulang ke panti melewati jalan pintas. Karena dengan melewati jalan tersebut, kami akan lebih cepat sampai.


Ada sebuah rumah kosong yang terletak di tepi jalan. Sudah beberapa tahun sang pemilik membiarkannya kosong, karena mereka memiliki kehidupan yang lebih baik di kota besar.


Aku dan Anna selalu menyempatkan diri untuk menengok rumah tersebut. Di dalam hatiku selalu bertanya-tanya, Kenapa rumah sebagus dan seluas itu ditinggalkan begitu saja oleh si pemilik. Andai saja aku dan Anna bisa tinggal disini, pikirku dalam hati.


Pasti aku senang karena memiliki kamar sendiri tanpa perlu berdesakan dengan teman panti yang lain. Jarak sekolah pun akan menjadi dekat. Aku juga tidak perlu malu kepada teman-teman sekolah, karena biasanya mereka selalu mengataiku anak panti yang miskin.





Kami melewati berjejer pohon apricot yang warnanya mulai menguning. Tandanya sebentar lagi musim autunno atau disebut juga musim gugur. Musim yang tidak begitu aku sukai.

__ADS_1


Karena dimusim gugur, udara akan berubah menjadi dingin. Kami harus memakai mantel tebal untuk melindungi tubuh kami. Tapi aku tidak suka. Karena jika memakai mantel, kulitku akan gatal-gatal. Akan muncul bintik merah pada sekujur tubuhku. Maklum, mantel itu sumbangan dari seorang donatur. Sayangnya, barang-barang yang disumbangkan kualitasnya paling jelek.


Senyum kami mulai mengembang saat kami berjalan di tepian sungai. Kami beruntung masih ada beberapa buah pir yang menggantung di pohonnya.


"Leo, lihatlah! Masih ada buah pir yang menggantung di pohon! Kau tidak perlu memanjat Leo karena rantingnya sudah mengering. Jika kau panjat, kau bisa terjatuh!" ujar Anna mengingatkan.


"Lalu bagaimana kita mengambilnya?" tanyaku.


"Kau goyang-goyang kan saja pohonnya, pasti akan terjatuh!"


"Oke, aku goyang-goyang kan ya!"


Sekali digoyang kan, buah-buah yang masih menempel di dahannya terjatuh satu persatu.


"Ayo lagi! Wuhuuuuuuu. Asyik, banyak sekali nih!" senang Anna.


"Cepat Anna, masukkan ke tas Sekolah mu!"


"Oke," Anna memunguti pir itu hingga tas sekolahnya tidak muat hampir jebol.


Buah pir yang besar, dan berbau wangi pasti sudah masak dari pohonnya. Segera Anna mencuci di sungai dan memakannya. Dan rasanya sangat manis.


"Leo, sudah cukup! Duduklah! Kita makan buah pir ini!" suruh Anna.


"Terimakasih banyak," Aku tersenyum dengan mengambil buah pir dari tangan Anna.


"Wah, manisnya! Setiap hari aku memakan ini, aku tidak akan bosan!" ujar Anna.


"Tapi sebentar lagi musim gugur! Semua pohon mengugurkan daunnya, tentu tidak akan berbuah!" kataku.


"Huft, Kau benar!"


"Apa masih kurang?" tanya ku.


"Ah, sudah cukup! Ini sudah terlalu banyak! Sisakan untuk yang lain. Tupai-tupai juga butuh makanan untuk menghadapi musim dingin!"


"Baiklah, mari kita pulang ke panti! Aku sudah mulai kedinginan! Hehehehe!" ujar ku sesekali mengelap inguku yang keluar dengan sendirinya.


Ah sialan, kenapa udaranya semakin dingin!


Panti Asuhan kami terletak disebuah desa kecil yang sangat indah, di dekat lembah pegunungan. Alamnya masih asri, terdapat sumber bahan makanan yang tersedia untuk penduduk kota tersebut. Contohnya buah-buahan. Kami bisa mengambil dengan sesuka hati.


Penduduk secara swadaya menanam bibit buah pir, apel, jeruk, mangga dan lain-lain. Selain untuk memperindang jalanan dan hutan, pohon-pohon mereka gunakan sebagai pagar rumah. Hawa pegunungan yang sejuk, membuat pepohonan itu mudah tumbuh.


Bersambung ....

__ADS_1


Hey² bantu like karya terbaru Author yuk..... caranya mudah banget, dengan Like dan komentar sebanyak-banyaknya. Mudahkan....🥰🥰🥰


__ADS_2