Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 46 : Penyerangan


__ADS_3

Hahahaha ...


Fabyan tergelak. Dia tidak percaya aksi menggemaskan Clara.


Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya!


"Ayo kita masuk ke gudang itu! Pasti Bu Laura dan Sofia di dalam!"


"Apa? Jadi Sofia dan Ibunya diculik?" Fabyan terkejut.


"Iya," Clara mengangguk, "Aku akan masuk!"


Dengan berhati-hati Clara masuk ke gudang itu. Dia tidak nampak seseorang di dalam gudang itu. Dia yakin bahwa anak buah Bastian pasti bersembunyi, dan sedang memperhatikan dirinya.


"Bastian, keluar kau!" teriak Clara.


"Bastian!"


Prok ... Prok ... Prok


Suara tepuk tangan terdengar di indera pendengaran. Clara menoleh ke arah lantai dua. Di sana Bastian berdiri. Di samping Bastian ada dua pria bertubuh besar dengan tangan bertato. Mereka menyandera Bu Laura dan Sofia, dengan tangan terikat ke belakang, dan mulut yang disumpal dengan kain.


Mereka berteriak meminta tolong, meskipun mulut mereka disumpal, Clara mengerti kalau mereka berusaha meminta tolong padanya.


"Bastian, Kau mencari ku bukan? Kalau begitu lepaskan Bu Laura dan Sofia! Mereka tidak bersalah!" teriak Clara.


Hahahaha ...


"Kenapa kau begitu peduli dengannya? Apakah kau mempunyai hubungan dengan mereka berdua?"


"Hey, Bangsat! Urusan mu dengan ku! Bukan dengan mereka!" teriak Clara geram.


"Kau memang kelinci kecil pengganggu! Jika aku tidak melenyapkan mu, maka bisnis ku di dunia bawah akan hancur!"


Hahahaha ...

__ADS_1


"Apakah kau takut denganku?" ucap Clara meremehkan Bastian.


"Dasar bocah ingusan! Kau berani meremehkan ku!" marah Bastian, "Apa? Aku takut? Kau mimpi ya?"


Hahahaha ...


"Jangan banyak omong! Bebaskan mereka!" teriak Clara lagi.


Bastian memberikan kode pada anak buahnya untuk menyerang Clara. Perkelahian pun tidak terelakkan lagi. Clara dikepung oleh anak buah Bastian yang berjumlah lebih dari lima puluh orang.


Clara hanya mengulas senyum miring. Dia menghajar lawannya dengan tangannya sendiri. Sambil menghajar lawan, maniknya juga sedang memindai seseorang. Sedari tadi dia tidak melihat keberadaan Fabyan.


Clara terus menghajar lawannya, satu persatu tumbang, namun ada juga yang sangat kuat, tidak terkalahkan. Satu tendangan berhasil menendang perutnya, membuat dia terjungkal ke belakang seraya memegangi perutnya.


Namun saat anak buah Bastian kembali mengeroyok Clara, anak buah Black Rose datang untuk menolong. Perkelahian besar pun terjadi. Clara saja heran, pasalnya yang menolong dirinya bukanlah anak buahnya.


Clara tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia pun berlari ke arah Bastian dan anak buahnya.


"Lepaskan mereka!" teriak Clara pada Bastian.


"Serang dia!" suruh Bastian pada dua anak buahnya.


Clara tersenyum penuh dengan kemenangan. Sekarang tinggal dirinya dengan Bastian.


"Kau hebat juga! Kenapa kita tidak kerjasama saja menguasai dunia bawah?"


"Cih, Aku tidak tertarik!'


Clara menghajar Bastian, Bastian menghindarinya. Dia ingin sedikit bermain-main dengan kelinci kecil dihadapannya.


Sekilas Clara sangat mirip dengan Elisabeth. Dari caranya berkelahi, caranya bicara. Dan cara menatap lawannya.


Elisabeth, dia benar-benar duplikat mu!


Tenaga Clara hampir habis. Karena dari awal dia sudah mengalahkan lebih dari lima puluh orang. Dan semua lawannya adalah pasukan khusus Black Shadow.

__ADS_1


Tubuh Clara terpelanting kala Bastian menendang perutnya. Dia kalah dalam tenaga. Apalagi Bastian termasuk orang yang bertubuh besar dan tinggi.


"Bekerja samalah dengan ku! Jika kau menjadi anak buahku, aku tidak akan membunuhmu!" ujarnya sambil tersenyum miring.


"Cih, Aku tidak sudi menjadi bagian mu!" seru Clara membelalakkan matanya.


Bastian mengeluarkan pistol dari belakang pinggangnya, kemudian dia arahkan pada wanita cantik itu.


"Sayangnya, Aku harus membunuhmu! Setelah membunuhmu, aku juga akan membunuh mereka berdua! Dan semua keturunan sekaligus yang berhubungan dengan Ferdinand akan mati!" ucapnya penuh penekanan.


Bastian mengarahkan pistol itu ke arah kepala Clara. Secara diam-diam, Clara juga akan mengambil pistolnya. Dan ...


Dorr ...


Karena terkejut, Clara menjatuhkan pistolnya.


"Jangan macam-macam gadis kecil!" seru Bastian, "Jatuhkan pistolnya!"


"Kau pikir aku bodoh! Aku tahu kau wanita yang sangat cerdik!"


___


___


Kemudian Bastian memberikan kode pada anak buahnya yang lain untuk menghabisi Clara. Namun ...


BRAKK ...


To be continued ..


°°°°°


Hey², ayo ramaikan dengan like dan komentar yang banyak.....


Gift ...

__ADS_1


Favorit ...


Rate bintang ...


__ADS_2