Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 63 : Apakah kau mencintainya?


__ADS_3

Mama Santi mendekati Clara yang kesulitan membersihkan matanya. Mama merebut pembersih dan membantu membersihkan mata Clara yang tidak bisa dijangkaunya.


"Mama!"


"Hem,"


"Apakah Mama mengenal Selena?" tanya Clara penasaran.


"Memangnya Fabyan tidak memberitahumu tentang Selena?"


"Nggak tuh, Ma! Ceritakan dong, Ma!" pinta Clara.


"Selena itu tunangan Fabyan," jelas Mama.


"Apa?" Clara memang tidak tahu itu karena Fabyan tidak pernah bercerita apapun padanya.


"Fabyan belum cerita?"tanya Mama Santi.


"Beneran belum, Ma!"


"Ih, gimana sih tuh anak?" Mama meletakkan pembersih wajah di meja, dia lupa kalau ada sesuatu yang harus segera dia urus, dengan buru-buru Mama Santi keluar dari kamar pengantin putranya. Namun saat di depan pintu Mama berpapasan dengan Fabyan yang hendak masuk ke dalam.


"Byan, Kamu tuh gimana sih? Kamu nggak menceritakan tentang Selena?" ucap Mama.


"Iya, Ma. Maaf Byan lupa!" ucap Fabyan.


"Ish, Kau ini. Sudah sana masuk! Istrimu menunggu di dalam!" suruh Mama.


"Iya, Ma!"


Fabyan masuk ke dalam dan mendapati istrinya sedang menghapus riasan wajahnya.


"Sayang?" Fabyan merubah panggilannya menjadi panggilan sayang, karena Clara sudah sah menjadi miliknya.


Clara memutar kursinya menghadap Fabyan yang duduk disisi ranjang, "Siapa Selena?"


Fabyan mengernyit alisnya.


"Selena adalah tunangan ku," jujur Fabyan.


"Apa?" Clara tidak percaya dengan ucapan Fabyan barusan, "Sebenarnya ada berapa tunangan mu?"


"Ish, jangan berpikiran macam-macam!" ucap Fabyan.


"Lalu aku harus berpikir seperti apa? Kemarin Belle, sekarang Selena. Besok siapa lagi?"


"Ck, Sayang, dengarkan dulu!" ujar Fabyan, "Selena itu tunangan aku sebelum Belle! Dia sudah meninggal!"


"Apa?"


"Iya, dia meninggal karena bunuh diri!" lirih Fabyan.


"Bunuh diri?"


"Sudahlah, jangan dibahas. Ini kan malam pertama kita!" ujarnya.

__ADS_1


"Apakah Selena itu keluarga mafia sepertimu?"


Fabyan tersenyum, "Bukan. Dia bukan anak seorang mafia. Dia juga bukan Queen Mafia. Dia wanita yang lembut, dan dia seorang dokter anak. Makanya dia sangat suka anak-anak!" jelas Fabyan.


"Apakah kau sangat mencintainya?" tanya Clara sedikit tersentil hatinya.


"Iya, Aku dan dia tumbuh bersama. Kami bertunangan saat aku berusia 10 tahun, dan Selena berusia 7 tahun. Coba Kau hitung, berapa tahun kami saling mengenal?"


"Sekecil itu kalian bertunangan?"


"Tradisi itu sudah biasa dikeluarga kami,"


"Jangan bilang kalian juga sering tidur bersama?"


"Enak saja!" Fabyan menyentil kening Clara.


"Auw, sakit!"


"Aku sangat menjaganya!"


"Lalu, Siapa Martin? Dia juga kenal dengan Selena?"


"Aku rasa Martin juga menyukai Selena. Tapi selama ini dia tidak pernah jujur dengan perasaannya!"


"Kau pasti sangat mencintainya!"


"Tentu aku mencintainya! Dia wanita yang lembut, baik dan sangat ramah kepada siapapun. Saat itu aku hanya merasa nyaman jika dekat dengannya!"


"Itu berarti Kau mencintainya!" cebik Clara.


"Kau membuatku kaget?" Clara memukul dada bidang Fabyan, namun Fabyan berhasil menangkapnya.


"Jika aku tidak menangkap tangan ini, aku tidak akan bisa menghadiri pesta dansa malam ini!"


"Omong kosong!"


Fabyan mengecup jari-jari tangan Clara, "Bagaimana menurutmu kamar ini?"


"Bagus. Sangat bagus dan mewah!" jawab Clara.


Kamar yang mereka tempati berada di dalam Mansion, sementara untuk para tamu undangan berada di depan mansion. Ada sebuah bangunan yang sama-sama mewah, dan bangunan itu berdiri persis dibelakang masion itu. Bangunan itu dibangun persis seperti hotel berbintang, dengan 100 kamar. Itu karena Orchid Mansion di dirikan hanya untuk merayakan pesta penting keluarga Bramantyo.


"Sepertinya temanmu yang bernama Martin itu tidak suka kepadaku? Dia terus menatapku!" ucap Clara.


"Itu memang benar. Mata-mataku yang sedang mengawasi Martin, dia melaporkan kalau Martin sangat marah. Dia sampai menghancurkan barang-barang didekatnya karena kesal!"


"Apakah dia seorang Mafia?"


"Iya, dia juga seorang mafia. Tapi hanya mafia kecil!"


"Aku pasti jadi incarannya!"


"Selama kau didekatku, dia tidak akan berani macam-macam! Aku akan melindungi mu!"


"Wow," Clara tersenyum manis, "Kau harus mengatakan itu pada wanita yang lemah. Tapi aku bukan wanita yang lemah!"

__ADS_1


"Aku tidak perduli kau lemah atau kuat. Kewajiban ku adalah melindungimu!"


"Jika aku berpikir dengan perasaan, pasti kata-kata mu aku anggap sebagai perasaan cinta!"


"Bagaimana kalau itu sungguh ungkapan cinta?"


"Kenapa kau tidak mengungkapkannya saat kau mengajakku menikah? Aku belum pernah sekalipun mendengarmu mengatakan kalau kau mencintaiku?"


Fabyan terkekeh, "Apakah perbuatanku selama ini masih kurang?"


"Ah, tentu masih kurang. Seorang wanita paling suka, jika prianya mengatakannya langsung!"


Fabyan menarik pelan pipi Clara, "Jangan berekspresi seperti itu di depan orang lain?"


"Kenapa?"


"Kau sangat imut dan menggemaskan. Pria yang melihatmu, pasti akan langsung jatuh cinta!"


"Termasuk kau?"


"Iya, termasuk aku!" jawab Fabyan, "Aku mau di depan pria lain, kau bermuka jutek!"


"Maka pria itu akan aku hajar! Akan aku bunuh dia!"


"Ah, tidak sesuai dengan ekspektasi ku!"


"Kenapa?"


"Aku pikir kau akan baper! Apa-apaan reaksi mu ini?" Fabyan menghela nafas.


"Ada apa dengan reaksi ku?" Clara terbahak.


"Jangan tertawa!"


"Habisnya kau lucu?" Clara menusuk-nusuk pipi Fabyan.


"Apa? Aku lucu? Kau adalah orang pertama yang mengatakan aku lucu?"


"Memang biasanya bagaimana?"


"Orang menyebut ku pembunuh berdarah dingin, psikopat, dan orang ganteng tapi sinting!"


Hahahaha ...


Clara tertawa lepas.


"Kalau begitu sebutan mu sekarang pria lucu milik Clara!"


Fabyan mengacak-acak rambut Clara sambil tersenyum, "Ternyata kau sangat pintar menggoda suami!"


"Aku memang pintar!" ujarnya.


Aku rasa Selena itu wanita yang sangat penting dalam hidupnya.


Ck, sial, kenapa aku jadi baper gini sih? Rasanya hatiku sedikit berdenyut memikirkan masa lalu suamiku! Apakah ini yang namanya cinta?

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2