Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 45 : Pesan Dari Bastian


__ADS_3

Clara melenggang pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih. Sementara Fabyan hanya terkekeh melihat wanita di depannya, yang menurutnya sangat menggemaskan.


Keluar dari kamar mandi, dia masih mendapati Fabyan yang duduk di sofa sambil tersenyum. Entah apa arti dari senyuman pria itu.


"Ternyata Anda masih disini? Tolong pergilah, saya mau ganti baju!" usir Clara.


"Kau ganti saja disini!" ucap Fabyan santai.


"Apa?" mata Clara membola.


Fabyan tergelak melihat ekspresi Clara, "Oke, Oke. Aku akan keluar!" ujarnya. Belum juga keluar, tiba-tiba saja raut muka Clara berubah setelah melihat sebuah pesan di ponselnya. Dia nampak terlihat marah, kesal bercampur menjadi satu.


BRAKK ...


Clara buru-buru ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian dia keluar sudah berganti dengan kaos ketat berwarna hitam, dengan celana jeans warna hitam juga.


Dia menyambar jaket kulitnya yang ada di atas tempat tidur. Lalu mengambil pistol yang ia selipkan di pinggang, dan pisau yang Ia selipkan di paha.



"Ada apa?" tanya Fabyan bingung karena melihat Clara yang terlihat sangat kesal.


"Clara!" panggil Fabyan memegang bahu wanita itu. Fabyan menatapnya lekat.


"Aku harus pergi," jawabnya.


"Kemana?"


"Bukankah kau tahu siapa aku?" seru Clara menatap Fabyan, "Aku seorang mafia. Pastilah musuhku banyak! Maaf aku harus pergi!"


Clara keluar dari kamar hotel, sedangkan Fabyan masih berdiri mematung di tempatnya. Dia nampak menghubungi seseorang.


____


____


Clara melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Bu Laura. Karena pesan terakhir dari Jacobs, bahwa Bu Laura dan Sofia ditangkap oleh Bastian.


Clara pun langsung melajukan motornya mendatangi rumah Bu Laura. Sampai di depan rumah Bu Laura, nampak rumah sangat berantakan. Barang-barang pecah dan hancur. Bisa dipastikan ada pertarungan hebat di rumah itu.


Bukan hanya barang yang pecah, tapi, banyak mayat yang tergeletak di sana. Clara mencari keberadaan Jacobs.


Lelah mencari, ternyata Jacobs ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kesepuluh pengawal bayangan mati karena tertembak. Clara benar-benar geram dibuatnya.


"Bastian akan aku habisi Kau dengan tanganku sendiri!" marah Clara.


Di meja ruang tamu, Clara menemukan secarik kertas yang ditulis dengan tinta berwarna hitam. Dia yakin itu adalah pesan singkat dari Bastian agar dirinya datang ke suatu tempat. Setelah membacanya, Clara meremas kertas itu hingga tak berbentuk.


"BAJINGAN! BRENGSEK!" geram Clara.


Clara berusaha menghubungi Shane, namun ponsel Shane tidak aktif. Dia berusaha untuk menelfonnya kembali, tetap tidak aktif. Dan itu benar-benar membuatnya sangat jengkel.


Clara pun memutuskan untuk pergi ke alamat itu sendiri. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Secara diam-diam, Fabyan mengikutinya. Dan Clara tidak tahu itu.


Motor Clara sampai disebuah gudang tua, entah milik siapa. Yang letaknya jauh dari pemukiman warga. Dan memang itu keinginan Bastian. Supaya dia bisa menghabisi semua keturunan Papanya tanpa ada yang menghalangi dan siapapun tahu.


Bastian yakin kalau Clara ada di kota ini, pasalnya Laura dan Sofia dilindungi oleh pengawal bayangan dari klan Tiger eye. Diapun membuat sebuah skenario yang sangat epik agar Clara datang ke tempat yang dia tulis di secarik kertas.


Clara turun dari motornya. Di depan pintu masuk, dia sudah disambut oleh lima pengawal Ferdinand. Mereka sudah siap memberikan sambutan pada wanita cantik itu.

__ADS_1


"Cih, Apakah Bastian takut padaku? Hingga dia harus mengirim kalian berlima untuk menyerang ku!" seru Clara.


"Jangan banyak omong!"


Clara tertawa imut, "Ya Ampun, padahal Bastian adalah orang yang sangat pengecut. Tapi kenapa kalian semua masih mengikutinya?"


Hahaha ...


"Clara Lunoks, seorang Queen Mafia. Apakah kau tidak takut dengan kami berlima?" bentak salah seorang pengawal itu.


"Kenapa aku harus takut pada tikus-tikus kecil seperti kalian?" ucap Clara.


Para pengawal yang mendengar ucapan Clara langsung heran. Wanita itu seakan tidak merasa takut. Bahkan sepertinya wanita itu meremehkan lima pengawal khusus Black Shadow.


"Ah, sialan! Apa peduliku? Sepertinya wanita itu tidak ada takut-takutnya dengan kita! SERANG SAJA!" Seru pengawal yang memiliki banyak tato.


Pasukan Bastian mulai menyerang. Kelima pengawal itu bergerak untuk menghajar Clara.


Dengan sigap Clara berhasil membalas serangan mereka. Saling pukul dan saling hajar. Lalu, mereka berlima tumbang.


"Kaaaaaarrgghhhh!"


Kelima orang itu tumbang di tangan Clara. Namun ada tiga puluh orang lagi keluar dari gedung itu. Dan mereka mengelilingi Clara yang kehabisan tenaga.


Namun Clara yang biasa menghadapi orang dalam jumlah besar. Dia tidak sedikitpun bergetar atau takut. Clara hanya tersenyum miring ke arah mereka. Dan pertarungan sengit pun kembali terjadi.


Sementara di dalam gudang, Bastian sedang duduk di sofa besar sambil menonton adegan perkelahian antara anak buahnya dengan Queen Mafia dari layar laptop yang tersambung langsung ke cctv depan gudang itu.


Bastian mengulas senyum. Dia nampak mengangumi cara Queen Mafia itu berkelahi, dan mengalahkan pengawal pertama. Kemudian dia mengalahkan satu persatu anak buah Bastian yang berjumlah tiga puluh orang sekaligus.


"Ternyata dia hebat juga! Ilmu beladirinya sangatlah hebat!" puji Bastian, " Tapi, tunggu! Kenapa dia begitu mirip denganku?" Bastian bergumam sendiri.


"Bahkan saat memegang pistol dengan tangan kiri. Dia sangat mirip denganku!" gumamnya lagi.


____


____


Clara berteriak memanggil Bastian untuk keluar. Dengan nafas yang terengah-engah, Clara berusaha mengatur nafasnya.


"Bastian! Keluar kau! Tunjukkan dirimu di hadapan ku!" teriak Clara dengan suara yang lantang.


Tiba-tiba saja seseorang yang memegang senjata, hendak menembak dirinya. Untung Clara bisa menghindarinya.


Dorr ...


Dorr ...


Dorr ...


Clara mempersiapkan pistolnya, membidik orang-orang yang sudah berusaha untuk menembakinya. Ia menarik pelatuk, setiap tembakan mengenai kepalanya.


Orang yang memimpin pasukan Black Shadow sudah berdiri di samping Clara. Ia langsung melilit leher Clara dengan lengannya.


Orang itu berusaha melilit leher Clara dengan kuat. Membuat Clara tidak bisa bernafas. Dan tiba-tiba ...


Dorr ...


Seseorang telah membidik kepala orang itu dengan senjatanya. Darah orang itu bercecer kemana-mana. Termasuk ke wajah cantik Clara. Dan orang yang melilit leher Clara seketika tumbang dan mati.


Clara menoleh ke arah penembak itu. Ternyata orang itu adalah Fabyan. Ia tidak menyangka kalau Fabyan membuntutinya sampai ke gudang tua, markas Black Shadow menyekap Bu Laura dan Sofia.

__ADS_1


"Pak Fabyan!" kaget Clara.


"Sepertinya kau berhutang lagi padaku!" ujarnya terkekeh.


"Cih, siapa yang membutuhkan bantuan mu?" Clara pergi meninggalkan Fabyan sendiri di sana.


"Hey, Tunggu!" sebuah peluru hampir saja mengenai kepala Clara jika Fabyan tidak menarik dan menundukkan kepalanya.


Dorr ...


Dorr ...


Dorr ...


"Merunduuuuuuuuk!" ucap Fabyan.


Dorr ...


Dorr ...


Dorr ...


"Waw, ternyata pemimpin Black Rose hebat juga ya!" puji Clara.


"Sssssttttttt, diam! Jangan berisik! Jika mau nyawamu selamat!" bisik Fabyan.


"Ish, Kau ini!"


____


____


Anak buah Bastian mencari keberadaan mereka. Namun mereka sangat lihai bersembunyi. Saat anak buah Bastian lengah, barulah Fabyan dan Clara keluar menghajar mereka.


Clara melepaskan tali bra-nya. Tali itu sangat transparan sehingga tidak terlihat. Clara bergegas mengikat leher si pemimpin pasukan dengan tali bra-nya, lalu menariknya dengan kencang.


"Argh, akh!" pemimpin itu kesakitan karena cekikikan yang kuat.


Fabyan hanya bengong melihat aksi Clara yang brutal sekaligus mencengangkan. Setelah pemimpin itu mati barulah dia memasangnya kembali.


"Wow, amazing!" lirihnya.


"APA? KAU SERING MELIHATNYA BUKAN?"sindir Clara membulatkan matanya.


Hahahaha ...


Fabyan tergelak. Dia tidak percaya aksi menggemaskan Clara.


Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya!


"Ayo kita masuk ke gudang itu! Pasti Bu Laura dan Sofia di dalam!"


"Apa? Jadi Sofia dan Ibunya diculik?" Fabyan terkejut.


"Iya," Clara mengangguk.


To be continued ....


°°°°°°°


Hey² semuanya ayo dong kasih semangat author dengan gift yang banyak. Vote juga boleh banget.....

__ADS_1


I Love You full....🥰🥰🥰🥰


__ADS_2