Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 77 : Mencintaimu


__ADS_3

Fabyan sudah menaiki pesawat yang akan membawanya ke Jerman. Dia duduk manis di kursi pesawat sambil memikirkan bagaimana caranya membujuk sang istri supaya percaya dan mau kembali padanya. Sambil memikirkan caranya, tidak terasa dia tertidur dan sudah berada di dalam mimpi.


____


____


Clara bangun pagi, dia berencana ingin memulai aktifitasnya dengan berjalan-jalan melihat beberapa bangunan bersejarah seperti patung Karl Marx dan Friedrich Engels di Taman Marx-Engels-Forum, sebuah taman publik di tengah distrik Mitte di Berlin, dan beberapa tempat bersejarah lainnya. Taman Marx-Engels-Forum ini sendiri adalah peninggalan Republik Demokratik Jerman (RDJ) pada 1986.


Clara juga pergi ke sebuah tempat yang bernama Checkpoint Charlie atau “Checkpoint C”. Ini adalah nama tempat yang diberikan oleh Sekutu Barat, yang merupakan perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat di masa perang dingin. Karena sepanjang perbatasan ini terbentang tembok Berlin yang memisahkan Kota Berlin. Sekarang tinggal reruntuhan saja yang bisa dinikmati oleh para turis. Ditempat indah seperti ini Clara mengambil momen yang tidak bisa Ia lupakan.


Cukup lama Ia berjalan-jalan, hingga berfoto selfie, perutnya terasa keroncongan meminta diisi. Clara pun memutuskan untuk pergi ke Restaurant terdekat menikmati makan siang di luar. Tidak ada menu yang spesial karena memang nafsu makannya sedang memburuk, hingga ia lebih memilih dessert dan coklat panas untuk mengganjal perutnya.


Sambil menikmati makanannya, Ia kembali berfoto ria. Mengabdikan momen penting ditengah kesendiriannya di Negeri orang, tapi dia masih bisa menikmati momen tersebut.


Setelah merasa cukup istirahat dia kembali melanjutkan perjalanannya berkeliling kota dengan menggunakan bus. Beberapa tempat yang Ia kunjungi adalah Gendarmenmarkt, Brandenburg Gate, The Reichstag, dan Berlin Wall Memorial.


Tapi yang paling berkesan bagi Clara adalah mengunjungi Gendarmenmarkt yang terdapat banyak gedung dengan arsitektur dari abad 18 dan 19. Di sana dia juga sedikit membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang untuk sang Papa.


Tidak terasa ternyata waktu berjalan dengan cepat, dia harus bergegas pulang agar sampai di rumah tidak terlalu malam. Namun ternyata di jam-jam berikutnya, bis yang tadi membawanya ke tempat tersebut sudah tidak lewat, Clara sangat bingung dan harus mencari cara untuk kembali ke rumah Papanya tepat waktu.


Clara pun berusaha untuk menghubungi ponsel sang Papa agar menjemputnya. Namun lagi-lagi kesialan menimpa dirinya, ponsel sang Papa tidak aktif, putus sudah harapannya untuk segera pulang. Sambil menunggu akhirnya Clara duduk di sebuah bangku seorang diri.


Sementara Fabyan baru saja sampai di Bandara Internasional Jerman. Dia turun dari pesawat dengan gaya coolnya. Dia menggunakan coat hitam dan kacamata hitam.


Dia berjalan dengan gaya pria maskulin, masuk ke mobil jemputannya. Dia memang membawa beberapa anak buah untuk mengurus segala urusan di luar negeri. Termasuk tempat tinggalnya selama berada di luar negeri.


Sopir membukakan pintu mobil, Fabyan masuk dan duduk manis di kursi penumpang. Dia meraih ponsel dan mengaktifkannya. Dia berusaha untuk menelfon Bastian. Memberitahukan bahwa dirinya sudah sampai di Jerman, ingin langsung menemui Clara. Namun menurut keterangan Bastian, Clara sedang terjebak di suatu tempat dekat dengan Berlin Wall Memorial, karena di tempat itu kalau sudah lewat pukul lima sore, tidak ada bus yang lewat. Dan jalan satu-satunya memang harus menunggu taksi, itupun kalau ada taksi yang kosong.


Fabyan pun berinisiatif untuk langsung menyusul istrinya ke tempat tersebut. Dia tidak perduli jika Clara marah ataupun menembaknya lagi. Karena niatnya datang ke Jerman, Ia ingin meminta maaf dan membujuk istrinya untuk kembali.


Mobil yang Fabyan tumpangi sampai di tempat tujuan. Dia melihat istrinya duduk sendiri di sebuah bangku kosong. Mungkin sedang menunggu taksi.


Fabyan mendekat ke arah Clara, berdiri tepat di hadapan istrinya. Clara yang sedang diposisi menunduk, dia terkejut dengan seseorang yang berdiri tepat di depannya. Jika memang yang berdiri adalah seorang penjahat, dia sudah mengambil ancang-ancang untuk melawan, namun saat dia mendongakkan kepalanya, ternyata yang berdiri tepat di depannya adalah Fabyan suaminya. Sontak dia terkejut melihat suaminya di negara ini.


Clara menggosok-gosok matanya, "Apa aku sedang bermimpi? Ini Fabyan asli atau halusinasi saja?" Clara mencubit kedua pipi Fabyan dengan kuat.


"Auw, Sakit!" pekiknya. Clara langsung menutup mulutnya tidak percaya. Ternyata memang itu bukanlah halusinasi.


"Kau benar Fabyan?" Clara menusuk-nusuk pipi suaminya. Fabyan langsung memegang tangan Clara, dan menciumi jari-jari lentik istrinya.


"Ini benar aku, Sayang!" ujarnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Clara langsung mendorong tubuh suaminya hingga terjatuh. Membuat Fabyan terkejut tapi juga senang karena sang istri begitu menggemaskan.


"Apa yang kau lakukan disini?" ketus Clara.


Fabyan tersenyum, "Tentu saja untuk menyusulmu!"


"Tau dari mana kalau aku ada disini?"


"Shane dan Niko,"


"Apa? Shane dan Niko?" Clara memutar bola matanya, menatap lekat ke arah suaminya, "Kalian sudah berbaikan?"


Fabyan tersenyum, "Lupakanlah semuanya, Ayo kita mulai dari awal! Aku ingin menghabiskan hidupku denganmu!"


Clara tersenyum sinis, "Apa kau sudah tidak waras? Kemarin Kau ingin membalaskan dendam mu kepada ku. Sekarang kau ingin hidup bersama denganku. Kau sudah gila!" ketus Clara.


"Aku minta maaf! Aku tidak sempat menjelaskan tapi .... !"


Bugh ...


Clara memukul tubuh Fabyan lirih, namun pukulan itu tepat mengenai lukanya.


"Auw," ringis Fabyan memegangi pundaknya yang terluka.


"Iya, rasanya sakit sekali. Padahal baru saja ganti perban!"


"Ayo kita ke Rumah Sakit!"


"Tidak usah," kekeh Fabyan, karena memang lukanya tidak sesakit kemarin.


"Kenapa? Nanti infeksi!"


"'Biarkan saja! Bukankah kau sudah tidak perduli denganku?" ucap Fabyan membuat bola mata Clara akan keluar dari tempatnya.


"Pergilah! Kau tidak usah memperdulikan aku!" ketus Clara lagi.


"Aku sengaja datang ke sini untuk membawamu kembali ke Indonesia!"


"Tidak, aku tidak akan pulang! Lebih baik kau saja yang kembali ke Indonesia!"


"Aku tetap akan disini, tidak perduli kau akan marah atau membunuhku!"

__ADS_1


"Kenapa? Bukankah kau membenciku?"


"Aku tidak pernah membencimu. Kau sudah salah paham!"


"Salah paham! Kau pikir aku tuli? Aku mendengar dengan jelas kau sedang berbicara dengan Martin!"


"Martin sudah mengeditnya! Tolong percayalah padaku! Dia yang memanipulasi semua ini!"


"Apa buktinya kalau memang tuduhan Martin itu salah?"


"Aku memang sedang mencari orang bernama Niko. Aku memang dendam padanya, tapi aku tidak dendam padamu, Sayang!"


"Tapi sama saja kan? Aku adalah sepupu Niko!"


"Itu memang benar. Aku sudah tahu itu. Tapi aku terus melanjutkan pernikahan kita, karena aku mencintaimu!"


"Kau bohong padaku! Kata-katamu seperti madu, tapi semuanya terasa seperti racun bagiku!"


"Jika memang aku dendam denganmu, aku tidak akan capek-capek kesini hanya untuk menyusul mu!"


"Itu hanya salah satu trik mu saja! Aku tahu itu!"


"Clara percayalah padaku! Aku mencintaimu, aku sengaja datang ke sini hanya untukmu!" ucap Fabyan, "Jangan kau dengarkan kata-kata Martin. Apa yang dikatakan Martin semuanya tidak benar. Dia yang memiliki dendam, karena sejak dulu Martin memang menyukai Selena. Dia begitu terobsesi pada Selena. Saat dia tahu Selena bunuh diri, dia yang paling menginginkan kematian Niko!"


Clara menatap lekat manik suaminya, memang tidak ada kebohongan dari semua kata-katanya.


"Ayo ikut aku!" ajak Fabyan.


"Kemana?"


"Ke hotel. Kita kembali ke rumah Papa Bastian besok pagi saja. Sebentar lagi memasuki musim dingin, salju akan segera datang!" baru saja Fabyan mengatakan, rintik-rintik salju sudah turun.



"Wah, indah sekali!"


"Ayo naiklah ke mobil, kita cari hotel terdekat!"


"Baiklah," Clara menurut perintah suaminya masuk ke mobil. Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu, terpaksa Fabyan harus mencari tempat untuk bermalam di hotel.


To be continued ...

__ADS_1


Mau tamat ya Guys, cerita kali ini episodenya nggak terlalu panjang. Semoga kalian menyukai ceritanya....😘😘


__ADS_2