Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen

Identitas Tersembunyi : My Beloved Mafia Queen
Bab 61 : Acara Lamaran


__ADS_3

Cletak ..


Fabyan menyentil kening Clara.


"Auw, Sakit!" pekik Clara, "Kenapa kau menyentil kening ku?"


"Hey, hati-hatilah bertindak. Kau tahu aku sangat mencemaskan mu!"


"Iya, Maaf!" jawab Clara sambil memegangi keningnya.


"Mulai hari ini, Kau adalah tanggung jawabku. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. Kau adalah milikku!" bisik Fabyan.


"Ih, Kau ini!" Clara memukul pundak Fabyan membuat Fabyan mengaduh kesakitan.


"Apa kau akan melakukan itu pada semua pria?"


"Hey, Aku ini belum pernah pacaran ya! Jadi Aku melakukan ini hanya padamu!" jawab Clara mengerucutkan bibirnya.


Fabyan sedikit tersenyum, dia tidak percaya wanita yang dijuluki Queen Mafia belum pernah pacaran, "Benarkah? Jadi Kau masih orisinil?" goda Fabyan.


"Tentulah. Kau pikir aku ini sepertimu! Celup sana celup sini!" cebik Clara, dan itu membuat Fabyan sangat gemas dengan wanita di depannya.


Fabyan mendekat ke arah Clara, membuat Clara terperanjat. Dia melangkah mundur hingga tubuhnya menabrak dinding.


"Aku janji jika kita sudah menikah, hanya kau satu-satunya wanita dalam hidupku. Hanya Kau ratu di dalam hatiku!" tubuh Clara membeku, bahkan saat Fabyan menempelkan bibirnya ke bibir wanitanya, reaksi Clara masih saja membeku.


Hingga seperkian detik baru Ia tersadar kalau Fabyan sudah menciumnya. Sontak Ia tersipu malu, pipinya merah seperti tomat. Namun sebisa mungkin Clara menyembunyikan rasa malunya.


"Ih, mudur Kau! Kau membuatku kepanasan!" ujar Clara sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Fabyan tersenyum nakal dengan mengerlingkan satu matanya.

__ADS_1


"Kenapa Kau malu?" gelak Fabyan.


"Tidak, siapa yang malu?"


"Lalu, kenapa pipimu merah?" goda Fabyan lagi.


"Siapa bilang?" Clara langsung memegangi pipinya yang chubby. Sementara Fabyan terkekeh geli.


____


____


Satu Minggu berlalu sejak mereka pulang dari rumah Abrisam. Clara nampak sibuk menyiapkan acara untuk menyambut lamaran dari keluarga Fabyan. Dia tidak mau malu di depan keluarga Fabyan.


"Clara!" panggil Uncle Jo.


"Temuilah Bastian. Dia Papa kandungmu. Dia juga berhak tahu, kalau besok kau akan dilamar!"


"Untuk apa? Meskipun dia Papa biologis ku, tapi Clara rasa dia tidak ada hubungannya dengan acara ini!"


"Clara, kau jangan egois seperti ibumu! Bastian itu Papa kandungmu. Dia berhak tahu dan menghadiri acara lamaran ini sekaligus pernikahan mu!"


"Uncle, Apakah aku harus melupakan apa yang dia lakukan pada Papa Ferdinand? Secara tidak langsung, dia sudah membunuhnya, Uncle!"


Uncle Jo hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa memaksa seorang Clara untuk menerima Bastian sebagai Papanya, meskipun Bastian menyesali semua perbuatannya. Hanya waktu yang bisa membuat keduanya saling menerima dan memaafkan.


°°°°°°°°°


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Lokasi lamaran ada dirumah mewah Clara, salah satu aset keluarga Costa. Sebelum memasuki mansion, banyak sekali hiasan yang terpajang di depan. Menampilkan kesan mewah dan elegan. Meja bundar dan kursinya saja dilapisi dengan emas yang diukir menyerupai hiasan. Berjejer makanan dan minuman Restaurant disudut ruangan.

__ADS_1


Keluarga besar Costa datang untuk menyaksikan acara lamaran. Dan sebagian keluarga Costa adalah keluarga mafia kelas atas atau keluarga konglomerat yang memiliki Perusahaan besar dan kekuasaan yang kuat.


Tak bisa dipungkiri keluarga mereka memang tidak pernah akur. Tapi mengangkat senjata di pesta atau acara suci dianggap merusak moral sebagai seorang mafia. Karena di pesta seperti itu dianggap ajang saling mengejek antar keluarga. Misalnya, jika keluarga Costa mendapatkan pasangan yang buruk, maka akan menjadi bahan lelucon dan bahan tertawaan selamanya.


Rombongan keluarga besar Bramantyo datang ke rumah mewah Clara. Rombongan itu disambut hangat oleh orang-orang di sana. Abrisam nampak terkejut, karena gadis yang selama Ia remehkan adalah seorang yang kaya raya. Rumah mewah Clara bahkan lebih besar dari rumahnya sendiri. Abrisam semakin penasaran ingin tahu siapa kedua orang tua calon menantunya.


Uncle Jo dan Felix ada di sana. Mereka juga menyambut kedatangan keluarga itu dengan ramah dan senyuman yang mengembang.


"Selamat datang! Perkenalkan saya Jonathan, Pamannya Clara. Kakak kandung dari mendiang Mamanya Clara!" Jonathan memperkenalkan diri, "Dan ini putra saya, Felix!" Felix menjabat tangan mereka satu persatu.


"Kami keluarga besar Bramantyo. Saya Abrisam Bramantyo, Papanya Fabyan. Dan ini istri saya Santi Bramantyo. Dan Ini anak kedua saya dan istrinya. Dan mereka adalah adik-adik saya yang ikut menjadi saksi lamaran ini!" tukas Abrisam memperkenalkan seluruh anggota keluarganya.


"Silahkan, Silahkan duduk!" ucap


Uncle Jo mempersilahkan mereka duduk!"


Acara dimulai dengan khidmat, semua menikmati acara lamaran itu hingga selesai dengan lancar. Dan telah disepakati bahwa bulan depan adalah acara pernikahan keduanya.


Clara masih belum percaya, dia akan menikah dengan seorang pria Mafia juga, namun hanya dirinya yang tahu bahwa Fabyan juga seorang mafia. Dia tersenyum bahagia tidak menyangka sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri dari Fabyan Bramantyo. Mengingat keluarga Bramantyo, tiba-tiba Clara sangat ingin melihat raut muka calon ayah mertuanya. Orang tua itu pasti sangat terkejut mengetahui bahwa dia bukanlah orang sembarangan.


Melihat calon ayah mertuanya yang pucat pasi, ingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak, agar pria tua yang sombong itu tidak berani merendahkan orang lain.


Selesai acara selesai, Clara mengajak Fabyan untuk berbincang dengan tamu undangan, yang tidak lain mereka semua adalah keluarga besar Costa. Setiap wajah yang muncul dikenali baik oleh Fabyan, karena sebelumnya Clara sudah memberikan gambaran mengenai keluarganya.


Fabyan memperhatikan baik-baik setiap wajah keluarga Clara. Tapi tidak satupun dari mereka yang sedang Ia cari selama ini. Dan dia harus lebih bersabar lagi untuk mencari seseorang itu.


To be continued ....


Bantu dukung say.....vote, vote, vote

__ADS_1


__ADS_2