
Fabyan membuka kedua matanya. Dia baru saja bangun dari tidur. Dan hari ini dia bangun kesiangan.
Tok ... Tok ... Tok
"Tuan!" sapa Pak Mun, seorang kepala pelayan.
"Masuk!" ujarnya.
"Bagaimana keadaan Anda, Tuan?" tanya Pak Mun cemas karena majikannya baru bangun.
"Jam berapa ini?"
"Ini sudah jam satu siang, Tuan! Seperti yang Anda katakan. Saya harus membangunkan Anda pukul 1 siang!" ujarnya lagi.
"Terimakasih banyak, Pak Mun!" ucap Fabyan.
"Maaf atas kelancangan saya, Tuan! Tuan kok tumben bangun kesiangan? Biasanya Tuan nggak pernah kesiangan!"
"Eh, itu, ada sesuatu yang saya pikirkan! Makanya saya nggak bisa tidur!" ujarnya.
Memang Clara yang membuatnya tidak bisa memejamkan mata. Dia terus mengingat wajah Clara dimana pun dia berada. Bahkan sudah berkali-kali mengusir bayangan itu, tetap dia mengingatnya. Hingga akhirnya Dia terjaga hingga pagi tadi.
"Tuan, Apakah Tuan mau mandi dulu atau mau langsung makan siang?" karena memang hari sudah siang, jadi bukan sarapan lagi.
"Saya mandi dulu. Saya nggak biasa makan sebelum mandi!"
"Baik, Tuan! Saya siapkan baju ganti Anda!"
"Terimakasih banyak, Pak Mun!"
Pria tua itu pergi dari kamar Fabyan. Pak Mun adalah kepala pelayan di rumah mewah milik Fabyan. Rumah Fabyan memiliki empat orang pelayan. Satu kepala pelayan, dan tiga pelayan lain yang memiliki tugas masing-masing.
Pak Mun sendiri bertugas menyiapkan semua keperluan Fabyan. Dari menyiapkan baju, sarapan dan keperluan lain di dalam rumah. Semuanya diurus dengan baik oleh Pak Mun.
Fabyan keluar dengan baju santai dan celana pendek. Dia sudah segar dan wangi. Lalu dia duduk di ruang makan untuk menikmati makan siang yang sudah disiapkan Pak Mun untuknya.
Seperti biasa pria tua itu berdiri di belakang Fabyan. Dia mendekat ke arah Fabyan untuk mengambilkan nasi, sayur dan lauk pauk. Barulah Fabyan melahap isi piringnya.
"Tuan tadi Papa Anda menelfon!" ucap Pak Mun setelah melihat Fabyan menyelesaikan makan siangnya.
"Jam berapa?"
"Sekitar jam 10, Tuan!"
"Mau apa dia?"
"Saya kurang tahu, Tuan!"
"Baiklah. Nanti saya akan telepon balik!"
"Baik," Pak Mun menganggukkan kepalanya, "Satu jam kemudian, Nona Belle juga menelfon Anda, Tuan!"
"Belle Anastasya!"
Mendengar nama itu disebut, Fabyan langsung tidak bersemangat untuk melakukan apapun. Kesegaran yang seharusnya dia dapatkan setelah bangun tidur, hilang setelah mendengar nama Belle.
"Kenapa Belle menghubungi ku?"
"Katanya dia punya kejutan untuk Anda, Tuan!"
"Kejutan? Kejutan apa?"
"Entahlah, Tuan. Saya tidak tahu!"
"Baiklah. Terimakasih Pak Mun!"
____
__ADS_1
____
Fabyan berjalan ke arah ruang kerja. Dia penasaran, kenapa papanya menelfon tadi. Bukannya mengangkat, malah suara operator telepon yang menjawab.
"Papa kemana sih? Bukannya diangkat, malah operator telepon yang menjawab!" kesal Fabyan.
Beberapa kali menghubungi Papanya, masih tetap sama tidak ada jawaban.
Tok ... Tok ... Tok
"Masuk!" suruhnya.
Tok ... Tok ... Tok
Fabyan menoleh ke arah pintu. Dia sedikit kesal. Karena jika Pak Mun yang mengetuk pintu, itu rasanya nggak mungkin. Pria tua itu sangat menghormatinya. Tidak mungkin berisikap kurang aja seperti itu. Mengetuk pintu dengan sangat keras dan tidak memiliki etika.
Fabyan mendekat ke arah pintu. Dengan malas dia membuka pintunya. Dan ....
°°°°°
Anak buah Bastian sudah sampai di kota terpencil. Dia berusaha keras mencari keberadaan Laura dan juga anaknya. Bastian hanya mengatakan bahwa Laura dan Anaknya tinggal di kota kecil itu, tanpa menyebutkan alamatnya. Dan Dua suruhan itu harus berusaha keras untuk mencari keberadaan mereka.
Krish dan Gabriel namanya. Mereka adalah dua orang suruhan Bastian, mereka sudah sampai di kota terpencil itu.
Mereka duduk disebuah Cafe sambil menikmati secangkir kopi. Banyak kendaraan yang hilir mudik di depan Cafe. Sesekali maniknya seperti elang, menelisik setiap orang yang berjalan kaki.
Krish menyeruput Americano Coffenya dengan nikmat. Namun maniknya terus berpendar ke segala arah. Berbeda dengan Gabriel, pria satu itu seorang pengawal yang sangat tenang. Namun dia sangat hati-hati dalam menjalankan sebuah misi.
"Gab, Apakah Bos mengatakan alamatnya?" tanya Kriss.
"Sayangnya tidak. Dia sendiri tidak tahu dimana alamat mereka!"
"Lalu, bagaimana cara kita menemukan mereka, kalau tidak tahu alamatnya! Fotonya saja kita tidak tahu!" ujar Kriss.
"Hey, kita kan masih punya mulut untuk bertanya! Ayolah, jangan pesimis!"
"Aku rasa ini hanya sia-sia saja!"
____
____
Sementara Bastian dengan seorang hacker sedang meretas akses secara ilegal ke komputer, jaringan, sistem komputasi, perangkat seluler, ataupun sistem intern.
"Kau bisa melacak mereka?"
"Sebentar lagi, Bos!"
°°°
°°°
°°°
KLIK ...
"Saya berhasil, Bos!"
Akhirnya sang hacker berhasil melacak keberadaan Laura dan anaknya. Seringai tajam dari bibir Bastian nampak sangat jelas.
"Kerja bagus!"
"Nama Laura Kiehl berusia 47 tahun. Bermata coklat, berambut gelombang. Pekerjaan, dia seorang penjahit. Terkadang menjadi buruh serabutan. Tinggal hanya berdua dengan anak perempuannya. Sedangkan anaknya bernama Sofia Zahira Kiehl. Berusia 20 tahun. Berambut coklat lurus. Bermata kecoklatan. Kuliah di Universitas Panca Bhakti."
"Wow sangat menarik!" Bastian menyeringai senang.
"Ferdinand, sekarang adalah kehancuranmu! Kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan!"
__ADS_1
Hahahaha ...
____
____
Selesai mengajar, Clara langsung menuju parkiran. Dia bergegas ingin cepat pulang, supaya tidak bertemu dengan rektor mesum itu. Namun saat di parkiran, dia tidak menemukan ada mobil Pak Rektor.
"Apa Pak Rektor tidak masuk?" gumamnya.
Seorang security melintas di depannya. Clara pun memanggil security itu. Ia penasaran ingin memastikan Pak Rektor masuk atau tidak.
"Apakah Pak Fabyan tidak masuk?" tanya Clara pada Security.
"Sepertinya tidak, Bu!"
Clara mengulas senyum tipis, "Baik. Terimakasih banyak!"
Clara pun menyalakan motornya pulang ke rumah. Tapi sebelum pulang, dia ingin mampir dulu ke supermarket. Dia ingat kalau sabun mandi dan perlengkapan yang lainnya sudah habis.
Clara memarkirkan motornya di parkiran Supermarket. Dia berjalan mengambil trolly, mendorongnya hingga berdiri di rak sabun dan sampo. Dia mengambil merek sabun dan sampo favoritnya, kemudian berjalan lagi ke rak bagian sikat gigi. Dia paling suka dengan warna purple, dia pun mengambil lima sekaligus.
Dari rak sikat, dia mendorong trollynya ke tempat sayur dan buah-buahan. Dia ingat kalau Bu Laura sangat suka memasak. Dia pun membeli banyak sayur, buah, daging dan ayam untuk di rumah. Dia yakin Bu Laura akan terkejut karena kulkasnya akan dipenuhi dengan bahan-bahan makanan. Dia tersenyum miring.
Selesai dari tempat buah dan sayur. Dia berhenti di rak makanan kering. Dia ingin membeli cemilan untuk dirinya dan untuk Sofia. Dia tahu betul kalau gadis itu sangat suka dengan kripik kentang. Clara pun membeli banyak cemilan keripik dan minuman kaleng untuk gadis itu.
Saat Ia memutar tubuhnya, tidak sengaja dia menyenggol seorang wanita yang berdiri tepat di belakangnya. Membuat barang-barang belanjaan yang ada ditangannya jatuh berserakan, begitu pula wanita itu. Semua belanjanya juga jatuh berserakan. Sontak wanita itu menatapnya dengan tatapan yang tajam.
"Hey, Apa kau tidak punya mata? Kau sudah membuat barang belanjaan ku jatuh!" bentaknya.
"Maaf, Nona! Saya tidak sengaja! Biar saya bantu!" ucap Clara.
"Tidak usah pegang barang belanjaan ku!" bentaknya sambil menepis tangan Clara dengan kasar, "Matamu buta ya! Hingga tidak bisa melihat orang sebesar ini!" teriaknya.
"Aku sudah meminta maaf pada Anda! Kenapa Anda justru nyolot?" Clara mulai kesal.
"Tentu saja Aku nyolot. Karena kamu tidak punya mata!"
Hhhhhhhhh, ini orang bikin kesel aja! Kalau nggak ramai, aku sumpal mulutnya dengan sendal jepit!
Lebih baik aku pergi!
"Aku kan sudah minta maaf! Lagian Nona juga nggak ada yang luka! Kenapa Anda lebay banget sih?"
"Nih, buat ganti kerugian!" Clara menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan pada wanita itu. Kemudian dia pergi meninggalkan wanita itu yang sedang ngomel-ngomel nggak jelas.
Setelah membayar barang-barang belanjaannya, Dia pun langsung melenggang meninggalkan supermarket.
To be continued ...
Hey-hey kakak-kakak semua!!😁😁
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari ya! Insyaallah. Tapi updatenya tidak pasti. Karena Author nya harus mengutamakan kepentingan pekerjaan the real life 🙏🙏
Maka dari itu, mohon dukungannya 🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan Like, komentar, favorit, rate bintang lima, gitfnya bisa berupa bunga ataupun kopi, vote juga Author bersyukur banget...😂😂
Kasih bintang juga di novel ini ⭐⭐⭐⭐⭐, biar novel ini semakin bersinar seperti Clara dan Fabyan!!!!🤗🤗
Novel ini hanya akan ada di aplikasi Novel toon dan Manga toon saja. Bila ada di Aplikasi lain berarti itu cuma plagiat, dan Plagiat tidak dibenarkan dalam kepenulisan!!!!😱😱
Jadi, jika ditemukan para pembaca setia Cahyaning Fitri menemukan adanya Plagiat, mohon dilaporkan ya!!!!🙏🤗
Dukung terus novel ini, tambahkan di rak baca kalian. Nikmati alurnya, dan selamat membaca.....🥰🥰🥰🥰
Dilarang boomlike, karena jika itu sampai terjadi, akan menurunkan performa novel Author..🤗🤗
__ADS_1
Sehat-sehat buat kalian yang sudah setia hingga beberapa Bab, Semoga novel ini bisa menjadi penghibur di waktu senggang kalian....🥰🥰
Selamat membaca dan beraktivitas....🙏🙏