
"Claraaaaaaaa!" seru suaminya, namun Clara menatapnya sayu, dengan rasa sakit di hatinya. Dia pergi meninggalkan gudang tua itu tanpa mengindahkan panggilan dari suaminya.
**********¢¢*******
Clara turun dari taksi ya ditumpanginya, sampai ditujuan dia langsung keluar dengan raut muka yang sangat kesal. Kini Felix dan saudaranya yang lain sedang berkumpul di hotel, sementara Uncle Jo sudah kembali ke Finlandia. Dia tidak tega meninggalkan istrinya terlalu lama.
Clara mendatangi kamar ketiga bersaudara dan Shane membukakan pintu untuknya. Shane begitu bahagia saat melihat wanita yang selalu ada dihatinya datang, namun raut muka Clara sangat kacau. Penampilannya berantakan, bajunya juga sedikit lusuh, ingin rasanya Shane bertanya, tapi dia tidak berani untuk bertanya sebelum Clara bercerita sendiri.
"Clara!"
"Dimana Kak Niko?" tanya Clara dengan ketus.
Belum menjawab, Clara sudah menyerobot masuk ke dalam. Ketiga saudaranya sedang berkumpul, termasuk Shane. Sepertinya mereka sedang mengadakan pesta kecil-kecilan. Ada banyak botol minuman di kamar itu, dengan beberapa cemilan di atas meja.
Clara melihat Niko sedang duduk di sofa, Ia langsung mendekat ke arah Niko dan menghajar kakaknya. Satu bogeman keras berhasil mendarat ke pipi Niko, disusul dengan tendangan bebas dari Clara menyentuh perutnya.
Bugh ... Bugh .... Bugh
Niko jatuh tersungkur dengan memegangi perutnya yang terasa sakit. Felix dan Canon begitu terkejut melihat aksi Clara yang tiba-tiba datang dan menyerang Niko secara membabi buta.
__ADS_1
"Katakan kepadaku! Apakah kau yang memperkosa gadis bernama Selena? Hah!" bentak Clara kepada Niko.
"Apa?" Niko nampak terkejut, "Apa maksudmu?"
"Kau kan yang sudah memperkosa wanita bernama Selena! Katakan!" teriak Clara dengan mencekram kerah baju Niko.
"Apa maksudmu, Clara?" tanya Felix, "Kenapa kau datang, dan menghajar Niko? Apa salah dia?" tanya Felix sebagai penengah.
"Kakak tanyakan saja pada Kak Niko. Kakak tanyakan, Apa benar dia yang memperkosa wanita bernama Selena?"
Manik Felix menoleh ke arah Niko. Dia mencari jawaban dari mulut adiknya. Dia tidak segan-segan menghukum adiknya yang memang melakukan kesalahan.
"Apa? Itu tidak mungkin!" Niko mengusap wajahnya kasar.
Wanita itu bunuh diri?
"Fabyan tidak mencintaiku, dia hanya melampiaskan rasa sakit hatinya! Tolong Kakak jujur, Apa benar Kak Niko yang sudah memperkosa Selena?" teriak Clara.
"Katakan Niko!" desak Felix, "Jangan menjadi pengecut Kau! Ayo katakan!" teriak Felix.
__ADS_1
"Iya. Aku yang memperkosanya!" jawab Felix. Semua orang yang mendengar pernyataan Niko begitu terperanjat. Mereka tidak percaya kalau Niko tega melakukan itu. Karena biasanya Niko hanya mau bermain dengan wanita penghibur atau kekasihnya yang mau diajak bercinta. Namun kali ini bagaimana seorang Niko bisa memperkosa seorang wanita.
"Saat aku berlibur di Indonesia, Aku diajak seorang teman ke acara pesta bujang. Aku terlalu banyak minum, Lalu Aku pulang ke hotel dalam keadaan mabuk. Aku masuk ke kamarku. Sesaat kemudian, ada seseorang mengetuk pintu. Aku membukanya, ternyata wanita itu. Dia menanyakan nomor kamar yang dipesannya, karena nomornya memang mirip dengan nomor kamarku. Ternyata wanita itu seorang Dokter, dia sedang ada acara seminar di hotel tersebut. Aku dalam pengaruh minuman alkohol, aku pun memperkosanya! Saat aku tersadar, dia menangis dan hampir membunuhku. Aku pun mendorongnya, dan pergi meninggalkan wanita itu begitu saja. Tapi setelah kejadian itu, Aku benar-benar sangat menyesal!" ucap Niko penuh penyesalan.
"Apa?" geram Clara, "Tega sekali Kau, Kak! Gara-gara Kak Niko, Aku yang menjadi pelampiasan kemarahan Fabyan!" isak Clara.
"Maafkan Aku, Clara! Aku memang pengecut. Seharusnya saat itu aku tidak meninggalkannya!"
"Kau memang bodoh! Makanya, pikirkan dulu sebelum bertindak!" marah Felix.
"Maaf, Aku minta maaf. Aku memang salah! Aku akan meminta maaf kepada Fabyan!"
"Percuma!" ujar Clara, "Sudahlah. Semuanya sudah selesai!"
Clara berdiri, saat ini dia hanya ingin sendiri. Dia keluar dari kamar hotel meninggalkan ketiga saudaranya dengan rasa sedih dan kecewa. Secara diam-diam Shane mengikutinya dari belakang.
To be continued ....
Bantu like dan komentarnya Say.....
__ADS_1