ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 11


__ADS_3

"Aku mau menikahinya dengan satu syarat" Arka menatap tajam ibunya.


"Maen syarat - syaratan ama orang tua, pamali!!" Ucap Adel sambil meneguk teh yang sudah mulai dingin.


Arka semakin menajamkan pandangan nya, membuat Adel menyerah.


"Iya..iya, Apa syarat nya?"


"Aku akan menikah, tapi jangan ada pesta apapun dan jangan sampai media tahu. Aku tidak ingin repot karena hal itu". Ucap Arka serius


"Ya udah sayang, ibu setuju. kamu siap - siap sekarang, kamu akan menikah nanti malam" Ucap Adel senang.


"APA???? yang benar saja bu, yang kita bicarakan itu pernikahan, bukan acara makan malam" Arka menatap ibu nya tak percaya.


"Ibu sudah mengurus semua nya, kamu tinggal duduk manis saja sayang" Adel memang sudah membicarakannya dengan bi ihat dan mang kokom setelah Reva menyetujui nya.


Tadi Mang kokom sudah mengundang penghulu, dan beberapa sanak saudara untuk menjadi saksi.


Sementara bi ihat sejak tadi sudah mulai memasak untuk acara nanti malam, di bantu oleh beberapa tetangga.


"Assalamualaikum bi". Reva menekan tombol hijau saat nama bibinya terlihat di layar ponsel nya.


"Neng, kamu pulang sekarang ya" Reva terlihat khawatir mendengar bi ihat menyuruh nya untuk pulang.


"A ada ap apa bi?? Apa terjadi sesuatu?". Tanya Reva khawatir


"Kamu pulang aja, ajak Salfa juga ya, kafe nya di tutup sekarang aja, sekalian sampai besok juga liburin sekalian". Reva semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi di rumah.


Setelah pembicaraan selesai Reva keluar dari ruangan nya mencari keberadaan Salfa, membicarakan tentang pembicaraan nya dengan bi ihat.


Reva mengumpulkan karyawan nya, setelah tamu terakhir meninggalkan kafe nya. Reva memberitahu bahwa, besok akan di liburkan dan sekarang kafe akan di tutup lebih cepat, jadi setelah mereka selesai dengan pekerjaan nya mereka bisa segera pulang.


Salfa menemani Reva pulang dengan menggunakan taxi online, karena Asep sepulang kuliah langsung pulang ke rumah nya.

__ADS_1


Reva dan Salfa yang sudah turun dari taxi langsung melempar pandang, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa di rumah Reva terlihat ramai, Reva hanya mengangkat kedua bahu nya ketika Salfa tidak juga memutuskan pandangan nya.


Mereka melihat beberapa orang tengah sibuk menggelar karpet di ruang tamu, sedang kan sofa dan meja sudah di geser ke ujung ruangan, mereka menghampiri bi Ihat yang tengah sibuk menata kue - kue di atas piring.


"Mau ngadain syukuran ya tan? Bukan nya bagian kita itu nanti, bulan depan?" Tanya Reva yang mengambil kue apem di depan nya.


"Iya ada acara Syukuran mendadak, tapi bukan syukuran bulanan yang biasa nya sayang, kita mau ngadain syukuran buat pernikahan kamu" Ucap bi ihat santai.


"uhukk uhukk.." Reva menyemburkan kue yang belum di telan nya, Salfa membantu menepuk nepuk punggung sahabatnya itu.


"Kenapa akhir - akhir ini, banyak sekali orang yang senang membuat ku tersedak" Ucap Reva sambil mengusap bibir nya.


"kamu sudah pulang sayang?" Ucap Adel yang menghampiri mereka. Reva mengmbil tangan Adel dan mencium nya, kemudian di ikuti Salfa melakukuan hal yang sama.


"Kamu siap- siap gihh, udah ada MUA yang nunggu kamu di kamar". Ucap Adel


"Ja jadi be benar aku akan menikah sekarang? dengan orang itu? Reva menatap tak percaya, sambil menunjuk laki - laki tampan dengan kemeja putih nya.


"Iya sayang, bukan nya kita sudah


"Ta tapi baru ta tadi pagi tan, aku ki kira tidak akan secepat ini" Reva masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Niat yang baik harus di segerakan, bukan begitu teh??" Tanya Adel yang di angguki bi Ihat.


"Salfa, tolong temani Reva siap - siap ya!!" Bi Ihat memberi perintah, Salfa pun mengangguk dan menarik tangan sahabat nya yang masih saja ingin melayang kan protes nya.


Di depan cermin terlihat sosok gadis cantik mengenakan kebaya putih sederhana, dengan rambut di sanggul dan beberapa helai rambut di biar kan menjuntai di dekat pipi kiri dan kanan nya, dengan sedikit hiasan di atas kepala menambah ke anggunan nya malam ini, polesan make up tipis terlihat natural, semakin memancarkan kecantikan nya.


Salfa menatap kagum sahabatnya itu.


"Kamu bener- bener kaya artis neng, tapi kamu ngerasa aneh ga sih, dengan kejadian yang tiba - tiba nikah gini?".


Reva melambaikan tangan nya meminta agar Salfa mendekat, dan Salfa pun menurutinya.

__ADS_1


"Aku juga ngerasa aneh teh, berkali - kali aku mencari sesuatu bahkan di tempat - tempat tersembunyi, mungkin aja ada sebuah kamera yang sengaja di simpan seseorang. Aku yakin ini adalah prank" Reva berbisik - bisik seperti anak kecil.


"Awwwww" Reva menjerit ketika mendapat jitakan dari sahabatnya itu tepat di kepalanya.


"Kebanyakan nonton acara ba*m wong ya kaya gini, halu. ga sekalian aja berharap dapet hp gratis" Ucap Salfa meledek.


"Aissssh tenaga wanita kok kaya laki- laki, gimana kalo kepala aku tadi retak, di jitak keras banget kaya gitu" Reva mengusap usap kepala nya.


"Tinggal pake n*drop doang juga bisa yang retak mah gampang" Salfa menyengir melihat Reva mengerucutkan bibir nya.


Acara pun di mulai, mang kokom dan Asep sibuk menyambut para tamu yang sudah berdatangan. sementara bi ihat dan Adel tengah sibuk mempersiapkan ke dua mempelai, membawa mereka duduk di depan meja yang sudah di siapkan untuk akad.


Hingga acara selesai dengan lancar, setelah para saksi mengesahkan Ijab yang di lantunkan hanya dengan satu tarikan nafas saja oleh Arka, kemudian ke dua mempelai saling menyematkan cincin di jari manis pasangannya.


Cincin yang mereka pakai adalah cincin Adel dan mendiang suami nya, kemudian Reva mencium tangan Arka tanpa melihat lelaki yang kini telah menjadi suami nya itu.


Setelah acara selesai, pasangan pengantin baru itu memutuskan untuk pergi ke kamar dan membersihkan diri.


"Bisa kah aku meminjam handuk, aku ingin mandi?" Tanya Arka kepada Reva yang masih sibuk membersihkan make up yang menempel di wajah nya.


"Ada di lemari sebelah kiri, paling bawah" Ucap Reva tanpa melihat Arka. Hingga tiba - tiba Reva berlari menghampiri Arka yang hampir membuka lemarinya.


"tunggu...tunggu bi biar a aku saja yang mengambilkan nya" Reva segera membuka pintu lemari nya sedikit, lalu meraba- raba mencari keberadaan handuk nya, hingga memberikan nya kepada Arka.


"Cewek aneh" Ucap Arka yang berlalu ke arah kamar mandi setelah mengambil handuk nya.


"TERIMA KASIHHH SEHARUSNYA BILANG TERIMAKASIH TUAN!!" Reva berteriak, Dan tentu saja Arka mendengar nya di kamar mandi, Arka tersenyum lebar mendengar istri nya sedang mengutuk dan menyumpahi nya dengan kesal.


"Ahhh untung saja dia tidak membuka lemari nya, muka ku pasti akan bersembunyi di pantat karena malu, kalo sampai dia melihat semua pakaian dalam ku"


Bersambung....


Spesial hari ini aku kasih crazy up ya..

__ADS_1


Mohon Like, Coment & Vote nya ya..


Terima kasih...


__ADS_2