ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 9


__ADS_3

"Teh bolehkan aku membawa Reva pergi??"


Adel menatap bi ihat ragu.


"Aku ingin dia menikah dengan Arka, aku akan menyayanginya seperti anak ku sendiri, aku akan menggantikan Nada untuk menjaga nya" Lanjut Adel meyakin kan.


Bi ihat terkejut mendengar keinginan Adel.


"Teteh tidak akan memaksakan sesuatu yang tidak Reva inginkan, teteh akan membebaskan nya untuk memilih jalan hidupnya sendiri apalagi urusan hati. Reva adalah anak teteh juga Li, jadi teteh dan aa akan menjaga nya dengan baik. Tidak akan membiarkan dia terluka" bi ihat terdengar kesal.


"Maksud aku gini loh teh, coba teteh pikir dari sekian banyak orang, yang datang menolong ku waktu kejadian kemarin kenapa harus Reva?? tidak ada yang nama nya kebetulan teh, aku yakin ini sudah takdir" Adel mencoba meyakin kan bi ihat lagi.


"Kalau sendainya Reva setuju tentang perjodohan ini, teteh juga akan mendukung nya, tapi tolong jangan paksa dia Li" bi ihat menatap Adel yang sudah tersenyum senang dan mengangguk.


" Terima kasih" ucap Adel dan mereka berpelukan.


Sebuah sepeda motor terlihat berhenti di depan pagar rumah, seseorang turun kemudian membuka pintu pegar agar motor tersebut dapat masuk, orang itu adalah Reva dan Asep yang baru saja pulang.


"Assalamualaikum.." Ucap Asep dan Reva berbarengan ketika melihat bi ihat dan Adel sedang duduk di dekat kolam ikan.


"Waalaikumsalam".


"Udah malem loh ini masih di luar wae, nanti cepet keriput, inget kata om Rhoma, jangan begadang kalo tiada artinya xixixi" Ucap Reva sambil mencium tangan tante2 nya.


"kamu ini, orang tua di godain pamali tau" Ucap bi ihat sambil mencubit pipi keponakan nya dengan gemas..


"maaf...maaf, lagian kalo masuk angin nanti repot juga bi" Ucap Adel yang mencomot sisa puding di piring.


"Bapak kemana mah, ko ga keliatan?" Tanya Asep yang tidak melihat keberadaan mang kokom.


"Tadi selesai makan malam bapak masuk ke kamar kaya nya lagi ngeberesin pekerjaan nya" jawab bi ihat.


"Ya udah Asep ke dalem dulu mah, tante. permisi" pamit Asep sambil sedikit membungkuk.


"Aku juga masuk deh, mau mandi. Lengket banget rasa nya nih badan" Ucap Reva sambil berlalu pamit dan di angguki oleh bi ihat dan Adel.

__ADS_1


Malam pun berganti pagi, di dapur Reva sedang sibuk membantu bi ihat menyiapkan sarapan. Menata meja, menyiapkan piring dan gelas.


Semua orang sudah berkumpul, menyantap nasi goreng dan telor ceplok, hingga acara makan selesai, tidak ada pembicaraan yang terdengar kecuali suara sendok yang bertegur sapa dengan piring.


"Sayang, bisakan kita mengobrol sebentar?" Tanya Adel yang menghampiri Reva saat tengah sibuk mencuci piring. Reva mencuci tangan dan mengeringkannya kemudian mengangguk. Mereka pun duduk di meja makan yang tadi sudah di bersihkan.


"Ada apa tan?" Tanya Reva.


"Tante pengen minta tolong sama kamu sayang" jawab Adel ragu.


"minta tolong? Apa yang bisa aku bantu tan?"


"mmmm..tante pengen minta tolong supaya kamu mau di jodohin sama anak tante"


"Uhuk..uhuk..uhukk"Reva tiba - tiba tersedak karena terkejut.


"Ini minum sayang, maaf kamu pasti kaget ya" Ucap Adel khawatir dan memberikan segelas air.


Reva meneguk nya tanpa sisa, meletakan gelas di hadapan nya, menengok ke kanan dan kiri, melihat ke bawah kolong meja dan masih sibuk memperhatikan sekeliling nya seperti mencari sesuatu.


Reva mendekatkan tubuhnya ke arah Adel.


"Tante nyimpen kameranya dimana? tante lagi ngeprank aku kan? tante youtuber ya?" Tanya Reva bisik - bisik.


" Hahahah" Adel tertawa sambil memegang perutnya, sesekali mengusap air matanya yang sedikit keluar karena tertawa.


"Kamu kira tante bercanda??" Tanya Adel yang masih saja sesekali tertawa.


"Jadi tante serius??" Tanya Reva yang di angguki Adel, kemudian Adel menyentuh tangan Reva dan menggenggam nya.


"Tante serius pengen kamu jadi menantunya tante, jadi istrinya Arka!!".


Reva hanya bengong tidak menjawab. hingga tersadar saat Adel mengeratkan genggaman.


"Si manusia lap mobil kering itu??" Jawab Reva asal menimbulkan kerutan di dahi Adel.

__ADS_1


"Lap mobil kering??" Tanya Adel mengulangi kata - kata Reva.


"Maaf ya tante, kaya nya aku ga bisa bantu untuk hal ini, aku ga mau menikah dengan orang yang tidak aku kenal. ini bukan jaman nya *** kotok di lebuan tan, sekarang *** kotok udah laku jadi uang. Lagian aku ga mau mati muda gara-gara darah tinggi kalo hidup sama orang kaku kaya dia tan" Reva berkata blak - blakan tentang apa yang dia pikir kan. Reva merasa tidak enak hati saat melihat raut wajah Adel yang kecewa.


"Maaf ya tan, aku salah ngomong ya, aku tidak bermaksud menjelekan anak tante aku hanya mencoba jujur dengan apa yang aku rasakan, dan awalnya aku pikir dia itu bukan anak kandung tante loh soal nya sifatnya beda benget ama tante yang lemah lembut, baik dan hangat" Lanjut Reva yang melihat Adel mulai berkaca- kaca.


"Sebenarnya Arka anak yang baik, dia anak yang humoris, hangat dan perhatian. Tapi dia berubah seperti sekarang, karena di usia yang masih muda dia harus menanggung beban yang sangat berat. Sejak suami tante meninggal Arka yang baru berusia 20 tahun harus menggantikan posisi ayahnya. Dia kehilangan masa muda nya, dan kepercayaan terhadap orang lain" Adel bercerita dengan pandangan kosong menerawang, mengingat anak nya yang harus bekerja keras dari muda. Reva mulai menyesal dengan kata - kata nya, tidak seharusnya dia menilai orang yang belum dia kenal.


"Aku minta maaf tante, aku sudah menilai Arka tanpa mengenal nya" Ucap Reva tulus.


"Tante berharap dia bisa kembali seperti dulu jika menikah dengan orang baik seperti mu, dan tante ingin melindunginya dari orang - orang serakah yang ingin mencelakainya" Ucap Adel sedih.


"Melindungi nya? siapa yang bisa mencelakainya? kan tante punya segalanya, tante bisa menyewa orang supaya menjaga nya 24 jam" Jawab Reva.


"Kamu ingat kejadian waktu tante kecelakaan?? Apa kamu pikir itu hanya murni sebuah kecelakaan saja? tante takut mereka akan menyakiti Arka juga." Adel membuat Reva kaget dengan kata - kata nya, Dan Reva mulai penasaran tentang sebenarnya apa yang terjadi.


"Mak maksud tan tante??" Tanya Reva tidak mengerti.


"Ada yang sengaja mencelakai tante, banyak orang yang mengincar posisi Arka sekarang. Dan hanya wanita baik dan kuat seperti kamu yang bisa menyelamatkan dia sayang, menjauhkan nya dari orang - orang yang hanya memanfaat kan nya saja, seperti Luna" Ucapan Adel kini mulai membuat Reva bimbang.


"Luna??" Jiwa kepo Reva tengah meronta - ronta.


"Luna adalah pacarnya Arka, putri dari sahabat suami tante. Tapi ketika suami tante meninggal dia jadi terobsesi untuk memiliki seluruh perusahaan. Dan dia menggunakan putrinya sebagai alat untuk melancarkan tujuan nya".


"Kenapa tante tidak memberi tahukan kebenaran nya sama Arka??"


"Tante belum punya cukup bukti, maka nya tante minta tolong sama kamu untuk menjauhkan Arka dari wanita iblis itu sampai tante menemukan bukti yang kuat, tante mohonn" Adel memohon putus asa membuat Reva sangat bingung dengan keputusan yang harus dia berikan...


Bersambung...


Mohon Like & Coment nya ya..


tolong share promosiin novel ini juga supaya banyak yang mampir..


Di tunggu Vote nya ya..

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2