
Beberapa hari telah berlalu, Reva bisa bekerja dengan tenang tanpa ada gangguan dari siapa pun.
Kini Reva sudah mulai mengenal beberapa karyawan dan mulai akrab dengan mereka.
Setiap makan siang Reva tidak sendiri lagi, walaupun Reva masih suka membawa bekal yang si siapkan oleh bu Nur.
Reva tengah sibuk mencatat poin - poin penting dari rapat yang kini sedang ia hadiri, tanpa Reva sadari ada dua pasang mata yang tengah memperhatikan nya, mata itu milik dari Gatan dan Arka.
Gatan tersenyum menatap kagum keindahan yang sedang di nikmati mata nya, sedang kan Arka hanya sesekali menyunggingkan senyum tipis nya melihat istri nya begitu fokus seperti anak kecil yang sedang belajar untuk ujian.
Jam kantor pun selesai, Reva segera menenteng tas nya keluar dengan ponsel berada di tangan nya, ia sibuk mengirim pesan kepada seseorang.
Ketika Reva berada di pinggir jalan hendak menyebrang tiba - tiba.
"Tinnn..tinnn" Reva melihat ke arah pengemudi yang berada di dalam mobil tersebut, terlihat seseorang tersenyum manis kepada nya, mengeluarkan sebagian kepala nya melalui kaca jendela yang kini sudah terbuka.
"Mau pulang kan cantikk? Ayoo aku anter!" Tanya Arka dengan nada yang riang.
Kini Reva membalas senyum dengan ramah, dia tidak enak hati jika harus judes terhadap orang yang sudah baik kepada nya.
"Tidak, terimakasih pak, saya sudah ada yang jemput" Jawab Reva setelah beberapa kali menggeleng.
"Ohh suami ya?" Tanya Gatan dengan nada kecewa.
Reva memutus senyum nya dan memaksakan kepala nya untuk mengangguk, dia tidak enak jika harus berbohong namun dia juga bingung harus menjawab apa.
Gatan menyadari Reva yang tidak nyaman dengan pertanyaan nya, tergambar jelas dari raut wajah nya yang tidak seramah tadi.
"Ya udah, kalau kamu udah ada yang jemput, aku pergi duluan deh, sampai jumpa hari senin" Gatan menutup kaca jendela mobil nya setelah Reva mengangguk.
Reva pun melanjutkan langkah kaki nya, ke tempat yang cukup jauh dari kantor, perlu beberapa menit untuk menghampiri sebuah mobil yang setiap hari mengantar dan menjemput nya di tempat ini.
Pak Udin membuka kan pintu mobil untuk majikan nya yang terlihat sedikit berkeringat.
Setelah sampai di rumah, Reva tersenyum melihat mobil Arka sudah terparkir rapih, dia segera masuk ke dalam kamar nya dan membersihkan diri. Kemudian turun ke arah dapur untuk membantu menyiapkan makan malam.
__ADS_1
Sejak mengetahui bahwa Reva tidak suka makan sendirian, Arka kini selalu menyempatkan untuk makan malam dan sarapan bersama dengan istri nya itu.
"Apa kau bosan di rumah?" Tanya Arka tiba - tiba, membuat Reva menelan makanan nya cepat - cepat.
"Sedikit" Jawab nya, kemudian menyendok makanan nya kembali.
"Mau ikut aku pergi ke puncak besok? kebetulan hari senin kita ada pertemuan dengan perusahaan X di bogor kan?". Reva menghentikan sendok yang hampir masuk ke dalam mulut nya, dia tersenyum dengan mata yang berkaca - kaca karena senang.
Arka tersenyum melihat Reva yang mengangguk dengan semangat.
Reva kembali ke kamar di ikuti oleh bu Nur setelah makan malam selesai.
"Bu, tolong beresin baju nya sedikit aja untuk hari sabtu dan minggu, nanti hari senin aku pulang lagi ko" Ucap Reva yang sedang memilih milih baju dalam lemari nya.
"Maaf nona muda, apa nona yakin mau membawa baju tidur ini?" Tanya bu Nur hati - hati.
Reva melihat ke arah baju yang bu Bur bicara kan.
"Iya bu, memang nya kenapa?? itu baju tidur yang biasa aku pakai, masih bagus ko" Tanya Reva yang kini duduk di kasur nya.
Wajah Reva seketika memerah mendengar kata bulan madu.
"Bulan madu?? apa dia benar - benar mengajak ku untuk itu, ahhh dasar bodoh karena terlalu senang di ajak jalan - jalan aku sampai tidak curiga kenapa dia berubah baik" pikir Reva.
"Nona, apa anda marah?? maaf kan saya karena lancang nona" ucap bu Nur menunduk.
"Tidak..tidak bi, saya tidak marah, saya hanya..hanya teringat ibu Adel ketika melihat baju itu, sejak beberapa hari ini Ibu tidak pernah menghubungi ku, aku juga lupa untuk menghibungi nya" Jawab Reva.
"Bu Nur bisa pergi, terima kasih sudah membantu saya berkemas" Lanjut nya.
"Saya permisi nona muda" Ucap bu Nur sambil berlalu.
Setelah di rasa keperluan nya sudah masuk ke dalam koper, Reva mengambil ponsel yang berada di atas nakan, dia memencet beberapa tombol di layar ponsel nya.
Terdengarlah suara seseorang yang sangat Reva rindukan di seberang sana.
__ADS_1
"Hallo Assalamualaikum pengantin baru".
"Waalaikum salam jomblo sejati" Ledek Reva.
"Sombong mentang - mentang udah sold out"
"hehee..Teteh emang ga kangen sama aku ya, cuma nge WA aja itu juga sesekali, gak pernah nelfon apalagi VC, emang kafe bangkrut ya setelah aku tinggal? ampe ga kebeli pulsa buat nelfon?" protes Reva, ternyata orang yang di hubungi nya adalah Salfa.
"Hussstt kafe mah malah makin rame setelah di tinggal pemilik nya yang cerewet, mamang sama bibi kan lebih rajin di bandingin kamu neng" Jawab Salfa.
"Iya..iya kalian seneng kan berhasil nyingkirin aku dari hidup kalian" Ucap Reva kesal.
"huuuuhhh dasar ratu drama, aku kira kamu udah move on dari sinetron - sinetron halu itu, pengantin baru mah lebih bagus nonton drakor aja biar romantis" Salfa menggoda sahabat nya itu.
Reva terlalu asyik mengobrol dengan Salfa, sampai - sampai dia berguling - guling ria di atas tempat tidur nya.
Reva tidak menyadari dari tadi Arka sudah berdiri menyenderkan badan nya di daun pintu, memperhatikan tingkah konyol istri nya.
Ketika sedang asyik berguling tiba - tiba pandangan Reva tertuju pada sebuah cermin di meja rias nya, yang memantulkan sosok seseorang yang dia kenal.
Reva pun mengikuti pantulan cermin itu, dan benar saja Arka sudah menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa ia arti kan.
Reva segera membenarkan posisi nya, dia duduk dan langsung mematikan panggilan yang masih tersambung.
"Ap apa kau tidak punya sopan santun, ke kenapa ti tidak mengetuk pintu terlebih dulu" Tanya Reva gugup, seperti sedang di pergoki melakukan kesalahan.
"Aku sudah melaku kan nya beberapa kali, mengetuk pintu seperti ini tukk tukk" jawab Arka sambil mempraktekan nya.
"Kau yang ceroboh tidak menutup pintu kamar mu, bagai mana jika ada yang melihat kelakuan aneh mu yang seperti itu" Lanjut Arka yang masih menyender di daun pintu, kini dengan tatapan mengejek nya.
"Apa dia melihat nya tadi? sejak kapan dia melihat ku? kenapa aku lupa menutup pintu sih, aggghhh sial kenapa pipi ku mulai panas, haredanggggg" Reva berteriak dalam hati merutuki kebodohan nya.
Bersambung....
Mohon Like, Vote & Coment nya..
__ADS_1
Terima kasih..