ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 13


__ADS_3

Reva menghampiri bibi dan mertua nya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.


"Neng bisa bantu apa nih bi? nyiapin piring aja ya" Kata Reva menuju lemari perabotan.


"Gak usah sayang, pengantin baru mah diem aja. pasti badan nya masih cape kan?" Tanya bibi dengan senyum iseng nya.


"Capek sih, tapi ga apa - apa ko, cuma sedikit agak pegel- pegel aja" Reva menata piring dan gelas yang ia bawa.


Adel dan bi ihat saling menatap, saling melempar senyum mengingat kejadian tadi malam.


flash back on


Di depan pintu kamar, 2 orang ibu - ibu kepo tengah menempelkan sebelah kiping nya rapat di pintu.


"shuuttt diem teh jangan dorong - dorong" Ucap Adel berbisik, di tanggapi dengan kode ibu jari yang di acungkan oleh bi ihat tanda jika ia mengerti.


Senyum mereka mengembang saat mendengar sesuatu dari dalam kamar.


"Aku tidak mau di bawah, kau saja yang di bawah" bi ihat langsung menarik Adel menjauh dari pintu tetsebut.


"Apa teh? aku belum selesai menguping" Adel kesal, merasa bi ihat mengganggu kesenangan nya.


"Ihhh kamu ini, emang nya mau nguping sampe ada suara uh ah apa?" Bi ihat melepaskan tangan Adel yang di tarik nya,


Adel menggeleng sambil tersenyum.


"Aku ga nyangka teh, mereka bisa gerak cepet gitu, semoga akan ada kabar baik secepatnya" Ucap Adel dengan mata berbinar.


"Iya, teteh kira hubungan nya bakal alot karena mereka belum kenal lama" bi ihat menimpali, Mereka sama - sama cekikikan.


Flash back off


Reva melanjutkan aktifitasnya, menuang air kedalam gelas tanpa memperdulikan tingkah aneh ibu - ibu itu.


"Mamang sama Asep mana bi?" Tanya Reva yang kini duduk di meja makan.


"Mamang tadi ke depan mungkin lagi nyiram tanaman, kalo Asep kaya nya masih tidur" Ucap bibi sambil mematikan kompor, lalu memindahkan nasi goreng ke dalam wadah.


"Sayang, tolong kasih ini sama Arka ya" Adel memberikan sebuah paper bag berisi baju ganti untuk Arka.

__ADS_1


"Iya tante" Reva mengambil nya.


"Huss..enak aja panggil tante, panggil Ibu sayang I.B.U IBU!!" pinta Adel yang di angguki Reva.


"Sekalian suruh suami mu turun buat sarapan, sekalian bangunin ade kamu juga" Ucap bi ihat.


Reva masuk ke kamar, namun tidak menemukan keberadaan suami nya, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Kemudian menaruh paper bag itu di atas kasur, Reva keluar kamar nya kembali dan mengetuk pintu kamar asep yang tepat di kamar sebelah nya.


"Bu kita harus pulang hari ini, karena besok aku ada meeting penting" Ucap Arka setelah menyelesaikan sarapan nya.


"Iya, nanti sore kita bisa pulang, ibu sudah membicarakan nya sama paman dan bibi kamu juga" Hal ini memang sudah di bahas tadi malam.


"Sayang apa kamu sudah siap - siap?" Tanya Adel kepada menantunya yang tengah mencuci piring.


"Hari ini aku ga kerja, kan kafe di liburin tan_ eh bu" Reva malu- malu dengan sebutan baru nya pada sang mertua.


"bukan itu, emang nya bi ihat ga ngasih tau kamu?" Adel mendekati Reva yang sudah membereskan pekerjaan nya.


"Ngasih tahu apa emang nya bu?" Reva terlihat penasaran.


"Ehh iya neng, bibi lupa ngasih tau kamu, kalau kamu harus beresin barang - barang mana aja yang mau kamu bawa ke jakarta, nanti bibi bantuin beresin deh" Reva terkejut karena perkataan bibinya yang baru saja bergabung.


"Ja..jadi maksud nya kumaha ieu teh bi, Reva ga ngerti, ke jakarta mau ngapain?" Reva kebingungan.


"A..aku ti..tidak mau!!! ba..bagai mana de dengan kafe?" Reva mencoba mencari alasan.


"Biar bibi dan Asep yang ngurus, mamang juga bisa sesekali bantu - bantu" bi Ihat menenangkan Reva.


"Bagaimana bisa bibi dan ibu tidak membicarakan nya dengan ku terlebih dulu, aku belum siap bi, ini terlalu cepat" Reva masih saja mencari alasan.


Bi ihat menggenggam tangan keponakan nya itu, memberinya pengertian.


"Kamu sudah menikah sayang, kamu bukan lagi milik bibi, kamu sepenuhnya milik suami mu sekarang, jadi patuhi suami mu, berbaktilah dan jangan bantah dia, karena syurga mu sudah berada di telapak kaki nya, kamu sepenuhnya tanggung jawab Arka sekarang, perkataan suami adalah perintah yang mutlak bagi seorang istri" Bi ihat terlihat berkaca - kaca.


"Bibi ngusir aku??" Tanya Reva dengan deraian air mata yang sudah tidak bisa lagi Ia tahan.


"Kamu boleh kesini kapan pun kamu mau sayang, tapi Arka memiliki tanggung jawab yang besar di jakarta, tidak mungkin bisa di tinggal kan terlalu lama, dan tidak baik jika suami istri itu tinggal berjauhan" Adel ikut memberi penjelasan.


"Kamu anak bibi yang baik, kamu juga pasti bisa jadi istri yang baik buat suami kamu" bi ihat mengusap pucuk kepala keponakan nya dengan lembut.

__ADS_1


"bibiiiiii hiks..hikss" Reva menangis di pelukan bibi nya.


Arka hanya melihat dengan tatapan yang sulit di artikan.


Waktu berpamitan pun tiba, sudah ada Salfa yang terlihat membantu membawa sebuah tas yang cukup besar masuk ke dalam mobil.


Salfa sangat terkejut saat Reva tadi menelefon nya sambil menangis, dia tidak menyangka harus berjauhan dengan sahabatnya dengan tiba - tiba.


Acara teletubies berpelukan dengan dramatis yang cukup lama pun berlalu, kini mobil yang di tumpangi Reva pun sudah tidak terlihat.


3 jam berlalu, Reva tengah tertidur pulas ketika mobil yang ia tumpangi sudah berada di carport sebuah rumah mewah di kawasan perumahan elit.


"Sayang..ayo bangun, kita sudah sampai" Adel yang duduk di belakang mencoba membangunkan menantu nya itu.


Reva terlihat mulai bangun, mengucek - ngucek mata nya, yang masih terasa seupeut itu.


"Kita sudah sampai bu?" Ucap Reva yang melihat ke luar kaca mobil.


"Iya sayang, ayo kita turun" Ajak Adel yang membuka pintu mobil nya dan di ikuti Reva.


Reva melihat Arka tengah sibuk, membantu beberapa orang yang mengeluarkan isi dalam mobil nya, Adel menuntun menantu nya untuk memasuki hunian baru yang akan menjadi rumah Reva itu.


"Selamat datang nona Arka Wijaya Kusuma" Ucap Adel setelah membuka pintu rumah, terlihat beberapa orang sudah menyambutnya di dekat pintu tersebut.


Reva hanya tersenyum masam.


"Bi tolong beresin barang - barang nona muda di kamarnya Arka ya" Titah Adel.


"Baik nyonya" Ucap kepala pelayan rumah itu.


"Biar Reva saja bu yang beresin" Reva terlihat tidak enak hati.


"Gak apa - apa sayang, biar bu Nur yang membereskan nya, kamu pasti capek setelah perjalanan tadi" Ucap bi ihat.


"Bi, sekalian ajak nona muda ke kamarnya ya, kasian dia kecapean" Adel manatap menantunya dengan sayang.


"Silahkan nona" Ucap bu Nur sopan menunjukan arah kamar yang akan menjadi kamar baru nya.


Bersambung....

__ADS_1


Mohon Vote, Like & Coment nya ya...


Terima kasih...


__ADS_2