
Reva naik ke atas kasur, duduk di samping Arka yang terbaring, menatap perut yang terbungkus oleh sweater yang cukup tebal.
"Mau di olesin minyak kayu putih sekalian, biasa nya kalau aku mules pake minyak itu suka mendingan" Ucap Reva bertanya.
"hmmmm" Jawab Arka dengan menarik sweater ke atas sedikit memperlihatkan roti sobek nya, Reva membulatkan mata nya melihat pemandangan indah di mata nya.
"Lihat itu, berotot? wahhh aku ingin segera menyentuh nya" Pikirnya liat.
"Tidak..tidak..hey otak mesum kau mengotori kepalaku yang masih suci, pergi pergi sana pergi" Reva menggeleng geleng kan kepala nya kencang.
"Apa yang kau pikirkan dasar otak mesum!! Lihat itu hanya melihat perut ku saja, air liur mu sudah hampir jatuh. Bagaimana jika melihat bagian yang lain nya" Ucap Arka, membuat Reva segera mengusap ujung bibir nya kaget.
"Kau gampang sekali di bodohi" Ucap Arka mencibir.
"Ishhh dasar lelaki gak punya udel, sakit yang parah sekalin aku gak perduli, aku akan tidur" Reva menuruni kasur dan hendak pergi.
"Aggghhhh sakit" Teriak Arka meringkuk memegang perut nya, membuat Reva kembali duduk di posisi awal nya.
"Sini..!" Ucap Reva membalikan tubuh Arka untuk terlentang kembali.
Reva menuangkan beberapa tetes minyak kayu putih ke telapak tangan nya, lalu dengan lembut mengusapkan nya ke perut Arka yang terasa sakit.
"Kau lihat sendiri kan, kalau aku ini punya udel?" Tanya Arka iseng, sehingga mendapatkan cubitan kecil di perut nya.
"Awwww tambah sakit tau" Protes Arka.
"Lagian jadi orang iseng banget, udah merem sana biar cepet tidur" Ucap Reva, yang mendapat senyuman manis dari Arka.
Arka sudah memejamkan mata nya, wajah nya terlihat nyaman dengan perlakuan istri nya, melihat Arka yang terlelap Reva menghentikan tangan nya, dan hendak menjauh.
"Jangan pergi dulu" Ucap Arka bergumam dengan masih menutup mata nya.
Reva mendekatkan kembali tubuh nya, kali ini dia meluruskan kaki nya, mensejajarkan tubuh nya dengan Arka.
__ADS_1
Semakin lama mata nya semakin berat, dan tangan nya mulai berhenti mengusap, Reva ikut terlelep dengan posisi kini memeluk Arka.
Arka terbangun dari tidur nya ketika merasakan hawa dingin yang teramat sangat menyentuh kulit perut nya, dia menarik selimut nya dengan mata yang hanya sedikit terbuka, kemudian menyadari bahwa ada seseorang di samping yang sedang memeluk nya.
Arka menoleh ke samping nya, dan tersenyum lembut menatap wajah Reva yang sedang terlelap, Arka melihat jam di dinding nya yang menunjukan Angka 4 dini hari.
Arka mengubah posisi tidur nya, kini menghadap wanita yang berstatus istri nya, dia melihat lekat - lekat dari rambut, kening nya yang tidak terlalu lebar, bulu mata yang lentik alami, hidung mancung, hingga bibir tipis berwarna merah muda.
"Cantik" Gumam nya pelan, membelai pipi Reva dengan hati - hati.
Arka memfokuskan mata nya ke arah bibir Reva yang sedikit mengering karena tertidur, perlahan dia mendekatkan wajah nya dengan menahan nafas nya enggan membangunkan pemilik wajah di hadapan nya.
"Cupp" Arka menempelkan bibir nya dengan lembut, dan menutup mata nya, merasakan detak jantung nya yang terasa lebih kencang seperti genderang mau perang (Hihii jadi inget penggalan lagu).
Merasakan ada sesuatu yang hangat, kenyal dan lembut menyentuh bibir nya, dengan cepat Reva membuka mata nya, di lihat lah sosok seorang laki- laki yang hampir menempel dengan wajah nya.
Namun entah mengapa Reva merasakan tubuh nya tidak dapat bergerak, dia hanya merasakan jantung nya melompat - lompat dengan senang di dalam tubuh nya.
Tidak lama kemudian Reva membuka mata nya kembali tapi dia kaget, karena posisi nya masih sama seperti semula.
"Ini bukan mimpi, lalu kenapa dia mencium ku? dan jantung ku kenapa berdetak kencang sekali, apa begini rasa nya terkena serangan jantung? tapi kenapa rasa nya menyenang kan" Pikir Reva dengan menatap Arka yang masih memejam kan mata nya.
Arka kemudian membuka mata nya, ketika merasakan detak jantung yang kencang, tapi bukan berasal dari jantung nya.
Seketika mata nya beradu dengan mata Reva, dan mereka hanya mengedipkan mata nya beberapa kali.
Merasa tidak adanya penolakan Arka memperdalam ciuman nya, membasahi bibir Reva yang hanya terdiam seperti membeku, ciuman itu berubah menjadi *******, Arka sesekali memainkan lidah nya mencoba menerobos pertahan Reva yang masih kaku.
Tangan Arka mulai tidak dapat di kondisikan, kini dia menggerayangi pinggang, naik ke punggung, dan mengusap leher Reva lembut. Membuat bulu kuduk Reva berdiri mendapat sentuhan dengan sensasi yang berbeda.
Perlahan Reva mulai terbuai dengan perlakuan Arka, dia menutup mata nya merasakan sesuatu hal yang pertama bagi nya, sentuhan dari seorang laki - laki.
Reva mulai menikmati ciuman dari suami nya, memberikan sedikit celah agar Arka bisa bermain dengan leluasa.
__ADS_1
Arka senang ketika mengetahui Reva memberi nya jalan, dia memesukan lidah nya sedikit bermain dengan bibir Reva, sesekali mengh*sap nya dengan lembut, walaupun tak ada balasan dari sang pemilik bibir.
Arka semakin berani memasukan tangan nya ke dalam baju tidur Reva, menuju ke atas semakin ke atas mendekat ke bagian dada Reva namun baru saja merasakan sedikit bra yang menghalangi kenikmatan nya tiba - tiba.
"Plakkkkk" Reva memukul tangan Arka yang menggerayangi nya.
Reva bangkit dari duduk nya, menuruni kasur dan berdiri merapihkan baju nya yang sedikit berantakan, sedangkan Arka masih memegangi tangan nya.
"Heiii dasar wanita barbar, kencang sekali kau memukul tangan ku" Ucap Arka yang sudah duduk di tempat kasur nya.
"Su suruh si siapa kau mesum" Jawab Reva gugup mengingat kejadian yang sudah di alaminya.
"Tapi kau menikmatinya juga kan?" Tanya Arka dengan tatapan menggoda istrinya, yang kini terlihat sudah salah tingkah.
"Ti tidak ak aku kira aku se sedang bermimpi" Reva memcoba menyangkal nya.
"Ohhh jadi kau sering bermimpi mes_ hei aku belum selesai bicara" Arka semakin senang menggoda istri nya yang kini sudah meninggalkan nya dengan menutup kedua telinga dengan tangan nya.
"Aku tidak mau mendengar suara mu lagi" Ucap Reva sambil menutup pintu kamar Arka dengan kencang.
Sesampainya Reva di kamar nya, dia duduk di depan cermin meja rias nya, dia melihat pipinya yang masih merona.
"Heii pipi kenapa kenapa kau berwarna merah muda seperti itu, apa kau senang membuatku seperti orang mesum? hati ku kenapa kau juga ikut senang melihat wajah nya sedekat itu, dan otak ku juga mengapa membayangkan sesuatu yang lebih, dasar kalian semua mesum, kalian membuat wanita polos seperti ku ini menjadi wanita liat" Reva memarahi diri nya sendiri.
"Tapi dia sangat tampan, aku ingin bertemu dengan bibir itu lagi" Gumam nya tersenyum dan menyentuh bibir nya di depan cermin.
"Agggghh tapi kenapa dia mencium ku saat aku bangun tidur, aku kan belum sikat gigi, Hahh hahhh tuh kan bau, hiks..hiks..bibi apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengan nya" Ucap Reva frustasi setelah mencium napas ya sendiri.
Bersambung...
Mohon Like, Vote & Coment nya ya.
Terima kasih...
__ADS_1