ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 27


__ADS_3

Reva sarapan dengan terburu-buru, sejak kejadian tadi Reva memang menyibukan diri nya untuk berkemas, karena setelah acara pertemuan dengan perusahaan X, Reva dan Arka akan langsung pulang ke jakarta.


Reva selesai dengan sarapan nya, ketika Arka baru saja menuruni tangga.


"Pak, nanti gak usah masak buat makan siang, kami akan langsung pulang ke jakarta setelah urusan nya selesai" Ucap Arka setelah mengambil roti isi nya.


Reva bangun dari duduknya, pergi menuju kamarnya tanpa melihat Arka sedikitpun.


"Ada apa dengannya, biasanya masih pagi udah berkicau, apa dia marah tentang kejadian itu?" Pikir Arka melihat Reva yang pergi begitu saja.


Setibanya di kamar, Reva langsung menarik kopernya untuk meninggalkan kamar yang sudah 2 hari ia tempati.


Arka melihat ke arah Reva yang tengah membawa kopernya.


"Pak kiman, tolong bantu nona memasukan kopernya ke dalam mobil ya, ini kuncinya" Ucap Arka dengan menyerahkan kunci yang di bawanya.


Pak kiman menghampiri Reva dan mengambil alih koper di tangannya.


"Terima kasih pak" Ucap Reva sopan, dan hanya di angguki oleh pak Kiman.


Reva memutuskan untuk menunggu Arka di kursi taman, dengan memainkan ponselnya, melihat tentang coment dan sesekali membalas coment orang tentang fotonya yang kemarin ia upload.


"Ayo, nanti kita kesiangan" Ajak Arka ketika melewati Reva yang sedang asyik dengan ponselnya, Reva berdiri menyimpan ponsel ke dalam tasnya dan mengikuti langkah Arka menuju ke mobil.


"Pak, kita pamit dulu ya, tolong sampaikan ucapan terima kasih kami sama istri bapak juga ya" Ucap Reva menyalami pak Kiman.


Pak Kiman menjadi tidak enak hati mendapatkan perlakuan seperti itu dari majikannya.


"Tidak usah sungkan nona, kami senang karena anda sudah berkunjung, kami berharap anda bisa tinggal di sini saja nona" Ucap pak Kiman sungguh - sungguh.


"Saya juga betah di sini pak, tapi pekerjaan saya di jakarta, lain kali Insyaallah saya liburan lebih lama ya pak, tolong jaga rumah nya dengan baik" Ucap Reva yang akhirnya masuk ke dalam mobil.


"Tentu saja nona, Hati-hati di jalan tuan muda, nona muda" Ucap pak Kiman membukakan pintu gerbang dan membiarkan mobil majikannya melaju.


"Apa tuan Samsul sudah sampai?" Tanya Arka kepada Reva yang baru saja mendapat pesan di ponselnya.


"Beliau masih dalam perjalan" Jawabnya setelah membaca isi pesannya.


Setelah memarkirkan mobilnya di sebuah hotel mewah di kawasan bogor, mereka menuju restauran yang sudah mereka pesan sejak beberapa hari yang lalu.


Setelah menunggu beberapa lama tanpa perbincangan apapun, mereka berdiri menyambut beberapa orang yang menjadi tujuan utama mereka datang ke kota tersebut.


"Silahkan duduk" Ucap Arka setelah menyalami ke tiga orang tamunya.

__ADS_1


Setelah pesanan berbagai minuman dan beberapa cemilan terhidang di meja, Reva mulai mambahas tentang kerjasama yang mereka tawarkan.


Sepanjang Reva mempresentasikan, semua orang itu hanya mengangguk ria, sempai Reva mengakhirinya tak ada satupun pertanyaan dari calon client nya itu, membuat Arka tersenyum bangga karena pekerjaan Reva yang memuaskan.


"Bagaimana pak?" Tanya Arka kepada pak Samsul dan kedua orang di sampingnya, setelah mendapatkan anggukan dari kedua orang tersebut pak Samsul tersenyum dan menjabat tangan Arka.


"Saya akan menanda tangangi surat kontraknya sekarang pak" Ucap pak Samsul membuat Arka dan Reva tersenyum, kemudian pak Samsul menandatangangi dokumen yang Reva berikan.


"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik" Ucap pak Samsul mengabil gelas kopo di hadapannya, dan di ikuti oleh yang lain.


"Kami tidak akan mengecewakan anda pak" Jawab Arka yakin.


Setelah beberapa obrolan ringan terhidang di ruangan itu, semua orang berdiri dan saling menjabat tangan untuk mengakhiri pertemuan nya.


Setelah pak Samsul dan rombongan sudah pergi, tidak ada pembicaraan lagi yang terdengar.


Reva dan Arka sama-sama terdiam dengan pikirannya masing-masing.


"khmmm apa kau mau pesan sesuatu?" Tanya Arka membuka pembicaraan, namun Reva hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Kalau begitu, kita pulang sekarang saja" Lanjut Arka dan kali ini di jawab dengan anggukan.


Berbeda dengan sebelumnya, saat mereka datang Arka melihat Reva yang senang karena perjalannya, melihat ke luar jendela selama perjalanan dan menanyakan ini dan itu kepada Arka, namun kali ini Reva hanya tertidur sepanjang perjalanan.


"Apa dia benar-benar marah karena aku menciumnya, apa aku salah mencium istri ku sendiri, tapi kenapa aku bodoh sekali, aku tidak dapat menahan keinginan untuk menyentuh nya" Pikir Arka melihat sekilas Reva yang pulas tertidur.


"Ahhhh kita sudah sampai?" Tanya Reva dengan merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal karena tertidur di posisi yang sama selama berjam-jam.


Reva turun dari mobilnya, setelah Arka menghentikan mobilnya di carpot rumahnya.


Pak Udin dengan sigap langsung membuka bagasi mobil majikannya dan mengeluarkan barang bawaan nya.


"Pak jangan lupa sama paperbagnya di bawa juga ya, itu ada sedikit oleh-oleh tolong bagiian buat semua ya" Ucap Reva yang tadi sempat meminta Arka untuk berhenti membeli oleh-oleh.


"Terima kasih nona muda" Reva hanya tersenyum mendengar ucapan pak Udin.


Reva memasuki rumahnya dan di sambut oleh bu Nur.


"Selamat siang nona, anda pasti lelah karena perjalanan jauh. Apa anda sudah makan siang?" Tanya bu Nur.


"Saya tidak lelah bu Nur, saya tertidur sepanjang perjalanan hihiii, dan kami juga belum makan siang bu Nur" Jawab Reva dengan riang.


"Baik lah, akan saya siapkan untuk makan siang, apa ada sesuatu yang ingin anda makan?" bu Nur bertanya sopan.

__ADS_1


"Apa aja, yang penting enak dan halal bu, tapi saya minta di buatin sambel terasi ya bu, pedes gurih dan sedikit manis ya" pinta Reva, yang di angguki bu Nur dengan tersenyum.


Reva menaiki tangganya ketika Arka baru memasuki rumah.


Hal pertama yang Reva lakukan setelah masuk ke dalam kamarnya ialah menghampiri kamar mandi untuk berendam air hangat.


"Ahhhh segar sekali, rasanya otot-otot ku ini lurus kembali" Gumamnya sambil mengoleskan pelembab pada wajahnya.


Reva menghampiri dapur, wajahnya terlihat sudah segar dengan rambut yang masih sedikit basah.


"hmmmm harum banget bu, bikin saya laper aja, wahhh ada bincis kukus juga, bu Nur kaya pesulap aja nih" Ucap Reva dengan tangan kanan mengambil satu buah buncis kukus yang baru di tiriskan.


"pesulap, orang sakti yang bisa mengeluarkan kelinci dari topi itu nona?" Jawab bu Nur polos.


"Iya salah satunya seperti itu bu Nur, tapi mereka bukan orang sakti bu, mereka orang yang pintar dalam hal kecepatan tangan" Jawab Reva dengan memasukan buncis tersebut ke dalam mulutnya.


"Tapi saya tidak bisa sulap nona" Jawab bu Nur yang masih kebingungan dengan ucapan majikannya.


Reva mengambil satu buah buncis lagi.


"Maksud saya, bu Nur kaya pesulap itu bukan berarti bu Nur bisa sulap mengeluarkan kelinci dari dalam topi, tapi bu Nur hebat karena tahu apa yang saya inginkan, tadi saya hanya minta di buatkan sambal terasi saja, tapi bu Nur buatin aku ini juga" Ucap Reva sambil menggoyang-goyangkan sebuah buncis di tangannya.


Bu Nur tersenyum dan lanjut menghidangkan masakannya.


"Bau apa ini, tidak enak sekali?" Ucap Arka yang baru saja menghampiri dapur dengan mengibas ngibaskan tangan di dekat hidungnya.


"Ini bau terasi tuan" Jawab bu Nur menunjuk sambal di atas meja.


"Untuk apa itu, kenapa di hidangkan di atas meja makan?" Tanya Arka menatap tidak suka, melihat bu Nur menunduk membuat Reva mengarahkan pandangannya kepada Arka.


"Aku yang meminta bu Nur untuk membuatnya, dan aku yang akan memakannya, kalau kau tidak suka karena baunya, aku akan memakannya di rumah belakang saja" Ucap Reva menatap Arka tajam.


"Ayo kita mulai makan" Ucap Arka yang segera menyentuh piringnya.


Reva tersenyum senang karena merasa menang.


Bersambung....


Terima kasih atas coment, Like & Vote nya ya..


Usahakan coment dengan kata-kata yang baik ya, supaya aku tetap semangat buat up lagi...


hari ini aku usahakan doble up deh..

__ADS_1


Terus Like, coment & Vote nya ya.


Banyak - banyak terima kasih...


__ADS_2