ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 51


__ADS_3

"Wahhh kau benar-benar pantas mendapatkan piala penghargaan, kau bisa menipu semua orang" Ucap Reva mendekati Luna yang tengah berdiri mematung.


"Ak aku_"


"Plakkkk" Ucapan Luna terputus saat Reva mendaratkan tamparannya di pipi Luna, dengan sangat keras.


"Agggghh" Luna terpekiki memegang pipinya yang terasa perih.


"Berani sekali kau berpura-pura lumpuh, untuk mendapatkan perhatian suami ku" Ucap Reva dengan nada marah.


"Syukurlah kau sudah mengetahuinya, jadi aku tidak perlu lagi perpura-pura baik di depanmu, kau benar aku memang pura-pura lumpuh untuk merebut suamimu kembali" Ucap Luna dengan menyunggingkan senyum sinisnya.


"Aku hanya ingin mengambil semua yang sudah kau rebut dari ku" Lanjut Luna.


"Taga sekali kau membohongi semua orang!!" Ucap Reva.


"Bukan salahku jika kalian semua menjadi manusia b*doh, jadi dengan mudah aku bisa membohongi kalian" Ucap Luna yang duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.


"Apa kau sengaja menyelamatkan ku, untuk membuat Arka merasa hutang budi kepadamu?" Tanya Reva dengan geram.


"Sebenarnya aku ingin melihatmu mati, tapi itu tidak adil untuk ku, aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan, aku ingin kau melihat sendiri bagaimana aku merebut Arka kembali, itu pasti akan sangat menyenangkan" Ucap Luna menyeringai.


"Jadi aku menyuruh orang untuk menabrakmu, dan aku berpura-pura menyelamatkan mu, aku sengaja membayar anak di bawah umur untuk melakukannya, agar dia bisa bebas dari hukuman jadi polisi menganggapnya hanya sebuah kecelakaan saja, aku juga yang membayar dokter agar memalsukan hasil diagnosa ku, bukankah aku pintar?" Ucap Luna.


"Kau licik sekali" Ucap Reva mendekati Luna, dan hendak menampar wajah Luna kembali, namun kali ini tangan Luna menahan tangan Reva, dan membuat Reva malah meringis karena tangannya di pegang dengan kuat oleh Luna.


"Apa kau pikir aku akan membiarkanmu melakukannya lagi?" Ucap Luna, yang mengibaskan tangan Reva dengan kencang.


"Kau wanita jahat" Ucap Reva dengan memegang tangannya yang kesakitan.


"Bukankah kau yang membuatku menjadi jahat seperti ini?" Tanya Luna dengan sinis.


"Aku akan memberitahukan semuanya kepada Arka, dan aku pastikan kau akan mendekam di penjara, menyusul ayahmu" Ucap Reva dengan yakin.


"Lakukan saja, kita lihat Arka akan percaya kepadamu atau malah lebih percaya kepadaku, kau tahu sebelum kau datang, dia hanya mempercayai apa yang aku katakan saja, bahkan Arka tidak pernah mendengarkan ucapan ibunya sama sekali" Ucap Luna, membuat Reva tidak mampu berkata-kata lagi.


"Kau tahu sendiri, Arka lebih memilih bermalam denganku daripada menemanimu yang sedang hamil besar seperti itu" Ucap Luna

__ADS_1


"Pergi dan menyerahlah sekarang juga, kembalikan Arka kepadaku, jika kau tidak ingin kehilangannya" Lanjut Luna yang berdiri dan menatap perut Reva.


Reva membulatkan matanya, dan menyentuh perut yang di tatap Luna.


"Berani sekali kau mengancam keselamatan anak ku" Ucap Reva dengan marah.


"Plakkkkk" Luna menerima tamparan Reva untuk kedua kalinya.


"Agghhhh, aku minta maaf Va, aku sudah menjelaskannya kepadamu, kalau aku dan Arka tidak ada hubungan apa-apa lagi hiks. hikss" Ucap Luna yang menjatuhkan dirinya di lantai, dan menangis sambil memegang bekas tamparan Reva.


"APA YANG KAU LAKUKAN??!!!" Reva langsung berbalik ke arah suara yang terdengar marah itu.


"Aa?" Reva menghampiri suaminya, yang sudah berdiri di belakangnya.


"A lihat dia, dia hanya pura-pura lumpuh untuk merebutmu dariku, kakinya baik-baik saja, orang yang menabraknya adalah orang suruhannya sendiri, dan dia membayar dokter untuk memalsukan diagnosanya" Ucap Reva menjelaskan.


"Kau lihat Luna suamiku sudah mengetahui semuanya, jadi berhentilah berpura-pura" Ucap Reva kepada Luna yang masih menangis.


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, aku belum gila Va, untuk apa aku membayar orang untuk mencelakaan ku sendiri, jika aku ingin merebut Arka darimu, kenapa aku tidak membayar orang untuk menabrakmu saja hikss. hikss..aku tidak sejahat itu Va" Ucap Luna.


"Berhentilah berpura-pu_"


"Apa maksud mu A?" Tanya Reva yang menatap suaminya bingung.


Arka menghembuskan nafasnya perlahan.


"Aku tahu kamu sedang cemburu, tapi ini keterlaluan sayang, aku melihat semuanya, aku melihat mu menampar dan membuatnya terjatuh jadi berhentilah bertindak seperti ini" Ucap Arka memeluk istrinya.


Reva melepaskan pelukan Arka dengan kasar dan menatapnya dengan penuh kecewa.


"Jadi kamu tidak mempercayai apa yang aku katakan, kamu lebih percaya dengan ucapannya?" Tanya Reva.


"Pak Ade sudah menyelidikinya sayang, kejadian itu murni kecelakaan, dan aku sudah membawa hasil diagnosa Luna kepada dokter dari rumah sakit lain, dan hasilnya tetap sama" Ucap Arka, membuat Reva tidak bisa berkata-kata lagi.


"Aku sudah menuruti keinginan mu, aku sudah jarang mengunjunginya, dan menyewa orang untuk merawatnya, jadi berhentilah berpikir yang macam-macam" Lanjut Arka menghampiri Luna, dan menggendongnya ke atas tempat tidur.


"Aku tidak menyangka kamu akan mempercayainya" Ucap Reva kecewa.

__ADS_1


"Aku akan mengantarkan mu pulang, sepertinya kamu butuh istirahat" Ucap Arka menyentuh tangan Reva, namun Reva menepisnya.


"Aku bisa pulang sendiri, kau urus saja mantanmu yang berpura-pura lumpuh itu, aku akan mengurus diriku dan anakku sendiri" Ucap Reva menatap Arka marah dan keluar dari ruangan Luna, Arka menyusul istrinya, menarik tangan Reva membuat Reva menghentikan langkahnya.


"Berhenti bersikap keras kepala, aku sudah sabar menghadapimu, sejak kamu hamil emosimu sering sekali meluap membuatku kewalahan menghadapinya, tapi untuk sekarang aku mohon berhentilah bersikap seperti itu, Luna sudah menyelamatkan mu jadi tidak sepantasnya hanya karena cemburu kamu lantas memfitnahnya seperti itu, kembalilah jadi istriku yang dulu, aku sudah menuruti semua yang kamu inginkan, jadi tolong mengerti dan minta maaflah, Luna pasti sedih karena perkataanmu" Ucap Arka.


Reva menyebikan bibirnya, dan lagi-lagi menepis tangan Arka dengan kasar.


"Apa anda sudah selesai berbicara tuan Arka yang terhormat, saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar, tapi maafkan saya jika selama ini saya membuat anda tidak nyaman dengan sikap saya, saya benar-benar minta maaf karena saya sudah keras kepala dan banyak maunya, tapi untuk meminta maaf kepada mantan anda saya tidak dapat melakukannya" Jawab Reva denga mata yang berkaca-kaca.


Reva berbalik dan melangkah namun berhenti sejenak.


"Anda tidak perlu mengantar saya, tetaplah bersama orang yang anda percayai, itu akan lebih baik" Ucap Reva tanpa menoleh, dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Arka.


"Berhenti!! kita belum selesai bicara, aku belum mengijinkan mu pergi, aku tidak akan menyusulmu jika kamu tetap pergi" Ucap Arka, namun Reva tidak mendengarkan ucapannya.


"AGGHHHHHH" Ucap Arka menjambak rambutnya sendiri.


Arka memang sudah menyuruh pak Ade untuk menyelidiki semuanya, tapi tidak ada kejanggalan yang di temukan, pak Ade memeriksa latar belakang orang yang menabrak hingga dokter yang menangani Luna, tapi tidak di temukan keanehan sama sekali, Arka menjadi bingung kepada siapa ia harus percaya.


Arka menghampiri Luna, yang masih terisak di atas tempat tidurnya.


"Tinggalkan aku sendiri, dan jangan datang lagi aku tidak ingin istrimu semakin membenciku" Ucap Luna.


"Aku minta maaf, mungkin karena dia sedang hamil jadi perasaannya lebih sensitif, aku benar-benar minta maaf" Ucap Arka, membuat Luna menatapnya.


"Dia tidak salah, mungkin jika aku ada di posisinya aku juga akan melakukan hal yang sama" Ucap Luna.


"Terima kasih karena sudah mau mengerti" Ucap Arka yang di angguki oleh Luna.


Sementara di dalam taxi Reva menangis dengan kencang, mengeluarkan kesedihan yang ia rasakan, membuat pak supir kebingungan.


Bersambung..


Mohon Like dan komentarnya, tekan bintang lima dan tombol Love juga ya.


Janga Lupa Vote juga yang banyak.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2