
Tangan Reva mengepal dengan nafas yang sudah tidak beraturan, matanya memerah karena menahan amarah.
"AGGHHHHH" Wanita tanpa busana itu terpekik saat bahunya di tarik oleh Reva, sehingga membuatnya terjatuh.
"PLAKKKKK" Reva langsung menampar tanpa memberi jeda wanita itu untuk mengaduh lagi.
"KENAPA KALIAN MELAKUKANNYA KEPADAKU????!!!!" Teriak Reva dengan tangis yang sudah tidak dapat ia bendung lagi.
Wanita itu menangis sambil memegangi pipinya, namun suara keras Reva tidak kunjung membangunkan Arka yang masih tertidur tanpa menggunakan pakaian.
Reva mengambil handuk dari lemari dan melemparkannya ke arah wanita yang sedang menunduk dan menangis.
"Ada apa say.._" kata-kata Adel terputus saat melihat keadaan di kamar anaknya.
Adel tergesa saat mendengar teriakan Reva, bahkan handuk masih melilit di kepalanya yang masih basah, semua ART juga ikut berhambur begitu melihat kepanikan Adel.
Adel mendekat dan meruncingkan pandangannya.
"Ap..apa yang se..sedang ter..jadi sayang?" Tanya Adel lemas mengira-ngira telah terjadi apa di kamar tersebut.
Namun Reva tidak menjawab, Adel pun beralih ke tempat tidur dimana putranya masih terlelap dan melewati wanita yang masih tertunduk di lantai menggunakan handuk.
Bu Nur mengajak para ART termasuk pak Udin untuk kembali ke rumah belakang, tanpa ikut campur urusan majikannya.
"ARKA..ARKA..BANGUN!!!" Ucap Adel berteriak dengan mengguncang tubuh Arka dengan kencang, namun tidak berhasil Arka masih saja terpejam.
Adel mengambil gelas yang berisi air di atas nakas dekat tempat tidur.
"BYUURRRRR" Adel menyiramkan air ke atas kepala Arka, membuat tubuh Arka menggeliat dan memaksa matanya untuk terbuka.
"BANGUNNN!!!!" Teriak Adel murka, membuat Arka kaget mendengar suara ibunya.
"A..ada apa ini?" Tanya Arka bingung.
"Kau tidak pantas untuk bertanya, aku yang seharusnya bertanya kepadamu?" Jawab Reva denga geram.
"Maafkan saya nona muda, saya terpaksa hiks..hiks.." Ucap wanita itu mengiba.
"Aku tidak sedang bertanya kepada mu!!" Jawab Reva tanpa menoleh sedikitpun.
Mata Arka membulat, ketika melihat wanita yang bersimpuh di lantai hanya dengan mengenakan handuk di badannya, lalu dia beralih ke arah badannya sendiri, dan perlahan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
Kepalanya menggeleng ketika melihat tubuhnya sendiri yang tidak memakai apapun, hanya tertutupi selimut saja.
"In..ini ti..tidak mungkin" Gumamnya, dia menatap tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
"Aku sudah berbaik hati kepadamu, tapi apa yang kau lakukan, kau malah menggigit tangan yang sudah memberimu makan" Ucap Reva dengan marah.
"Sa..saya di paksa nyonya, ma..maafkan saya karena sa..saya tidak sanggup meng..hentikan keinginan tu..tuan muda" Ucapnya.
"APA YANG KAU KATAKAN ALYA!!!!" teriak Arka marah.
Dia mengambil celana dan Tshirtnya yang berada di dekat tempat tidurnya, lalu dengan segera mengenakannya.
Dia mendekati Alya dan mengcengkram dagunya dengan kuat, sehingga membuat Alya meringis.
"Jangan berbohong, aku bahkan tidak mengingatnya sama sekali" Ucap Arka dengan geram, matanya begitu menakutkan bak srigala yang sedang menerkam mangsanya.
"Lepaskan dia" Ucap Adel menepis tangan Arka, membuat Arka melihat ke arah ibunya yang tidak kalah marahnya.
"Katakan yang sebenarnya" Ucap Adel menatap sinis ke arah keduanya.
Adel berjalan keluar, menghampiri Reva yang sudah terduduk lemas di dekat pintu kamar.
"Sayang ayo kita keluar, biarkan mereka bicara lalu kita putuskan akan melakukan apa selanjutnya" Ucap Adel yang berjongkok lalu membantu Reva untuk berdiri dan menggandengnya.
"Jika kau berani berbohong, maka aku akan pastikan jika kau akan hidup seperti di neraka untuk sisa hidupmu" Ucap Arka.
Adel dan Reva sudah duduk di sofa ruang tamu, dan beberapa gelas teh sudah di hidangkan bu Nur sebelumnya.
Arka menuruni tangga tak lama kemudian Alya yang sudah berpakaian mengekorinya dari belakang.
Alya duduk bersimpuh di lantai di hadapan Adel dan Reva, sementara Arka duduk di sofa yang terpisah.
"Cerita sekarang mulai dari awal, dan jangan melewatkan sedikitpun!!" Ucap Adel dengan tatapan tajamnya.
"Sa..saya sedang berada di dekat meja makan untuk membantu bu Nur menyiapkan makan malam, tapi tiba-tiba saya mendengar tuan muda meminta obat kepada bu Nur, dan pergi ke kamarnya, karena bi Nur sedang sibuk jadi saya menawarkan diri untuk memberikan obat itu kepada tuan muda, dan saya memasuki kamar setelah tuan muda menyuruh saya nasuk dan memberikan obat itu kepada tuan muda, setelah obatnya di minum, tuan muda mengunci pintunya dan memaksa saya untuk melayaninya, saya sudah menolak sekuat saya, tapi tuan muda membekap mulut saya saat saya hendak berteriak dan melak_"
"DIAMMM!!!!JANGAN BERBOHONG!!!AKU TIDAK MELAKUKANNYA!!" teriak Arka menghentiakan cerita Alya.
"Lanjutkan!!" Ucap Adel tanpa melihat ke arah Arka.
"Lalu dengan kasar tuan muda melakukannya kepada sa..saya..hiks..hiks..hingga saya tidak ingat apa-apa lagi" Ucap Alya menangis histeris.
__ADS_1
"AKU AKAN MEMBUNUH MU!!" teriak Arka lagi yang sudah bangkit dari duduknya hendak menghampiri Alya.
"Sekarang giliranmu yang berbicara!!" Ucap Adel kepada Arka, menghentikan langkah Arka dan terpaksa untuk duduk kembali.
Arka menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya kasar.
"Saat aku sampai ke rumah, aku langsung meminta obat kepada bu Nur dan langsung masuk ke kamar ku untuk beristirahat karena kepala dan kaki ku terasa sakit, lalu Alya datang membawa obat dan aku meminumnya, tapi kepalaku semakin terasa sakit dan pusing dan aku tidak mengingat apa-apa setelahnya" Ucap Arka dengan mata menerawang.
"BOHONGGGG!!!TUAN MUDA BERBOHONG!!!hiks..hikss..lihat luka di leherku karena tuan Arka mencekik saat aku berontak, ini dan ini lihat lebam di tubuhku karena tuan muda" ucap Alya histeris menunjukan luka di tubuhnya.
Reva semakin menangis saat melihat tanda kecupan di leher dan dada Alya, dan tadi dia sempat melihat noda darah di atas tempat tidurnya.
"PLAKKKKKK" Adel berdiri dan menampar Arka dengan kencang, membuat Arka terpaku karena tak percaya.
"Aku tidak pernah mengajari mu untuk menyakiti perempuan, terlebih menghianati istri mu, aku malu memiliki anak sepertimu" Ucap Adel marah.
"Ibu..." Gumam Arka tak percaya.
"Aku tidak ingin melihat kalian lagi" Ucap Adel dengan nafas yang memburu namun tubuhnya gontay dan ambruk dengan sigap Arka menahan tubuh ibunya.
"Jauhkan tanganmu dari tubuh.._" Adel belum menyelesaikan perkataannya karena kehilangan kesadarannya.
"Pak Udin..pak Udin!!" Reva berteriak panik melihat keadaan mertuanya.
"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang" Ucap Reva kepada pak Udin tanpa menghiraukan Arka di hadapannya.
Arka menggendong ibunya masuk ke dalam mobil, namun Reva menahannya saat Arka hendak ikut masuk.
"Tolong jangan temui ibu untuk sementara waktu, sampai kesehatannya pulih" Ucap Reva.
"Tapi aku anaknya, aku berhak tahu keadaan ibuku" Ucap Arka panik.
"Anak yang sudah menyebabkan semua ini" Ucap Reva kali ini dengan menatap wajah suami yang menyakitinya, membuat Arka tidak mampu untuk berkutik.
"Bu Nur, tolong jaga Arva sementara aku tidak ada, dan jangan biarkan orang lain menyentuhnya" Ucap Reva menatap ke arah Arka dengan tatapan benci.
"Baik nona muda" Ucap bu Nur dengan menganggukan kepalanya.
Revapun masuk kedalam mobil dan meletakan kepala mertuanya di pangkuannya, dan menutup pintu mobil dengan keras, lalu pak Udinpun melajukan mobilnya segera menuju rumah sakit.
Bersambung..
__ADS_1
Mohon Like dan komentarnya, dan jangan lupa buat Vote juga ya.
Terimakasih