ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 37


__ADS_3

Arka membalik posisinya, dia menindih Reva dengan bertumpu pada kedua lengannya.


"Kau yang memulainya" Ucap Arka berbisik di telinga Reva, membuat bulu kuduk Reva berdiri.


Reva sudah menutup matanya, saat bibir Arka menyentuh bibirnya dengan lembut, dia mulai berani mengikuti ritme yang Arka mainkan.


Mendapat perlawanan dari Reva, membuat gairah Arka memburu, dia mulai m****** bibir istrinya dengan rakus m********, dan menggigit pelan lidah Reva sehingga membuatnya meringis pelan.


Arka menatap wajah isttinya, memberi jeda agar mereka dapat menghirup oksigen yang sudah menitip, dia melihat raut wajah Reva yang kecewa saat dia memisahkan bibirnya.


Arka tersenyum dan mulai menyusuri leher Reva dangan bibirnya, menghisap dengan keras sehingga meninggalkan jejak-jejak petualangannya disana.


Reva menggigit bibirnya, menahan desahannya supaya tidak terdengar oleh Arka.


Arka semakin sibuk dengan kegiatannya, kini tangannya mulai masuk kedalam baju istrinya, mencari gundukan yang diincarnya, dia menyentuhnya dengan lembut setelah menemukannya.


Tangan Reva mencengkram tangan Arka yang berada di bagian dalam bajunya.


"Bu bukannya ka kau pernah bi bilang, kalau kau ti tidak suka tu tubuh ku yang ra rata?" Tanya Reva malu.


Arka tersenyum dan mencium bibir istrinya.


"Karena rata, aku akan mengolahnya menjadi lebih indah dengan kemampuanku" Arka menyeringai menggoda Reva yang semakin malu, Reva melepaskan cengkramannya.


Arka menyibakan baju Reva, tapi lagi-lagi Reva menahan tangan Arka.


"Apa lagi?" Tanya Arka kesal.


"A aku a aku ma malu" Ucap Reva memalingkan wajahnya menghindari tatapan suaminya.


Arka bangun dari atas tubuh Reva dan membenarkan posisinya, menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.


"Apa harus aku mematikan lampu kamarnya?" Tanya Arka, karena tidak ingin ada gangguan lain lagi.


"Ini masih sore, bagaimana kalau bibi memanggil kita, bisakan kita menunggu sampai nanti malam saja?" Tanya Reva ragu kepada Arka.


"Aku bisa menunggu tapi dia tidak akan sanggup" Ucap Arka menatap Reva yang berada di sampingnya.


"Di dia?" Tanya Reva bingung.


Arka menarik tangan Reva lembut, menuntun ke arah ************ Arka yang sudah menegang.


"Agghh_" Arka membekap mulut Reva yang sedang berteriak.


"Apa kau ingin membuat seisi rumah berlarian ke kamar ini?" Tanya Arka kesal.


"mmmmph" Arka melepaskan tangannya dari mulut istrinya.


"A apa itu?" Tanya Reva menatap tangan yang untuk pertama kalinya menyentuh benda asing.


"Cacing yang kau bicarakan" Arka menggoda istrinya.


Arka langsung menerkam Reva yang masih kebingungan, dengan cepat Arka melepas bajunya dan baju yang di kenakan istrinya.


Dia menjelajahi tubuh Reva dengan bibirnya, menyentuh gunung kembar milik Reva yang masih tanum dengan lembut, membuat Reva tidak bisa lagi menahan desahannya.


Arka mulai memainkan puncak gundukan tersebut dengan lidahnya, m******** benda kenyal itu dengan rakus membuat Reva meringis menahan n*kmat.


Tangan Arka mulai menjelajahi bagian bawah tubuh istri, membuat tubuh Reva bergetar hebat dan lemes.

__ADS_1


Arka tersenyum senang karena membuat isrtinya kalah sebelum berperang.


"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang" Bisik Arka yang sudah tidak dapat membendung hasratnya, membuat wajah Reva pucat karena takut.


Arka mengarahkan miliknya dengan lembut, menuntun ke kandang pemiliknya yang sah, mencoba beberapa kali dengan lembut namun belum berhasil, menghentakannya sedikit dengan lebih keras, membuat Reva mencengkram bahu suaminya dengan kencang.


" Kau bisa mencakar tubuhku, atau menjambak rambut ku seperti ini saat kau merasa sakit" Ucap Arka menjambak rambutnya mempraktekannya pada Reva, membuat sang istri tersenyum dan mengangguk.


"Kau siap??" Tanya Arka tersenyum mendapat anggukan dari Reva.


Arka merasakan hangat saat cacingnya masuk kedalam kandangnya yang sempit, merakan perih saat kuku istrinya menekan punggungnya dengan kuat.


Arka menarik perlahan dan mendorongnya lebih dalam, dia melakukannya beberapa kali dengan ritme yang lembut, Arka menghentikannya saat melihat pipi istrinya basah oleh air yang menetes dari matanya.


Arka mengeluarkan senjatanya dengan hati-hati.


"Maaf, aku menyakiti mu" Ucap Arka mengusap lembut air mata tersebut.


Reva menggeleng dan memeluk Arka.


"Aku masih bisa bertahan, kau bisa menyelesaikan nya" Ucap Reva dalam pelukan Arka.


Arka melepaskan pelukan istrinya dan menggeleng dengan senyum lembut di bibirnya.


"Kita lakukan secara bertahap saja, untuk kali ini sudah cukup" Ucap Arka tersenyum dan mengecup kening istrinya yang berkeringat.


"Terima kasih" Lanjut Arka, mendapat pelukan kembali dari istrinya.


"Aku akan mandi, kasian bibi menyiapkan makan malam sendirian" Ucap Reva melepaskan pelukan dari suaminya.


"Aggghhh" Reva meringis ketika merasakan perih dari bagian selangkangannya saat hendak berdiri.


"Kenapa?" Tanya Arka panik.


"Sa sakit, berdarah" Ucap Reva pelan ketika melihat bercak darah di kain seprainya.


Arka turun dari atas tempat tidur, berdiri dan memakai celana pendeknya, lalu menghampiri Reva dan memangku tubuh istrinya ke kamar mandi.


Reva menutupi area dada dan selangkangannya.


"Apa kau tidak takut jatuh jika tidaj berpegangan pada pundak ku? apa kau kira tubuhmu ini seringan kapas?" Tanya Arka jahil.


"A aku malu?" Ucap Reva menunduk dengan pipi yang merona.


"Apa sebenarnya yang ingin kau tutupi, bahkan aku sudah melihat semuanya tadi" Ucap Arka yang sudah menurunkan istrinya di kamar mandi.


Reva memukul dada Arka pelan.


"Pergi sana, aku mau mandi" Ucap Reva malu.


"Kita mandi bersama" Ucap Arka melepaskan celana yang tadi sudah ia pakai.


Reva hanya menunduk malu, melihat tubuh suaminya tanpa busana.


"Apa itu selalu seperti itu?" Tanya Reva menunjuk cacing suaminya yang masih menegang, dengan memalingkan wajahnya ke arah tembok.


Arka terbahak melihat yang di lakukan istrinya.


"Hahaaa apa yang kau tunjuk?? tunjuklah dengan benar, bagaimana bisa kau tahu jika kau saja tidak melihatnya" Ucap Arka terbahak.

__ADS_1


"Apa kau tidak malu berkata seperti itu?" Tanya Reva.


"Kenapa aku harus malu ketika aku sedang bicara kepada istriku, aku bisa membicarakan apapun yang aku mau" Ucap Arka yang mulai mengguyur kepalanya dengan air dingin.


"Dasar mesum" Ucap Reva dengan senang mendengar kata istri dari mulut suaminya.


Setelah selesai mandi, Arka menggendong istrinya yang sudah memakai handuk, kali ini Reva mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Arka meletakan istrinya di atas tempat tidur dan menghampiri lemari pakaina istrinya.


"Apa yang mau kau pakai?" Tanya Arka setelah membukanya.


"Biar aku saja yang mengambilnya" Ucap Reva yang berdiri dari duduknya.


"Tunggu di situ, biar aku saja yang memilihnya" Arka menghentikan langkah Reva yang hendak menghampirinya.


"Pakai ini saja" Arka menyerahkan baju tidur selutut dengan lengan pendek beserta dalaman Reva dengan lengkap.


Reva menerimanya dengan menunduk karena malu.


"Balikan badan mu, aku akan berganti pakaian" Ucap Reva, membuat Arka membalikan badannya.


"Tadi aku melihatmu tanpa pakaian sehelaipun, kenapa sekarang kau menyuruhku untuk membalikan badan ku" Arka protes kepada istrinya.


"Sudah menurut saja, jadilah anak yang penurut untuk sesekali, toh tidak akan membuatmu jadi miskin" Ucap Reva yang sibuk memakai bajunya.


"Aku sudah selesai, sekarang kau pakai baju mu, apa kau tidak takut masuk angin?" Tanya Reva melihat Arka yang masih memakai handuk hello kitty nya.


"Aku hanya membawa satu baju ganti yang aku pakai kemarin dan sekarang sudah kotor" Ucap Arka yang memainkan rambutnya yang basah.


Reva menghampiri kemarinya dengan gaya berjalan yang aneh, dia memililih - milih bajunya, dan mengambil celana pendek selutut dan kaos serta sweaternya.


"Pakai ini" Ucap Reva menyodorkan pakaian yang dia ambil dari lemarinya.


Arka hanya menatap pakaian itu dengan ragu.


"Ini pakaian yang cukup untuk mu, tidak seperti yang kau pakai waktu itu, ukuran besar tidak akan terlihat ketat di tubuhmu" Reva mengerti tentang apa yang di pikirkan Arka.


Reva memang wanita yang sedikit tomboy dia lebih senang menggunakan baju yang longgar di banding baju yang ketat.


Mereka turun dari kamarnya dan menuju dapur, sudah terlihat mamang dan Asep yang sudah duduk manis di meja makan, sementara bi Ihat masih sibuk di dapur.


Tiga pasang mata melihat ke arah Reva dengan tatapan menyelidik ketika melihat gaya berjalan Reva.


"Kamu kenapa sayang, kok jalannya kaya pinguin gitu?" Tanya bi Ihat yang meletakan nasi ke atas meja mekan.


"Hmmm it_"


"Katanya dia lagi bisulan tan" Ucap Arka memotong ucapan Reva, dengan senyuman jahil di bibirnya.


"Kamu keseringan makan telur sih, bawa ke dokter aja biar cepet sembuh" Ucap bi Ihat yang duduk di kursinya.


"Iy iya bi" Jawab Reva menatap geram ke arah suami yang sudah membuatnya seperti pinguin.


Bersambung..


**Info.


Maaf jika malam pertamanya gak ngena banget, enggak seperti yang kalian inginkan**.

__ADS_1


Jangan Lupa Like terus komentar, kasih aku bintang lima juga dan mohon Vote nya biar aku tetap semangat up ya


__ADS_2