
Setelah sarapan Arka membantu pak Udin untuk memasukan 2 koper dengan ukuran kecil milik nya dan Reva ke dalam bagasi mobil nya.
Reva menghampiri Arka dengan wajah yang berona senang, bahkan semalam dia susah untuk memejamkan mata nya karena tidak sabar ingin cepat untuk pergi.
"Apa ada yang tertinggal?" Tanya Arka melihat Reva yang mendekat.
"Enggak, lagian cuma pergi 2 hari kan masa harus bawa seisi kamar" Jawab Reva sambil menyengir.
"Ya udah kita berangkat sekarang, biar gak terlalu macet" Ajak Arka dengan memasuki mobil nya.
"Loh kok kamu yang nyetir, emang nya pak Udin gak ikut?" Tanya Reva melihat Arka duduk di belakang kemudi.
"Hmmm" Jawab Arka.
"Pak Ade?" Lanjut Reva.
"Pak Ade, nanti hari senin baru nyusul ke sana" Jawab Reva yang di angguki oleh Reva, dan Reva membuka pintu belakang mobil dan masuk ke dalam nya.
"Udah ayoo berangkat" Ucap Reva, namun Arka hanya melihat Reva yang duduk di kursi penumpang dengan tajam.
"Apa?" Tanya Reva yang penasaran mendapatkan pandangan mengerikan itu.
"Kau pikir aku ini supir yang mau mengantar tuan putri untuk jalan - jalan?" Tanya Arka kesal.
"Apa maksud mu?" Tanya Reva tak mengerti.
"Pindah ke sini, temani aku mengemudi" perintah Arka dengan menepuk kursi di samping nya.
"Ihhhh ribet pisan cuma karna posisi duduk juga harus di permasalahin" Ucap Reva dan pindah ke kursi depan.
"Udah nih, puass!!! ayoo kita berangkat sekarang" Lanjut Reva, terlihat Arka mengelurkan senyum nya, melihat keinginan nya di patuhi.
Di sepanjang perjalanan, Reva terlihat sangat senang memperhatikan setiap pemandangan yang di lewati nya, sesekali dia berdecak kagum dan membuka kaca jendela mobil nya, menghirup udara segar sekitar pegunungan yang jauh dari polusi udara.
Hingga mobil yang mereka kendarai tiba di salah satu vila besar di puncak, seseorang terlihat membuka kan pintu gerbang dan segera menghampiri mobil mereka yang sudah terparkir.
"Selamat siang tuan dan nona muda, Lama sekali anda tidak berkunjung, saya sangat senang ketika nyonya kemarin memberitahu jika anda akan bulan madu di sini" Ucap seorang penjaga vila nya tersebut, vila ini adalah vila pribadi milik keluarga Arka.
__ADS_1
"Bu bulan ma madu? saya hanya berlibur saja pak kebetulan hari senin ada pekerjaan di dekat sini, tolong bantu saya membawa barang bawaan saya pak kiman" Ucap Arka gelagapan mendengar ucapan pak kiman
"Siappp tuan, saya akan membawakan semua barang - barang anda" Jawab pak kiman di angguki oleh Arka.
"Jadi benar apa kata bu Nur kemarin, dia mengajak ku bulan madu, apa yang harus aku lakukan? ahh aku takut sekali" pikir Reva.
"Heyy apa yang kau lakukan di situ, ayoo masuk apa kau tidak lelah" Tanya Arka membuyarkan pikiran liar Reva.
"Ahhhh iya, iya ayo kita masuk" Jawab Reva kikuk.
Reva ternganga melihat vila megah milik suami nya itu, tidak kalah mewah dengan rumah di jakarta hanya saja vila ini sedikit kecil.
"Ada berapa orang yang tinggal di sini? rapih dan bersih sekali?" Tanya Reva setelah melihat lihat dalam vilanya.
"Pak kiman dan istrinya yang merawat vila ini, tetapi mereka tidak tinggal di sini, mereka hanya membersihnya seminggu sekali". Jawab Arka yang sudah duduk bersandar di sofa ruang tamu.
Reva hanya manggut - manggut saja.
"Pak simpan koper abu - abu di situ saja, dan tolong bawa koper satunya lagi ke kamar tamu" Perintah Arka kepada pak kiman yang membawa 2 koper di tangan nya.
"Baik tuan" Jawab pak kiman meletakan satu koper yang di bawa nya.
"Ya, aku akan beristirahat sebentar" Ucap Reva yang mengikuti langkah pak kiman.
Setelah sampai di kamar yang di tunjukan oleh pak kiman, Reva membuka koper nya, mengambil peralatan mandi dan mengelurkan baju ganti nya.
Reva kini terlihat sudah segar dengan rambut yang sedikit masih basah, dia melentangkan tubuh nya di atas tempat tidur, sedikit meluruskan otot nya yang pegal karena perjalan nya tadi.
Tak terasa mata nya semakin berat dan ia mulai terlelap.
Reva mulai tersadar dari buayan alam mimpi nya, katika merasakan udara dingin yang seakan mengoyak tubuh nya.
Reva membuka mata nya perlahan, menggeliat dan mengucek mata nya yang masih enggan untuk terbuka.
Dia melihat matahari yang semakin turun meredupkan cahaya nya, dia melihat jam di dinding kamar nya dan mata nya membulat seketika, melihat jarum jam menunjukan angka 5.
"Apa aku ini pingsan? bisa - bisa nya tidur selama itu" gumam nya sambil menghampiri kaca di depan meja rias dan menyisir rambut serta merapihkan pakaian nya.
__ADS_1
Reva menuruni anak tangga, mencari-cari seseorang di dalam tempat yang sangat sepi.
"Tidak ada orang, dia tidak mungkin meninggalkan ku di sini sendirian kan?" Gumam nya yang tidak melihat keberadaan siapa pun di rumah tersebut.
Dia membuka pintu keluar, dan pandangan nya terhenti pada se sosok laki - laki yang dia cari, Arka sedang duduk di kursi ayunan yang berada di taman di depan vila nya.
Reva melihat Arka tengah menikmati sore nya di temani segelas kopi yang masih mengepulkan uap nya, dia berjalan menghampiri orang tersebut.
"ekhmmmm" Reva berdehem membuat Arka melihat ke arah nya, Reva duduk di samping Arka.
"Kau sudah bangun?" Tanya Arka basa basi.
"ya, di dalam sangat sepi, apa pa kiman dan istrinya sudah pulang?" Tanya Reva.
"mmmm" Jawab Arka sambil menikmati kopi nya.
Mereka pun menikmati pemandangan tanpa sepatah kata pun, hingga dingin yang semakin menusuk terasa menyayat tubuh mereka.
"Sebaik nya kita masuk ke dalam saja, nanti masuk angin" Ajak Arka seraya berdiri dari posisi nya semula.
Reva hanya mengikuti langkah suami nya untuk masuk ke dalam rumah.
Reva menghampiri dapur, melihat meja makan yang masih kosong dan memegang perut nya yang mulai ber demo.
Melihat hal itu Arka mendekati Reva dan duduk di meja makan.
"Tadi istri pak kiman menawarkan diri untuk memasak, tapi aku larang karena takut makanan nya akan dingin" Ucap Arka melihat Reva yang sedikit kecewa.
"Tapi pak kiman bilang dia sudah menaruh banyak bahan makanan di dalam kulkas" Lanjut Arka melihat Reva yang kini mendekat ke arah kulkas, dan terlihat sebuah senyum dari bibir istri nya itu.
"Kamu mau aku masakin apa?" Reva menoleh ke arah Arka.
"Apa aja yang kamu bisa, asal jangan beracun" Jawab Arka meledek, Reva melengos mendengar ucapan Arka meremeh kan kemampuan nya.
"Kamu tidak tahu kan jika aku memiliki sebuah kafe, jika hanya menyiapkan makan malam saja aku mah sudah khatam" Jawab Reva menyombongkan diri, sementara Arka hanya menyebikan bibir nya.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon Like, vote & Coment nya ya..
Terima kasih....