ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 39


__ADS_3

Arka mengganti pakaiannya setelah selesai membersihkan diri, lalu berjalan menuruni anak tangga dan menuju meja makan, melihat istrinya yang sedang menuangkan air minum.


"Biar aku saja bu Nur" Ucap Reva menghentikan tangan bu Nur yang menghampiri tempat nasi.


Bu Nur mengangguk dan menarik mundur tangannya, dan melangkah mundur meninggalkan meja makan majikannya.


Reva mengambil piring Arka, dan menyendokan nasi kemudian, mengembalikannya lagi ke depan Arka yang sudah duduk di kursinya.


"Apa segitu cukup?" Tanya Reva yang di angguki Arka.


"Mau lauk apa?" Lanjut Reva.


"Ayam bakar, tambah capcai saja" Ucap Arka menunjuk lauk yang dia maksud.


Reva mengambilkannya kemudian meletakan di piring suaminya.


"Terima kasih istri ku" Ucap Arka yang mulai mengambil sendok serta garpunya dan mulai melahap makanannya.


Reva tersenyum senang mendengar ucapan Arka, membuat hatinya penuh dengan bunga yang bermekaran.


"Makanlah yang benar, kau kira perut mu akan kenyang jika kau hanya tersenyum seperti itu" Ucap Arka.


"Aishhh kau memang tidak suka melihat orang lain senang" Jawab Reva yang mulai menyendok makanannya.


Setelah membantu bu Nur membereskan meja makan, Reva memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Reva melihat ponselnya, yang sejak tadi sore tidak dia sentuh sama sekali.


"Ibu" Gumamnya, ketika melihat beberapa kali panggilan Adel yang tidak ia jawab.


Reva mencoba menghubungi nomor itu kembali.


"Hallo sayang" Jawab Adel di seberang sana.


"Hallo bu, maaf tadi aku sedang berada di bawah, baru selesai makan malam" Ucap Reva sambil duduk di sofa kamarnya.


"Tidak apa-apa sayang, ibu hanya merindukan mu saja, apa kamu sudah pulang ke rumah?" Tanya Adel.


"Iya, tadi pagi aku baru pulang bu" Ucap Reva.


"Maaf, aku tidak meminta ijin ibu terlebih dahulu" Lanjut Reva.


"Ibu yang seharusnya minta maaf, ibu sudah mendengar semuanya, ibu minta maaf karena Arka tidak menjaga mu dengan baik" Ucap Adel dengan nada menyesal.


"Tidak apa-apa bu, semuanya sudah selesai sekarang" Ucap Reva menenangkan ibunya.


Hampir satu jam mereka berbincang, dan memutus panggilannya setelah mereka puas melepas rasa rindunya.


Reva naik ke atas kasur dan memeluk gulingnya sampai dia terlelap.

__ADS_1


Sementara Arka yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, tidak menemukan sosok istri di tempat tidurnya.


"Apa dia masih tidur di kamar sebelah?" Gumamnya dan membuka pintu kamar sebelah, dan benar saja dia melihat Reva yang sudah terlelap.


Arka tersenyum dan menghampiri istrinya, memeluknya dari belakang setelah ia tidur di samping istrinya.


Reva membuka matanya saat merasakan ada tangan kekar yang memeluknya.


"Pantas saja tubuh mu berat, ternyata kau suka tidur setelah makan" Ucap Arka yang masih memeluk Reva.


"AGGHHHHH" Arka menjerit, saat Reva mencubit tangannya yang tadi melingkar di


pinggang istrinya.


"Apa kau tidak bisa berbuat lembut pada suami mu? apa kau mau aku melaporkan mu pada KOMNASHAM atau pada kak Seto karena penganiyayaan dan KDRT?" Ucap Arka yang mengelus bekas cubitan Reva.


Reva membalikan tubuhnya menghadap Arka.


"Kamu kira kamu anak kecil yang akan di lindungi kak Seto? kamu tahu untuk seorang wanita, masalah berat badan itu adalah hal yang sensitif?" Ucap Reva dengan tatapan tidak suka.


"Aku kesini bukan untuk berdebat dengan mu, aku hanya ingin melalukan ini" Ucap Arka kembali memeluk Reva tapi kali ini dia menenggelamkan wajahnya di dada sang istri.


Reva terpaku dengan apa yang di lakukan suaminya, Reva masih tidak mengira jika Arka akan memperlakukan layaknya seperti seorang istri yang sesungguhnya.


"Usap kepala ku seperti ini, hari ini sangat melelahkan" Ucap Arka, menarik tangan Reva


dan meletakan di atas kepalanya.


"Hmmmm" Jawab Arka sambil mengangguk.


"Apa hal yang serius?" Tanya Reva lagi.


"Hmmmm" Jawab Arka.


"Apa tentang Luna?" Reva masih menusap rambut suaminya.


"Hmmmm" Jawab Arka.


"Apa kau penggemar ni*** Sabyan?" Tanya Reva kesal dengan jawaban sang suami.


"Hm_" Arka mendongak menatap Reva tidak mengerti.


"Sabyan apa?" Lanjut Arka.


"Itu yang suka nyanyi Hmmmm hmmmm hmmm hmmmmmm" Reva bernyanyi, membuat Arka tersenyum melihat Reva.


"Kau seperti sedang bernyanyi lagunya, apa kau tidak bisa menjawab pertanyaan ku dengan benar?" Tanya Reva menjadi kesal karena melihat Arka yang malah mentertawakannya.


"Aku tidak ingin mengingatnya, jadi untuk apa aku bercerita tentang apa yang ingin aku lupakan" Ucap Arka yang bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kau memberitahu ku, jika kau tidak ingin menceritakannya, dasar konyol" Ucap Reva semakin kesal.


"Aku hanya bilang, jika aku lelah" Ucap Arka yang menghampiri Reva.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!!" Ucap Reva saat Arka memangkunya.


"Kita akan kembali ke kamar yang seharusnya" Ucap Arka menggendong Reva.


"Turunkan aku, kau bilang badan ku berat, dan kau bilang sedang lelah, kenapa kau malah menggendongku" Ucap Reva yang mempererat pelukan di leher suaminya.


"Telinga ku sakit jika kau terus berbicara sekencang itu" Ucap Arka yang meletakan Reva di atas kasur miliknya.


"Kamarmu di sini, jadi jangan tinggalkan kamar ini lagi" Ucap Arka mengecup kening Reva dengan lembut.


"Besok, minta bu Nur untuk membantu membawa barang-barang mu ke kamar ini lagi, dan besok, berdandanlah yang cantik karena kau harus bekerja lagi sampai Reni menyelesaikan cutinya" Lanjut Arka, setelah naik ke atas kasurnya.


"Ayo kita tidur" Ucap Arka menarik tubuh istrinya untuk mendekat.


Reva tersenyum dan memeluk tubuh Arka hingga terlelap sampai pagi.


Reva merasa tidak nyaman dengan kaki Arka yang menindih tubuhnya.


Reva menggeser kaki itu, kemudian melepaskan pelukan suaminya yang masih melingkar di perutnya.


"Sebentar lagi, ini masih terlalu pagi" Ucap Arka yang meletakan kembali kaki dan tangannya ke posisi semula.


"Aku mau bangun, lihat itu sudah hampir subuh, awasss beratttt" Ucap Reva yang mencoba membuka kuncian suami di tubuhnya.


"Cium" Ucap Arka menyodorkan pipinya.


"Sejak kapan dia menjadi tidak tahu malu seperti itu, apa dia punya penyakit yang serius sehingga membuatnya berubah total? aku jadi takut melihatnya seperti ini" Pikir Reva melihat kelakuan Arka.


Arka membuka matanya dan melihat Reva yang menatapnya.


"Apa kau tidak mau bangun, ayo beri aku ciuman selamat pagi" Ucap Arka mengetuk pipi dengan jarinya.


"Cupp" Reva menuruti keinginan suaminya.


"Di sini!!" Lanjut Arka mengetuk bibirnya.


"Cupp" Reva mengecupnya dengan malu-malu.


"Ahhh sebaiknya kau menciumku setelah gosok gigi saja" Ucap Arka, membuat Reva mendekati wajah Arka dan mengigit telinga suaminya.


"AGGHHHH, Apa kau ingin memutuskan telinga ku, apa kau sudah gila!!!" Teriak Arka yang memegang telinganya.


"Itu hukuman buat orang seperti mu, kau suka sekali membuat ku senang dan melayang lalu sedang sekejap kau menarik dan menjatuhkan ku ke dasar jurang, dasar pohon pisang, kau harus banyak berjemur agar perasaan mu tidak beku seperti itu" Ucap Reva yang berdiri menatap Arka dengan telinganya yang memerah.


Bersambung..

__ADS_1


Tolong Like dan komentarnya, lalu tekan kembali ke cover untuk mengklik bintang lima ya, jangan Lupa BAYAR aku dengan Votenya ya.


Terima kasih


__ADS_2