ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 48


__ADS_3

Reva membuka mata saat mentari sudah menampakan dirinya.


"Aku kesiangan" Gumam Reva, melihat tempat di sebelehnya kosong.


"Kenapa dia tidak membangunkan ku?" Lanjutnya.


Setelah selesai mandi, Reva langsung mendekati bu Nur yang sedang menuangkan minuman ke dalam gelas di atas meja makan.


"Bu, apa A arka sudah berangkat ke kantor?" Tanya Reva yang duduk dengan hati-hati karena perutnya yang sudah besar.


Bu Nur terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Reva.


"Tuan muda belum pulang nona" Ucap bu Nur.


Reva menatap bu Nur tak percaya dengan apa yang ia dengar, kemudian dia mengambil ponsel dan melihat tidak ada notifikasi apapun dari suaminya.


"Dia juga tidak membalas semua pesanku, apa terjadi sesuatu?" Gumam Reva kemudian menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


"Hallo sayang" Tersengar suara yang Reva rindukan di seberang sana.


"A, apa aa belum pulang sejak kemarin? apa sudah terjadi sesuatu di rumahsakit?" Tanya Reva khawatir.


"Maaf sayang, kemarin Luna histeris saat tahu tentang kondisinya, jadi aku tidak bisa pulang karena harus menemaninya agar dia bisa tenang, aku harap kamu bisa mengerti" Ucap Arka memberi penjelasan.


"Iya a aku mengerti, Luna memang membutuhkan mu, tapi seharusnya aa memberiku kabar agar aku tidak khawatir, apa perlu aku membawakan baju ganti ke rumah sakit?" Tanya Reva walau dengan wajah yang murung.


"Maafkan aku, sejak kemarin ponselku dalam mode silent jadi aku tidak tahu jika kamu menghibungiku sayang, aku akan pulang sekarang untuk mengganti pakaianku" Ucap Arka.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati dan sampaikan permintaan maaf ku pada Luna" ucap Reva sedih.


"Iya sayang, aku tutup dulu ya" Ucap Arka dan memutuskan panggilannya.


"Kenapa perasaanku terasa aneh, mungkinkah dia masih memiliki perasaan pada luna? ahh tidak..tidak aku harus percaya pada suamiku, dan Luna jadi seperti itu juga karena menyelamatkan ku, aku harus berterima kasih padanya" Gumam Reva mencoba menenangkan dirinya.


Arka sampai di rumahnya saat hampir makan siang.


"Bu dimana istri ku?" Tanya Arka yang melihat bu Nur menyambutnya.


"Nona muda sejak tadi ada di kamarnya tuan" Jawab bu Nur.


Arka mengangguk dan menghampiri kamarnya, membuka pintu kamarnya perlahan, matanya sibuk mencari sosok yang ia rindukan.


Matanya tertuju pada sosok wanita yang sedang duduk di kursi yang berada di balkon kamarnya, Arka melihat Reva tengah sibuk melakukan sesuatu.


Arka tersenyum, ketika melihat Reva tengah kesulitan saat ingin memotong kuku kakinya, Arka mendekat dan mengambil gunting kuku dari tangannya.

__ADS_1


Reva kaget, tapi langsung tersenyum saat melihat suaminya berjongkok dan membantunya untuk menggunting kuku.


"Seharusnya kamu meminta tolong bu Nur atau yang lainnya, untuk membantumu" Ucap Arka yang tengah sibuk dengan kaki yang berada di pangkuannya.


"Aku masih bisa melakukannya sendiri a" Ucap Reva.


"Tapi anak kita nanti terhimpit, kasian dia" Ucap Arka mengelus perut istrinya.


"Selesai, Ayo kita makan aku lapar sekali" Lanjut Arka yang sudah selesai membantu istrinya.


"Terimakasih daddy, tapi sebaiknya aa mandi dulu gih bau asem gitu badannya" Ucap Reva memencet hidungnya sendiri.


"Enak aja bau asem, orang masih wangi kok" Ucap Arka setelah mencium ketiak kanan dan kirinya.


"Tetep aja, yang namanya gak mandi dari kemarin mah badannya kotor a, apalagi abis dari rumahsakit banyak bakteri, mandi dulu sana, aku bantuin bu Nur buat siapin makan siang" Ucap Reva mendorong tubuh suaminya ke dalam kamar mandi.


"Yank, gak mau mandiin sekalian?" Tanya Arka dari dekat pintu.


"Gak malu apa, udah mau punya anak masih minta di mandiin" Ucap Reva.


"Lah gak apa-apa dong, kan udah lama aku gak di mandiin kamu" Ucap Arka yang masih berada di daun pintu.


"Udah cepet tutup pintunya, mandi. Aku mau ke dapur" Ucap Reva meninggalkan suaminya yang berwajah kecewa.


"Sayang aku harus ke kantor sekarang, lalu menjenguk Luna ke rumah sakit, jadi mungkin aku akan pulang larut malam, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Arka setelah selesai menghabiskan makanan di piringnya.


"Ada yang harus aku tanda tangani" Ucap Arka mengelus pipi istrinya yang kini sudah berisi.


"Pipi kamu kaya bakpau sekarang hihii" Ucap Arka terkekeh mencubit pipi istrinya gemas.


"Jangan ngeledek, awas aja kalau bilang aku gendut" Ucap Reva menepis tangan suaminya.


"Kamu gak gendut, tapi sexy" Bisik arka membuat Reva tersipu malu.


Reva mengantar kepergian Arka setelah memasangkan dasi suaminya, Arka mencium kening Reva dan tidak lupa untun mencium perut sang istri, dan pergi setelah Reva mencium tangan suaminya.


Babarap hari sudah berlalu, Arka jarang sekali pulang kerumah, Arka lebih sering meminta pak Udin untuk mengantarkan baju ganti untuknya ke rumah sakit, dan hanya menghubungi Reva sesekali saja.


Bahkan di hari libur Arka hanya pulang untuk mengganti baju saja, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemani Luna di rumah sakit.


Pagi itu Reva bangun lebih awal dan memasak sendiri makanan untuk suaminya, Reva berniat untuk membuat bekal dan membawakannya ke rumah sakit sekalian membawa baju ganti untuk Arka.


Dia berangkat dengan di antar oleh pak Udin, sesampainya di rumah sakit Reva langsung menuju tempat Luna di rawat.


Reva membuka pintu kamar itu perlahan, dan matanya langsung membulat saat melihat suaminya tengah tertidur di kursi dekat ranjang pasien, dengan tangan memeluk perut Luna yang masih terpejam.

__ADS_1


Tangan Reva bergetar, mencengkram erat paperbag berisi makanan yang ia bawa, Reva menutup pintunya kembali dan memutuskan untuk duduk di kursi tunggu yang berada di depan ruangan tersebut.


Reva menguatkan hatinya, dan menjernihkan pikirannya, namun air matanya tidak dapat berbohong bahwa hatinya kini tengah merasa sakit.


"Sedang apa kakak ipar di sini? kenapa tidak masuk ke dalam?" Tanya Gatan yang baru saja sampai, dan langsung duduk di samping Reva.


"Apa kakak ipar habis menangis? siapa yang berani membuat air mata kakak ipar yang berharga itu keluar?" Lanjut Gatan, melihat Reva menghapus air matanya.


"Aku tidak menangis, mataku hanya kelilipan makanya aku belum masuk, mataku sakit sekali tidak nyaman rasanya" Ucap Reva mengucek-ngucek matanya.


Gatan menghentikan tangan Reva, dan menahannya.


"Jangan sentuh lagi, nanti mata kakak ipar bisa iritasi" Ucap Gatan dengan tersenyum lembut.


"Kenapa kakak ipar kemari pagi-pagi sekali? apa dia tadi malam tidak pulang lagi?" Tanya Gatan.


Deg hati Reva tersentak ketika Gatan mengetahui suaminya tidak pulang ke rumah.


"Da darimana bapak tahu jika Arka tidak pulang ke rumah, apa Arka yang memberitahukannya? atau memang bapa juga sering menjenguk Luna?" Tanya Reva mencari jawaban.


"Aku mengetahuinya dari sahabat kakak ipar sendiri" Ucap Gatan malu-malu.


Reva langsung menatap tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"A..apa? se sejak ka kapan kalian berhubungan?" Tanya Reva kaget.


Gatan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan tersenyum garing.


"Katakan padaku, apa kalian berdua berpacaran?" Lanjut Reva.


"Ti tidak, tidak seperti itu, lebih tepatnya belum, dia masih meragukan perasaanku kak, jadi bisakah kakak ipar membantuku untuk meyakinkannya bahwa aku ini serius" Gatan memasang wajah yang memelas.


"Aishhh aku saja tidak akan percaya dengan ucapanmu, apa kau selalu berkata manis kepada semua wanita, dan selalu mengajak mereka berpacaran?" Ucap Reva kesal.


"Kenapa kakak ipar jadi emosi, dan tunggu apa kakak ipar tadi berbicara tidak formal kepadaku?" Tanya Gatan.


"Ahhh aku tidak akan menghormatimu lagi, dasar playboy" Ucap Reva memalingkan wajahnya.


"Ayo lah kakak ipar, tolong bantu aku kali ini saja, aku bukan playboy aku hanya memiliki hati yang lemah lembut, sehingga gampang sekali menyayangi mahkluk tuhan yang lembut sepeti wanita, bukankah wanita itu harus di lindungi?" Tanya Gatan dengan wajah malaikatnya.


Reva hanya mendengus kesal mendengar ocehan Gatan di sampingnya, melupakan kesedihan yang ia rasakan.


Bersambung..


NB:

__ADS_1


Tolong tetap dukung novel aku ya, aku up setiap hari kok, tapi pembacanya semakin sedikit aja tiap harinya, membuat aku jadi tidak semangat saja, jadi tolong tetap dukung aku ya, dengan Like dan Vote nya juga.


Terima kasih.


__ADS_2