ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 6


__ADS_3

"Braakkk" Sebuah sepeda motor menyerepet mobil Arka yang sedang terparkir, merusak kaca spion bagian kirinya.


Pengendara itu menghentikan motornya sekilas, membuka kaca helm yang iya kenakan. Melihat spion yang telah rusak, dia menuruni motornya dan mendekati mobil tersebut.


Melihat seorang pria berjas hitam dengan tubuh tegap, yang sudah berdiri di dekat sepion yang dia rusak, membuat dia gugup.


"aduhhh..gimana nih, pasti yang punya mobil marah, minta ganti rugi. Mobilnya bagus lagi, udah pasti mahal.


Mana yang punya serem gitu, badan nya aja otot semua" Pikir Reva yang sudah berada di dekat pria tersebut.


"Maaf, maaf kan saya. saya benar - benar tidak sengaja. saya sedang terburu - buru" Ucap Reva sambil mer*mas jari - jari tangan nya.


"Tidak ap.._" Ucap pria berjas hitam itu terhenti, ketika tuan muda nya keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"pak Ade, suruh dia untuk menggantinya!!" ucap Arka kepada supirnya,tanpa melihat ke arah Reva.


Ya, pengendara motor itu adalah Reva.


"Heiii, tapi aku sudah minta maaf. Lagian tidak sepenuhnya aku yang salah, mobil mu yang menghalangi jalan. parkir sembarangan di depan rumah orang",Ucap Reva yang mulai kesal.


"Pak Ade hubungi polisi!!, kata kan mobil kita di tabrak pengendara yang ugal - ugalan, dan mungkin saja pengendara itu tidak memiliki sim". Arka masih berbicara tanpa melihat ke arah Reva.


Reva yang semakin tersulut emosi nya, membuka helm yang masih ia kenakan.


"heii kau!!!" Reva menunjuk Arka dengan helm yang dia pegang.


"aku di sini, di depan mu jadi kita bisa membicakan nya baik-baik. Polisi?? yang benar saja, memang nya aku ini pelaku tabrak lari hahhh??aku tidak ugal - ugalan, dan aku juga memiliki SIM". Reva berbica panjang lebar dengan menahan emosi nya.


Arka masih menatap pak Ade yang masih berdiri tegap, dengan kepala menunduk hormat.


"Aku tidak ingin berurusan dengan wanita barbar, urus semua nya untuk ku." Ucap Arka kemudian berlalu memasuki mobilnya kembali.


Sementara di dalam rumah, tidak kalah menegangkan nya.Dengan beberapa orang lelaki bertubuh besar tengah duduk di depan bi ihat, mang kokom dan tentu saja Adel yang tadi sudah bergabung ke dalam ketegangan tersebut.


flash back on.


Adel yang melihat pintu pagar rumah tersebut terbuka, langsung masuk berjalan melalui halaman yang cukup luas dan sejuk.


kemudian mengetuk pintu rumah tersebut, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


"tok.tok.tok.. Assalamualaikum , permisi"

__ADS_1


Adel memberi salam, namun belum juga ada jawaban.


"Apakah tidak ada orang di dalam ya??, aku coba sekali lagi" pikir Adel.


"tok..tok..greerttt" pintu itu terbuka ketika Adel mengetuknya.


"tidak di kunci, berarti ada orang di dalam" gumam nya, dan Adel meyakinkan diri nya untuk memasuki rumah tersebut, ketika Adel baru saja masuk, terdengar suara beberapa orang sedang berbicara.


"Tolong beri kami waktu lagi pak, saya mohon jangan ambil rumah ini hiks..hiks.." Suara seorang perempuan tengah terisak kencang.


"Tidak bisa!!! kami sudah memberi kalian waktu 1 minggu untuk melunasi sisa hutang kalian". Tegas seorang lelaki.


"kami mohon tuan" suara lelaki yang berbeda.


"Silahkan kalian tinggalkan rumah ini sekarang,jika kalian tidak bisa.._".


" Saya yang akan melunasi semua nya". Adel berjalan mendekati seseorang yang di kenal nya. Sementara semua mata tertuju pada nya, adel mengeluarkan senyum bahagian nya dengan mata berbinar.


" Teh ihat?? akhirnya Lia ketemu teteh juga" Ucap nya lirih.


" A..Adelia, Lia??" Tanya bi Ihat tak percaya.


Adel hanya mengangguk dan kemudian memeluk bi ihat.


Adel mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas nya.


"Tulis nominal yang kalian inginkan!!" Ucap Adel yang menyerahkan selembar cek kepada salah seorang pria berbadan besar tersebut.


"Silahkan kalian pergi, dan jangan pernah datang kembali !!" Lanjut Adel yang sudah melihat pria itu mengambil cek yang dia berikan.


" Iya, kami permisi, maaf sudah membuat keributan". Ucap mereka kemudian keluar dari rumah tersebut.


Reva yang sedang menggedor kaca mobil Arka pun berhenti, ketika melihat 3 orang pria berwajah seram keluar dari dalam rumah.


"Yakkkkk..Dasar lelaki ga punya udel, aku jadi lupa dengan urusan yang sangat penting" Teriak Reva yang segera mendekati motornya, kemudian mendorongnya masuk ke dalam halaman yang tadi Adel masuki.


"Ga punya udel??dasar wanita aneh" Arka bergumam dan menyentuh bagian perutnya, terlihat senyum tipis di sana.


Arka mengerutkan dahinya ketika melihat perempuan yang dia anggap aneh itu masuk ke dalam rumah yang tadi ibunya masuki.


Reva segera masuk ke dalam rumah, setelah memarkirkan motornya di halaman.

__ADS_1


"Bibi, ga kenapa- napa?? maafin neng bi, neng ga ngasih tahu bibi kalau bulan ini neng belum bisa bayar hutang itu, karena uang nya neng pake untuk.._"


"Bayar rumah sakit" Suara Adel menghentikan Reva yang tengah sibuk berbicara kepada bi ihat, kamudian Reva langsung memutar pandangannya ke arah suara perempuan di belakangnya.


Karena tadi Reva panik, dia tidak memperhatikan sekitarnya, pandangan hanya tertuju pada orang yang duduk di sofa dengan mata sembab khas orang yang sudah menangis.


"Tan..tante Adel??" Reva menatap tak percaya dengan apa yang di lihat mata nya saat ini.


Sementara Adel hanya mengangguk dan tersenyum bahagia, ternyata yang menyelamatkan nya adalah gadis yang dia cari.


"Jadi kamu adalah anaknya Nada?" Tanya Adel yang mulai berkaca- kaca.


Reva kembali menatap paman dan bibi nya, merharap mendapatkan penjelasan.


"Tante Adel adalah sahabat mamah mu sayang" Ucap bi ihat menjawab kebingungan yang terdapat di sorot mata keponakan kesayangan nya itu.


"Ternyata takdir memang mempertemukan kita lagi nak, dengan cara yang tidak kita sangka" Ucap Adel dengan buliran air mata bahagia nya.


"kemarilah..!!!" Lanjut Adel seraya menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Reva untuk mendekat.


Adel mencakup kedua wajah Reva yang sudah duduk di sampingnya.


"Terima kasih sudah menyelamatkan tante waktu itu, dan mendapatkan kesulitan karena kamu lebih mengutama kan orang yang tidak kamu kenal, di banding keperluan kamu sendiri. Kamu memang berhati mulia seperti Ibu mu sayang" Ucap Adel kemudian mengecup kening Reva dengan sayang.


"Saya benar- benar ikhlas tante". Reva beralih menatap bibinya.


"Tapi setau neng, sahabat yang sering mamah ceritain itu nama nya tante Lia kan bi?? Mamah belum pernah cerita tentang tante Adel." Tanya nya Reva pada sang bibi.


Adel dan bi ihat tertawa mendengar perkataan Reva.


"Nama tante adalah Adelia sayang, mamah kamu memang lebih senang memanggil tante Lia. Karena menurut Nada nama Adel itu seperti orang bule, tidak cocok untuk orang sunda" Ucap Adel dengan ekspesi sedih ketika mengingat kenangan masalalu bersama mendiang sahabatnya itu.


"Permisi..."


Bersambung...


**INFO


Mohon maaf jika kata - kata di novel ini masih sangat berantakan, jadwal up yang masih seenak nya. Di karena kan kegiatan saya yang seorang ibu rumah tangga yang terkadang ada kesibukan yang mendadak..


Tapi jika waktu luang lebih banyak nanti di usahakan Doble ya up nya**.

__ADS_1


Mohon Like& Coment nya...


Terima kasih yang sudah mampir...


__ADS_2