
Semua orang tengah sibuk membereskan rumah, bi ihat dan Adel membersihkan perabotan yang kotor, Salfa di temani Reva yang sudah membersihkan wajahnya dan mengganti baju dengan piyama sedang menyapu dan mengepel, Sedang mang kokom dan Asep bertugas mengangkat kursi, sofa dan meja serta membersihkan karpet- karpet yang tadi di pakai.
Sementara semua orang sibuk, Arka baru saja keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggang nya, menengok kesana kemari mencari keberadaan Reva.
Arka membuka lemari Reva, mengangkat tumpukan demi tumpukan baju, mencari sesuatu yang mungkin saja bisa dia pakai pikirnya, karena dia tidak membawa baju ganti dan tidak mungkin akan tidur menggunakan baju kotor yang sudah Ia pakai seharian tadi.
Setelah berpakaian Arka keluar dari kamar, mencari keberadaan orang - orang rumah yang ternyata sekarang tengah berada di ruang keluarga, minus Salfa yang sudah pamit pulang tadi, mereka tengah menikmati teh hangat dan bolu ketan.
Mendengar suara langkah yang menuruni anak tangga, semua mata mengalihkan pandangan nya ke arah suara tersebut.
Tiba - tiba suasana menjadi hening, saling melemparkan pandangan sebelum akhirnya ruangan itu di penuhi gelak tawa, Adel dan Reva lah yang tertawa paling kencang, sampai terpingkal pingkal mengeluarkan air mata dan memegangi perut nya, sementara mang kokom hanya tersenyum, melihat sosok yang menjadi pusat perhatian.
Arka mengenakan celana training abu - abu dan kaos hitam bergambar panda yang ketat di badan nya apalagi di bagian lengan yang berotot.
"Aku tidak membawa baju ganti" Ucap Arka malu, sadar diri nya sedang di tertawakan Arka kembali menaiki tangga dan kembali ke kamar nya dengan kesal.
"Hussst perempuan ko ketawanya kaya gitu, apalagi ngetawain suami dosa neng, ambil baju di kamar Asep, terus kasih suami kamu, kalo di kasih baju mamang nanti dia ga mau" Ucap mang kokom melihat Reva yang masih saja tertawa.
"Iya sayang, Ibu juga sampai lupa kalo Arka enggak bawa baju ganti, soal nya dia ga tau kalau hari ini akan menginap" Adel menimpali sambil mengusap mata nya yang sedikit basah.
"Sep, ayo anter teteh buat ngambil baju kamu" Ajak Reva.
"Lah kaya anak kecil aja di anter - anter, ambil aja di lemari teh yang menurut teteh cocok buat a Arka, tapi jangan di acak - acak" Ucap Asep sambil mengambil sepotong bolu di atas piring.
Setelah mengambil baju Asep lalu Reva menuju kamar nya, membuka pintu nya perlahan sebelum masuk dan menutupnya kembali.
Reva melihat lelaki yang kini suami nya itu, tengah duduk di tempat tidurnya dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam nya. Rupanya dia memilih untuk mengenakan baju kotornya dari pada harus di tertawakan lagi.
"Pakai baju ini aja, kaya nya badan kamu ama Asep hampir seukuran" Ucap Reva sambil menyodorkan pakaian yang di bawanya.
__ADS_1
"Ini mau pake enggak??" Reva menyodorkan nya lagi. Namun masih tidak ada jawaban juga.
"Ihhh amit - amit, lalaki teh beulikan".
Reva menggerutu kesal pada suami nya, yang tidak menghiraukan nya.
"Mau ganti gak? kalo enggak aku bawa lagi nih baju nya!!". Arka menoleh seketika mendengar ancaman istrinya itu, karena sebenarnya dia juga tidak nyaman jika harus tidur dengan pakaian yang kotor.
"Ya udah sini, maksa banget" Arka mengambil baju nya dan masuk kamar mandi. Reva memutar bola mata nya kesal.
"Dosa apa aku ya Allah punya suami kaya gitu, semoga ini hanya mimpi buruk karena aku terlalu lelah bekerja saja" Pikir nya.
Reva merasa jika matanya mulai lelah, dia membaringkan dirinya, memeluk guling nya dengan nyaman dan menarik selimut nya sampai ke leher.
Reva membuka mata nya kembali setelah perasaan nya tidak enak, seperti ada yang sedang memperhatikan nya. Dan benar saja Arka sedang berdiri di hadapan nya dengan tangan yang terlipat di atas perutnya.
"A..apa? ke kenapa kau me melihat ku se seperti itu?" Reva terbata karena takut, mengeratkan genggaman pada guling nya.
"Ti tidur?? aku sudah menggelar kasur lain di sana" Ucap Reva sambil menunjuk kasur lain dengan dagu nya, Arka pun melihat sebuah kasur dengan bantal dan selimut di atas lantai.
"Aku??tidur di sana? di Lantai?" Tanya Arka tak percaya.
"Iya, tapi bukan di lantai. Apa kau tidak melihat kasur di sana? tuh di sana?" Reva sudah bangun dari tidurnya dan duduk menunjuk lagi kasur di sudah Ia gelar tadi.
"Tapi aku tidak mau di bawah, kau saja yang di bawah" Ucap Arka tegas.
"Hei tuan, kau tidak ingat ini kamar ku, aku pemilik nya jadi aku yang memutuskan mau tidur dimana". Reva sangat kesal.
"Kalau begitu kita tidur di sini saja berdua, aku rasa jika kita berpelukan kasur ini akan cukup" Arka mendekat dan duduk di sebelah Reva yang mulai terlihat gugup, Arka menyeringai jahat menatap Reva.
__ADS_1
"Pe peluk??A apa yang mau ka kau la lakukan?? Reva menggeser tubuhnya menjauh.
"Kita sudah sah suami istri" Arka menatap jahil.
"AGGGGHHH" Arka berteriak ketika mendapat tendangan dari istrinya, membuat nya terjatuh dari tempat tidur.
"Apa yang kau lakukan?? kau pikir aku akan melakukan apa?? Aku bahkan tidak tertarik dengan badan mu yang rata, dasar perempuan mesum" Arka kesal sambil mengusap usap pantat nya yang terasa sakit.
"Me mesum?? kau bilang aku mesum? kau yang membuat ku berpikiran mesum dengan ucapan mu itu" suara Reva tidak kalah kesal nya.
"ahhh ternyata kau sudah memikirkan nya" Arka melihat pipi Reva yang mulai memerah.
"Baik lah - baik lah, aku yang waras jadi aku yang akan mengalah" Reva berdiri dan berbaring di kasur yang tadi dia gelar, memunggungi Arka yang sedang tersenyum menang.
"Aggghh bagaimana bisa pipi ku memanas, apa pipi ku terlihat merah tadi, apa dia melihat nya, agggh aku malu sekali" Ucap Reva frustasi dalam hati, menarik selimut nya sampai menutupi kepalanya.
Reva terbangun, melihat jam dinding di kamarnya menunjukan 05.00.
Reva mengikat rambut nya asal, membereskan tempat tidur nya lalu menuju kamar mandi.
Setelah menyelesaikan sholat nya, Reva berdiri menatap Arka yang masih tertidur pulas.
"meuni kasep pisan, eta pangambung meuni ciga sorodotan anak PAUD" (ganteng sekali, hidung nya kaya seluncuran anak PAUD). Reva terkesima dengan pemandangan indah di hadapan nya.
"issshh apa yang aku pikirkan, heyyy otak apa kau tidak ingat dia mengatai mu mesum, jangan pernah berpikir untuk memujinya lagi, kalo kau melakukan nya akan ku usir kau dari kepala ku". Reva pun keluar kamar nya tanpa membangun kan Arka.
Bersambungg...
Mohon Like, Vote & Likenya ya.
__ADS_1
Terima kasih