
Reva memutuskan untuk pulang setelah puas mengelilingi kota bogor, udara semakin dingin saja dan kabut mulai terlihat semakin berkerumun.
Di perjalanan, Reva meminta Arka untuk menghentikan mobil nya, ketika dia melihat tukang asinan yang berjejer di pinggir jalan yang mereka lewati.
"Jangan ngaku ke kota ini kalau belum nyobain asinan nya" Ucap Reva dengan asinan yang sudah di tangan nya.
"Asinan bogor itu cuma nama nya, di jakarta juga banyak yang jualan" Bantah Arka yang sudah melajukan mobil nya kembali.
"Tapi kalau makan dari tempat nya langsung, itu akan berkesan" Sanggah Reva tidak mau kalah.
Arka mengalah karena sadar jika berdebat dengan wanita itu akan sia - sia, berapa keras nya dia berusaha tetap akan kalah juga.
Arka melihat Reva yang sedang menikmati asinan nya, terlihat menikmati sekali, suap demi suap selalu membuat tersenyum.
"Apa seenak itu?" Tanya Arka.
"Hmmm, apa kamu mau? Tapi aku kira kamu tidak suka jadi aku hanya membeli 1 porsi" Ucap Reva.
"Apa kamu mau mencoba nya?" Lanjut Reva, menyodorkan sebuah cup plastik yang beisi asinan lengkap dengan sendok nya.
"Tangan ku sedang menyetir" Jawab Arka fokus melihat ke arah depan.
"Aaaa" Reva mendekatkan sesendok asinan ke dekat mulut Arka.
Arka menatap asinan itu ragu tapi kemudian membuka mulut nya, menerima suapan itu dan merasakan pedas namun segar di mukutnya, dia mengunyah nya perlahan dan menelan nya.
"Apa asinan se enak ini? atau karena dia yang menyuapi jadi rasa nya bisa seenak ini?" Pikir Arka tersenyum dalam hati.
Reva bergantian menyuapi Arka lalu mulut nya, hingga asinan nya habis.
Tak lama kemudian, mobil mereka sampai di depan pila nya, Arka melihat Reva sedang tidur sangat lelap mungkin karena kelelahan.
Arka turun dari mobil nya, membuka gerbang lalu melajukan mobilnya kembali masuk ke carpot di dalam pila nya.
Arka turun memutari mobil nya, lalu membuka pintu sebelah nya dan menggendong Reva ala film-film india gitu, Arka membuka pintu dan langsung menuju kamar Reva untuk membaringkan nya.
"Dia tidur atau pingsan ya? masa di gendong gitu masih aja pules, tidur kaya bayi. Tapi cantik" Ucap Arka dalam hati, mengagumi kecantikan istri nya.
Arka keluar, menuju kamar nya setelah menutup pintu kamar Reva.
Karena merasa sangat haus, Reva membuka mata nya, duduk di atas tempat tidurnya, menutup mulutnya karena menguap dan mengucek mata nya yang masih seupeut.
Reva tersadar ketika mengingat tadi dia masih berada di dalam mobil.
"Bagaimana aku bisa ada di kamar, apa aku tidur sambil berjalan?" pikirnya.
__ADS_1
" enggak- enggak, sejak kapan aku punya kebiasaan seperti itu, apa dia yang menggendongku sampai ke sini?" Lanjut nya.
"Sebaik nya aku menanyakan langsung, aku harus berterima kasih karena sudah melakukan nya, pasti dia kesusahan karena berat badan ku, kapan terakhir aku menimbang badan ya? Terakhir berat badan ku 47 apa 49 ya?" Reva masih bergumam sendiri.
Reva masuk ke dalam mandi karena badan nya yang terasa lengket dan lelah, dia pikir akan lebih segar jika mandi dengan air hangat.
Setelah Reva merasa segar, dan mengganti pakaian nya, Reva keluar menghampiri kamar Arka.
"Tokk..tokkk" Reva beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar.
"Apa dia sudah tidur" tanya nya dalam hati.
Reva mendekatkan telinganya ke daun pintu, dan tetap tidak mendengar suara apa pun.
Reva memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Arka, dan Reva membuka pintu nya perlahan setelah mengetahui bahwa pintu nya tidak terkunci.
Reva memasukan kepala nya sedikit mengintip ke dalam kamar tersebut, terlihat sosok yang di cari nya sedang meringkuk di atas tempat tidur.
"Ka...Arka" Kata Reva pelan, enggan mengganggu Arka.
Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban, Reva hendak menutup pintu nya kembali, namun Reva mendengar suara ringisan sesaat sebelum menutup pintu nya.
Reva membuka pintu nya lebih lebar, dan mendekati kasur dimana suami nya sedang berada.
"Agghhh" Arka hanya menjawab dengan ringisan nya lagi.
Reva mendekat dan mengguncang pundak Arka yang membelakangi nya, Reva melihat wajah Arka yang pucat, serta keringat dingin berada di dahi nya.
"Kamu sakit, Ka bangun!!ap apa yang sa sakit?" Tanya Reva panik, kini Reva sudah duduk di samping Arka, mencoba membangunkan Arka.
"hmmmm" Jawab Arka ketika membuka matanya dengan lemah.
"Ap apa yang sakit, di dimana?" Reva semakin panik melihat Arka semakin pucat.
"Perut" Jawab Arka memegang perut nya.
"Aggghh, tolong bantu aku ke kamar mandi" Ucap Arka bangun dari tidur nya, dan dengan segera Reva membantu Arka berdiri dan memapah nya.
"Mau apa kau?" Tanya Arka di depan kamar mandi.
"Membantu mu ke kamar mandi" Jawab Reva polos.
"Sampai sini saja, aku akan masuk sendiri, memang nya apa yang mau kau lihat?" Tanya Arka dengan suara yang sedikit parau.
"Lagi sakit juga, masih aja ngajak ribut" Ucap Reva yang melepaskan tangan nya yang melingkar di punggung Arka.
__ADS_1
"Hati - hati, aku akan tunggu di sini, kalau butuh bantuan teriak aja" Pinta Reva setelah melihat Arka menutup pintu kamar mandi nya.
"Kenapa dia bisa sakit perut ya? tidak mungkin kan karena menggendong ku, apa mungkin karena asinan itu, tapi aku makan lebih banyak dan baik - baik aja" pikir nya.
"Aku ingat, semalam saja waktu makan aku tidak melihat nya menyentuh sambal sedikit pun, apa dia tidak kuat dengan rasa pedas, tapi kenapa tadi dia sangat menikmati asinan yang cukup peda ya? ahhh dasar aneh" Gumam nya di depan pintu kamar mandi.
Reva berbalik dan merangkul pinggang Arka lagi, setelah melihat Arka keluar dari kamar mandi, dia membantu nya kembali ke tempat tidur, membatu nya berbaring dengan hati - hati.
"Tunggu sebentar, aku akan kembali" Ucap Reva yang segera pergi meninggalkan Arka.
Tak berselang lama, Reva kembali dengan segelas teh panas dan obat di tangan nya.
Reva membantu Arka untuk bangun dan duduk di samping nya, meniup air teh nya dan mendekat kan ke mulut Arka.
"mmmm pahit" Ucap Arka mengerutkan dahi dan bibir nya.
"Iya lah pahit, nama nya juga teh pahit biasa nya ampuh buat sakit perut, nih sekalian minum obat nya" Reva memberikan obat di tangan nya.
Arka mengambil obat nya dan meminum teh pahit nya, lalu berbaring kembali.
"Emang udah berapa kali kamu ke kamar mandi?" Tanya Reva melihat Arka memejamkan mata nya.
"Enggak aku hitung" Jawab nya masih dengan terpejam.
"Kamu sakit perut karena makan asinan tadi?" Tanya nya lagi.
"hmmmm" Jawab nya singkat.
"Kenapa kamu tetep mau makan padahal kamu tahu kalau kamu gak suka makan pedas?" Tanya Reva bertubi.
"Karena kamu yang menyuapi ku" jawab Arka dalam hati.
"Berisik, bukan nya nolongin malah bawel inikan gara- gara kamu yang nyuapin aku asinan itu" Ucap Arka membuka mata nya.
"Iya maaf ini kan udah nolongin, udah aku kasih obat juga" Jawab Reva menyesal.
"Ayo tanggung jawab, usapin perut aku sampai aku tidur, seperti ini" Pinta Arka mempraktekan mengusap perut nya dengan lembut.
Bersambung...
Ayooo pada nungguin mereka malam pertama ya...
Jangan lupa Like, Vote ama Coment nya ya. Biar saya lebih semangat ngelanjutin novel nya, sengaja hari ini doble up takut besok ga sempet up karena ada keperluan, tapi di usahain buat up deh.
Terima kasih
__ADS_1