
"Sekarang sudah tidak sakitkan?" Tanya Arka yang menyelimuti istrinya.
"Sedikit" Jawab Reva dengan malu-malu.
"Pantas saja, desahan mu sangat kencang tadi" Ucap Arka dengan cuek.
"Bughh" Reva memukul wajah Arka dengan guling.
"Apa kau tidak malu, membicarakan hal seperti itu denganku?" Tanya Reva yang kesal.
"Kenapa aku harus malu, aku membicarakannya dengan istriku sendiri" Ucap Arka, memeluk tubuh ramping istrinya.
"Ihhh jangan peluk-peluk, aku mau mandi" Ucap Reva risih.
"Kau bisa masuk angin jika mandi jam segini, lagipula untuk apa mandi, toh nanti juga akan kotor lagi" Ucap Arka dengan mengeratkan pelukannya.
Reva hanya menatap Arka tidak mengerti.
"Ayo kita lakukan lagi sampai pagi" Lanjut Arka berbisik di telinga sang istri.
"Dasar mesum" Ucap Reva dengan wajah yang merona, sambil memukul dada suaminya pelan.
Merakapun terlelap, setelah lelah melakukan olahraga malam sampai beberapa ronde.
Setelah mandi, Reva menyiapkan baju untuk Arka, menaruhnya di atas kasur, kemudian dia turun ke bawah untuk membantu bu Nur.
Reva menuangkan susu ke dalam gelas, kemudian menata piring di atas meja.
Arka yang sudah siap dengan setelan jas yang membalut tubuhnya, kini duduk dan bersiap untuk sarapan setelah Reva mengambilkan roti isi untuk suaminya itu.
"Nanti malam berdandanlah yang cantik, kita akan menghadiri undangan ulang tahun dari perusahaan X" Ucap Arka yang mulai memotong roti isinya.
"Apa aku harus ikut?" Tanya Reva yang duduk di kursinya.
Reva hanya menarik dan membuang nafasnya kasar, ketika melihat suaminya yang hanya mengangguk.
Kemudian Reva mengantar Arka sampai teras rumahnya, Reva mengulurkan tangannya hendak mencium tangan suaminya.
Namun Arka malah memberikan dasi yang Ia pegang ke tangan istrinya.
"Manja banget, biasanya juga pakai sendiri" Ucap Reva mulai mengalungkan dasi keleher suaminya.
"Mulai sekarang kau yang akan memasangkannya" Ucap Arka meletakan kedua tangannya di pinggang sang istri.
"Kau benar-benar tidak punya malu, singkirkan tangan mu, nanti kita jadi tontonan pak Udin dan yang lain" Ucap Reva risih.
"PAK UDINNN...JANGAN ADA YANG BERANI MELIHAT KE ARAH KU SEKARANG, KARENA AKU SEDANG MEMELUK DAN AKAN MENCIUM ISTRIKU!!! " Teriak Arka dengan kencang, membuat Reva membukatkan matanya karena kaget, dengan ucapan suaminya.
"BAIK TUAN MUDA" jawab pak Udin menunduk, di dekat mobil yang akan Arka tumpangi, suara pak Udin tidak kalah kencangnya.
__ADS_1
Reva tertawa melihat kelakuan bodoh suami dan supirnya.
"Dasar konyol, sekalin saja kamu umumim di toa Masjid" Ucap Reva yang sudah memasang dasi Arka dengan rapih.
"Apa aku benar-benar harus melakukannya?" Tanya Arka polos.
"Cupp" Arka langsung mengecup bibir istrinya, yang baru saja ingin menjawab pertanyaannya.
"Itu bayaran, karena kamu sudah memasangkan dasi untuk suami mu, yang ganteng ini" Ucap Arka dengan mengelus kepala Reva dengan sayang.
"Sekarang cium tanganku, aku harus segera bekerja" Lanjut Arka mengulurkan tangannya ke arah Reva.
"Dasar perusak suasana" Gumam Reva mencium tangan suaminya.
Arkapun tersenyum, dan melajukan mobil setelah melambai kepada Reva.
"Ada apa dengan manusia itu, kenapa menjadi manis seperti itu, selalu membuat hatiku semakin berdebar saja" Gumam Reva setelah melihat mobil suaminya pergi.
Malampun tiba, Reva masih bingung memilih baju yang harus ia kenakan, seisi lemari sudah ia keluarkan namun belum menemukan baju yang cocok.
"Seharusnya sesekali aku membeli gaun" Ucap Reva melihat baju-bajunya yang kebanyakan hanya jeans dan Tshirt saja.
"ceklek" Reva melihat ke arah pintu yang terbuka, dia melihat suaminya yang masuk dengan membawa beberapa paper bag di tanganya.
"Pakai ini" Ucap Arka menaruh bawaannya di atas kasur.
Reva membuka paper bag yang di bawa Arka, mengeluarkan gaun indah berwarna maroon tanpa lengan.
"Aku tahu, kamu tidak pernah menggunakan kartu yang aku berikan, apalagi untuk berbelanja, jadi aku yang berbelanja untuk mu" Ucap Arka yang melonggarkan dasinya.
"Kamu tidak seharusnya membuang uang, untuk hal seperti ini" Ucap Reva merasa tidak enak.
"Apa yang kau sebut membuang uang, aku hanya melakukan kewajibanku untuk menafkahi mu, cepat bersiaplah, aku akan mandi dulu" Ucap Arka berjalan ke arah kamar mandi.
"Apa aku bisa berjalan dengan sepatu yang setinggi itu?" Ucap Reva menatap alas kaki yang harus di gunakannya.
Reva sudah memakai gaunnya, bi Enung dan bi Diah sedang membantunya untuk bersiap, dengan make up yang tipis dan rambut yang di gerai membuat Reva tampak seperti masih anak SMA.
Arka yang baru keluar dari kamar mandi langsung terpaku, matanya tidak bisa berkedip saat melihat istrinya begitu cantik, dengan penampilan yang sederhana namun sangat mempesona.
"Kenapa? apa aku terlihat aneh?" Tanya Reva ketika melihat ekspresi Arka.
"Ka kau cantik" Gumam Arka pelan.
"Benarkah?" Ucap Reva dengan riang dan memutar -mutar badannya di depan cermin.
Arka memakai kemeja dan dasi dengan warna yang senada dengan Reva.
Kemudian masuk ke dalam mobil, yang sudah ada pak udin di belakang kemudinya.
__ADS_1
Arka dan Reva sampai di sebuah hotel berbintang, dimana acaranya di gelar.
Arka berjalan terlebih dahulu memasuki tempat acara tersebut, Reva hanya mengekori di belakang ketika orang-orang menyambut Arka dengan antusias, menjabat tangannya silih berganti.
Reva hanya berdiri menjaga jarak dengan suaminya yang sedang sibuk, berbincang dengan orang-orang penting lainnya.
"Sekarang kau sadar kan posisi mu dengannya berbeda?" Reva melihat sumber suara yang pernah ia dengar sebelumnya.
"Lu..luna!!" Ucap Reva kaget melihat orang yang memberinya tamparan waktu itu..
"Ke..kenapa kau ad ada di sini?" Lanjut Reva masih syok.
"Tentu saja karena aku di undang" Ucap Luna dengan nada yang sombong.
"Lihat seharusnya Arka menggandeng tanganmu, tetapi kenapa dia tidak melakukannya, bahkan dia seperti melupakanmu, ahhh mungkin dia malu mengakui status kalian" Ucap Luna dengan tatapan meledek.
Reva meremas gaunnya dengan kencang, matanya mulai berkaca-kaca mendengar pembicaraan Luna.
"Dulu dia tidak pernah melepaskan tangannya saat bersamaku, tapi kau..hanya seperti bayangannya saja, yang selalu mengikutinya dari belakangnya, tanpa bisa berjalan beriringan, aku penasaran apa dia pernah mengatakan jika dia mencintaimu? pasti tidak pernah, karena aku yakin dia masih sangat mencintaiku" lanjut Luna.
Reva tersenyum sinis menatap lawan yang berada di hadapannya.
"Kau benar!! aku hanya bayangan untuknya, tapi bukankah itu lebih bagus, aku bisa mengikutinya kemanapun dia pergi, dan tidak akan pernah terpisahkan" Ucap Reva.
"Dan seperti yang kau katakan, DULU mungkindia tidak pernah melepaskan tangannya darimu, tapi sekarang kau hanya bagian dari masalalu SUAMIKU" Lanjut Reva dengan menekankan kata dulu dan Suamiku.
Reva melihat Luna yang tidak mampu berkata-kata lagi.
"Ahhh dimana SUAMIKU, aku harus segera mencarinya, supaya terhindar dari godaan SETAN yang terkutuk" Ucap Reva dengan sedikit keras, kemudian meninggalkan Luna dengan tatapan marahnya.
"Kau lihat saja, aku akan merebut semuanya kembali" Ucap Luna melihat Reva yang berani pergi begitu saja.
Reva berjalan menuju toilet, dia menyandarkan punggungnya setelah masuk ke dalamnya, dia menahan lututnya yang masih bergetar.
"Kau hebat Reva, lihat wanita itu tidak bisa membalas perkataan mu" Gumamnya sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.
"Tapi darimana aku mendapatkan keberanian seperti itu tadi? untung saja aku cepat pergi, bagaimana kalau kucing gila itu mencakar wajahku lagi tadi" Lanjut Reva bergidik ngeri.
Reva merapihkan tatanan rambutnya, dan mengambil nafas lalu menghembuskannya perlahan, sebelum dia keluar dari toilet tersebut.
Reva memutuskan untuk duduk di kursi, yang berada di pojokan tempat acara yang baru saja di mulai itu.
"Kau pasti belum mengambil minum" Ucap seorang pria, yang menyodorkan sebuah gelas yang berisi jus ke arah Reva.
Reva kaget, matanya enggan untuk berkedip, bahkan bibirnya terasa kelu tidak mampu mengeluarkan suara sedikitpun, ketika melihat sosok di hadapannya yang sedang tersenyum dengan tatapan yang lembut ke arahnya.
Bersambung..
*Aku setiap hari usahain buat up kok, jadi tetap kasih semangat biar aku up terus.
__ADS_1
Mohon Like terus komentarnya ya, kasih aku bintang lima juga, dan jangan lupa BAYAR aku dengan Vote yang banyak..
Terima kasih.