
"Cantikkkk" Reva menatap malas arah suara itu. Dia masuk lip, tanpa memperdulikan orang yang mengekorinya.
"Nanti siang makan bareng yuk!" Ajak Gatan, orang yang mengekori Reva sejak tadi.
"Apa bapak lupa, kalo saya sudah menikah" Ucap Reva dengan menunjukan lagi cincin di tangan nya.
"Ya aku ingat, tapi aku tidak akan menyerah, kamu percaya cinta pada pandangan pertama? Aku merasakan nya kemarin saat ngeliat kamu, dan aku sangat yakin kalau kita ini jodoh" Ucap Gatan serius.
Reva tidak menghiraukan kicauan Gatan, dan keluar lip terlebih dahulu.
Gatan masih saja mengikuti Reva sampai meja kerja nya, Reva duduk dan menatap sinis Gatan.
"Saya mohon pak, jangan bikin saya merasa tidak nyaman, saya ingin bekerja dengan nyaman, saya tidak ingin orang - orang berpikiran buruk tentang saya".
Gatan menatap nya kecewa.
"Maaf aku hanya jujur dengan perasaan ku saja, dan aku benar - benar tidak akan menyerah" Gatan berlalu dari hadapan Reva dan masuk ke dalam ruangan yang berada bersebelahan dengan Arka.
Jam makan siang hampir datang, namun Reva masih saja sibuk dengan pekerjaan nya.
"Nih, kerjain harus beres sebelum jam pulang kantor" Ucap Senior Reva yang kemarin.
Reva melihat beberapa map yang di teriman nya, dia membuka beberapa lembar.
"Maaf kak, tapi ini sepertinya bukan kerjaan saya" Ucap Reva dengan hati - hati.
"Kamu itu junior di sini, udah seharusnya bantuin para senior kaya aku, udah deh kerjain aja jangan banyak ngomong, biar cepet beres" Ucap wanita itu sebelum pergi.
Reva hanya menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskan nya perlahan lalu mulai mengerjakan nya.
Arka dan Gatan yang hendak keluar makan siang, melihat Reva yang tengah sibuk bekerja, namun Reva tetap fokus pada pekerjaan nya tanpa melihat dua pasang mata yang sedang memperhatikan nya.
Arka dan Gatan pun pergi makan siang ke sebuah Restauran mewah, di sana terlihat Luna juga sedang bergelayut manja di lengan kekar milik Arka, namun tatapan Arka kosong tidak menyimak percakapan apa saja yang ada di sekitarnya.
"Apa dia sudah makan? kenapa sepertinya dia sibuk sekali, apa pekerjaan nya sebanyak itu, tadi pagi dia hanya sarapan roti itu juga hanya sedikit" Arka memikirkan keadaan istrinya.
"Sayang, kenapa kamu enggak makan? apa kamu mau menu yang lain?" Tanya Luna yang menatap Arka.
"Aku sudah kenyang, aku akan kembali ke kantor" Ucap Arka yang berlalu meninggalkan makanan yang tidak di sentuh nya.
Luna menatap kepergian kekasih nya itu dengan kesal.
"Aku juga balik ke kantor deh, jangan manyun gitu. Dia lagi banyak kerjaan" Ucap Gatan menghibur Luna sebelum dia mengikuti Arka pergi.
__ADS_1
Arka dan Gatan pun tiba di kantor, menuruni mobilnya.
"Apa itu?" Tanya Arka dengan dagu nya menunjuk sesuatu yang Gatan ambil dari jok belakang mobilnya.
"Makanan" Gatan menjawab sekena nya.
"Dasar rakus!!" Ucap Arka.
"Bukan buat gue, ini buat calon ibu dari anak- anak gue" Gatan berkata bangga.
"Dasar playboy, se isi dunia juga udah tau, kalau lo nganggap semua wanita itu jodoh lo" Arka menatap Gatan meledek.
"Tapi ini serius ka, gue ngerasa ada getaran berbeda ama ni cewek, gue ngeras_" Arka meninggalkan Gatan yang masih mengoceh.
"Ehh..eh.tunggu gue ka, ko gue malah di tinggal, gue belum beres curhat nih" Gatan menyusul sahabatnya itu.
*Jadi Gatan dan Arka ini sodara sepupu, dan sahabat sekaligus tangan kanan Arka selain pak Ade.
Gatan mendahului langkah Arka, ketika mereka hampir tiba di tempat Reva sedang bekerja.
"Ini makan lah, kamu pasti belum makan kan cantik? Jangan terlalu bekerja keras, aku gak mau nanti kamu sakit, nanti aku gak bisa ketemu kamu, aku takut rindu karna rindu itu berat" Gatan meletakan paperbag yang berisi makanan, di atas meja kerja Reva.
"Tidak, terima kasih pak. Saya sudah ma.._"
"Sudah makan saja, jangan sungkan, makan yang banyak ya" Gatan mengedipkan sebelah mata nya dengan genit, lalu meninggalkan Reva yang masih menatap Arka.
"Terima kasih" Ucap Reva pelan, menatap Arka yang kini sudah menuju ke ruangan nya.
Reva menatap paper bag itu.
"Ternyata pak Gatan baik juga, di banding dengan lelaki pohon pisang itu, mungkin aku terlalu kasar pada nya pagi tadi, sepertinya aku harus minta maaf" pikir Reva.
Sementara di dalam ruangan Arka, dia masuk ke dalam kamar mandi, dia mencuci wajah nya kasar, menatap pantulan wajah nya di cermin.
"Dasar bodoh, kenapa aku tidak kepikiran jika dia belum makan, kenapa harus Gatan yang menyadarinya lebih dulu. Tapi kenapa dia harus menerima pemberian dari lelaki lain, AGGGGHHHH" Wajah Arka masih saja merah walaupun sudah di cuci berkali - kali.
Hari pun makin sore, tinggal beberapa orang saja yang masih terlihat bekerja, karena jam pulang kantor memang sudah berakhir beberapa waktu yang lalu.
Arka dan Gatan langsung pergi melewati Reva, yang sudah berdiri dan membungkuk hormat kepada bos nya itu, namun hanya Gatan yang tersenyum pada Reva sedangkan Arka tidak melirik sama sekali.
"Isshh dasar uler sawah, maen ngeloyor aja. Apa leher nya akan patah jika menoleh sedikit saja" Reva menggerutu kesal dengan suami nya itu.
Reva sampai di rumah pukul 10 malam, karena pekerjaan seniornya yang terlalu banyak, dia turun dari ojol nya di depan pintu gerbang rumah besar itu.
__ADS_1
Reva berjalan melewati gerbang yang sudah di buka kan oleh pak udin.
"Terima kasih pak" Ucap Reva tersenyum ramah, yang hanya di angguki oleh pak udin.
Reva menghentikan langkah nya ketika melihat Arka yang sedang duduk di kursi taman depan rumah nya, menyenderkan punggung nya dan melipat ke dua tangan nya di antara dada dan perutnya.
Arka menatap tajam ke arah istrinya yang baru saja pulang, sebenarnya Arka merasa lega saat melihat Reva hati nya terasa hangat, sejak pulang ke rumah diri nya gelisah memikirnya perhatian Gatan yang di tunjukan untuk Reva, sebenarnya dia ingin sekali bisa dekat dengan istrinya itu, karena dia merasa senang saat mendengar pengakuan cemburu dari Reva tadi pagi.
Sejak di kantor Arka ingin sekali bisa cepat pulang dan berbicara pada Reva, karena dia sadar dirinya mulai menyukai Reva, dia tidak bisa tidur semalaman saat jauh dari istri nya itu.
Reva tidak memperdulikan Arka yang masih menatap nya, dia melanjutkan langkah nya kembali.
Reva langsung menuju kamar yang di tempatinya sejak malam tadi, Reva menyimpan tas nya di atas kasur dan menuju kamar mandi.
Setelah badan nya sudah bersih, dan sudah berganti pakaian. Reva turun ke bawah menuju dapur.
Reva melihat dengan ekor mata nya, jika Arka sedang duduk di ruang keluarga menonyon televisi.
"Apa nona membutuhkan sesuatu?" Tanya bu Nur melihat kedatangan nona muda nya.
"Iya bu, apa di rumah ini ada mie instan?" Tanya Reva yang sudah duduk di meja makan.
"Maaf nona, di rumah ini tidak ada mie instan, karena tuan muda dan nyonya tidak pernah meminta nya" Ucap bu Nur menyesal.
"ahh begitu ya, ya udah tidak apa - apa bu" Reva terlihat kecewa.
"Tapi di rumah belakang sepertinya masih ada nona, tunggu saya carikan" Ucap bu Nur tidak tega melihat melihat Reva kecewa dan bergegas ke rumah belakang.
Tidak lama menunggu bu Nur sudah kembali dengan semangkuk mie instan lengkap dengan irisan sawi dan telor ceplok di atas nya.
Reva hampir meneteskan air liur nya dan terlihat sangat berselera.
"Terima kasih bu, aku sangat lapar sekali" Ucap Reva mendekatkan mangkuk mie tersebut.
Bu nur mengangguk dan menuangkan air putih untuk majikan nya.
"Buatkan aku juga satu mangkuk bu Nur"..
Bu nur dan Reva menoleh ke arah sumber suara itu.
Bersambung....
Mohon Like, Vote & coment nya ya..
__ADS_1
Terimakasih.