ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 58


__ADS_3

Reva membuka pintu perlahan, dan mendekat ke arah tempat tidur Arka.


Reva melihat dahi Arka penuh dengan keringat, dan tubuhnya menggigil, kemudian Reva menyentuh dahi Arka dengan punggung tangannya.


"Dia demam" gumamnya, dan segera mengambil kompresan serta obat demam.


Reva meletakan handuk kecil yang basah ke atas dahi Arka dengan hati-hati.


Arka membuka matanya ketika merasakan basah pada dahinya.


"Kenapa aa gak bilang kalau aa gak enak badan, tapi tadi pas makan malam sepertinya baik-baik saja" Ucap Reva yang memijat tangan Arka.


"Iya, aku juga gak tahu kenapa mendadak seperti ini" Ucap Arka.


"Minum obatnya dulu, biar agak enakan lalu bisa tidur lagi" Ucap Reva mengambil air dan obat yang sudah ia bawa tadi.


Reva membantu Arka untuk bangun dan bersandar di tempat tidurnya.


"Terima kasih" Ucap Arka saat mengembalikan gelas yang sudah kosong.


"Sekarang tidurlah, aku akan menemani mu sampai kamu tertidur" Ucap Reva.


Namun baru beberapa saat, mereka mendengar suara Arva yang terbangun.


"Ahhh sepertinya dia terbangun, tunggu sebentar" Ucap Reva bergegas ke kamar sebelah, lalu tak lama dia kembali dengan Arva berada di pangkuannya.


Reva duduk di sofa memberikan ASI untuk Arva sampai Arva terlelap kembali.


"Kemarilah, aku ingin tidur bersamanya" Ucap Arka pelan dengan tangan yang melambai.


Reva tersenyum lalu mendekat, dan meletakan Arva di tempat tidur Arka.


"Jangan terlalu dekat, aa sedang sakit nanti Arva bisa tertular" Ucap Reva berbisik, dan Arkapun mengangguk setuju.


Arka menatap Reva dengan lekat, dan terdapat penyesalan di matanya.


"Maafkan aku" Ucap Arka lirih, membuat Reva membalas tatapannya.


"Maafkan aku belum bisa mengingat kalian, dan terimakasih karena sudah bersabar selama ini" Ucap Arka.


Reva menyentuh tangan Arka dan menggenggamnya.


"Tidak apa-apa, aku sudah senang karena kamu mau mencoba untuk mengingat kami" Ucap Reva dengan tersenyum.


"Ayo kita mulai dari awal" Ucap Arka serius, membuat dahi Reva mengkerut karena tidak mengerti arah pembicaraan suaminya.

__ADS_1


"Aku tidak yakin ingatan masalaluku tentang kita akan kembali, jadi ayo kita mulai kembali dari awal, kita buat sendiri kenangan kita yang akan aku ingat mulai dari sekarang" Ucap Arka membuat Reva tersenyum lebar, dan hanya bisa mengangguk karena terlalu bahagia.


Reva memeluk Arka dengan erat, dan menangis di pelukannya.


"Jangan menangis, mulai saat ini mari kita buat kenangan yang bahagian saja, dan jangan ada tangisan lagi di dalamnya" Ucap Arka membalas pelukan istrinya.


Mereka harus melepaskan pelukannya, saat Arva terbangun karena suara berisik daddy dan mommynya.


****


Sejak malam itu Reva kembali tidur di kamar Arka dan tentu saja bersama Arva juga.


Kini Arka sudah bisa kembali berjalan, walau belum di perbolehkan berjalan untuk waktu yang lama.


Keluarga Reva tengah berada di rumah Gatan, membantu untuk acara lamaran.yang di adakan lusa.


"Akhirnya kau akan menikah juga" Ucap Arka dengan tatatap tidak senang.


"Tentu saja, emangnya cuma lo aja yang bisa punya bini" Ucap Gatan sombong.


"Tapi baru mau lamarankan, belum tentu Salfa akan menenimanya, walaupun terima belum tentu keluarga besarnya akan menerimamu" Ucap Arka mencibir.


"A...gak boleh gitu ah, kasian tuh pak Gatan" Ucap Reva yang baru menghampiri Arka dan Gatan yang sedang mengobrol di pinggir kolam ikan.


"Tapi iya juga sih, teh Salfa nerima cinta pak Gatan aja itu udah sebuah keajaiban loh" Ucap Reva ikut mencibir.


"Tuh..tuh..dasar pasangan biadab emang serasi banget kalian kalau masalah bikin gue emosi" Ucap Gatan kesal dan meninggal Arka dan Reva yang sedang tos karena berhasil membuat Gatan kesal.


"Dimana Arva?" Tanya Arka melihat istrinya tanpa anaknya.


"Lagi di gendong tante ela" Jawab Reva.


"Kita pulang duluan aja yuk..kepalaku agak pusing kalau lihat banyak orang kaya gini dan kaki ku udah mulai pegal" Ucap Arka memegang kepalanya.


"Gak enak a, kita kan belum lama datang masa udah pulang lagi, atau kamu pulang duluan aja sama pak Ade, biar aku yang wakilin kamu disini, nanti aku dan ibu pulang bareng pak Udin aja" Ucap Reva yang di angguki oleh Arka.


"Ya udah temenin aku buat pamitan dulu yuk" Ucap Arka yang berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Reva, dan tentu saja Reva menyambutnya dengan senang hati.


Mereka berjalan bergandengan, menuju ke ruang tamu yang sudah banyak keluarga mereka disana.


"Mmmm maaf semuanya, om, tante saya harus segera pulang karena agak gak enak badan" Ucap Arka tidak enak.


"Kamu sakit sayang?" Tanya Adel khawatir.


"Cuma agak pusing saja bu sedikit" Jawab Arka menenangkan.

__ADS_1


"Ya udah kamu pulang aja deh, neng temenin suami kamu pulang" Ucap Adel kepada Reva.


"Biar Reva disini aja bu, nanti pulangnya bareng ibu, aku pulang sama pak Ade aja biar pak Udin nungguin ibu dan Reva" Ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu, kamu hati-hati di jalan ya" Ucap Adel kepada anaknya, lalu Arkapun pergi dengan Reva yang mengantar sampai Arka masuk ke dalam mobil.


Hingga malam tiba Adel dan menantu serta cucu kesayangannya baru tiba di rumahnya.


Bu Nur menyambut mereka di pintu dengan setia.


"Apa Arka sudah tidur bu Nur?" Tanya Adel.


"Sudah nyonya, tadi pas pulang tuan muda bilang kepalanya sakit, dan saya sudah memberikan obat kepadanya setelah makan malam tadi nyonya" Jawab bu Nur.


Adel pun mengangguk dan pergi ke kemarnya, hendak membersihkan badannys.


"Apa dia sedang tidur sekarang bu?" Tanya Reva menimpali, setelah kepargian mertuanya.


"Sepertinya begitu nona, sejak minum obat tadi tuan muda tidak keluar dari kamarnya lagi" Jawab bu Nur.


"Baiklah, tolong gendong Arva dulu sebentar bu Nur, sepertinya Arva belum mengantuk, aku ingin melihat Arka sebentar sekalian mau mandi, badan ku pegal dan lengket rasanya" Ucap Reva memberikan Arva kepada bu Nur.


"Dimana Alya? apa dia ada di rumah belakang?" Tanya Reva setelah Arva berada di pangkuan bu Nur.


"Saya belum melihatnya sejak makan malam tadi nona, mungkin dia sedang berada di kamarnya" Jawab bu nur.


"Ya udah bu saya ke kamar dulu, nanti jika bertemu Alya, tolong berikan Arva kepadanya sebentar selama saya belum kembali" Ucap Reva dan bu Nurpun mengangguk


"Baik nona muda" Jawab bu Nur.


Reva menaiki anak tangganya, berjalan menuju kamar dimana suaminya berada.


"Ceklek..ceklek..ceklek.." Reva berusaha membuka pintu kamarnya namun tidak bisa karena terkunci dari dalam.


"Tumben dia mengunci pintu kamarnya" Pikir Reva yang berjalan menuju kamarnya dan mengambil kunci cadangan.


"Ceklek" Akhirnya Reva bisa membuka pintu kamar Arka, dan berjalan perlahan.


Namun langkahnya terhenti dan badannya bergetar hebat, matanya seakan memaksa untuk melompat dari kelopaknya.


Bersambung..


Mohon like dan komentarnya ya, jangan lupa Votenya juga.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2