ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 30


__ADS_3

Luna mengambil amplop di dekat kakinya yang tadi telah Arka lemparkan.


Luna membukanya dengan penasaran, dan tangannya mulai gemetar sehingga menjatuhkan isi amplop tersebut.


Di dalamnya ada banyak sekali foto Luna bersama lelaki lain, fotonya saat tinggal di LN, bahkan foto saat di bandara dan di bandung ketika Luna menyusul Arka ternyata Luna sengaja dari bandara menuju bandung itu untuk menghindari Arka.


Namun Luna tidak sengaja melihat Arka ketika sedang menuju Rumah sakit.


Dan beberapa bukti informasi tentang lelaki yang bersama Luna.


"Kau bersekongkol dengannya untuk mencari kelemahan ku, wahhh hebat sekali kau bisa menipu ku begitu lama, atau mungkin aku yang bodoh karena mempercayai wanita iblis seperti mu" Ucap Arka bertepuk tangan dengan kencang.


Wajah Luna memerah, bukan hanya tangannya bahkan semua tubuhnya kini bergetar hebat.


"A aku bi bisa men menjelaskan se semuanya sayang" Ucap Luna terbata.


"Berani sekali kau masih memanggilku sayang dengan mulutmu yang kotor" Arka berkata sinis dengan tatapan jijik.


"A aku mi minta ma maaf, to tolong de dengarkan a aku, ini semua sa salah paham" Luna mulai mengelurkan deraian air matanya.


"Berhentilah bersikap tidak tahu malu seperti itu, aku sudah menahannya cukup lama, dan aku sudah sangat muak" Ucap Arka.


"Ka kau su sudah ta tahu sejak la lama?" Kini Luna mulai gontai dan terduduk di sofa dengan lemas.


"Sejak kau pulang ke Indonesia!!" (jenggg jenggg jenggg wajah Arka di closeup kamera hihiii).


Wajah Luna kini pias pasi seperti mayat hidup.


"Pergilah dari hadapanku dan jangan pernah kau menampakan diri di hadapan ku lagi, itu pun jika kau masih memiliki rasa malu" Ucap Arka meninggalkan Luna yang masih berada di ruangannya.


"Akhiri semua sekarang, dan hubungi semua wartawan besok aku akan membengkam semua mulut mereka, dan menaikan harga saham kembali" Perintah Arka kepada pak Ade yang menghampirinya.


Arka berjalan mencari keberadaan Reva di ikuti oleh pak Ade.


"Baguslah dia sudah pulang, dia pasti sangat sedih hari ini terlalu berat untuknya" Pikir Arka memandang nanar meja yang sudah kosong.


"Aku akan pulang, tolong segera singkirkan sampah di ruangan ku" Ucap Arka kepada orang kepercayaannya, pak Ade mengerti maksud ucapan tuannya yang sudah bergegas pergi.


Arka tergesa memasuki rumah dan mencari - cari keberadaan seseorang.


"Anda sudah pulang tuan muda?" Tanya bu Nur, menghampiri Arka dan menatap tangan Arka yang kosong.


"Aku meninggalkan tas kerja ku di kantor bu" Ucap Arka tentang arah tatapan bu Nur.


"Saya akan menyiapkan makan malam untuk anda tuan" Ucap bu Nur.

__ADS_1


"Apa dia sudah makan?" Tanya Arka.


"Maksud ku nona muda" Lanjut Arka melihat kening bu Nur mengkerut.


Bu Nur semakin mengkerutkan keningnya bingung.


"Nona muda belum pulang tuan" Jawab bu Nur.


"Belum pulang? tapi aku melihat mobilnya ada di depan" Sekarang Arka yang kebingungan.


"PAK UDINN PAK!!!" Teriak Arka


Pak Udin langsung menghampiri majikannya.


"Dimana nona muda sekarang" Ucap Arka dengan nada yang mulai kesal.


"Sa saya ti tidak tahu tuan" Jawab pak Udin takut.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menjaganya" Arka geram.


"No nona muda menelefon saya, dan bilang jika nona akan pulang bersama anda tuan, jadi saya di minta untuk pulang saja" Jawab pak Udin hati-hati.


Arka duduk di sofa, melonggarkan dasi dan melepaskan jasnya dengan kasar.


"Kemana dia pergi" Arka berpikir dengan serius, dia menghkawatirkan keadaan istrinya.


Arka memperhatikan para pedagang kaki lima di sepanjang jalan tersebut, Arka berpikir mungkin Reva membeli martabak seperti waktu itu.


Namun sampai di depan kantornya Arka tidak menemukan keberadaan istrinya tersebut.


Arka menghampiri scurity yang berjaga.


"Apa di dalam masih ada orang?" Tanya Arka.


"Tidak ada pak, hanya tinggal OB yang masih bersih-bersih saja" Jawab nya dengan sopan.


"Tolong lihat CCTV di setiap ruangan" Perintah Arka yang di angguki scurity nya tersebut.


Arka memperhatikan rekaman CCTV nya, dan mengerucutkan pandangannya, ketika melihat gambar sosok istrinya yang keluar dari kantor dan masuk ke dalam sebuah taxi yang berada di depan gedung tersebut.


"Dia pulang lebih awal, tapi kenapa belum sampai ke rumah, dan kenapa dia menaiki taxi sebenarnya kemana dia pergi dengan kondisi seperti itu?" Arka sangat menghkawatirkan keadaan istrinya tersebut.


Arka memutuskan untuk pulang, setelah lelah mencari Reva dengan hasil yang nihil. Dia berharap dapat menemukan istrinya ketika dia sampai di rumah.


Namun harapannya tidak terwujud, Arka masih tidak dapat menemukan Reva di manapun.

__ADS_1


Arka meremas mengacak-acak rambutnya kasar, wajah Reva yang menangis terus saja terbayang di pelupuk matanya.


"drettttt dretttt" Arka merogoh ponselnya yang bergetar di dalam saku celananya.


"Hallo tuan, seperti perintah anda tuan Budi kini sudah di tangkap polisi" Ucap pak Ade di seberang sana.


"hmmm bagus, lalu Sinta?" Tanya Arka.


" Saya baru melaporkannya tuan, kemungkinan besok baru di proses" Jawab pak Ade.


"Baiklah terima kasih karena kerja keras anda pak Ade" Ucap Arka sebelum mengakhiri panggilannya.


Arka menatap ponselnya sekilas, dan sibuk mencari-cari sesuatu di ponsel tersebut.


Arka teringat jika Ibunya pernah meminjam ponsel, untuk menghubungi Reva saat di Ibu Rumah sakit.


Beberapa kali dia menghubungi nomor tersebut, namun tak ada jawaban sama sekali, membuat Arka semakin cemas.


"AGGHHHHH" Arka berteriak frustasi menjambak rambutnya kencang.


Hingga dini hari Arka masih duduk di kursi kerjanya, menatap ponsel yang semalaman di pakainya untuk menghubungi Reva, bahkan kini nomor tersebut sudah tidak aktif.


Mata Arka menghitam karena semalaman tidak tertidur, bahkan Arka belum mengganti pakaiannya sejak kemarin.


Arka memutuskan untuk mandi air dingin, berharap pikirannya yang kusut bisa sedikit berpikir dengan jernih kembali.


Arka mengenakan handuk di pinggangnya, dengan rambut yang masih meneteskan air di ujung-ujung nya.


Arka mengambil ponsel dan mencari nama ibunya.


"Good morning sayang" Adel menyapa dengan riang.


"Bu apa aku bisa meminta nomor bi ihat atau siapapun yang bisa aku hubungi di rumah itu?" Tanya Arka hati-hati, dia tidak ingin ibunya mengetahui masalahnya saat ini.


"Baru semalam di tinggalin aja udah kangen gitu, dasar pengantin baru" Jawab Adel membuat Arka membeku karena Adel mengetahui jika Reva pergi dari rumah.


"Da dari ma mana Ibu tahu, kalau dia pergi dan tidak pulang semalam?" Tanya Arka penasaran.


"Kemarin bi Ihat ngirim WA katanya Reva lagi ada di bandung, bi Ihat juga bilang kayanya kalian lagi berantem, soalnya Reva pulang sendirian, dan Reva juga sampai di sana larut malam jadi bi Ihat gak sempet nanya macem-macem" Jawab Adel serius.


Arka tidak menjawab pertanyaan Adel, Arka langsung mematikan panggilannya setelah mengetahui bahwa Reva pulang ke Bandung.


Bersambung...


Mohon Like, Vote & Coment nya ya...

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2