ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 44


__ADS_3

"Aku sudah bilangkan, kita lakukan nanti malam saja, lihat sekarang aku jadi harus mandi lagi" Ucap Reva kesal karena Arka minta jatah di pagi hari.


"Hehee aku sudah tidak tahan, cacing ini sudah merindukan rumahnya" Ucap Arka cengengesan.


"Ihhhh mesum" Ucap Reva yang sedang duduk menghadap cermin meja riasnya.


"Ama suami aja manggilnya mesum, beda kalau sama yang onoh aja manggilnya Aa" Ucap Arka mengerucutkan bibirnya.


Reva membalikan badannya, melihat suaminya yang masih berada di bawah selimut dengan wajah yang cemberut.


"Apa kau iri?" Tanya Reva dengan tatapan iseng.


"Hahaaa kenapa aku harus iri kepada orang seperti ini, aku lebih kaya, ganteng tingkat dewa, lebih sultan di atas sultan" Ucapnya tertawa garing.


"Mandi sana, siram kepalamu dengan air dingin, sepertinya penyakit sombongmu sedang kumat dan lebih parah" Ucap Reva melanjutnya untuk merias wajahnya kembali.


"Bisakah kita habiskan hari ini di atas kasur saja?" Tanya Arka penuh harap dengan wajah selugu bayi.


"Aku ingin pergi jalan-jalan, bukannya tadi kamu yang mengajak ku" Ucap Reva yang sudah selesai dengah wajahnya yang sudah cantik.


"Tapi tadi aku hanya membujukmu" Gumam Arka pelan.


"Jadi kamu pengen aku marah lagi?" Ancam Reva, membuat Arka bersembunyi di bawah selimutnya.


Reva mendekati Arka dan sedikit membuka selimut Arka.


"Aa sayang, istri mu sedang ingin jalan-jalan, ayo kita pergi sekarang, nanti malam baru kita lanjutkan" Bisik Reva, membuat Arka tersenyum lebar.


"Pijat plus-plus ya" Pinta Arka yang sudah bangun dari tidurnya, dan segera masuk ke kamar mandi setelah mendapat anggukan dari Reva.


Arka keluar dari kamar, dan menyusul istrinya yang sudah menunggunya di teras rumah.


"Ayo sayang, kita pergi sekarang" Ucap Arka menghampiri istrinya.


Wajah Reva merona ketika bu Nur dan pak Udin menahan senyum mereka dengan panggilan Arka kepadanya.


"Mau jalan-jalan kemana?" Tanya Arka, ketika Reva sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Kemana aja, yang penting sama kamu" Ucap Reva malu-malu.


"Ciee..cieee gombal" Ucap Arka.


"Kenapa?? emang gak boleh, kan sama suami sendiri" Ucap Reva cuek.


"Aku malah seneng sayang, tapi seharusnya kan aku yang gombalin kamu" Ucap Arka yang fokus mengemudi.


"Nungguin kamu ngegombal mah, keburu tua aku A" Ucap Reva melihat ke arah luar jendela.


"AA" Pikir Arka tersenyum mengingat panggilan baru dari istrinya.


Mereka tiba di sebuah mall terbesar di jakarta.

__ADS_1


Arka berjalan terlebih dahulu, seperti biasa Reva hanya mengekori dari belakang.


"Sepertinya aku memang lebih cocok jadi bayangannya daripada di sebut istrinya" Pikir Reva sedih.


Tapi Arka menghentikan langkahnya, menunggu Reva yang berjalan pelan sambil menekuk wajahnya.


Arka mengulurkan tangannya, dan tersenyum ke arah istrinya.


"Udah di ajak jalan-jalan masih manyun aja, ayo kita bersenang-senang sayang" Ucap Arka menarik tangan Reva dan menggandengnya.


Reva tersenyum memandang tangannya yang sedang bergandengan.


"Apa yang ingin kamu beli yank" Tanya Arka yang mulai lelah karena hanya berputar-putar.


"Aku hanya ingin berjalan-jalan A, bukan ingin berbelanja" Ucap Reva.


Arka menghentikan langkahnya, menatap istrinya dengan tatapan heran.


"Kenapa?" Tanya Reva.


"Apa tidak ada yang ingin kamu beli, perhiasan, pakaian, tas, sepatu, atau apapun yang kamu inginkan, aku bisa membelikannya untuk kamu sayang" Ucap Arka.


"Untuk apa? menghamburkan uang mu? kamu mendapatkan uang dengan cara yang tidak mudah, bekerja dengan tenaga dan pikiran bahkan sampai larut malam, apa tidak kurang ajar jika aku berpoya-poya, menghabiskan uang suamiku untuk hal-hal yang tidak aku butuhkan? aku bahkan lupa caranya menghabiskan uang" Ucap Reva tersenyum kepada suaminya.


Arka tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia mencium tangan istrinya.


"Aku mencintai mu" Ucap Arka, membuat Reva tersipu malu.


Mereka memutuskan untuk pulang setelah puas berputar-putar di mall tanpa membeli apapun di sana.


"Seharian kita di mall tapi tidak ada satupun yang ingin kamu beli, malah minta jajan di pinggir jalan" Ucap Arka menatap tak percaya kepada istrinya.


"Tapi aku mau itu" Ucap Reva merajuk, dan akhirnya Arka menghentikan mobilnya untuk menuruti keinginan istrinya.


"Ayo turun, masa aku pergi sendirian" Ucap Arka tidak turun dan menunggu di mobil.


"Kamu aja deh, aku tunggu di sini aja" Ucap Arka malas.


"Ya udah" Ucap Reva manyun dan pergi sendirian, Arka melihat wajah istrinya yang kecewa.


Reva masih berjalan, menyusuri jalanan ramai dengan orang-orang yang memenuhi setiap tenda-tenda pedagang, Reva masih bingung dengan apa yang ingin ia beli, ia ingin membeli semuanya.


Ketika Reva masih bingung, tiba-tiba dia di kagetkan dengan tangan yang melingkar di bahunya.


"Apa yang sebenarnya ingin kamu beli sayang, ayo kita beli semuanya" Ucap Arka yang ternyata menyusul Reva.


Reve tersenyum melihat suami di sampingnya.


"Aku ingin beli itu, itu, itu dan itu" Ucap Reva menunjuk pedagang martabak, kerak telor, sate dan pedagang kue-kue tradisional.


"Apa kau sedang bercanda?" Tanya Arka tak percaya, ketika melihat Reva menggeleng. Dan Arka memutuskan untuk menuruti keinginan istrinya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa badan sekecil itu, memakan semua makanan itu?" Pikir Arka berginik ngeri ketika melihat istrinya tengah memakan semua makanan yang tadi mereka beli.


"Minum dulu, pelan-pelan saja, aku tidak akan memintanya" Ucap Arka menyodorkan air minum kepada istrinya, karena setelah sampai ke rumah Reva langsung membuka satu persatu makanan yang mereka beli.


"Apa kamu mau a?" Tanya Reva dengan mulut yang penuh.


Arka hanya tersenyum dan menggeleng, dia hanya memandangi istrinya yang makan dengan wajah senang.


***


"A, aku ingin martabak yang di dekat kantor kamu itu ya" Ucap Reva di seberang sana.


"Jam segini belum buka sayang, kan bukanya dari jam 7" Jawab Arka menjelaskan.


"Ya udah kalau gak bisa, beliin martabak aja gak mau, gimana kalau di minta beliin planet mars" Ucap Reva kesal.


"Iya..iya aku tungguin ampe abang martabaknya buka" Ucap Arka menyerah.


"Nah gitu dong, baru itu namanya suami idaman, muacchh muacchh, selamat bekerja sayang" Ucap Reva lalu memutuskan panggilannya.


Wajah Arka terlihat lesu setelah sambungan telponnya terputus.


"Kau beruntung karena tidak memiliki istri" Ucap Arka kepada Gatan yang sedari tadi menahan tawanya.


"Lo suami yang baik ka, gue gak nyangka lo bakal jadi suami yang takut istri" Ledek Gatan yang sedari tadi berada di ruangan Arka dan mendengar semua percakapan saudaranya.


"Aku juga tidak tahu, kenapa dia semakin tidak bisa di kendalikan, akhir-akhir ini dia lebih sensitif, lebih gampang menangis jika keinginannya tidak aku penuhi, terkadang tengah malam aku harus mencari makanan yang dia inginkan" Ucap Arka menerawang mengingat tingkah istrinya.


"Wanita memang seperti itu, ketika mereka merajuk maka pria akan menjadi budaknya, mungkin dia sedang datang bulan, biasanya wanita yang sedang datang bulan memang lebih sensitif, mendengar pria bernafas saja mereka bisa ngamuk tanpa alasan" Ucap Gatan sok tahu.


"Tahu apa kau tentang wanita, punya pacar saja tidak, dasar jomblo akut" Ucap Arka meledek.


Gatan hanya mendengus kesal mendapat hujatan dari saudaranya itu.


"Tapi tentang datang bulan, aku rasa dia sedang tidak datang bulan karena kami hampir melakukannya setiap malam" Ucap Arka dengan gamblang.


"Heyyy emangnya Lo gak malu, ngomongin ritual sakral ama remaja yang masih polos kaya gue?" Tanya Gatan.


"Bukan polos tapi gak laku" Ucap Arka dengan enteng.


"Tapi tunggu, bisa saja kakak ipar sedang mengalami ke mungkinan yang kedua" Ucap Gatan serius, dan di tanggapi Arka dengan serius pula.


"Kemungkinan apa maksud mu" Tanya Arka penasaran.


"Wanita yang sedang hamil juga bisa berubah menjadi sensitif dan banyak maunya" Ucap Gatan serius.


Arka mendelik kesal ke arah Gatan.


"Kenapa kau lebih banyak mengetahui tentang wanita, apa kau sengaja mengambil kursus tentang memahami wanita?" Tanya Arka kesal.


"Wahhh lo ngeremehin gue ka, gini-gini pacar gue itu banyak, mantan aja bertebaran dimana-mana, dari yang manja sampai yang sikap dan sifatnya aneh-aneh, gue pernah pacarin semua, jadi gue lebih paham ama yang namanya mahkluk tuhan yang paling sexy" Ucap Gatan sombong.

__ADS_1


Tapi Arka tidak menanggapi perkataan Gatan, dia terlihat berpikir tentang apa yang di ucapkan Gatan sebelumnya.


"Hamil, apa benar dia sedang mengandung anak ku? aku tidak pernah memikirkan hal itu, anak, apa aku akan segera memiliki anak? kenapa memikirkannya saja membuat jantungku berdebar" Ucap Arka dalam hati.


__ADS_2