ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 40


__ADS_3

Reva sudah bersiap dengan menenteng tasnya, beberapa kali dia menarik dan membuang nafasnya perlahan.


Dia berjalan keluar, menghampiri pak Udin di teras rumahnya.


"Ayo pak, saya sudah siap!!" Ajak Reva.


Pak Udin berdiri dan menunduk hormat.


"Maaf nona muda, tapi tuan bilang saya tidak perlu mengantar anda hari ini" Ucap pak Udin.


Reva menoleh ke arah langkah kaki di belakangnya.


"Mulai hari ini, kau bisa berangkat bersamaku" Ucap Arka yang baru saja datang.


"Dasar orang aneh, apa kamu lupa, kamu sendiri yang melarangku untuk tidak menumpang pada mu" Ucap Reva.


"Sepertinya kau yang lupa, tentang semua orang yang sudah mengetahui bahwa kau adalah istri ku" Ucap Arka enteng.


" Ayo, jadi lah pegawai yang teladan, aku menggaji mu bukan untuk membangkang, jadi patuhi setiap perintahku" Lanjut Arka ketika sudah berada di dalam mobilnya.


"Tadi bilangnya istri, sekarang pegawai, gampang banget hatinya bimbang" gumam Reva ketika membuka pintu mobil suaminya.


"Gak usah mendumel, aku bisa mendengarnya" Ucap Arka.


Reva hanya memutar bola matanya, menatap sinis ke arah samping tempat duduk suaminya.


"Lagian kenapa sih, sekarang kamu nyetir mobil sendiri, biasa nya sama pak Ade?" Tanya Reva.


"Pak Ade, sangat sibuk sekarang. Banyak yang harus dia bereskan" Jawab Arka, membuat Reva hanya mengangguk mengerti.


Mobil yang mereka tumpangipun sampai.


Reva berjalan mendahului Arka, menghindari tatapan para pegawai yang lain.


"Selamat pagi bu" Ucap beberapa pegawai yang sedang mengantri di depan lift.


Reva hanya mengangguk, merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap orang - orang di kantor.


Reva sampai di meja kerja, untuk beberapa saat dia teringat akan kejadian buruk pada hari itu, kemudian dia memberi semangat pada dirinya sendiri, meyakinkan bahwa semuanya sudah berlalu seperti mimpi yang tidak akan kembali.


"Haiii cantik...!!" Sapa Gatan yang baru sampai berjalan beriringan, bersama Arka.


"Apa kau ingin memukulku lagi, apa kau tidak suka ada yang mengagumi istri mu, jadi jagalah dia dengan benar, kalau tidak, maka jangan salahkan aku jika aku merebutnya dari mu" Ucap Gatan berbisik, ketika melihat wajah Arka berubah, saat Gatan menyapa Reva.


Reva hanya mengangguk dan tersenyum kikuk.


Arka tidak menanggapi ucapan Gatan, dan masuk ke dalam ruangannya, tanpa melihat ke arah Reva.

__ADS_1


Jam makan siangpun sudah tiba, Reva hanya melihat kotak bekal yang di sipakan oleh bu Nur seperti biasanya.


Reva masih merasa takut, tentang kejadian waktu itu.


Arka yang melihatnya, langsung menghampiri Reva, dan mengambil bekal yang sedang Reva pandangi.


"Ikut aku!!" Ucap Arka menarik tangan Reva, membuat Reva langsung berdiri mengimbangi langkah suaminya.


Arka membawa Reva ke ruangannya, menuntun Reva untuk duduk di sofa dan meletakan bekalnya di meja.


"Ayo makan!!" Ucap Arka, membukakan bekal dan mendekatkan ke arah Reva.


Reva menatap Arka bingung.


"Aku akan menemani mu makan, jadi kau tidak perlu makan sendirian" Ucap Arka mengadukan pandangannya dengan Reva.


"Ayo makan, jangan harap aku akan menyuapi mu" Lanjut Arka mengulangi perintahnya.


Reva menyebikan bibirnya, dan mulai memakan bekalnya.


"Lagian kenapa kau harus membawa bekal seperti anak kecil saja?" Tanya Arka yang melihat Reva sudah mulai memakan bekalnya.


Reva menelan makanannya, dan mengambil air mineral kemudian meminumnya.


"Selain hemat, aku juga tidak perlu mengantri untuk memesan makanan, dan yang jelas makanan ini lebih sehat" Jawab Reva.


Arka mengambil dompet yang berada di saku celananya, dan menyodorkan sebuah kartu yang kemarin dia berikan kepada Reva.


"Aku tidak memerlukannya" Jawab Reva dengan mulut yang masih berisi makanan.


"Kau simpan saja, dan gunakan saat kau butuh" Arka menaruh kartunya di dekat botol air mineral Reva.


Reva tersenyum ketika melihat tangan Arka, sebuah cincin melingkar di jari manis suaminya.


"Kamu memakainya" ucap Reva dalam hati tersenyum senang.


***


Beberapa bulan sudah berlalu, kini Reni sudah kembali bekerja sebagai sekretaris Arka, dan Reva tidak lagi bekerja di kantor Arka.


Arka membuka pintu mobilnya, dan berjalan membuka pintu rumahnya.


"Katanya mau lembur?" Ucap Reva menghampiri Arka, mencium tangan dan mengambil jas yang di pegang suaminya.


"Gak jadi, aku kangen sama kamu jadi aku akan menyelesaikannya di rumah saja" Ucap Arka membuat Reva tersenyum malu.


Hubungan mereka semakin membaik, walaupun belum ada ungkapan cinta dari keduanya, namun mereka sudah semakin dekat.

__ADS_1


Setelah makan malam Arka masuk ke ruang kerjanya, dan seperti biasa Reva membantu bu Nur membereskan meja makan.


Reva kemudian membawakan segelas kopi, untuk Arka ke ruang kerjanya.


"Jangan kerja terlalu keras, kamu sudah punya semuanya jadi apa lagi yang ingin kamu miliki? Jangan terlalu serakah mengejar uang, karena kesehatan itu lebih penting" Ucap Reva yang menaruh kopi di meja kerja sang suami.


"Apa kamu sudah ingin aku keloni?" Tanya Arka yang menarik pinggang istrinya.


"Seharusnya kau belajar lebih giat lagi untuk menggodaku, gunakan baju tidur yang sexy, supaya setiap hari, aku merasa tidak sabar untuk menunggu malam tiba" Bisik Arka kepada Reva yang berada di pangkuannya.


Reva berdiri dan membalikan badannya, duduk kembali di pangkuan Arka tapi kali ini menghadap suaminya.


"Aku tidak perlu baju sexy hanya untuk menggoda mu" bisik Reva yang mengalungkan tangannya di leher Arka.


"Cupp, cupp, cupp" Reva mencium kening dan kedua pipi Arka.


"Aku bisa melakukannya dengan baju tebal sekalipun" Lanjut Reva dengan tatapan menggoda.


"Wahhh, istri ku seperti kucing liar" Celetuk Arka tersenyum.


"Aishhh kamu mah, selalu merusak suasana saja" Ucap Reva hendak turun dari pangkuan Arka, namun tangan Arka segera memeluknya kuat.


Arka langsung membekap bibir Reva dengan bibirnya, m******nya dengan penuh nafsu, sementara tangan Arka sudah berpetualang membuka kancing piama yang Reva kenakan.


Arka menurunkan bibirnya, menjelajahi setiap lekuk leher indah istrinya, memainkan tangan di gundukan lembut milik Reva, membuat sang pemilik mengeluarkan suara-suara erotis yang membuat Arka semakin kepanasan.


Arka membuka baju piama Reva, membuka penghalang di depannya, dan memainkan bibirnya disana, Reva memeluk kepala Arka dan sesekali menekan kepala Arka ke dadanya dengan kencang, saat Arka membuat jejak petualangannya di sana dengan keras.


"Sakitttt" Ucap Reva meringis dengan suara yang sedikit parau karena gairah yang menggejolak.


"Maaf, abisnya gemess" Ucap Arka tersenyum.


Arka berdiri, mengangkat Reva yang masih di pangkuannya, membawa Reva ke kamarnya.


"Matiin lampunya dulu" Ucap Reva malu, ketika Arka hendak melucuti pakaiannya.


Arka menuruti keinginan Reva, dan masuk ke dalam selimut yang sudah di pakai istrinya.


"Kali ini, puasin si cacing sampai lemas ya sayang, jangan main setengah-setengah, aku gak mau main sama sabun lagi." Ucap Arka dengan tatapan penuh gairah.


"Tapi pelan-pelan ya, aku masih takut" Ucap Reva mengingat Arka membuatnya berjalan seperti pinguin waktu itu.


Arka hanya mengangguk dan melakukan haknya sebagai seorang suami.


Bersambung..


*Maaf aku gak bisa menulis adegan yang lebih HOT takutnya kebablasan, maaf ya.

__ADS_1


Tapi jangan lupa buat Like terus komentarnya dan tekan bintang lima buat aku, dan mohon Vote yang banyak ya.


Terima kasih


__ADS_2