ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 15


__ADS_3

Para ART di rumah belakang menunduk, ketika melihat Reva mendekat dengan membawa sebuah piring, yang berisi nasi beserta lauk nya.


Dengan santai Reva duduk di meja makan yang lebih kecil di banding dengan meja makan rumah utama.


"Ayo kita makan!" Ajak Reva kepada orang - orang yang sedang manatapnya penuh tanda tanya.


Reva membuang nafasnya kasar, menaruh kembali sendok yang sudah Ia pegang tadi. Dia menatap ke arah ke 4 orang di hadapan nya itu.


"Aku selalu merasa kesepian, jika harus makan sendirian, jadi aku memilih untuk bekerja di kafe, karena aku bisa makan bersama banyak orang walaupun aku tidak mengenal mereka, tapi hati ku akan terasa hangat. Jadi bisakah kalian menemani ku makan sekarang??"


Mereka saling melemparkan pandang, dengan tatapan ragu, sebelun memutuskan untuk menemani Reva makan, Reva terlihat sangat senang dan makan dengan lahap nya.


*Di rumah utama terdapat 4 orang ART


-Bu Nur, kepala ART


-Bi Atin, koki


-Bi Enung, membersihkan rumah


-Bi diah, mencuci dan menyetrika.


Reva merasa waktu terasa berjalan sangat lambat di rumah itu, dari pagi dia hanya menonton tv dan hanya bermain ponselnya saja, sedangkan Arka setiap hari selalu berangkat sangat pagi dan pulang ketika sudah larut malam, jadi sudah seminggu Reva hampir tidak pernah bertemu dengan suami nya.


Malam itu Arka pulang lebih cepat, Arka membersihkan badan dan mengganti pakaian nya, Arka menuruni tangga menuju meja makan, Dia seperti mencari - cari seseorang.


"kemana gadis aneh itu??" pikirnya.


Arka melihat bu Nur mendekat dan mulai menuangkan air dan menyendokan nasi ke dalam piring tuan muda nya, bu Nur sudah tau berapa banyak takaran nasi, dan apa yang Arka sukai.


"Nona muda sedang makan di rumah belakang tuan" bu Nur tau tanpa Arka harus bertanya jika mata Arka sedang mencari keberadaan istri nya.


"Kenapa dia di sana?" Arka menatap bu Nur.


"Sejak nyonya berangkat ke korea, nona memang selalu makan di sana tuan, nona bilang nona merasa kesepian, dan sedih jika harus makan sendirian, jadi kami selalu menamani nona makan, maafkan kami yang sudah lancang tuan" bu Nur menjelaskan, wajah Arka terlihat berubah saat mendengar penjelasan bu Nur.


"dia pasti merasa seperti orang asing yang di kurung di rumah ini" pikir Arka yang mulai melahap makanan nya.

__ADS_1


Ke esokan harinya, Hari ini Reva akan mulai bekerja jadi sekertaris Arka, dari subuh dia sudah siap dengan kemeja putih panjang, rok hitam sedikit di atas lutut dan ramput sebahu yang di gerai, polesan make up tipis membuat nya terlihat cantik.


Reva menyiapkan pakaian untuk Arka ketika Arka sedang berada di kamar mandi, lalu Reva membantu bu Nur menata meja makan.


Arka tersenyum melihat pakaian yang berada di atas kasur lengkap dengan dasi dan jas yang serasi.


"Seleranya bagus juga" gumam Arka yang mulai mengenakan pakaian nya.


Arka melihat Reva sedang duduk menunggunya di meja makan, lalu Arka duduk di kursi nya dan mulai mengambil roti selai coklatnya.


"Kita tidak bisa berangkat ke kantor bersama, jika ada yang melihat kita, nanti akan ada berita yang menyebar, itu akan sangat merepotkan" Ucap Arka datar.


Reva tersenyum sinis mendengar ucapan Arka, apalagi ketika melihat tangan Arka yang sedang memegang roti nya tidak memakai cincin pernikahan nya.


"Tenang saja, aku tidak punya niat untuk menumpang, apalagi membuat repot siapa pun" Ucap Reva sinis.


Arka menatap Reva dengan tajam.


"Jaga sikap mu di kantor nanti, jangan sampai ada yang curiga kalau kita sudah menikah"


"Ahhh bukankah itu terlalu kasar, kenapa hati ku terasa sakit, dasar hati, sejak kapan kau menjadi lembek seperti ini hahh??!!" Pikir Reva memarahi perasaannya sendiri.


Reva menyudahi makan nya, dan bangkit dari kursi mengambil tas, dan meninggalkan Arka yang tidak memperdulikan kepergiannya.


Reva berjalan ke luar rumah dan bertemu dengan pak Udin yang beberapa hari ini sudah masuk kerja.


"Mau berangkat sekarang nona??" Tanya pak Udin sambil membuka kan pintu mobil untuk Reva.


Reva tersenyum manis dan menggeleng


"Saya sudah pesan ojek online pak, tidak perlu di antar terimakasih". Reva menolak dengan sopan.


"Saya akan di marahi nyonya besar, jika tidak mengantarkan nona, saya sudah mendapat perintah untuk mengantar nona kemanapun nona pergi" Ucap pak Udin.


"Apa tidak akan terlihat aneh, jika seorang sekertaris baru keluar dari mobil mewah pak? nanti di kira saya cewek ga bener, atau simpanan om- om, apa pak Udin mau jika nanti saya jadi bahan ghibahan sekantor?" Pak udin terlihat memikirkan perkataan nona muda nya.


Reva pergi tanpa menunggu jawaban dari pak Udin, menghampiri ojol yang sudah menunggu di depan pintu gerbang.

__ADS_1


"Saya berangkat dulu pak Udin, Assalamualaikum" Reva pamit, meninggalkan pak Udin yang masih bingung harus berbuat apa.


Reva sampai di Alamat yang dia tuju, dia masuk ke dalam kantor yang menjulang tinggi itu, dia bertanya kepada satpam yang berdiri di depan pintu, kemudian menghampiri lift yang di tunjukan oleh satpam tersebut.


"Tunggu!!" Reva melihat seseorang yang berlari ke arah nya dan menghentikan pintu yang akan menutup.


"Terimakasih cantik" Ucap pria itu tersenyum manis kepada Reva.


"Kamu karyawan baru ya? kenalin dong aku Gatan" Ucap pria itu, menyodorkan tangan nya ke arah Reva.


"Iya saya sekretaris baru pak Arka, saya Reva" Reva membalas tangan Gatan.


"Bisa - bisanya dia mendapat sekretaris yang cantik seperti kamu, ahh lebih baik kamu jadi sekretaris aku aja, nanti biar aku tuker sama sekretaris ku ya" Ucap Gatan semangat, dan Reva hanya membalas nya dengan senyuman.


Reva meninggalkan Gatan yang masih menggombal Ria di dalam Lift, ketika pintu lift sampai di lantai yang Ia tuju.


"Heii...cantik aku belum mendapat nomor ponsel mu" Reva tidak menghiraukan Gatan.


Reva melihat seorang wanita yang sedang membereskan meja kerja nya dan menghampirinya.


"Selamat pagi bu, saya Reva sa.._" Ucapan Reva terpotong saat orang itu menatapnya tidak suka.


"Ohh jadi kamu yang akan jadi sekretaris sementara nya pak Arka" Wanita itu melihat Reva dari ujung kaki sampai ke kepala.


"Pasti lewat orang dalam" Lanjut wanita itu, Reva hanya bisa memaksakan senyumnya mendapat perlakuan seperti itu.


"Bisa saya tahu di meja mana saya akan bekerja, dan apa yang harus saya kerjakan lebih dulu?" Tanya Reva dengan sopan, dan mengikuti wanita itu yang mejunjukan tempat Reva akan bekerja.


"Ini meja kamu, dan di dalam map itu ada jadwal pak Arka hari ini yang harus kamu hapal kan, kerja yang bener jangan cuma ngandelin body doang" Ucap wanita itu sebelum pergi.


Reva mengepalkan tangan nya, kemudian mengelus dada nya, menarik dan membuang nafas nya beberapa kali.


"Masih pagi tapi udah ketemu siluman luwak aja, sabar...sabarr ini adalah cobaan" Reva menenangkan hati nya, dan beralih membuka map yang sudah di pegang nya.


Mohon dekungan Vote, Like & Coment nya ya...jangan lupa kasih aku bintang lima juga.


Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2